
Melihat pintu yang terbuka, Diego, Rexley, Ayah Jo dan juga Papah Adam mereka semua langsung saja berjalan mendekati Dokter yang baru saja keluar itu.
"*Dokter bagaimana keadaannya dari anak saya Vicktor??*",, tanya Papah Adam dengan muka khawatirnya kepada sang Dokter.
"*Tuan Vicktor dia mengalami patah tangan dan sedikit robek dibagian kepala serta dahinya Tuan, tapi kami sudah menanganinya dan menjahitnya tadi*",, kata Dokter kepada Papah Adam dan masih didengar oleh semua orang.
"*Tapi tidak parah kan Dok, keadaannya Vicktor??*",, gantian Diego yang bertanya kepada Dokter.
"*Syukurnya dia tidak kenapa-kenapa, hanya saja dia harus membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkan cidera tangannya itu Tuan*",, jawab sang Dokter kepada Diego dengan ramah.
Mendengar penjelasan dari Dokter mereka semua langsung saja bersyukur dan sedikit lega.
"*Saya mohon jangan ada yang menjenguk Tuan Vicktor dulu ya Tuan-tuan, biarkan Tuan Vicktor sedikit membaik dulu kondisinya, baru kami akan pindahkan keruang perawatan biasanya dan juga baru boleh kalian jenguk*",, pesan dari sang Dokter kepada Diego, Papah Adam dan juga Ayah Jo.
"*Baik Dokter, terimakasih*",, jawab Papah Adam kepada Dokter tersebut.
Sedangkan Diego dan Ayah Jo hanya tersenyum formal saja sambil menganggukkan kepalanya kepada Dokter.
"*Kalau begitu saya ijin permisi dulu Tuan-tuan, mari*",, kata Dokter dengan ramah berpamitan pergi dari hadapan mereka semua.
Papah Adam, Diego dan juga Ayah Jo mereka bertiga hanya mengangguk saja kepada Dokter itu sambil tersenyum.
Dan Dokter itu setelahnya dia langsung saja berlalu dari hadapannya mereka bertiga.
"*Saya mau melihat kondisinya Ian dulu Tuan Jo, bisakah anda menunggu Vicktor didepan sini dulu*",, kata Papah Adam kepada Ayah Jo yaitu besannya.
"*Iya Tuan Adam, silahkan*",, jawab Ayah Jo kepada Papah Adam sambil tersenyum tipis.
"*Saya ikut Tuan Adam*",, kata Diego kepada Papah Adam.
Papah Adam hanya mengangguk saja kepada Diego dan mereka berdua langsung beranjak pergi dari situ untuk menuju keruang operasi melihat keadaannya Ian sekretarisnya Vicktor.
__ADS_1
Kembali kemansionnya Vicktor, Neni yang hanya diam saja, dia menjadi teringat jika dia belum mengabari kepada sahabat yang lainnya juga untuk memberi semangat kepada Celyn.
Felya yang lagi berada didalam kantor suaminya dan menemani suaminya, dia sangat terkejut sekali ketika dia tiba-tiba mendapatkan telefon dari Neni yang mengatakan jika Vicktor sedang mengalami kecelakaan dan Celyn sedang sedikit terguncang jiwanya.
Sedangkan Chris dia sedang berusaha menghubungi Ayah Jo diatas balkon kamarnya Celyn untuk mengetahui keadaannya Vicktor.
Ayah Jo yang terkejut ketika dia merasakan getaran dan juga suara dering ponselnya yang ada disaku celananya. Dia langsung saja mengambilnya.
Dan ketika tertera nama Chris dipanggilan masuk ponselnya, Ayah Jo langsung saja mengangkatnya, tanpa menunggu waktu lama-lama.
"*Halo Chris??*",, kata Ayah Jo ketika dia mengangkat sambungan telefonnya Chris.
"*Halo Ayah, bagaimana keadaannya Vicktor, dia baik-baik saja kan disana??*",, tanya Chris kepada Ayahnya.
"*Syukur puji Tuhan Nak, Vicktor dia tidak kenapa-kenapa, tidak terluka cukup parah, hanya patah tangan sama luka robek dikepalanya, namun dia belum sadarkan diri dan dia juga tidak boleh dijenguk dulu oleh siapapun*",, jawab Ayah jo kepada Chris anaknya.
"*Syukurlah semoga Vicktor segera sembuh dan segera sadar dari masa pemulihannya itu*",, kata Chris kepada Ayah Jo, dan langsung saja diaamiinin oleh Ayah Jo.
"*Terus bagaimana keadaannya Celyn Nak disana, dia baik-baik saja juga kan??*",, tanya balik dari Ayah Jo kepada Chris.
"*Syukurlah, semoga ini segera berlalu dan cepat kembali seperti semula*",, kata Ayah Jo menanggapi perkataannya Chris.
Dan langsung diaamiinin juga oleh Chris.
Sedangkan Neni yang tadi sudah selesai menelfon Felya, dia gantian juga menelfon Ocil namun tidak diangkat oleh Ocil ketika sudah dicoba dihubungi oleh Neni berulang kali.
Ketika panggilan keempatnya tidak diangkat oleh Ocil, Neni langsung saja menelfon Felya lagi.
"*Halo Nen, ada apa kamu menelfonku lagi, ini aku akan segera kesana, ingin melihat kondisinya Celyn*",, kata Felya kepada Neni ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya Neni.
"*Itu si Ocil dia aku hubungi kenapa tidak diangkat-angkat juga telefon dari aku*",, kata Neni kepada Felya.
__ADS_1
Dan Neni dia menghubungi Felya serta Ocil diluar kamarnya Celyn.
"*Dia sudah berangkat kebandara Nen, mungkin dia saat ini sudah naik pesawat, sebab jadwal dia keBrazilnya dimajukan*",, jawab Felya kepada Neni sambil bersiap-siap berdandan menuju kemansionnya Celyn.
"*Ocil tidak sempat menghubungi kalian karena dia sedang terburu-buru tadi, dan katanya dia akan menghubungi kalian nanti jika sudah sampai disana*",, sambung lagi perkataannya Felya kepada Neni.
"*Tapi ko kamu bisa tahu Fel, jika Ocil jadwalnya keBrazil dimajukan??*",, tanya Neni kepada Felya.
"*Tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya diBandara ketika aku sedang mengantarkan sepupu aku pulang keAmerika*",, jawab Felya kepada Neni.
"*Oh baiklah kalau begitu, kamu segera datang kesini ya, aku tunggu*",, kata Neni lagi kepada Felya, dan panggilan telefon mereka akhirnya terputus juga setelah Neni mendengar jawaban dari Felya.
Chris sendiri yang sudah selesai menelfon Ayahnya dia langsung saja masuk lagi kedalam kamarnya Celyn untuk memberitahukan kabar yang melegakan dari Ayah Jo tentang Vicktor.
Karena sebagai saudara kembar sekaligus yang lahir lebih dahulu beberapa menit dari Celyn, Chris sangat sedih sekali melihat keadaan sang adik yang jiwa sangat terguncang itu, ketika tiba-tiba mendengar kabar dari tentang Vicktor.
Memang awal pernikahan mereka penuh dengan drama, dan tidak terfikirkan sebelumnya, namun setelah berjalannya waktu mereka pada saling mencintai dan menerima kekurangan mereka satu sama lainnya, membuat Celyn bisa jatuh cinta dengan Vicktor, dan saat ini dia sangat syok sekali mengetahui jika Vicktor sedang mengalami kecelakaan seperti itu.
Mamah Vina dan Mamah Gilda yang mengetahui jika Chris sedang mencoba mencari tahu kabar tentang Vicktor mereka yang melihat Chris sudah masuk kembali kedalam kamar, Mamah Vina dan Mamah Gilda mereka berdua bertanya kepada Chris tidak sengaja bisa secara bersamaan.
Namun sebelum menjawab perkataannya dari Mamah Vina dan Mamah Gilda Chris duduk dulu dipinggir ranjang sebelahnya Celyn, sambil menggenggam tangannya Celyn dengan lembut.
Membuat Mamah Vina dan Mamah Gilda menjadi sangat takut sekali jika apa yang akan dikatakan oleh Chris perkataan yang tidak mereka inginkan.
...๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ...
Ehemm, tadi yang minta nambah siapa ya hayooo๐๐
Tenang readers, sesibuknya saya, saya akan usahakan Up lebih dari satu, tapi kalau tidak bisa ya maaf๐
Karena menjelang lebaran seperti ini waktunya author sangat-sangat sempit sekali jika mau Up๐
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...