
Setelah selesai melakukan kegiatan indah itu dipagi yang cerah dan sedikit melupakan sikembar yang dijaga oleh babysister Neva serta asisstan rumah tangga yang lainnya, Celyn dan Vicktor mereka lalu merehatkan sejenak tubuh mereka diatas ranjang itu sambil saling memeluk satu sama lainnya.
"* Daddy, ayo kita segera mandi lagi dan bersiap-siapnya, kita sudah sedikit terlambat ini *",, kata Celyn kepada Vicktor, sambil melepaskan pelukannya Vicktor.
"* Iya baiklah ayo Mommy, tapi apakah Mommy sudah tidak capek lagi?? *",, tanya Vicktor kepada Celyn.
"* Sudah tidak ko Daddy, ayo cepetan, kasihan Dokter Tillyanya nanti kelamaan menunggu kita *",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"* Ya sudah ayo, ini Mommy dulu atau Daddy dulu yang kekamar mandinya?? *",, tanya Vicktor lagi kepada Celyn.
"* Mommy saja dulu Daddy, Mommy sudah tidak tahan, ingin segera buang air kecil *",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"* Ya, kalau begitu, ayo Daddy bantu *",, kata Vicktor kepada Celyn sambil membantu Celyn untuk turun dari atas ranjang, dan dia sendiri juga belum memakai pakaiannya.
"* Mau Daddy bantu sampai didalam kamar mandinya Mommy *",, tanya Vicktor lagi dan lagi kepada Celyn.
"* Tidak perlu, Mommy bisa sendiri ko Daddy *",, jawab Celyn lagi kepada Vicktor.
"* Baiklah *",, jawab singkat Vicktor kepada Celyn.
Dan setelah itu Celyn langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk buang air kecil dan bersih-bersih badannya lagi.
Sedangkan Vicktor dia asik memunguti bajunya, dan bajunya Celyn untuk dia masukkan kedalam keranjang pakaian kotor.
Celyn hanya cuma lima menit saja didalam kamar mandinya, cukup singkat memang, karena dia tidak perlu mandi berlama-lama, karena dia sebelumnya sudah mandi.
Jadi ketika dia sudah merasa bersih dan sudah selesai langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, dan langsung saja menuju kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti baju.
Sedangkan Vicktor dia tadi setelah selesai membereskan baju-baju yang berserakan dilantai, dia memutuskan masuk sebentar kedalam ruang galerinya untuk mengecek persediaan cat dan alat-alat lukisnya yang lainnya, apakah masih ada atau sudah habis.
Ketika sudah keluar dari dalam ruang galerinya, Vicktor yang melihat pintu kamar mandi sudah terbuka, dia langsung saja gantian masuk kedalam kamar mandi.
Tidak ada lima menit didalam kamar mandi, Vicktor pun sudah selesai dari kegiataannya didalam kamar mandi, dan Vicktor langsung saja keluar dari dalam kamar mandi untuk berganti baju yang baru lagi didalam ruang walk in closet yang sama dengan Celyn.
Singkat cerita Celyn dan Vicktor mereka berdua saat ini sudah rapi dan sudah siap untuk segera berangkat kerumah sakit, padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
Harusnya jam sembilan itu Celyn dan Vicktor sudah berada dirumah sakit, namun malah jam sembilan mereka baru saja ingin berangkat kerumah sakit, karena harus sedikit terhambat karena kegiatan indah yang baru saja mereka lakukan tadi.
Saat ini juga Celyn dan Vicktor mereka berdua sudah berada didalam mobil mewahnya Vicktor untuk menuju kerumah sakit.
__ADS_1
Vicktor menyuruh salah satu anak buahnya untuk menyopiri mereka, karena dia ingin menemani Celyn duduk dibelakang.
"* Mau menelfon siapa Daddy?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor, ketika Celyn melihat Vicktor sedang mencari panggilan masuk atau keluarnya yang ada didalam ponselnya.
"* Mamah, kan katanya dia tadi ingin ikut sama kita kontrol *",, jawab Vicktor kepada Celyn.
Dan Celyn dia hanya beroh ria saja menanggapi perkataannya Vicktor.
Ketika Vicktor sudah menemukan nomor telefon dari Mamah Vina, dia langsung saja mencoba menelfonnya.
"* Halo Nak?? *",, kata Mamah Vina kepada Vicktor, ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya Vicktor.
"* Mah, apakah Mamah jadi ikut kontrol kandungannya Celyn??, ini Vicktor dan Celyn sudah berada dijalan Mah ingin menuju kerumah sakit *",, tanya Vicktor kepada Mamah Vina.
"* Jadi dong, baiklah Mamah saat ini segera menyusul kalian berdua *",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
"* Ya hati-hati kalau begitu Mah *",, kata Vicktor kepada Mamah Vina.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga, ketika Vicktor sudah mendengar jawaban dari Mamah Vina tadi.
"* Nanti Daddy, jadi mampir ketoko perlengkapan melukis?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor ketika Celyn melihat sambungan telefonnya Vicktor dengan Mamah Vina sudah terputus.
"* Jadi Mommy, ternyata banyak perlengkapannya Daddy yang sudah habis, dan juga sudah seharusnya diganti *",, jawab Vicktor kepada Celyn.
"* Kalau Mommy sendiri maunya ikut atau biar Daddy pergi sendiri saja *",, tanya Vicktor balik kepada Celyn.
"* Boleh ya ikut?? *",, jawab Celyn kepada Vicktor sambil tersenyum.
"* Iya boleh, tapi nanti jika sudah merasa capek bilang ya sama Daddy Mommy *",, kata Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum manis.
Dan Celyn hanya mengangguk serta tersenyum saja menanggapi perkataannya Vicktor.
Setelah beberapa menit didalam mobil, akhirnya mobil yang mereka naiki sampai juga dipelataran rumah sakit.
Vicktor dan Celyn mereka berdua langsung saja keluar dari dalam mobil mereka, ketika pintunya sudah dibukakan oleh anak buahnya Vicktor tadi.
Sedangkan anak buahnya Vicktor dia langsung saja memarkirkan mobilnya Vicktor keparkiran mobil, sambil menunggu Vicktor dan Cleyn selesai cek kandungannya Celyn.
"* Sebentar Daddy, kita jangan masuk dulu, kita telefon Mamah, sudah sampai mana dia?? *",, kata Celyn kepada Vicktor.
__ADS_1
"* Iya *",, jawab singkat Vicktor kepada Celyn.
Dan setelah itu Vicktor langsung saja menghubungi Mamah Vina.
Ternyata Mamah Vina dia sudah hampir sampai dirumah sakit yang mereka datangi.
Vicktor dan Celyn, mereka berdua lalu menunggu sebentar Mamah Vina diloby rumah sakit.
Sekitar lima belas menit menunggu, akhirnya Mamah Vina sampai juga dirumah sakit itu diantarkan oleh sopir yang ada dimansionnya.
Vicktor, Celyn, dan juga Mamah Vina yang sudah bersama, mereka bertiga langsung saja masuk kedalam rumah sakit untuk menuju keruang kerjanya Dokter Tillya.
Setelah sampai diruang prakteknya Dokter Tillya, Celyn, Vicktor dan juga Mamah Vina, mereka bertiga langsung disambut ramah oleh Dokter Tillya.
"* Mari Nyonya Celyn, ayo saya periksa kandungannya *",, kata Dokter Tillya kepada Celyn dengan nada ramahnya.
Dan Celyn langsung saja disuruh untuk merebahkan badannya diranjang pasien yang ada didalam situ.
Dokter Tillya yang dibantu asisstannya, dia langsung saja menyiapkan alat USGnya untuk memeriksa kandungannya Celyn.
Sedangkan Mamah Vina dan juga Vicktor, mereka berdua masih setia berdiri disamping ranjang periksanya Celyn dengan mata yang terus fokus kelayar USG yang ada disitu.
Dokter Tillya dia sudah mulai memeriksa kandungannya Celyn dengan baik dan juga cermat.
Setelah selesai mengUSG perutnya Celyn, Dokter Tillya menyuruh serta mempersilahkan Celyn, Vicktor dan juga Mamah Vina untuk kembali duduk dikursi yang sudah tersedia didalam situ.
"* Semuanya baik-baik saja Nyonya dan Tuan Vicktor *",, kata Dokter Tillya kepada Celyn dan juga Vicktor, namun masih didengar oleh Mamah Vina.
"* Seperti yang saya katakan tadi, jika dari berat badan, perkembangan, detak jantung serta panjang dari baby twinsnya, semuanya normal dan sesuai dengan usia kandungannya Nyonya Celyn *",, lanjut lagi perkataannya Dokter Tillya kepada Celyn dan juga Vicktor.
"* Kata Dokter juga, nanti saya bisa memilih sendiri tanggal kapan saya bisa melahirkannya Dokter??, itu bagaimana maksudnya Dokter?? *",, tanya Celyn kepada Dokter Tillya.
"* Jadi begini Nyonya, dulu kan Nyonya melahirkannya secara caesar, dan ini juga jarak antara anak pertama Nyonya cukuplah terlalu dekat, jadi besar kemungkinan kelahiran dari baby twins akan saya majukan Nyonya, karena akan terlalu beresiko jika sampai mendekati HPL atau Hari Perkiraan Lahirnya sitwins *",, jelas dari Dokter Tillya kepada Celyn.
"* Sebab ditakutkan, nanti akan berpengaruh dengan bekas jahitannya Nyonya yang dulu, jika sampai mendekati HPL, sampai disini apakah Nyonya dan Tuan Vicktor faham?? *",, lanjut lagi perkataannya Dokter Tillya kepada Vicktor dan juga Celyn, akan tetapi Mamah Vina yang ada disitu dia juga mendengar jelas perkataannya Dokter Tillya.
"* Faham Dokter, terus ditanggal berada saya bisa melahirkannya?? *",, tanya Celyn lagi kepada Dokter Tillya.
Dan selanjutnya Dokter Tillya menjawab pertanyaannya Celyn, dengan memberikan opsi kepada Celyn, dua tanggal yang ingin dia pilih sebagai tanggal lahirnya sikembar nantinya.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC Boncabe***...