
Celyn yang belum tidur, dia sangat terkejut sekali ketika Vicktor tiba-tiba memeluknya dari belakang, dan pelukan Vicktor membuat Celyn susah untuk bergerak.
Bukan karena Vicktor terlalu kencang memeluknya, melainkan Celyn menjadi malu dan jantungnya juga tiba-tiba berdetak dengan cukup kencang.
Bukan Celyn saja sebenarnya yang belum tidur, melainkan Vicktor juga, dan entah kenapa Vicktor ingin sekali memeluk Celyn seperti itu.
Vicktor bahkan memeluk Celyn dalam keadaan mata dia yang masih terbuka dengan sangat lebar sekali.
Dan Celyn yang sebelumnya merasa kaku ditubuhnya, dia langsung saja merubah posisi tidurnya menjadi terlentang, dan ketika Vicktor mengetahui Celyn bergerak dia lalu dengan segera menutup matanya untuk pura-pura tidur, akan tetapi tangannya masih anteng berada dipinggang rampingnya Celyn.
Celyn yang sudah terlentang dengan tangannya Vicktor yang sekarang berada diatas perutnya, dia lalu mendongakkan wajahnya keatas kearah wajahnya Vicktor yang sudah memejamkan matanya.
"*Mau tidak mau, aku harus menerima kamu menjadi suamiku, akan tetapi jangan salahkan aku jika aku akan membalas semua perbuatanmu kepadaku jika sampai kamu mempermainkanku dan pernikahan ini*",, kata Celyn sambil melihat kearah wajahnya Vicktor.
Dan Vicktor pun yang masih berpura-pura tidur, dia bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Celyn tadi.
Celyn setelah berkata seperti itu dia lalu mulai mencoba memejamkan matanya untuk tidur.
Dan Vicktor lalu membuka matanya sedikit untuk melihat Celyn sudah memejamkan matanya atau belum.
Vicktor yang melihat Celyn sudah memejamkan matanya, sekarang gantian Vicktor yang melihat kearah wajahnya Celyn, juga sambil berkata didalam hatinya.
"*Walau pernikahan kita mendadak, akan tetapi aku berani berjanji, aku akan terus pertahankan pernikahan ini walau belum ada kata cinta diantara kita*",, kata batin Vicktor untuk Celyn.
"*Dan aku juga berjanji tidak akan menghianati pernikahan ini, karena aku sendiri tidak suka dengan apa yang namanya perselingkuhan*",, sambung lagi perkataannya Vicktor masih didalam hatinya.
Vicktor lalu mencoba memejamkan matanya juga dan dia semakin mengeratkan pelukannya ditubuhnya Celyn.
Waktu berputar, dan tanpa mereka sadari Celyn malah membalas pelukannya Vicktor dan mereka berdua tertidur dengan saling memeluk dan saling menghangatkan satu sama lainnya.
Jam didinding baru menunjukkan pukul empat subuh, akan tetapi Vicktor entah kenapa dia sudah terbangun dari tidurnya, dan ketika Vicktor terbangun dia terkejut sekali ketika melihat posisi tidurnya memeluk Celyn dengan erat, dan Celyn pun juga membalas pelukannya.
Vicktor tiba-tiba dia merasakan ingin buang air kecil, dan dia berusaha melepaskan pelukannya Celyn ditubuhnya, dengan sangat hati-hati sekali Vicktor akhirnya bisa melepaskan pelukannya Celyn ditubuhnya.
__ADS_1
Setelah itu Vicktor lalu beranjak turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kedalam kamar mandi.
Setelah selesai dari kegiatannya didalam kamar mandi, Vicktor langsung saja keluar dari dalam kamar mandi dan langsung berjalan kearah ranjang kembali.
Vicktor lalu merebahkan badannya lagi diatas ranjang, bukan untuk tidur lagi melainkan Vicktor malah tidur menyamping dengan tangan kanannya menyangga kepalanya dan dia malah memandang wajahnya Celyn yang sedang tertidur dengan sangat lelap itu.
"*Kamu benar-benar sangat cantik Celyn*",, kata Vicktor sambil merapikan rambutnya Celyn.
Celyn dia tidak sadar dengan apa yang dilakukan Vicktor diwajahnya.
Ketika Vicktor sedang asik mengamati wajahnya Celyn dan sambil mengusap lembut pipinya Celyn, tiba-tiba Celyn merubah posisinya menjadi miring menghadap keVicktor dan wajahnya Celyn langsung menempel dengan sempurna didadanya Vicktor yang tidak berpakaian itu.
Hembusan nafas yang hangat didadanya membuat Vicktor merasakan geli dan hangat didadanya yang terbuka itu.
Vicktor mencoba menegakkan wajahnya Celyn supaya bisa sejajar dengan wajahnya, dan ketika sudah sejajar dengan wajahnya, Vicktor dengan perlahan mendekatkan wajahnya kewajahnya Celyn.
"*Bibir kamu sungguh menggoda sekali Celyn*",, kata Vicktor ketika hidungnya sudah bersentuhan dengan hidungnya Celyn.
Awalnya Vicktor hanya mengecup singkat bibirnya Celyn, namun karena Celyn tidak sadar akan kecupannya, Vicktor malah semakin menekan kecupan dibibirnya Celyn.
Celyn awalnya dia tidak sadar dan tidak tahu jika Vicktor mengecup bibirnya, akan tetapi ketika Vicktor mulai menggerakkan lidahnya, Celyn menjadi sedikit terganggu didalam tidurnya.
Vicktor mencium bibirnya Celyn, sambil tersenyum dengan mata yang terus melihat kearah wajahnya Celyn yang masih menutup matanya.
Celyn dia tanpa sadar membalas ciumannya Vicktor dibibirnya, didalam tidurnya Celyn, Celyn merasa dia sedang bermimpi sedang berciuman dengan seorang pangeran yang sangat tampan sekali.
Vicktor yang merasa Celyn membalas ciumannya, dia semakin bersemangat saja bermain lidah dengan lidahnya Celyn.
Ketika Celyn berusaha untuk membuka matanya, alangkah terkejutnya dia ketika matanya sudah terbuka dengan sempurna dan Celyn melihat ternyata Vicktorlah yang sedang menciumnya bukan pangeran seperti yang dimimpikannya tadi.
Vicktor yang melihat Celyn membuka matanya dia semakin menekan dan semakin memperdalam ciuman mereka dan ketika Celyn ingin melepaskan diri dari ciumannya Vicktor, Vicktor sengaja menahan kepalanya Celyn supaya ciuman mereka tidak terlepas.
Tangannya Vicktor pun yang satunya sudah mulai menjamah nyaman dibukit mochinya Celyn yang tertutup baju tidur yang tipis itu.
__ADS_1
Dan ketika Vicktor menyentuh bukit mochi itu, Vicktor merasakan ternyata Celyn tidak sedang memakai branya, membuat Vicktor langsung saja memainkan pucuk bukit mochinya Celyn dengan lihainya.
"*Eeenngghhhhh*",, dengung sekaligus d***hnya Celyn ketika Vicktor memainkan pucuk bukit mochinya.
Seperti pagi pada umumnya untuk para laki-laki yang sering merasakan e***si dipagi hari, Vicktor pun juga merasakan hal itu, dan semakin tegak serta keras pula palu thornya Vicktor ketika mendengar d***hannya Celyn.
Celyn sedikit memberontak akan ciumannya Vicktor, namun dia juga terbuai akan sentuhan tangannya Vicktor dibukit mochinya.
Ketika Vicktor sudah merasa kebas dibibirnya dan sudah merasakan lama juga berciuman dengan Celyn, Vicktor lalu melepaskan ciuman mereka dan langsung saja menyobek baju tidurnya Celyn dengan satu kali tarikan.
Yang mana membuat Celyn langsung ingin menangis, bukan menangis karena takut dengan Vicktor lagi, melainkan menangis karena baju tidur mahalnya dan baru saja dibelinya harus musnah ditangan suami tampannya.
"*Kamu harus membelikanku baju tidur lagi yang lebih bagus dari itu, ini itu baru saja aku beli dan baru saja aku pakai, dan harus terbuang percuma karena ulah kamu Vicktor*",, kata Celyn kepada Vicktor dengan sedikit menahan rasa geramnya.
"*Akan aku belikan dengan pabriknya nanti*",, kata Vicktor dengan asal dan dia langsung saja melahap bukit mochinya Celyn dengan sangat menggebu sekali.
Permainannya Vicktor dibukit mochinya Celyn, membuat Celyn sudah dibuat kalang kabut akan permainan lidahnya, hingga tanpa sadar Celyn sedikit mengangkat badannya yang mana membuat dadanya Celyn sedikit terangkat keatas.
"*Aaaaaahhhhhh, Vicktor*",, kata Celyn sambil meremas rambutnya Vicktor.
Vicktor semakin berg***h saja mendengar suara d***hannya Celyn sambil menyebut namanya.
Tangannya Vicktor pun juga tidak mau kalah dengan mulutnya yang juga memijat lembut bukit mochi miliknya Celyn yang satunya.
Ketika mulutnya Vicktor berpindah kebukit mochi yang satunya, gantian tangannya yang menganggur bergerilya indah menelusuri tubuhnya Celyn, hingga tiba digoa terlarangnya Celyn yang sudah sedikit sangat lembab karena rangsangan dari Vicktor.
Dengan mudahnya tangan kekarnya Vicktor merambah masuk kecel4na4 dal4mnya Celyn dan langsung mengusap-usap lembut rambut halus miliknya Celyn yang terawat itu.
...πππππππππππππ...
Dan author sengaja skip ya, karena kelanjutannya readers pasti tahu akan sangat panjang sekaliπ .
Kasihan sekali nanggung yaπππππππ
__ADS_1
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
***TBC***