
Chris sangat terkejut sekali ketika pundaknya ditepuk oleh Ayah Bobb.
Dan Ayah Bobb melihat jika Chrtis sedang memikirkan sesuatu.
"*Eh maafkan saya Tuan, saya malah melamun*",, kata Chris kepada Ayah Bobb dengan nada yang tidak enak.
"*Iya tidak apa-apa, sepertinya kamu sedang lagi banyak fikiran ya*",, kata Ayah Bobb kepada Chris.
Dan Chris merasa Ayah Bobb ini orangnya enak diajak berbicara serta santai orangnya, walau wajahnya sudah lebih tua dari Ayah Jo dan juga Papah Adam.
Wajar saja Ayah Bobb wajahnya sudah lebih tua dari Ayah Jo dan Papah Adam walau anaknya yaitu Ian dan juga Karyl masih terbilang muda umurnya.
Karena Ayah Jo menikahnya terlambat dan mempunyai anaknya juga sedikit lama.
"*Oh tidak juga Tuan, hanya saja tadi ada yang sedang saya fikirkan tiba-tiba*",, jawab Chris kepada Ayah Bobb sambil tersenyum formal.
Ayah Bobb lalu bertanya-tanya kepada Chris tentang hal umum, tentang pekerjaan dan lainnya.
Dan ketika Ayah Bobb serta Chris sedang asik berbincang mereka berdua dikejutkan dengan suara gadis yang ditunggu-tunggu Chris daritadi.
Siapa lagi orangnya jika bukan Karyl, adiknya Ian.
"*Ayah Bobb dipanggil Mamah*',, kata Karyl dengan sedikit berteriak kepada Ayahnya.
Ayah Bobb langsung saja menunjukkan muka marahnya kepada Karyl yang berteriak-teriak didalam rumah sakit seperti itu.
"*Sini kamu*",, kata tegas dari Ayah Bobb kepada Karyl.
Karyl langsung saja mendekat kearahnya Ayah Bobb yang sedang berdiri bersebelahan dengan Chris.
Sungguh jantungnya Chris tiba-tiba berdetak lebih cepat lagi dari sebelumnya ketika Karyl mendekat kearahnya.
"*Ini itu bukan dikebun Karyl, kebiasaan deh*",,kata Ayah Bobb kepada Karyl sambil menjewer telinganya Karyl dengan pelan.
"*Iya maaf Ayah*",, jawab Karyl kepada Ayah Bobb sambil tertawa kecil.
"*Saya permisi dulu ya Nak.....*",, kata Ayah Bobb yang bingung memanggil Chris bagaimana karena dia belum sempat berkenalan dengan Chris daritadi.
"*Chris Tuan*",, kata Chris yang meneruskan perkataannya dari Ayah Bobb sambil tersenyum ramah.
"*Oh ya Nak Chris, perkenalkan dia anak saya yang kedua, namanya Karyl*",, kata Ayah Bobb mengenalkan Karyl kepada Chris.
Dan Chris semakin kencang pula degub jantungnya itu ketika dia bisa mengetahui nama dari gadis yang daritadi membuat jantungya tidak bisa berdetak dengan normal.
"*Iya namanya saya Karyl Tuan Chris dan maafkan saya untuk soal yang tadi ya*",, kata Karyl kepada Chris sambil tersenyum manis sekali.
Membuat Chris semakin menatap Karyl dengan tatapan yang membuat Karyl sangat malu sekali.
__ADS_1
"*Tuan Chris membuatku malu akan tatapannya kepadaku*",, kata batin Karyl untuk dirinya sendiri ketika melihat tatapannya Chris kepadanya.
"*Iya tidak apa-apa Nona Karyl, lagi pula saya yang salah juga ko*",, kata Chris kepada Karyl juga sambil tersenyum.
Ayah Bobb yang mendengar perkataannya Karyl dan juga Chris dia menjadi bingung sendiri, apakah Karyl dan Chris sudah saling mengenal satu sama lainnya, begitulah yang ada dibenaknya Ayah Bobb.
"*Kalian berdua sudah saling mengenal??*",, tanya Ayah Bobb kepada Karyl dan juga Chris.
"*Belum Yah, tadi kita itu tidak sengaja bertabrakan disini*",, jawab Karyl kepada Ayah Bobb.
"*Oh Ayah kira kalian sudah mengenal lama*",, kata Ayah Bobb lagi kepada Chris dan juga Karyl.
"*Belum Tuan*",, jawab Chris juga kepada Ayah Bobb sambil tersenyum ramah.
Dan tiba-tiba ada panggilan lagi untuk Ayah Bobb, dan kali ini yang memanggil istrinya sendiri.
"*Kalian lanjutkan saja berbicaranya, Ayah mau masuk dulu*",, kata Ayah Bobb kepada Karyl dan juga Chris.
Dan Ayah Bobb dia langsung saja berlalu dari hadapannya Chris dan juga Karyl.
Tinggallah berdua saja antara Chris dan juga Karyl berdiri disitu.
Mereka menjadi sangat canggung sekali ketika hanya berdua saja disitu.
Ketika hanya tinggal berdua saja, Chris lalu mencoba mengajak berbicara Karyl terlebih dahulu untuk memecah kecanggungan diantara mereka berdua.
"*Tidak enak jika berdiri disini rasanya*",, kata Chris lagi kepada Karyl.
"*Iya boleh*",, jawab Karyl kepada Chris sambil tersenyum.
Dan ketika Ayah Bobb tadi masuk kedalam ruang perawatannya Ian, dia langsung saja ditanya oleh Ian.
"*Karylnya mana Ayah, ko dia tidak ikut masuk juga bersama Ayah??*",, tanya Ian kepada Ayahnya.
"*Oh dia sedang mengobrol dengan Nak Chris katanya Kakak iparnya Tuan Vicktor*",, jawab Ayah Bobb kepada Ian.
"*Kamu mengenal Nak Chris kan Ian??*",, tanya Ayah Bobb kepada Ian.
"*Iya kenal Ayah, dia memang saudara kembarnya istrinya Tuan Vicktor, dan lahir lebih dahulu*",, jawab Ian kepada Ayahnya.
Dan setelah menjawab seperti itu kepada Ayahnya, Ian lalu terdiam untuk sejenak memikirkan adiknya yang lagi berduaan saja bersama Chris.
Walau Ian sangat tahu jika Chris orangnya termasuk laki-laki baik, tapi tetap saja sebagai Kakak yang sayang dengan adiknya dia tidak mau jika adiknya Karyl akan dimanfaatkan oleh Chris.
Chris dan juga Karyl yang sudah sampai ditaman rumah sakit, mereka berdua lalu duduk dibangku panjang yang tersedia disitu dibawah pohon rindang yang teduh.
"*Em apakah kamu adiknya Ian sekretarisnya Vicktor??*",, tanya Chris memulai pembicaraan dulu kepada Karyl.
__ADS_1
"*Iya Kak, ko Kakak tahu??*",, tanya Karyl kepada Chris sambil melihat kearahnya Chris.
"*Tadi Ayah kamu yang berkata seperti itu*",, jawab Chris kepada Karyl.
"*Dan tadi kamu memanggilku apa??, Kakak??*",, kata Chris lagi kepada Karyl.
"*Iya Kakak, kan umur Kakak pasti lebih tua dari Karyl kan??*",, kata Karyl kepada Chris.
"*Memangnya umur kamu berapa sekarang??*",, tanya Chris kepada Karyl dan dia sudah mulai santai dengan Karyl, tidak sekaku tadi.
"*Dua puluh empat*",, jawab Karyl kepada Chris, sambil memeragakan menggunakan jari tangannya.
"*Kalau begitu coba tebak Kakak umurnya berapa??*",, tanya Chris kepada Karyl.
Karyl lalu mecoba berfikir dengan wajah lucu dan cantik dimatanya Chris membuat Chris sedikit terpesona dengan Karyl.
"*Kalau salah jangan dihukum tapi kalau benar kasih hadiah ya Kak*",, kata Karyl kepada Chris dengan nada seperti berbicara dengan Kakaknya Ian.
Namun itulah yang membuat Chris semakin suka saja dengan sifat manjanya Karyl.
"*Boleh, mau minta hadiah apa dari Kakak*",, kata Chris kepada Karyl.
"*Apa ya, nanti deh Karyl fikirkan dulu*",, kata Karyl kepada Chris lagi.
"*Sudah sekarang tebak dulu dong berapa umurnya Kakak??*",, kata Chris lagi kepada Karyl.
"*Tiga puluh tahun, soalnya Kakak kelihatan sudah tua*",, jawab Karyl kepada Chris dengan suara manisnya dan juga tertawa kecil.
Membuat Chris reflek mengusap lembut rambutnya Karyl yang mana membuat Karyl langsung bete dan mengambek kepada Chris.
"*Kakak ih, sama seperti Kak Ian*",, kata Karyl kepada Chris sambil cemeberut.
"*Sini-sini Kakak rapikan lagi rambutnya*",, jawab Chris kepada Karyl sambil merapikan rambutnya Karyl lagi.
Namun langsung dibalas oleh Karyl dengan cara langsung memencet hidung mancungnya Chris.
Membuat Chris langsung saja mengaduh kesakitan, sedangkan Karyl dia malah tertawa dengan begitu bahagianya.
Chris lalu membalas Karyl dengan menggelitiki perutnya Karyl, membuat Karyl langsung kegelian dengan tertawa cukup bahagia sekali siang itu, hingga mereka seperti tidak memperdulikan orang-orang yang melihat kearah mereka.
Jika Chris dan juga Karyl sedang tertawa bahagia, ada satu orang yang melihat kedekatannya Chris dan juga Karyl.
Dan orang itu hatinya langsung saja sakit sekali, ketika dia melihat tatapannya Chris kepada Karyl sedikit berbeda kepada wanita yang lainnya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...
__ADS_1