
Ketika Vicktor melihat Celyn yang tiba-tiba pingsan, Vicktor tanpa banyak berkata dia langsung saja mengangkat tubuhnya Celyn dan menggendongnya ala bridal style untuk keluar dari kamar rahasianya itu.
Vicktor menggendong Celyn tanpa memperdulikan pandangan semua pengunjung restoran dan para pelayan restoran yang ada disitu yang terarah kepadanya semua.
Mereka semua hanya melihat saja tanpa ada yang berani menegur dan bertanya kepada Vicktor, walau semua pelayan restoran itu tahu jika wanita yang sedang digendong oleh Vicktor adalah Celyn anak dari pemilik restoran tempat mereka bekerja.
Ketika sudah keluar dari dalam restoran itu Vicktor langsung saja membawa Celyn masuk kedalam mobilnya serta meletakkan Celyn dengan sangat pelan-pelan sekali dikursi depan sebelah kemudi, dan ketika Vicktor sudah masuk kedalam mobilnya juga, Vicktor langsung saja mengendarai mobilnya menuju keklinik yang terdekat, karena Vicktor melihat wajahnya Celyn sudah sangat pucat sekali sepertinya tidak keburu jika harus melarikannya kerumah sakit.
Baru sepuluh menit berkendara, Vicktor sudah melihat ada sebuah plank klinik, dan Vicktor langsung saja membelokkan mobilnya keklinik tersebut.
Ketika sudah memarkirkan mobilnya dengan asal Vicktor langsung saja mnggendong Celyn lagi untuk keluar dari dalam mobilnya dan langsung juga membawanya masuk kedalam klinik itu.
Ketika Vicktor baru saja masuk keklinik, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan seorang Dokter yang baru saja keluar dari ruangan pasiennya.
Dan Dokter yang melihat Vicktor datang sambil membawa seorang perempuan yang pingsan dia langsung saja menyuruh Vicktor untuk masuk kedalam ruang perawatan.
Didalam ruang perawatan itu Vicktor terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Dokter itu kepada tubuhnya Celyn.
Dokter yang berjenis kelamin laki-laki itu setelah memeriksa tubunya Celyn, dia langsung berbalik badan dan menghadap keVicktor sambil mengajak berjabat tangan dengan wajah yang sangat cerah ceria sekali.
"*Tuan apakah dia istri anda??*",, tanya Dokter itu kepada Vicktor dengan tersenyum ramah.
"*Iya Dok, dia istri saya, bagaimana keadaan dari istri saya Dokter??*",, tanya Vicktor kepada Dokter itu dengan wajah yang cukup khawatir.
"*Istri anda tidak kenapa-kenapa Tuan, dia baik-baik saja, malahan ada kabar baik yang akan saya sampaikan kepada anda Tuan*",, kata Dokter itu kepada Vicktor dengan ceria dan itu membuat Vicktor menjadi bingung dibuatnya.
"*Maksud anda apa Dokter??*",, tanya Vicktor kepada Dokter itu dengan wajah bingungnya
"*Selamat Tuan, istri anda sedang hamil, dia sedang mengangdung buah hati anda*",, kata Dokter itu kepada Vicktor sambil mengajak berjabat tangan dengan Vicktor.
Vicktor pun membalas jabat tangan dari sang Dokter dengan eskpresi terkejut, bingung dan juga senang secara bersamaan sampai dia tidak bisa menjabarkannya menggunakan kata-kata.
"*Maksud Dokter saya akan menjadi seorang Ayah??*",, kata Vicktor kepada Dokter itu dengan wajah anehnya.
"*Iya Tuan, dan bila anda ingin tahu lebih lanjut tentang kondisi dari kehamilan istri anda, anda bisa memeriksakannya diDokter kandungan yang ada disini, namun kita harus menunggu istri anda siuman dulu dari pingsannya, dan sebelumnya akan saya pasangkan infus dulu untuk mengurangi dehidrasinya Tuan*",, jawab Dokter itu kepada Vicktor dengan ramah.
__ADS_1
"*Baik Dokter*",, jawab Vicktor dengan tersenyum ramah juga kepada Dokter itu sambil menahan rasa membuncah didadanya.
Dan setelah Dokter itu selesai memasangkan infus ditangannya Celyn, dia langsung saja berpamitan kepada Vicktor untuk melanjutkan pekerjaannya lagi, sedangkan Vicktor dia langsung saja duduk dikursi yang disediakan disitu.
Vicktor mendekatkan kursi yang didudukinya kearah ranjang pasiennya Celyn, Vicktor lalu memegang erat tangannya Celyn yang tidak diinfus sambil mengusapnya dengan lembut.
Vicktor dia tersenyum sambil terus melihat kearah wajahnya Celyn yang masih terpejam itu yang benar-benar terlihat sangat pucat sekali, dengan tangan yang satunya lagi sambil mengusap lembut juga perutnya Celyn yang sudah terlihat sangat buncit sekali.
"*My son*",, kata Vicktor dengan pelan sambil mengusap lembut perutnya Celyn dengan tersenyum tipis.
Setelah itu Vicktor lalu beralih mengusap lembut wajahnya Celyn dengan sayang, dan tatapan akan kerinduan yang mendalam kepada Celyn.
"*Ternyata kamu selama ini bersembunyi direstoran itu Celyn, pantas saja selma ini juga aku mencarimu tidak bisa menemukanmu*",, kata Vicktor sambil mengusap lembut wajahnya Celyn.
Celyn yang sedikit terganggu akan gerakan lembut diwajahnya Celyn, membuat Celyn akhirnya tersadar akan pingsannya.
Sambil memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing, Celyn berusaha untuk bangun dan duduk dari tidurannya.
"*Aaah, ssssttttt*", kata Celyn ketika dia masih merasakan sakit dikepalanya.
Sedang Vicktor dia langsung membantu Celyn untuk duduk sambil membenarkan bantal yang pas untuk Celyn.
"*Iya sayang ini aku Vicktor, jangan banyak bergerak ya, tangan kamu lagi dipasangi infus, sebentar aku belikan minum diluar dulu*",,kata Vicktor kepada Celyn dengan lembut, dan Celyn hanya mengangguk lemah saja kepada Vicktor.
Vicktor lalu berlalu dengan cepat untuk membeli sebotol air meneral dan sebuah roti untuk Celyn, dan hanya membutuhkan waktu lima menit saja Vicktor sudah kembali lagi masuk kedalam ruang perawatannya Celyn.
"*Ini Celyn minum dulu, dan makan dulu rotinya juga ya supaya kamu tidak terlalu lemas*",, kata Vicktor sambil menyodorkan sebotol air meneral yang sudah dibukakan tutupnya oleh Vicktor.
Dengan sabar Vicktor membantu Celyn meminum air meneralnya, setelah itu Vicktor lalu memberikan roti yang dia beli juga tadi untuk Celyn yang sudah dibukakannya.
Ketika Celyn baru mengunyah dia langsung saja dengan segera memuntahkannya kesamping ranjang.
Vicktor yang melihat Celyn tiba-tiba muntah dia langsung saja memberikan air meneral lagi untuk Celyn, dengan sambil berteriak memanggil Dokter.
Dan Dokter pun masuk lagi kedalam ruang perawatannya Celyn ketika mendengar teriakannya Vicktor.
__ADS_1
"*Ada apa Tuan, kenapa anda berteriak-teriak??*",, tanya Dokter itu kepada Vicktor dengan sedikit khawtir.
"*Dokter kenapa istri saya malah muntah-muntah ketika akan makan roti ini Dok, apakah ada hal yang mengkhawatirkan didalam tubuhnya??*",, tanya Vicktor kepada Dokter itu dengan khawatir.
Dokter itu langsung merubah mimik mukanya yang khawatir menjadi terenyum ramah ketika mendengar perkataannya Vicktor. Dengan sabar Dokter itu lalu menjawab pertanyaannya Vicktor.
"*Wajar saja untuk seorang wanita yang sedang hamil muda Tuan, itu namanya morning sickness*",, jawab Dokter itu kepada Vicktor dengan ramah.
Dan Celyn yang mendengar jawaban dari Dokter itu dia sangat terkejut sekali, tidak menyangka jika didalam perutnya ada sebuah janin yang sedang tumbuh.
"*Apa Dok, saya hamil??*",, kata Celyn kepada Dokter itu dengan wajah terkejutnya.
"*Iya Nyonya, selamat ya atas kehamilannya*",, jawab Dokter itu kepada Celyn dengan tersenyum ramah.
Celyn hanya diam saja mendengar perkataan dari sang Dokter, dan dia juga masih diam saja ketika Dokter itu berpamitan untuk keluar ruangannya.
"*Saya hamil Vicktor??*",, kata Celyn kepada Vicktor dengan wajah terkejutnya ketika Dokter itu sudah keluar dari ruangannya.
"*Iya Celyn, dan aku yakin jika anak ini adalah anak aku*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil tersenyum ramah.
"*Apakah kamu meragukan jika ini bukan anak kamu, sedangkan aku hanya berhubungan denganmu saja selama ini??*",, kata Celyn dengan tatapan sedihnya kepada Vicktor.
Vicktor yang melihat wajah sedihnya Celyn dia langsung menangkup wajahnya Celyn menggunakan kedua telapak tangannya.
Sejujurnya Vicktor sangat percaya dengan anak yang sedang dikandung oleh Celyn, karena Vicktor sangat tahu jika Celyn bukan perempuan yang seperti itu.
"*Hey kenapa kamu bersedih, aku sangat percaya kepada kamu Celyn, aku sedikit pun tidak meragukannya sama sekali*",, jawab Vicktor sambil menenangkan Celyn.
"*Tapi kita sudah bercerai Vicktor??*",, kata Celyn lagi kepada Vicktor.
"*Kata siapa kita sudah bercerai, aku tidak pernah menandatangi surat perceraian itu, malahan surat perceraian itu sudah aku sobek dan aku buang ketempat sampah, kita masih sah menjadi suami istri Celyn*",, jawab Vicktor kepada Celyn sambil menatap lekat wajah pucatnya Celyn.
Celyn langsung tersenyum tipis didalam diamnya dan dia juga tidak menjawab perkataannya Vicktor.
Dan Vicktor langsung saja membawa Celyn kedalam pelukannya untuk menyalurkan kerinduannya kepada Celyn dan serta kebahagiaannya yang sudah bisa menemukan Celyn dan juga kebahagiaannya yang akan segera mempunyai seorang anak dengan Celyn.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
***TBC***