Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
BONCABE Level 9


__ADS_3

Tuan Ferguso diberikan dua pilihan oleh Vicktor dengan begitu berat sekali.


Dan Vicktor yang melihat wajah bingung dari Tuan Ferguso, serta wajah takut dari Jossie, Vicktor dia hanya menampilkan senyum miring yang bahagia dan juga mengejek.


Sedangkan Zweeta sendiri, sahabatnya Jossie dia sudah sangat kasihan sekali dengan keadaannya Jossie dan juga Ayahnya.


"* Apa yang aku bilang Jossie, ini semua juga kesalahan kamu sendiri *",, kata batinnya Zweeta sambil melihat kearahnya Jossie dengan sangat kasihan sekali.


Zweeta sangat kasihan sekali dengan Jossie dan Ayahnya, karena Zweeta sudah pernah mendengar jika Keluarga Reagan tidak akan segan-segan memberikan hukuman yang pastinya akan membuat lawannya menjadi segan kepadanya.


Dan Zweeta sendiri bisa mendengar cerita itu, karena dia tidak sengaja ketika mendengar Kakaknya yang juga seorang pembisnis sedang berbicara dengan temannya.


"* Oh atau begini saja Tuan Ferguso *",, kata Vicktor lagi dengan tiba-tiba kepada Tuan Ferguso.


"* Maaf Tuan, siapa nama anda?? *",, tanya Vicktor beralih kepada Aden.


"* Aden Tuan *",, jawab Aden kepada Vicktor dengan sopan.


"* Aden, apakah toko ini dijual?? *",, tanya Vicktor kepada Aden.


"* Untuk masalah itu, saya tidak tahu Tuan, sebab toko ini bukan milik saya, melainkan milik Mamah saya *",, jawab Aden kepada Vicktor.


"* Segera tanyakan kepada Mamah anda, karena saya ingin membeli toko ini ........ *",, kata Vicktor kepada Aden dan sengaja menjedanya sejenak.


"* Tapi bukan saya yang membayar, melainkan Tuan Ferguso inilah Tuan Aden yang akan membayarkannya untuk saya *",, lanjut lagi perkataannya Vicktor kepada Aden, sambil menunjuk kearahnya Tuan Ferguso.


Membuat Tuan Ferguso langsung semakim sangat terkejut sekali.


Sebab jika dia memang benar disuruh untuk membeli toko perlengkapan alat lukis itu, pastilah akan membutuhkan uang yang banyak.


Dan tentu saja itu akan menguras tabungan yang dia punya, tapi jika difikir-fikir lebih baik dia membeli toko alat lukis itu daripada harus kehilangan Perusahaan yang dia miliki.


"* Baik Tuan, nanti akan saya tanyakan kepada Mamah saya, namun saat ini Mamah saya sedang berada diluar Negeri dan akan pulang dua hari yang akan datang *",, jawab Aden kepada Vicktor.

__ADS_1


"* Ok *",, jawab singkat dari Vicktor kepada Aden.


"* Dan untuk anda Tuan Ferguso, saya beri anda waktu satu minggu untuk memutuskan, jika toko ini dijual, saya ingin anda membeli toko ini dan ganti atas nama istri saya, atau jika toko ini tidak dijual, siap-siap saja saham anda akan berpindah ketangan saya *",, kata Vicktor kepada Tuan Ferguso dengan sangat tegas sekali.


"* Segera urus semuanya, dan anda akan diawasi oleh anak buah saya!! *",, kata Vicktor lagi kepada Tuan Ferguso sambil mengkode anak buahnya yang selalu mengikutinya kemanapun Vicktor berada untuk mendekat kearahnya.


Tuan Ferguso dan juga Jossie mereka berdua langsung saja menolehkan kepalanya kebelakang, ketika melihat Vicktor seperti itu.


Dan ketika Tuan Ferguso serta Jossie sudah menolehkan kepalanya, mereka berdua melihat setidaknya ada enam bodyguard yang berbadan besar sedang berjalan kearahnya.


"* Jaga dia, jangan sampai dikabur dariku!! *",, perintah tegas dari Vicktor kepada keenam anak buahnya.


"* Baik Tuan Vicktor *",, jawab sopan dari keenam anak buahnya itu kepada Vicktor.


Dan setelah itu Vicktor langsung saja berlalu pergi dari hadapan mereka semua untuk menyusul Celyn yang sudah pergi duluan darinya.


Setelah kepergian dari Vicktor, Tuan Ferguso langsung saja menampar dengan kuat wajahnya Jossie, setelah itu dia lalu menarik paksa tangannya Jossie untuk ikut pulang bersamanya.


Apalagi Vicktor dia seorang pembisnis, jika dia tidak bersikap kejam seperti itu kepada para musuhnya, bisa jadi Vicktor tidak akan disegani oleh para lawannya.


Dan bukan salahnya Vicktor juga, jika Vicktor memberikan hukuman yang sangat memberatkan seperti itu bagi Tuan Ferguso atau Jossie.


Sebab Jossie sendirilah yang sudah membuat wanita yang Vicktor cintai sangat marah sekali kepadanya.


Setelah kepergian dari Vicktor, dan Tuan Ferguso atau pun Jossie, semua pengunjung yang tadi masih menonton pertengkarannya Vicktor dan juga Tuan Ferguso, mereka semua langsung saja melanjutkan lagi belanja kebutuhan yang mereka butuhkan.


Dan Aden sendiri dia meminta maaf atas ketidak nyamanan dari kejadian yang baru saja terjadi itu.


Serta Aden juga langsung saja didekati oleh salah satu anak buahnya Vicktor untuk memberikan kartu namanya Vicktor, supaya Aden bisa menghubungi Vicktor atas kerugian yang dialaminya karena insiden tersebut.


Semua pengunjung yang ada disitu, mereka tidak ada yang berani merekam, sebab mereka semua sangat takut sekali dengan kemarahannya Vicktor.


Mereka tidak mau jika mereka sampai merekam, dan ketahuan Vicktor, akan menjadi sasaran kemarahannya Vicktor yang selanjutnya.

__ADS_1


..........>>>>><<<<<...........


Celyn yang tadi marah dengan Vicktor, dia yang langsung saja keluar dari dalam toko meninggalkan Vicktor dengan sambil menangis dan memegangi perutnya yang besar itu.


Anak buahnya Vicktor yang sering menjaga Vicktor dan juga Celyn pun, yang melihat jika Nyonya mereka sedang menangis seperti itu, mereka semua langsung saja berjalan mendekati Celyn.


"* Nyonya, ada apa Nyonya??, dan dimana Tuan Vicktor Nyonya?? *",, kata salah satu anak buahnya Vicktor kepada Celyn dengan wajah yang sangat khawatir sekali.


Sebab nyawa mereka taruhannya, jika sampai Celyn terluka sekecil apapun.


"* Dia ada didalam, dan kalian semua jangan ada yang mengikuti saya, atau saya akan ................ *",, kata Celyn kepada para anak buahnya Vicktor, dengan sambil berderai air mata sambil juga mengepalkan tangannya kepada para anak buahnya Vicktor yang sedang mengerumuninya.


Dan dari jauh anak buahnya Vicktor yang bertugas menjadi sopir melihat teman-teman kerjanya sedang mengerubungi seseorang, dan sekilas dari pakaian orang yang dikerubungi oleh teman-temannya, adalah miliknya Cleyn, dia langsung saja berjalan mendekati teman-temannya.


"* Nyonya?? .... *",, panggil anak buahnya Vicktor yang daritadi menyopirinya dan juga Vicktor.


"* Kamu juga, diam disitu, jangan ada yang mengikutiku!! *",, kata Celyn dengan tegas sambil mengacungi anak buahnya Vicktor yang jadi sopir sementara itu.


Dan setelah itu Celyn langsung saja meninggalkan semua anak buahnya Vicktor untuk naik taksi dan pergi kesuatu tempat untuk menghilangkan rasa sedihnya.


Melihat Nyonya mereka pergi dalam keadaan yang seperti itu, salah satu dari anak buahnya Vicktor, yang ditunjuk menjadi ketua tim, dia langsung saja menyuruh dua orang anak buahnya untuk mengikuti Celyn kemanapun Celyn pergi, dan jangan sampai membiarkan Celyn lolos dari pantauan mereka.


Dan sisanya termasuk dia sendiri, langsung saja masuk kedalam toko dan melihat ada apakah yang sedang terjadi.


Ketika mereka semua sudah pada masuk, mereka semua melihat jika Vicktor sedang mencekik seorang perempuan, dan mereka semua sudah menduga jika dalang dari Nyonya mereka menangis seperti itu adalah wanita yang sedang dicekik oleh Tuan mereka yaitu Vicktor.


Para anak buahnya Vicktor mereka semua masih menyaksikan dari jarak jauh kemarahannya Vicktor, dan mereka akan keluar jika dipanggil oleh Vicktor atau ada kejadian yang tidak terduga yang dialami oleh Vicktor.


Walau sebenarnya Vicktor juga sudah melihat para anak buahnya yang daritadi sedang mengamatinya dari sebelah rak yang berjajar rapi itu.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC Boncabe***...

__ADS_1


__ADS_2