
Sungguh Vicktor sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Mamahnya.
Dan apa yang dirasakan serta ditakutkan oleh Vicktor kepada Celyn terjadi saat itu juga.
"*Mamah jangan sembarangan jika berbicara, tadi katanya Celyn sedang memeriksakan kandungannya, kenapa sekarang dia sudah berada diruang operasi saja*",, kata Vicktor kepada Mamah Vina.
"*Mamah tidak asal berbicara saja Vicktor!!*",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
"*Tadi Mamah kan ijin mau menyusul Celyn dan Mamah mertua kamu itu, lha ketika Mamah baru setengah jalan, Mamah ditelefon oleh Mamah mertua kamu, dan mengatakan jika Celyn sedang dibawa keruang operasi untuk segera melahirkan*",, kata Mamah Vina kepada Vicktor.
Flashback kepada Celyn yang baru saja selesai memeriksakan kandungannya itu.
Ketika Celyn ingin melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruangan Dokter kandungan itu.
Tiba-tiba Celyn merasakan sakit diperutnya lagi sangat sakit sekali sama seperti tadi, serta tiba-tiba juga ada cairan bening yang mengalir dan membasahi kaki mulusnya itu.
"*Mamah*",, kata Celyn kepada Mamah Gilda sambil menunduk melihat kearah kakinya.
Mamah Gilda dia lalu mengikuti arah pandangnya Celyn.
Sungguh alangkah terkejutnya Mamah Gilda ketika dia melihat lantai tempat Celyn berpijak sudah basah dengan air yang berasal dari kakinya Celyn.
Dan Mamah Gilda menebak jika air itu adalah air ketubannya Celyn yang sudah pecah.
"*Dokteeer air ketuban anak saya sudah pecah*",, kata Mamah Gilda dengan sangat khawatir sekali kepada sang Dokter yang sedang menulis sesuatu diatas mejanya.
Sang Dokter kandungan yang bernama Dokter Archie itu dia sangat terkejut sekali, ketika mendengar suara keras dari Mamah Gilda.
Dokter Archie dia langsung saja berdiri dari duduknya, dan belari mendekati Celyn yang masih saja berdiri tidak bergerak didepan pintu ruangannya itu.
Dokter Archie dia lalu berteriak memanggil asistannya untuk menyiapkan ruang operasi untuk Celyn yang segera melahirkan itu.
Para suster jaga yang melihat dan serta mendengar teriakannya Dokter Archie, mereka semua dengan sigap langsung membantu Celyn untuk naik keatas brankar yang sudah mereka siapkan.
Dan setelahnya mereka semua langsung saja mendorong brankar berisi Celyn itu dengan sangat cepat sekali menuju keruang operasi.
Mamah Gilda dia masih saja setia menemani Celyn yang sedang didorong brankarnya menuju keruang operasi.
__ADS_1
"*Mah Celyn takut, Celyn ingin bersama Vicktor*",, kata Celyn kepada Mamahnya dengan wajah yang sudah sangat kacau sekali.
Sebab Celyn tidak menyangka jika dia akan melahirkan hari itu juga.
"*Jangan takut Celyn, semua akan baik-baik saja*",, jawab Mamah Gilda menenangkan Celyn.
"*Mamah aku ingin ditemani oleh Vicktor*",, kata Celyn lagi kepada Mamahnya.
Dan Mamah Gilda dia hanya mengangguk saja kepada Celyn, sambil berjalan dengan cukup kencang Mamah Gilda lalu mencoba menguhubungi Vicktor namun tidak diangkat.
Sebab ponselnya Vicktor ada didalam laci meja sebelah ranjangnya, dan Vicktor tadi dia sedang asik berbincang dengan Diego, membuatnya jadi tidak mendengar jika ponselnya sedang berdering.
Mamah Gilda teringat jika ada Mamah Vina didalam ruang perawatannya Vicktor.
Dan Mamah Gilda lalu mencoba menghubungi Mamah Vina saat itu juga sambil terus menemani Celyn menuju keruang operasi yang jaraknya cukup jauh dari ruangan Dokter Kandungan tadi untuk memberitahukan jika Celyn akan melahirkan dan sedang dibawa keruang operasi.
Mamah Gilda juga mengatakan kepada Mamah Vina untuk segera memebritahukannya kepada Vicktor.
Dan disinilah Mamah Vina sudah berada diruang perawatannya Vicktor serta sudah berada didepannya Vicktor.
Kembali lagi keruangannya Vicktor, Vicktor yang mendengar perkataan dari Mamah Vina tadi dia langsung saja reflek mencabut dengan cukup kuat sekali infus yang masih menempel ditangannya itu.
Apalagi ada darah yang keluar dari tangan bekas infusannya tadi.
Vicktor yang sudah melepaskan infusnya tadi dia langsung saja beranjak turun dari atas brankarnya untuk segera keluar dan menuju keruang operasi.
Diego dan juga Rexley yang melihatnya, mereka sebagai sahabat langsung saja membantu Vicktor untuk bisa segera sampai keruang operasinya Celyn.
Neni, Felya, Diego dan juga Mamah Vina mereka semua langsung saja berjalan dibelakangnya Vicktor dan juga Rexley serta Diego dengan wajah yang cukup khawatir dengan keadaannya Celyn.
"*Celyn bertahanlah demi aku dan calon ketiga anak kita*",, kata batinnya Vicktor untuk Celyn.
Dan setelah beberapa menit naik turun tangga dan lift, mereka semua akhirnya sampai juga diruang operasi yang berada dilantai dasar rumah sakit tersebut.
Vicktor yang sudah sampai didepan ruang operasi, dia lalu menerobos masuk kedalam ruang operasinya Celyn dan langsung ditahan oleh para Dokter serta Asisstan Dokter yang ada didalam ruang operasi.
"*Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk kedalam sini*",, kata asisstan Dokter kepada Vicktor.
__ADS_1
"*Saya tidak mau keluar, karena saya ingin menemani istri saya yang mau melahirkan saat ini juga!!*",, jawab Vicktor dengan nada kolot dan tegasnya kepada asisstan Dokter tersebut.
Perdebatan antara Vicktor dan juga asisstan Dokter itu, mengundang banyak Dokter dan asisstan Dokter yang ada diruang operasi untuk melihat serta menegur Vicktor dan asisstan Dokter tersebut.
"*Apakah anda yang bernama Tuan Vicktor??*",, tanya salah satu Dokter yang ada diruang operasi itu yang sudah memakai baju operasi.
"*Iya saya adalah Vicktor Dokter*",, jawab Vicktor kepada Dokter tersebut.
Kenapa Dokter itu bisa mengenali Vicktor, karena Celyn daritadi memanggil-manggil namanya Vicktor terus ketika sudah berada didalam ruang operasi.
Dan ketika ditanya siapa itu Vicktor, Celyn menjawab jika Vicktor adalah suaminya.
"*Mari ikut saya, saya yang akan menangani operasinya Nyonya Celyn*",, jawab Dokter tersebut yang ternyata adalah Dokter Archie sendiri yang baru saja keluar dari dalam ruang ganti baju untuk mengganti baju kerjanya tadi menjadi baju untuk operasi.
"*Ayo Dok*",, jawab Vicktor dengan nada yang bersemangat sekali kepada Dokter Archie.
Dan Dokter Archie dia langsung saja mengajak Vicktor untuk segera masuk kedalam ruang operasinya Celyn, karena Celyn harus segera dioperasi saat itu juga untuk menyelamatkan janin dan juga Celynnya sendiri.
Dokter Archie dan juga Vicktor yang sudah masuk kedalam ruang operasi, sang Dokter langsung saja mengecek alat-alat yang sudah disiapkan oleh para asisstannya.
Sedangkan Vicktor dia langsung saja mendekati Celyn yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa diatas brankar operasi.
"*Vicktor*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil meneteskan air matanya ketika dia melihat Vicktor sudah berada didekatnya.
"*Aku disini sayang, untuk kamu dan anak-anak*",, kata Vicktor sambil mencium wajahnya Celyn dengan mesra.
"*Aku takut*",, kata Celyn lagi kepada Vicktor sambil menangis.
"*Jangan takut, kita akan melewatinya bersama-sama*",,kata Vicktor kepada Celyn dengan nada tenang dan lembutnya sambil mengusap air matanya Celyn yang menetes menggunakan tangan kirinya yang tidak sakit.
Bahkan Vicktor dia tidak merasakan sakit lagi dipergelangan tangannya karena fokusnya sekarang hanya kepada Celyn dan juga para ketiga anak-anak-anaknya.
"*Kita mulai sekarang ya Nyonya Celyn, mari kita berdoa dulu sebelum memulainya*",, kata Dokter Archie kepada Celyn dan masih didengar oleh semua orang yang ada didalam ruang operasi itu.
Dan ketika sudah selesai berdoa, Dokter Archie dia langsung saja memulai mengoperasi perutnya Celyn.
Sebab ketubannya Celyn sudah pecah, apalagi Celyn juga sedang hamil kembar tiga, jadi tidak memungkinkan jika Celyn bisa melahirkan dengan normal.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...