
Mobil yang ditumpangi oleh Vicktor dan juga Celyn akhirnya sampai juga didepan gerbang mansion keluarganya Celyn.
Celyn yang sedari awal sudah deg-degan sekali dia semakin bertambah deg-degan ketika sudah melihat pintu gerbang rumahnya yang menjulang tinggi didepan mobil yang ditumpanginya itu.
Sopir pribadinya Vicktor dia lalu membunyikan klakson untuk dibukakan pintu oleh para penjaga dimansionnya Ayah Jo.
Para penjaga yang begitu asing dengan mobilnya Vicktor mereka semua lalu menanyai sopirnya Vicktor, akan tetapi ketika melihat ada Celyn anak dari majikan mereka yang duduk dikursi belakang, mereka semua langsung saja membukakan pintu gerbangnya dan mengijinkan mobil yang ditumpangi Vicktor dan juga Celyn masuk kedalam pelataran mansionnya Ayah Jo, Ayahnya Celyn.
Dibelakangnya Vicktor masih ada satu mobil lagi, dan mobil itu berisi para anak buahnya Vicktor sekitar empat orang yang memang selalu mengawal Vicktor kemanapun Vicktor pergi.
Akhirnya mobil yang ditumpangi Vicktor benar-benar sudah sampai didepan pelataran mansionnya Ayah Jo, dan Vicktor langsung saja mengajak Celyn untuk keluar dari dalam mobil.
"*Vicktor ini sudah jam sembilan lebih, pasti mereka sudah pada tidur, ayo kita kembali saja yuk*",, kata Celyn sebelum Vicktor keluar dari dalam mobil.
"*Jangan mengajariku menjadi pengecut Celyn*",, kata Vicktor kepada Celyn sambil melihat kearahnya Celyn.
"*Tapi kan*",, kata Celyn kepada Vicktor.
"*Turun*",, kata tenang dari Vicktor kepada Celyn.
Vicktor langsung saja keluar dari dalam mobilnya dan juga langsung membukakan pintu mobil juga untuk Celyn.
Sama seperti dirumahnya Papah Adam, ketika Celyn sudah berdiri disampingnya, Vicktor langsung saja memeluk pinggangnya Celyn dengan mesra ketika berjalan kearah pintu mansionnya Ayah Jo.
Chris sendiri yang tadi pagi mengalami sakit perut, sampai dia tidak bisa berangkat kerestoran karena ulah dari anak tantenya yaitu Semi, dia harus beristirahat dirumah sampai benar-benar enakan itu perutnya.
Waktu Tante Hilda adiknya Mamah Gilda keluar dari dalam kamarnya Chris bersama Semi, dia langsung saja menceritakan kepada Mamah Gilda tentang apa yang dialami oleh Chris karena ulahnya Semi.
Mamah Gilda dia tidak curiga sama sekali kenapa pagi itu Chris tidak keluar dari kamarnya dan tidak ikut sarapan bersamanya dan juga Ayah Jo, karena fikir Mamah Gilda Chris dia akan langsung berangkat kerestoran atau sarapan direstoran, sebab terkadang Chris memang sering sarapan direstoran karena keburu waktu.
Tante Hilda yang waktu itu melihat Mamah Gilda duduk berdua bersama Ayah Jo diruang Keluarga, dia langsung saja ikut bergabung bersama mereka, sedang siSemi anak dia langsung saja bermain diarea mansionnya Ayah Jo.
__ADS_1
"*Kak itu si Chris dia sedang sakit perut, karena ulahnya Semi seperti biasa*",, kata tante Hilda ketika sudah ikut bergabung duduk dengan Mamah Gilda dan Ayah Jo dishofa yang ada diruang keluarga.
Ayah Jo dan Mamah Gilda mereka berdua belum pada berangkat ketoko bunga milik Mamah Gilda karena waktu masih menunjukkan pukul delapan pagi, dan Mamah Gilda serta Ayah Jo mereka berdua seringnya berangkat ketoko bunga sekitar pukul sembilan pagi, karena toko bunga milik mereka sudah dihandle oleh karyawan mereka semua.
"*Maksudnya bagaimana Hilda??*",, tanya Mamah Gilda kepada Hilda adiknya.
"*Tadi kan ketika aku sedang mencari Semi dimana, eh ternyata dia sedang mengintip Chris yang ada didalam kamarnya, dan tidak sengaja aku juga mendengar Semi mengatakan sesuatu yang mana membuat aku langsung menjewernya dan langsung juga membawanya masuk menemui Chris Kak*",, kata Tante Hilda kepada Kakaknya yaitu Mamah Gilda.
"*Memangnya apa yang dikatakan oleh Semi Hil??*",, tanya Ayah Jo kepada Tante Hilda.
Tante Hilda langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Kakak Iparnya yaitu Ayah Jo.
"*Dia bilang begini Kak, "Yes, akhirnya aku bisa membuat Om Chris sakit perut, salah siapa kemarin dia sudah memarahiku", begitu Kak katanya*",, cerita Tante Hilda kepada kedua Kakaknya itu.
"*Terus setelah aku tanya sama Semi, ternyata Semi memasukkan satu botol obat pencahar kedalam air putih yang ada diatas meja samping ranjangnya Chris dan ketika Chris bangun tidur dia tidak melihat bagaimana warna air itu dulu malah langsung saja meminumnya hingga setengah, dan jadilah begitu Kak, sakit perut dia*",, kata Tante Hilda lagi kepada Mamah Gilda dan Ayah Jo.
"*Dasar anak kamu itu, sudah Kakak mau melihat Chris dulu didalam kamarnya*",, kata Mamah Gilda kepada Tante Hilda.
Mamah Gilda dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamarnya Chris yang ada dilantai dua rumahnya, dan ketika sudah sampai didepan pintu kamarnya Chris Mamah Gilda langsung saja masuk kedalam kamarnya Chris dan dia melihat Chris sedang tiduran dengan sedikit meringkuk karena masih menahan rasa sakit diperutnya itu.
"*Apakah masih sakit Chris??*",, tanya Mamah Gilda kepada Chris ketika sudah sampai disamping ranjang.
"*Masih Mah*",, jawab Chris kepada Mamahnya.
"*Sebentar akan Mamah buatkan obat untuk kamu*",, kata Mamah Gilda kepada Chris dan dia langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Chris untuk membuatkan obat seperti oralit alami dan makanan untuk menghentikan rasa sakit diperutnya Chris.
Setelah beberapa menit obat dan makanan yang dibuat oleh Mamah Gilda untuk Chris akhirnya selesai juga, Mamah Gilda langsung memberikannya kepada Chris dan Chris langsung juga disuruh untuk meminum oralit itu serta memakan makanannya juga.
Setelah beberapa menit Chris yang sudah selesai meminum oralit itu dan juga makanan itu, perutnya sudah berangsur membaik dan sudah lebih enakan dibandingkan tadi.
Dan ketika sudah enakan perutnya Chris dia lama-kelaman merasakan mengantuk dimatanya, karena sudah kecapekan daritadi bolak balik kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Tanpa sadar Chris dia tertidur cukup lama sekitar pukul tiga sore dia baru bangun dari tidurnya, bahkan tante Hilda serta Semi pun sudah pulang kerumah mereka sendiri daritadi.
Dan kedua orang tuanya pun juga masih berada ditoko bunga milik mereka. Karena Chris yang tidak bisa berangkat kerestoran, Ayah Jolah yang berangkat untuk mengecek keadaan semua restorannya.
Chris yang sudah bangun dari tidurnya, dia langsung saja duduk sambil menyandarkan tubuhnya disandaran ranjangnya.
"*Badanku rasanya masih lemas sekali, dan rasanya aku belum sanggup mengajak pulang Celyn, semoga dia baik-baik saja disana*",, kata Chris sambil menyandarkan tubuhnya disandaran ranjang.
Chris setelah berkata seperti itu dia langsung saja turun dari ranjang untuk masuk kedalam kamar mandi dan mandi sore.
Setelah selesai Chris langsung saja keluar dari dalam kamarnya dan dia langsung menuju kedalam ruang Keluarga untuk beristirahat serta menyantai disana.
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, dan Keluarga Kenric alias keluarganya Celyn juga sudah pada selesai makan malamnya.
Namun semakin malam perasaan yang Chris rasakan untuk Celyn semakin membuatnya sangat gelisah sekali. Dan itu membuat Chris sangat-sangat tidak tenang didalam kamarnya.
"*Ini kenapa perasaanku seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi dengan Celyn disana??*",, kata Chris sambil berjalan mondar mandir kesana kemari.
"*Apa aku susulin saja kesana sekarang ya??*",, kata Chris lagi dengan bingung dan langsung duduk dipinggiran ranjangnya.
Ketika Chris yang sedang bingung didalam kamarnya, tanpa sadar waktu sudah berputar dengan cepat sekali.
Waktu Chris sedang bingung, tiba-tiba dia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Ketika Chris membuka pintu kamarnya dia melihat ternyata Mamahnya yang mengetuk pintunya.
"*Ada apa Mah??*",, tanya Chris kepada Mamahnya ketika sudah membuka pintu kamarnya.
"*Ayo keluar, adik kamu ada dibawah bersama suaminya*",, kata Mamah Gilda kepada Chris.
Sontak saja perkataan dari Mamah Gilda membuat Chris sangat terkejut bukan kepalang, dan tanpa menunggu lama Chris langsung saja berlari turun menuju ketangga untuk melihat Celyn yang kata Mamahnya dia sedang datang bersama suaminya.
Bahkan Mamah Gilda dia masih berjalan santai tertinggal oleh Chris.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
***TBC***