
Ketika Celyn ingin mendekati sebuah pintu ruangan yang sangat menyita sekali perhatiannya, tiba-tiba Pak Hu berkata kepada Celyn dan langsung mencegah Celyn untuk melangkahkan kakinya kearah ruangan tersebut.
"*Nyonya jangan kesitu Nyonya, nanti Tuan Vicktor dia bisa marah*",, kata Pak Hu yang langsung menghentikan langkahnya Celyn.
"*Memangnya apa yang ada didalam isi ruangan itu Pak Hu, sampai-sampai saya tidak boleh mendekatinya*",, kata Celyn sambil menghadap kearahnya Pak Hu.
"*Kalau untuk urusan itu, saya tidak bisa menjawabnya Nyonya*",, kata Pak Hu dengan sopan kepada Celyn.
"*Kalau begitu saya ingin melihatnya sendiri*",, kata Celyn kepada Pak Hu dan dia langsung saja melangkahkan kakinya kearah pintu itu lagi.
Pak Hu yang ingin mencegahnya dia terlambat karena Celyn sudah benar-benar berada didepan pintu ruang rahasianya Vicktor dan hanya Pak Hu saja dirumah itu yang mengetahui akan ruang rahasia itu.
"*Kenapa pintunya dikunci, mana kuncinya Pak Hu, saya sangat yakin jika anda menyimpan kunci ruangan ini*",, kata Celyn dengan sedikit menahan rasa marahnya kepada Pak Hu.
Dan memang benar Pak Hu dia memegang kunci cadangan ruangan itu, sedangkan kunci yang asli disimpan oleh Vicktor tentunya.
"*Maaf Nyonya saya tidak menyimpannya*",, jawab Pak Hu kepada Celyn dengan berbohong.
"*Jangan berbohong kepadaku Pak Hu, dan jangan membuatku marah*",, kata Celyn kepada Pak Hu dengan wajah yang menunjukkan rasa marahnya kepada Pak Hu.
Sebab Celyn yakin jika Pak Hu sangat mengetahui perihal ruangan itu, cuma dia tidak mau saja memberitahukannya kepadanya.
"*Maafkan saya Nyonya, karena saya sudah berjanji kepada Tuan Vicktor untuk tidak mengatakannya kepada siapa saja, jika Nyonya ingin mengetahuinya anda bisa bertanya langsung kepada Tuan Vicktor Nyonya*",, kata Pak Hu kepada Celyn dengan sopan.
Celyn langsung saja menatap Pak Hu dengan tatapan marahnya ketika mendengar kalimatnya Pak Hu dan dia tanpa banyak berkata kepada Pak Hu langsung saja melangkahkan kakinya untuk kembali kedalam kamarnya lagi dan mencari Vicktor tentunya.
Ketika Celyn sudah masuk kedalam kamarnya, dia tidak melihat Vicktor diatas ranjang kamarnya, dan ketika Celyn melangkahkan kakinya kearah pintu kamar mandi, dia mendengar ada suara gemericik air yang menandakan jika Vicktor sedang mandi.
Tadi Vicktor memang sudah terbangun, dan ketika sudah bangun dia yang tidak melihat Celyn didalam kamar, Vicktor langsung saja keluar kamar dan bertanya kepada asisstan rumah tangganya, dan semuanya pada menjawab jika Celyn sedang melihat-lihat mansion ditemani oleh Pak Hu.
Vicktor yang sudah tenang dan mengetahui dimana Celyn berada akhirnya dia melangkahkan kakinya lagi masuk kedalam kamar dan dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, karena waktu juga sudah sore, sekitar pukul lima sore.
Celyn yang sudah mengetahui jika Vicktor sedang mandi, dia lalu melangkahkan kakinya untuk duduk dishofa yang ada didalam kamarnya sambil menunggu Vicktor selesai mandi.
__ADS_1
Sekitar sepuluh menit menunggu, akhirnya Vicktor selesai juga mandinya, dan dia keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.
Dan Celyn dia lalu mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar mandi yang terbuka, sambil melihat Vicktor yang cuma memakai handuk saja dipinggangnya.
Vicktor yang melihat Celyn duduk dishofa dengan wajah yang sepertinya tidak sedang bersahabat, dia lalu berjalan mendekati Celyn.
"*Hei sayang, kamu kenapa, sepertinya sedang sebal begitu*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil berdiri didepannya Celyn.
"*Tidak apa-apa, cepat sana ganti baju, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu Vicktor??*",, kata Celyn kepada Vicktor dengan nada yang sedikit menahan rasa kesal.
"*Apa itu sayang, kenapa tidak sekarang saja kamu bilangnya??*",, jawab Vicktor kepada Celyn.
"*Mataku terganggu melihatmu dalam keadaan seperti ini*",, jawab Celyn kepada Vicktor.
Membuat Vicktor langsung saja tertawa kecil mendengarnya.
"*Bilang saja jika kamu menginginkannya lagi Celyn*",, kata Vicktor sambil menggoda Celyn, membuat Celyn langsung memajukkan bibirnya dengan wajah juteknya kepada Vicktor.
"*Jangan menggodaku deh Vicktor*",, kata Celyn dengan moode malas kepada Vicktor.
Namun Vicktor tidak gentar dengan kata-kata betenya Celyn kepadanya, dia malah semakin gencar menggoda Celyn dengan menurunkan cel4n4 d4l4mnya dan terlihatlah terong jumbonya itu dihadapan wajahnya Celyn.
"*Kamu yang sudah memancingku Vicktor, dan kamu harus menanggungnya sendiri*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil memegang terongnya Vicktor dengan sedikit kuat, namun tidak membuat Vicktor kesakitan.
"*So........??*",, kata Vicktor sambil melihat kearahnya Celyn dengan bibir yang tersenyum dan alis yang sebelah kanan dia naikkan keatas.
Celyn yang tadi sedang sebal dengan Pak Hu, alhasil dia lampiaskan kepada Vicktor namun dengan cara memasukkan terong jumbonya Vicktor kedalam mulutnya.
Celyn dengan sangat kuat mengu***m, mengh***p dan memutar-mutar kecil terongnya Vicktor dengan gerakan yang sangat-sangat cepat sekali.
Vicktor merasa sangat keenakan sekali dengan permainan lidahnya Celyn didalam terong jumbonya itu.
Celyn dia sangat menggebu sekali memainkan terongnya Vicktor, dan Vicktor sendiri dia sampai mendongakkan kepalanya serta mengusap rambutnya Celyn dengan sedikit kasar.
__ADS_1
Vicktor sangat-sangat dibuat kualahan dengan permainan lidahnya Celyn diterongnya.
Celyn dia tidak cuma mengh***p melainkan juga memainkan lidahnya dipucuk terongnya Vicktor yang bentuknya sangat artistik sekali itu.
Tangannya Celyn pun juga mer***s-r***s dua buah biji miliknya Vicktor dengan sambil mengoc**knya juga.
"*Sayang aku sudah tidak tahan, ayo segera kita tuntaskan*",, kata Vicktor dengan suara tertahannya ketika dia sudah ingin segera mengeluarkan getah dari mentimunnya itu.
Namun Celyn dia pura-pura tidak mendengarkan perkataannya Vicktor dan dia semakin cepat pula menggerakkan mulutnya kedalam mentimunnya Vicktor.
Dan ketika Vicktor sudah tidak tahan dengan permainannya Celyn, akhirnya keluar jugalah getah mentimunnya yang sangat banyak itu.
Celyn langsung saja menarik mulutnya dari mentimunnya Vicktor karena dia tidak suka jika harus menelan getahnya itu.
Dan Vicktor sendiri dia langsung saja terduduk disebelahnya Celyn dengan kepala yang dia sandarkan kesandaran shofa dan dengan deru nafas yang tersengal-sengal juga karena baru saja pelepasan getah berharganya itu.
Vicktor memandang Celyn yang duduk disebelahnya sambil tersenyum manis sekali, karena merasa puas akan permaian lidahnya Celyn.
Sedang Celyn dia yang juga menatap Vicktor namun dia tidak menunjukkan ekspresi apa-apa kepada Vicktor.
"*Baiklah aku akan segera membereskan ini dulu, setelah itu aku akan menemani istrik cantikku ini yang sepertinya moodnya sedang tidak baik-baik saja*",, kata Vicktor kepada Celyn yang masih melihat wajahnya Celyn tidak ada perubahan apa-apa daritadi.
Vicktor lalu beranjak berdiri dari duduknya menuju kedalam kamar mandi untuk membersihkan mentimunnya, namun sebelumnya dia sudah memberikan kecupan singkat didahinya Celyn terlebih dahulu tadi.
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Jika karya ini belum tamat namun bertepatan dibulan ramadhon, mohon maaf untuk part yang hareudang seperti diatas contohnya akan saya skip ya readers ππ
Selamat menyambut bulan ramadhanπ€π€π
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
...***TBC***...
__ADS_1