
Vicktor langsung saja mengangkat sambungan telefon itu, dan dia mengangkat sambungan telefon itu sambil duduk dipinggir ranjang tidurnya Celyn.
"*Halo Ian, ada apa kamu menelfonku??*",, kata Vicktor kepada Ian sambil melihat kearah ponselnya Celyn yang sedang dia coba nyalakan itu.
"*Halo Tuan, saya hanya ingin memberitahukan dan melaporkan jika semua anak buah yang saya kerahkan mereka semua belum bisa mengetahui dimana keberadaannya Nyonya Celyn Tuan*",, lapor Ian kepada Vicktor melalui sambungan telefon.
Vicktor yang mendengar perkataannya Ian dia sedikit sedih namun apalah daya, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"*Baiklah, tetap suruh anak buah saya untuk terus mencari Celyn sampai mereka dapat, dan kamu tolong segera datang keapartemennya Celyn sekarang*",, jawab Vicktor kepada Ian.
"*Baik Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor dan Vicktor langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu.
Selang beberapa menit, akhirnya Ian sampai juga didepan apartemennya Celyn, dan Vicktor yang berada didalam apartemennya Celyn dia langsung saja membuka pintunya ketika mendengar suara bel pintu kamar apartemennya Celyn berbunyi.
Vicktor melihat Ian dari lubang pintu sudah berdiri didepan pintu kamar apartemennya Celyn, dan Vicktor langsung saja membuka pintunya untuk Ian.
"*Ayo masuk*",, kata Vicktor kepada Ian dan dia langsung saja berlalu masuk diikuti oleh Ian.
Ian yang sudah menutup pintunya dia langsung mengikuti Vicktor yang sudah masuk kedalam apartemen.
"*Tunggu sebentar*",, kata Vicktor kepada Ian dan Vicktor langsung saja masuk kedalam kamarnya Celyn untuk mengambil ponselnya Celyn tadi.
Dan Ian dia menunggu Vicktor diruang tamu yang ada didalam kamar apartemennya Celyn.
Vicktor yang sudah mengambil ponselnya Celyn, dia langsung saja keluar dari dalam kamar dan langsung duduk dishofa yang ada diruang tamu diikuti oleh Ian juga.
"*Ian tolong kamu cari orang yang bisa membuka ponsel itu, itu ponselnya Celyn yang dipasword*",, kata Vicktor kepada Ian sambil menyerahkan ponselnya Celyn.
"*Baik Tuan*",, jawab Ian kepada Vicktor sambil menerima ponsel itu.
"*Apa ada yang ingin kamu sampaikan lagi Ian kepada saya??*",, kata Vicktor kepada Ian.
"*Tadi Nona Dixa dia bertanya-tanya tentang Tuan dan Nyonya Celyn Tuan, dan sepertinya Nona Dixa dia akan mencari tahu siapakah yang menjadi istrinya Tuan*",, lapor Ian kepada Vicktor.
"*Bagaimana dia bisa tahu kalau saya sudah menikah??*",, kata Vicktor dengan bingung kepada Ian.
"*Kata Nona Dixa anda sendiri Tuan yang mengatakannya kepadanya*",, jawab Ian kepada Vicktor.
__ADS_1
Vicktor lalu terdiam sambil mengingat-ingat pertemuannya dengan Dixa tadi didepan lift kantor, dan Vicktor sekarang teringat jika tadi dia tidak sengaja mengatakan kepada Dixa kalau Dixa berani menyentuhnya lagi, siap-siap tangannya akan dipatahkan oleh istrinya.
Vicktor yang sudah teringat dia lalu menghembuskan nafasnya dengan kecil, namun bagaimana pun juga cuma beberapa jam tidak mengetahui kabarnya Celyn, dia sudah merasakan rindu seperti yang sekarang dia rasakan.
"*Kalau begitu kamu suruh beberapa anak buah saya untuk selalu mengawasi kegiatannya Dixa, karena saya tidak mau kalau Dixa tiba-tiba sampai berani melukai Celyn*",, perintah Vicktor lagi kepada Ian.
"*Baik Tuan*",, jawab Ian lagi kepada Vicktor.
"*Kalau begitu, kamu boleh pergi, akan saya hubungi kamu lagi jika saya membutuhkanmu, hari ini saya ingin menenangkan diri dulu disini*",, kata Vicktor kepada Ian.
Dan Ian dia langsung saja berpamitan kepada Vicktor sambil menundukkan sedikit badannya sebelum benar-benar pergi.
Sepeninggalan dari Ian, Vicktor lalu menyandarkan badannya kesandaran shofa sambil melipat kedua tangannya kedepan dadanya, dengan pandangan yang dia alihkan kelangit-langit apartemennya Celyn.
"*Sebegitu marahkah kamu Celyn kepadaku??*",, kata Vicktor sambil membayangkan wajahnya Celyn yang tadi pagi baru saja tersenyum kepadanya.
"*Jika aku menemukanmu, aku berjanji akan memberitahukannya kepada dunia jika kamu adalah istriku*",, kata Vicktor lagi dengan masih berbicara sendiri.
Vicktor lalu menarik nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya, setelah itu dia lalu menghembuskannya dengan sangat perlahan-lahan dengan berkata sesuatu.
Tiga hari kemudian ketika Vicktor sedang berada didalam kamarnya dan sambil melihat pemandangan halaman mansionnya dari jendela besar yang ada didalam kamarnya, tiba-tiba saja dia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
Jam baru menunjukkan pukul tujuh malam, namun Vicktor dia sudah tidak ingin melakukan hal apapun didalam mansionnya.
Yang biasanya sepulang bekerja dia menghabiskan waktunya diruang galeri lukisannya untuk melukis, kali ini dia tidak ada ga***h sama sekali untuk melukis, karena masih teringat dengan Celyn yang belum diketemukan sampai saat itu.
Vicktor langsung saja melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya itu.
Dan ketika dibuka ternyata ada Pak Hu dan juga Ian sudah berada didepan kamarnya.
"*Ada apa Pak Hu??, dan Ian ada apa kamu malam-malam begini kerumah saya??*",, kata Vicktor kepada Pak Hu dan juga Ian.
"*Saya cuma mengantarkan Tuan Ian saja Tuan, kalau begitu saya permisi dulu*",, jawab Pak Hu kepada Vicktor dan juga Ian.
Ian dan juga Vicktor mereka hanya mengangguk saja kepada Pak Hu.
Sepeninggalan dari Pak Hu, Vicktor lalu menyuruh Ian masuk kedalam kamarnya dan langsung menyuruh Ian untuk duduk dishofa yang ada didalam kamarnya.
__ADS_1
"*Ada apa Ian??*",, tanya Vicktor ketika mereka berdua sudah pada duduk dishofa yang ada didalam kamarnya Vicktor.
"*Ini Tuan, saya sudah bisa membuka ponselnya Nyonya Celyn Tuan, dan juga sudah saya atur tidak ada paswordnya lagi*",, kata Ian kepada vicktor sambil memberikan ponselnya Celyn kemarin.
Vicktor lalu mengambil ponsel itu yang berada diatas meja, dan langsung menyalakannya.
"*Baiklah terimakasih Ian, apakah ada yang ingin kamu sampaikan lagi kepada saya??*",, kata Vicktor kepada Ian ketika dia sudah mengambil ponselnya Celyn.
"*Tidak ada Tuan, hanya itu yang ingin saya sampaikan, kalau begitu saya permisi pulang dulu, selamat beristirahat dan selamat malam Tuan*",, kata Ian kepada Vicktor sambil berdiri dan sedikit menundukkan sedikit badannya kepada Vicktor.
Vicktor hanya mengangguk saja kepada Ian dan juga sambil tersenyum tipis saja ketika Ian berpamitan dengannya.
Ketika Ian sudah pergi dari dalam kamarnya, Vicktor yang masih duduk dishofa dia lalu membuka ponselnya Celyn dan melihat semua isi yang ada didalam ponselnya Celyn.
Vicktor lalu mencari kontak telefon dari sahabat-sahabatnya Celyn, dan ketika dia yakin yang diambilnya adalah kontak telefon sahabatnya Celyn, Vicktor lalu mengirimkannya kedalam ponselnya.
Vicktor melihat begitu banyak panggilan masuk dan tidak terjawab diponselnya Celyn, serta banyak juga pesan masuk yang ada diponselnya Celyn
Vicktor juga membaca semua pesan yang ada didalam ponselnya Celyn untuk mengetahui siapa saja yang sudah mengirimkan pesan kepada Celyn.
Sungguh Vicktor tanpa sadar dibuat cemburu ketika ada beberapa, bukan lebih tepatnya banyak nomor asing yang menanyakan kepada Celyn, dan juga mengajak berkenalan kepada Celyn.
Bahkan ada juga yang langsung mengutarakan perasaannya kepada Celyn melalui pesan masuk itu. Dan Vicktor yakin semua nomor-nomor itu adalah semuanya milik laki-laki.
Vicktor lalu mengirimkan beberapa foto pernikahannya dengan Celyn yang ada diponselnya keponselnya Celyn, dan dia dengan sedikit emosi membalas semua nomor-nomor itu dengan sambil mengatakan.
*"Jangan menghubungi saya lagi, karena saya sudah menikah*",, balas Vicktor kepada semua nomor-nomor itu sambil juga mengirmkan foto pernikahannya dengan Celyn sebagai bukti.
Vicktor cuma begitu dia sudah marah, harusnya Vicktor bisa berfikir jika dia tidak segera mempublikasikan pernikahan mereka, akan begitu banyak pelakor dan pebinor didalam rumah tangga mereka.
Dan setelah membalas semua pesan-pesan dari nomor-nomor itu, Vicktor akhirnya sadar kenapa Celyn bisa begitu marah kepadanya.
"*Sekarang aku tahu Celyn, kenapa kamu bisa sampai sebegitu marahnya kepadaku*",, kata Vicktor untuk dirinya sendiri sambil melihat foto pernikahannya dengan Celyn yang ada didalam ponselnya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
***TBC***
__ADS_1