
Ketika mereka berdua yaitu Ocil dan juga Diego sedang beradu tatap menatap, Ocillah yang terlebih dahulu memutuskan pandangan mereka terlebih dahulu.
Dan Diego yang melihatnya dia menjadi sadar, jika dia tadi terlalu serius menatap wajahnya Ocil.
"*Em oh ya Cil bagaimana tadi meetingnya dengan investor kamu??*",, tanya basa-basi Diego kepada Ocil.
"*Syukur berjalan lancar, dan dalam waktu dekat juga aku akan terbang keBrazil untuk mendirikan restoran disana*",, jawab Ocil kepada Diego sambil tersenyum ramah saja.
Diego yang mendengar perkataannya Ocil dia sangat bangga sekali dengan Ocil, namun entah kenapa dia merasa tidak rela jika Ocil nanti akan jauh darinya dan berada diNegara Brazil sana.
"*Oh, selamat Cil kalau begitu*",, jawab Diego kepada Ocil dengan sambil menutupi rasa kurang nyamannya tadi ketika mendengar perkataannya Ocil.
"*Rencananya kamu disana sampai berapa lama Cil??*",, kata Diego lagi kepada Ocil.
"*Sampai restoranku selesai dibangun dan dibuka Go, bisa sampai satu atau dua tahunan*",, jawab Ocil kepada Diego.
Dan entah kenapa Diego ketika mendengar perkataannya Ocil yang itu semakin tidak karuan saja perasaannya.
"*Oh ya terus kekasih kamu bagaimana yang disini jika kamu tinggalkan terlalu lama disana Cil*",, tanya Diego kepada Ocil sekaligus ingin lebih tahu kehidupannya Ocil.
Sebelum menjawab perkataannya Diego, Ocil dia tersenyum manis terkebih dahulu kepada Diego, dan Diego sama seperti malam itu, dia menyukai senyumannya Ocil, cuma kali ini ada getaran dihatinya ketika melihat senyumannya Ocil.
"*Aku belum mempunyai seorang kekasih Go, tapi laki-laki yang aku sukai ada, cuma mungkin dia tidak bisa aku gapai*",, jawab Ocil kepada Diego sambil tersenyum tipis.
Diego yang mendengar perkataannya Ocil, dia sedikit senang ketika mengetahui jika Ocil belum mempunyai seorang kekasih, namun ketika Ocil mengatakan jika sudah ada laki-laki yang disukainya, dia sedikit cemburu dan juga sakit hatinya.
"*Kalau boleh tahu siapa sih Cil laki-laki yang beruntung itu yang kamu sukai*",, kata Diego sambil bercanda sekaligus menggoda Ocil.
"*Kamu Go*",, jawab Ocil dengan wajah seriusnya, dan langsung saja membuat Diego terbungkam dengan seketika.
Ocil memandang Diego dengan wajah serius tanpa ekspresinya, sedangkan Diego dia langsung saja terkejut namun jantungnya seakan mau meledak saja karena saking senangnya.
__ADS_1
Setelah sepersekian detik, Ocil akhirnya lalu tertawa dengan kerasnya ketika melihat wajahnya Diego yang bengong karena terkejut tadi.
Dan Diego yang melihat Ocil tertawa dia menjadi bingung sendiri.
"*Kamu, wajah kamu sangat serius sekali Go, aku tadi cuma bercanda, apa kamu tanggapin tadi perkataanku, iya kali aku menyukaimu jika kamu sendiri sudah mempunyai seorang tunangan*",, kata Ocil lagi kepada Diego sambil tertawa.
Dan Diego dia langsung saja mengusap dadanya yang entah bagaimana mengungkapkannya ketika mendengar kalimat yang diucapkan oleh Ocil.
Serta Diego dia juga langsung ikut-ikutan tertawa bersama Ocil, tapi tidak tahu kenapa ketika mendengar perkataannya Ocil yang mengatakan cuma bercanda, hatinya Diego sangat sedih sekali.
Semua ungkapan cinta yang dikatakan oleh Ocil kepada Diego padahal benar apa adanya, namun Ocil lalu menambahkan kalimat seperti itu supaya Diego tidak mengetahui jika dirinya tadi jujur kepada Diego.
"*Bercanda kamu sungguh sangat seperti nyata sekali Ocil, hampir saja aku mau membalas pernyataan cinta kamu*",, jawab Diego kepada Ocil sambil tertawa.
"*Maksud kamu, kamu ingin menerima pernyataan cinta aku begitu Go??*",, kata Ocil kepad Diego sambil tertawa kecil.
"*Iya, karena sejujurnya aku juga mencintai kamu sejak melihatmu dari pandangan pertama dimansionnya Vicktor*",, jawab Diego kepada Ocil dengan tersenyum manis dan sangat serius sekali.
Gantian perkataannya Diego membuat Ocil langsung terdiam dari suara tawanya, dan Ocil melihat kearahnya Diego dengan tatapan yang terkejut dan sangat senang sekali namun masih bisa dia sembunyikan didalam hatinya.
"*Satu sama, kita impas berarti Cil*",, kata Diego kepada Ocil sambil tertawa dengan sangat keras sekali.
Ocil lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar ketika dia melihat Diego hanya membalas candaannya.
"*Hampir saja aku mengira dia benar-benar menyukaiku, bodohnya kamu Cil*",, batin Ocil sambil tersenyum garing kepada Diego.
"*Andai kamu tahu Cil, itu tadi aku tidak bercanda melainkan serius dengan ucapanku kepadamu*",, batin Diego juga untuk Ocil dengan masih tertawa sambil melihat kearahnya Ocil.
Ketika mereka berdua sedang asik bercanda seperti itu, tiba-tiba pintu ruangannya Ocil diketuk dari luar, dan ketika Ocil beranjak berdiri untuk membukakan pintunya, ternyata yang masuk adalah karyawannya yang sedang membawakan makanan serta minumannya Ocil dan juga Diego.
Karyawannya Ocil mereka berdua langsung saja menghidangkan makanan serta minuman itu diatas meja yang didekat shofa, dan ketika sudah selesai mereka lalu berpamitan pergi kepada Ocil dan juga Diego.
__ADS_1
Diego dan juga Ocil hanya menjawab terimakasih dan juga menganggukkan kepalanya saja kepada kedua karyawan tadi.
"*Ayo Go dicicipin, dan silahkan dinikmati*",, kata Ocil ketika dia sudah duduk dishofa yang tadi dia duduki.
Diego langsung saja menikmati makanan serta minuman yang sudah dihidangkan dihadapannya itu.
Sungguh Diego jujur sangat menyukai makanan yang sedang dia makan.
"*Ini sangat enak sekali Cil, dan baru kali ini aku memakan makanan ini dengan cita rasa yang berbeda, padahal biasanya kalau aku makan makanan ini rasanya tidak seperti ini*",, kata Diego kepada Ocil ketika sudah mencoba makanannya.
Ocil tersenyum senang mendengar pujian yang sedang dilontarkan oleh Diego kepada makanan yang ada direstorannya.
"*Iya itu resep dari Nenekku, dan makanan ini adalah makanan favorite yang ada direstoku ini Go, karena makanan ini banyak sekali peminatnya*",, jawab Ocil kepada Diego sambil menikmati makanannya.
"*Apakah kamu bisa memasak ini Cil, boleh dong kapan-kapan kamu masakin ini untuk aku tapi yang sama persis yang seperti ini ya*",, kata Diego kepada Ocil.
"*Bisa, iya lain waktu aku akan memasakkannya untuk kamu, kalau aku tidak sibuk*",, jawab Ocil sekenanya saja kepada Diego, karena Ocil tidak mungkin juga harus menjawab tidak dengan Diego.
Diego lalu dengan lahap memakan makanan itu sampai makanannya habis bersih tidak ada yang tersisa dipiringnya, dan Ocil yang melihatnya dia sangat senang sekali, karena berarti memang resep dari Neneknya sangat enak sekali.
"*Sepertinya kamu sangat lapar sekali Go*",, goda Ocil ketika Ocil melihat piringnya Diego sudah bersih.
"*Makanan seenak ini, sayang jika tidak dihabiskan*",, jawan Diego kepada Ocil.
"*Oh ya ngomong-ngomong kamu tinggal dimana Cil??*",, tanya Diego lagi kepada Ocil.
"*Aku tinggal diapartemen, tapi terkadang pulang kerumahnya orang tuaku, ya seingin hatiku saja mau pulang kemana*",, jawab Ocil kepada Diego dengan sambil menikmati makanannya yang belum habis.
"*Memangnya apartemen kamu dimana alamatnya??*",, tanya Diego kepada Ocil.
Dan Ocil lalu menyebutkan alamat apartemennya yang ternyata itu juga alamat apartemen miliknya Diego yang selama ini dia tinggali.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...