
Pagi menjelang, Celyn yang sudah terbangun terlebih dahulu dari Vicktor, dia tiba-tiba merasakan tidak enak diperutnya.
Dia lalu membangunkan Vicktor dengan cara memukul-mukul badannya Vicktor supaya Vicktor terbangun dari tidurnya.
Vicktor yang tertidur dia merasa sedikit terganggu dengan pukulan yang diberikan oleh Celyn.
Ketika Vicktor sudah membuka matanya dia langsung melihat Celyn sedang menahan rasa sakit diperutnya itu, membuat mata Vicktor langsung terbuka dengan sangat lebar.
Vicktor sangat khawatir sekali ketika melihat Celyn yang seperti itu.
"*Sayang kamu kenapa hei, ada apa dengan perut kamu??*",, kata Vicktor kepada Celyn dengan nada yang sangat khawatirnya sekali.
"*Tidak tahu rasanya sangat sakit sekali perut aku*",, jawab Celyn kepada Vicktor sambil menahan rasa sakit diperutnya.
"*Teru aku harus bagaimana??!!*",, kata Vicktor kepada Celyn dengan sedikit kebingungan dan tidak bisa berfikir dengan jernih.
"*Tolong minta Pak Hu untuk membuatkan air hangat ditaruh diwadah yang tertutup mau aku tempelkan diperut aku Vicktor sekarang*",, kata Celyn kepada Vicktor.
Dan Vicktor tanpa banyak bicara serta menjawab perkataannya Celyn, dia langsung saja beranjak turun dari atas ranjang dan langsung juga berlalu keluar dari dalam kamar.
Sedang Celyn dia lalu merebahkan badannya lagi diatas ranjang sambil mencari posisi yang nyaman untuk perutnya supaya tidak sakit lagi.
Sedangkan Vicktor ketika dia sudah keluar dari dalam kamarnya dia lalu memanggil Pak Hu dengan berteriak-teriak, dan itu menyebabkan semua para pekerjanya Vicktor pada mendekat kearahnya, terutama para anak buahnya Vicktor, karena mereka takut jika Vicktor sedang kenapa-kenapa.
"*Tidak, saya tidak apa-apa, saya hanya mencari Pak Hu saja*",, kata Vicktor kepada para pekerjanya dan anak buahnya yang berjalan mendekatinya.
Dan mereka semua langsung saja bubar jalan ketika sudah mendengar perkataannya Vicktor.
Ketika mereka semua baru saja bubar, Pak Hu tiba-tiba datang dari arah dapur dengan sedikit berlari ketika mendengar teriakannya Vicktor tadi.
Karena Pak Hu sangat terkejut sekali, sebab sudah beberapa tahun bekerja dengan VIcktor, Pak Hu tidak pernah mendengar Vicktor berteriak-teriak memanggil namanya seperti itu.
"*Iya Tuan*",, kata Pak Hu dengan sedikit mengatur nafasnya yang tersengal-sengal karena sedikit berlari tadi.
Karena memang jarak dapur ketangga utama mansionnya Vicktor cukuplah jauh jaraknya.
"*Segera buatkan air hangat Pak Hu, terus taruh ditempat tertutup seperti botol misalnya untuk istriku Celyn, sekarang juga*",, kata Vicktor dengan segera kepada Pak Hu.
__ADS_1
"*Baik Tuan*",, jawab Pak Hu dengan segera juga kepada Vicktor dan dia lalu langsung saja beranjak kedapur lagi untuk menyuruh salah satu kokinya Vicktor.
Setelah menyuruh Pak Hu, Vicktor dia lalu kembali lagi kedalam kamarnya untuk melihat kondisinya Celyn.
Ketika baru saja masuk kedalam kamarnya, Vicktor melihat Celyn sedang meringkuk diatas ranjang dengan posisi sambil memegangi perutnya.
Vicktor lalu berjalan mendekati Celyn yang ada diatas ranjang dan dia lalu duduk disebelahnya Celyn.
"*Apakah masih sakit sayang perutnya??*",, tanya Vicktor kepada Celyn dengan nada yang lembut sekali.
"*Lumayan tapi tidak sesakit tadi*",, jawab Celyn dengan suara pelannya kepada Vicktor.
"*Kamu kenapa bisa tiba-tiba perutnya sakit sayang, apakah tadi malam aku terlalu cepat ketika melakukannya*",, tanya Vicktor lagi kepada Celyn.
"*Tidak*",, jawab Celyn kepada Vicktor sambil menggelengkan kepalanya.
"*Terus kenapa sayang??*",, tanya Vicktor lagi kepada Celyn.
"*Tidak tahu, tiba-tiba saja tadi ketika bangun tidur dan aku ingin beranjak kedalam kamar mandi, perutku rasanya sakit sekali seperti kram begini*",, jawab Celyn kepada Vicktor dengan wajah yang masih menahan rasa sakit diperutnya.
"*Hari ini nanti kita kontrol, jika sudah baikan kita segera berangkat ya dan tanyakan juga kepada Dokternya*",, kata Vicktor lagi kepada Celyn.
Ketika mereka sedang berbincang, Vicktor dan juga Celyn mendengar pintu kamarnya sedang diketuk dari luar.
Vicktor sudah menebak jika itu adalah Pak Hu, dan memang benar Pak Hu ketika Vicktor sudah membuka pintunya.
Pak Hu datang membawakan air hangat pesanannya Vicktor yang sudah ditaruh dibotol kaca bersih untuk Celyn.
"*Terimakasih Pak Hu*",, kata Vicktor kepada Pak Hu dan dia langsung saja menutup pintu kamarnya lagi.
Vicktor lalu menyerahkan botol berisi air hangat itu untuk Celyn, dan Celyn menyuruh Vicktor untuk mengusap-usapkannya keperutnya dengan beralaskan handuk kecil supaya tidak terkena langsung keperutnya Celyn.
Dengan pakaian yang dibuka lebar Vicktor langsung saja melakukan seperti yang dikatakan oleh Celyn kepadanya tadi.
Air hangat itu bisa sedikit mengurangi rasa sakit diperutnya Celyn, dan Celyn juga menyuruh Vicktor untuk mengusap-usapkannya dengan perlahan dipinggangnya Celyn.
"*Apakah lebih enakan sayang??*",, kata Vicktor kepada Celyn, dengan masih menggerak-gerakan botol itu diarea pinggangnya Celyn.
__ADS_1
"*Mendingan Daddy*",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"*Oh ya Celyn, ini sudah jam tujuh pagi, sarapannya kita bawa kedalam kamar saja ya*",, kata Vicktor kepada Celyn.
"*Tidak perlu, jika kamu ingin sarapan terlebih dahulu tidak apa-apa sayang, aku nanti saja*",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"*Tidak kita sarapan bersama saja nanti*",, kata Vicktor kepada Celyn.
"*Baiklah kalau begitu kamu mandi saja dulu sana, biar aku meredakan rasa sakitku ini dulu sayang*",, kata Celyn lagi kepada Vicktor.
"*Baiklah, aku tinggal dulu ya*",, jawab Vicktor kepada Celyn. Dan Celyn hanya mengangguk saja kepada Vicktor.
Vicktor langsung saja beranjak menuju kedalam kamar mandi untuk mandi, sedangkan Celyn masih terus menempelkan botol berisi air hangat itu diperutnya dengan gerakan perlahan.
Lima belas menit kemudian, Vicktor sudah selesai mandi dan dia keluar hanya menggunakan handuk yang dililit dipinggangnya, dan langsung membantu Celyn untuk turun dari atas ranjang.
"*Bathubnya sudah aku isi air hangat, silahkan jika mau berendam dan supaya bisa membuat kamu lebih rilax lagi*",, kata Vicktor kepada Celyn.
"*Iya terimakasih sayang*",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"*Apakah sudah kamu tambahkan aroma terapinya Daddy??*",, tanya Celyn kepada Vicktor yang masih membantunya berjalan kearah kamar mandi.
"*Sudah, sesuai dengan kesukaanmu*",, jawab Vicktor kepada Celyn.
"*Baiklah, kalau begitu aku mau mandi dulu*",, kata Celyn kepada Vicktor.
Vicktor langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, ketika Celyn sudah ingin menceburkan badannya kedalam bathub.
Celyn sendiri masih sedikit merasakan sakit diperutnya namun tidak separah tadi. Bahkan Celyn juga sudah bisa berjalan.
Dan kejadian sakit perut tiba-tiba yang dirasakan oleh Celyn, adalah hal yang wajar ketika dialami ibu hami muda, apalagi Celyn dia hamilnya tidak satu melainkan Triplet alias tiga sekaligus.
Yang terpenting siIbu muda bisa membedakan mana sakit perut yang wajar dan tidak wajar.
Jika sakit perutnya yang dirasakan ketika hamil muda sudah sangat-sangat sakit sekali, dia harus segera memerikasakannya keDokter kandungan, karena takut itu bisa berbahaya untuk janin dan juga sang ibu tentunya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...