
Setelah beberapa hari terlewat dari acara pesta tujuh bulanannya Celyn kemarin, pagi tadi seperti biasaya Vicktor dia berangkat kekantor untuk bekerja.
Jika Rexley dan Neni menghabiskan waktu mereka dengan saling berpelukan untuk menyalurkan rasa rindu mereka.
Berbeda lagi dengan Vicktor, yang hari itu Vicktor ada meeting penting untuk presentasi didepan koleganya supaya bisa memenangkan tender besar itu untuk Perusahaannya.
Sebab keuntungan yang didapatkan dari tender besar itu bisa sangat lumayan banyak dan bisa membuat Perusahaannya semakin maju saja.
Vicktor dan juga Ian mereka berdua sudah ikut duduk diruang meeting Perusahaan yang ingin membangun proyek besar tersebut.
Ternyata tidak cuma Vicktor saja yang mengincar proyek itu, melainkan ada tiga perusahaan lainnya yang mengincarnya juga.
Dua diantaranya adalah Perusahaan yang sama besarnya seperti Perusahaannya Vicktor.
Hanya satu Perusahaan kecil kecil yang berani ikut bergabung dengan Vicktor dan yang lainnya diruang meeting tersebut.
Ketika semua perwakilan Perusahaan sudah pada menyampaikan presentasi dari masing-masing Perusahaan.
Ternyata Perusahaannya Vicktorlah yang bisa memenangkan proyek besar tersebut.
Kedua Perusahaan besar tadi mereka berlapang dada menerimanya, karena sebagai pembisnis tentunya mereka sangat tahu akan hal yang seperti itu.
Kalah dan menang dalam berbisnis itu hal lumrah, namun mereka akan terus berusaha menjadi yang terbaik walau tidak bisa memenangkan tender tersebut.
Namun tidak bagi Perusahaan kecil yang ikut merebutkan proyek tadi.
Karena jika Perusahaan kecil tadi bisa memenangkan tender, Perusahaan mereka bisa semakin berkembang dan juga maju.
Kedua Perusahaan besar tadi pada memberikan selamat kepada Alex dengan formal, tapi tidak dengan Perusahaan kecil itu.
Mereka malah menunjukkan wajah tidak bersahabatnya dengan Vicktor dan langsung pergi dari tempat itu dengan tidak sopan.
Vicktor dan Ian mereka berdua tidak mempermasalahkan sikap dari perwakilan Perusahaan itu.
Karena bagi Vicktor orang-orang seperti itu tidaklah penting.
Perwakilan dari perusahaan kecil tadi yang sudah sampai diparkiran kantor, yang mengenali mobil yang dipakai oleh Vicktor.
Sang Pemilik dari Perusahaan kecil tadi yang masih kesal karena kalah tender, dia lalu mempunyai rencana licik kepada Vicktor.
Dia lalu menyuruh sekretarisnya untuk memotong kabel rem mobilnya Vicktor.
"*Saya takut Tuan Hans*",, kata sang sekretaris kepada atasannya tersebut.
"*Kenapa mesti takut, ayo segera laksanakan perintah saya!!*",, kata tegas orang yang dipanggil Hans tadi.
__ADS_1
Dan Hans tadi adalah Pemilik perusahaan kecil yang kalah tender dengan Vicktor.
Mau tidak mau, sekretarisnya Hans dia lalu menjalankan perintahnya Hans. Dengan Hans yang terus mengawasi situasi.
"*Sudah Tuan*",, kata sang sekretaris kepada Hans ketika dia sudah selesai memotong kabel rem mobilnya Vicktor.
"*Bagus ayo kita segera pergi dari sini*",, perintah Hans ladi kepada sekretarisnya.
Dan mereka akhirnya benar-benar pergi dari tempat parkir perusahaan itu.
Namun Hans dan sekretarisnya tidak sepenuhnya pergi, melainkan mereka bersembunyi disebuah tempat untuk melihat Vicktor apakah benar-benar masuk kedalam mobilnya atau tidak.
Dan ketika Hans melihat Ian serta Vicktor sudah masuk kedalam mobilnya, Hans langsung saja tersenyum miring serta mendoakan semoga Vicktor tidak bisa selamat dari kecelakaan.
Ian yang mengedarai sendiri mobilnya Vicktor dengan Vicktor yang duduk dikursi belakang.
Ian lalu tancap gas dan meninggalkan Perusahaan itu untuk menuju kePerusahaannya Vicktor.
Sedangkan Hans, dia dan sekretarisnya masih saja terus mengikuti Vicktor dari belakang.
"*Tuan sepertinya ada yang memotong kabel rem mobil ini Tuan, remnya blong*",, kata Ian dengan wajah khawatirnya kepada Vicktor.
Vicktor yang sedang memaikan Ipadnya dia sangat terkejut sekali, ketika Ian mengatakan jika mobilnya sedang mengalami rem blong.
Dan ketika Ian sedang berada dipersimpangan jalan ingin mengerem mobilnya dia tidak bisa dan akhirnya booom duaaarrr braaaaakkkkkk.
Mobil mewahnya Vicktor menabrak mobil lain yang ukurannya lebih besar. Sebab yang ditabrak oleh Ian adalah mobil kontainer.
Seketika situasi menjadi mencekam dijalan yang dilaui oleh Vicktor.
Sedangkan Hans yang melihat Vicktor kecelakaan dia langsung saja tertawa dengan sangat puas sekali.
Namun tidak dengan sekretarisnya, dia malah menunjukkan wajah ketakutannya kepada Hans.
"*Tuan bagaimana jika mereka meninggal, saya takut dipenjara Tuan*",, kata sekretarisnya Hans kepada Hans.
"*Itu yang saya inginkan mereka meninggal supaya aku bisa merebut tender tersebut*",, jawab Hans kepada sekretarisnya.
Semua orang langsung saja berkerumun untuk membantu Vicktor dan juga Ian yang terjepit body mobil.
Karena mobilnya Vicktor sedikit terjepit dibawah kolong kontainer.
Bahkan mobil mewahnya Vicktor yang bagian depan mengalami rusak yang sangat parah sekali.
Sedangkan kita pindah kemansionnya Vicktor entah kenapa Celyn daritadi pagi ketika Vicktor sudah berangkat kekantor, dia menjadi sangat gelisah sekali, bahkan hatinya sangat menjadi risau dan sangat tidak tenang.
__ADS_1
Pak Hu yang melihat majikannya berjalan kesana-kesini tidak menentu membuatnya ikut bingung juga.
Bahkan Pak Hu sudah menanyai Celyn kenapa seperti itu, Celyn hanya menjawab tidak tahu.
Tapi Pak Hu tidak langsung meninggalkan Celyn begitu saja, dia masih tetap menemani Celyn berdiri tidak jauh dari tempat Celyn sedang mondar-mandir seperti itu.
Karena Pak Hu tidak mau jika Celyn sampai kecapean dan itu bisa membuat Vickor menjadi sangat khawatir sekali.
Perasaannya Celyn semakin tidak karuan saja ketika hari semakin siang saja.
"*Ada apa ini, kenapa aku sangat gelisah terus seperti ini*",, kata Celyn kepada dirinya sendiri.
Sedang ditempat kecelakaannya Vicktor, Pak Polisi setempat yang sudah dihubungi oleh warga pun mereka sudah pada berdatangan kelokasi kejadian.
Kecelakaan itu menyebabkan kemacetan yang cukup parah dijalan itu.
Dan sekitar satu jam lamanya berusaha mengeluarkan Vicktor dan juga Ian dari dalam mobil yang terjepit tadi.
Akhirnya mereka semua bisa sedikit bernafas lega ketika mereka sudah bisa mengeluarkan Vicktor dan juga Ian.
Ambulance yang sudah dihubungi daritadi mereka langsung saja membawa Ian dan juga Vicktor kerumah sakit terdekat dengan kecepatan diatas rata-rata.
Vicktor dan juga Ian mereka mengalami luka yang cukup parah ditubuh mereka.
Dan saat ini mereka berdua sedang tidak sadarkan diri ketika sudah berhasil dikeluarkan dari dalam mobil yang ringsek itu, namun masih dalam keadaan yang bernyawa.
Dan Celyn yang berada dimansionnya, dia tiba-tiba mendengar kabar kecelakaannya Vicktor, membuatnya langsung saja pingsan seketika.
Pak Hu yang melihatnya dia langsung saja memanggil semua pekerjanya Vicktor yang ada dimansion itu untuk membantunya mengangkat tubuhnya Celyn keatas shofa.
Sedangkan Pak Hu yang melihat jika telefon masih tersambung, dia langsung saja mengangkatnya dan berbicara kepada sipenelfon.
Alangkah terkejutnya juga Pak Hu yang mendengar sendiri kabar kecelakaannya Vicktor.
Sama seperti Celyn, Pak Hu pun menjadi sangat khawatir sekali.
Setelah menutup panggilan telefon itu, Pak Hu langsung saja menghubungi Papah Adam saat itu juga.
Semua situasi menjadi mencengkam disemua tempat, dimansionnya Vicktor, dirumah sakit tempat Vicktor mendapatkan penanganan, dan dikantornya Papah Adam yang baru saja diberitahu oleh Pak Hu.
Semua fikiran mereka menjadi tidak tenang karena belum bisa mengetahui keadaannya Vicktor dengan pasti karena kecelakaan tersebut.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1