
Celyn, Mamah Vina, Ocil dan juga Diego mereka semua yang sudah sampai diruang keluarga.
Celyn langsung saja menghubungi Vicktor yang masih ada didalam kantornya menggunakan telefon yang ada diruang keluarga.
"* Vicktor kekantor ya Celyn?? *",, kata Diego kepada Celyn yang sedang mengambil gagang telefon.
"* Iya, sebentar ya aku mau menelfon Vicktor dulu ya Go *",, jawab Celyn kepada Digeo, dan Diego hanya mengangguk saja kepada Celyn.
Vicktor yang sedang sibuk membaca berkas-berkasnya dia langsung saja mengambil ponselnya yang ada didalam saku jasnya ketika ponselnya tiba-tiba berdering.
Mengetahui nomor telefon mansionnya yang menelfonny,a Vicktor langsung saja mengangkatnya.
"* Halo *",, kata Vicktor ketika mengangkat sambungan telefonnya Celyn.
"* Halo sayang, ini Mommy *",, kata Celyn kepada Vicktor.
"* Mommy??, ada apa Mommy?? *",, kata Vicktor kepada Celyn.
"* Dadd, Shane sama Bastein mereka sudah diperbolehkan keluar sama Diego dari dalam inkubator, Daddy tidak mau pulang sekarang untuk bermain bersama mereka *",, kata Celyn kepada Vicktor dengan nada yang sangat gembira sekali.
Vicktor yang mendengar perkataannya Celyn, dia langsung saja sama senangnya seperti Celyn.
"* Oh ya Mommy, baiklah kalau begitu Daddy akan pulang sekarang *",, jawab Vicktor kepada Celyn dengan nada yang sama bahagianya juga.
"* Baiklah Mommy tunggu ya kalau begitu Daddy *",, kata Celyn kepada Vicktor sambil tersenyum, walau Vicktor tidak bisa melihat senyumannya.
"* Iya sayang, I Love You *",, kata Vicktor lagi kepada Celyn.
"* I Love You to Dadd *",, jawab Celyn kepada Vicktor, dan setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Ocil, Diego, dan juga Mamah Vina mereka pada asik sendiri menggendong para baby dan tidak perduli dengan Celyn yang sedang menghubungi Vicktor.
Vicktor yang sudah mengantongi ponselnya didalam saku jasnya lagi, dia langsung saja ingin beranjak berdiri dari duduknya untuk pulang kemansionnya.
Namun ketika Vicktor baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dia mendengar pintu ruangannya diketuk dari luar.
Vicktor langsung saja membuka pintunya menggunakan remot otomatis yang ada diatas meja kerjanya.
Ketika pintu sudah terbuka, ternyata yang mengetuk pintunya adalah Darel yang datang bersama koleganya yang ingin menemui Vicktor.
"* Maaf mengganggu Tuan Vicktor, ini ada Tuan Jack Austin ingin menemui anda Tuan *",, kata Darel kepada Vicktor.
__ADS_1
"* Iya, kamu boleh pergi Darel *",, jawab Vicktor kepada Darel.
Dan Darel langsung saja permisi kepada Vicktor untuk kembali lagi kedalam ruang kerjanya.
"* Mohon maaf Tuan Jack Austin, bisakah kita membahas proyek kerjasama kita dimansion saya saja, karena saya ada keperluan dan ingin segera pulang kemansion *",, kata Vicktor kepada siJack.
"* Oh, tidak masalah Tuan Vicktor *",, jawab Jack kepada Vicktor sambil tersenyum ramah.
"* Kalau begitu mari, saya akan mengikuti anda dibelakang mobil anda bersama sekretaris saya ini *",, kata Jack lagi kepada Vicktor.
"* Mari *",, jawab ramah balik Vicktor kepada Jack.
Vicktor, Jack dan sekretarisnya Jack, akhirnya berlalu keluar dari dalam ruangannya Vicktor untuk menuju kemansionnya Vicktor.
Singkat cerita mobil yang ditumpangi oleh Vicktor sudah sampai dipelataran mansionnya bersama mobilnya siJack tadi yang terus mengikuti Vicktor hingga kemansionnya.
Jack sendiri dia sudah bekerja sama dengan Vicktor selama tiga tahun lamanya, dan kerjasama mereka sudah hampir selesai, tinggal kurang tiga puluh persen saja.
Celyn yang masih berada didalam ruang keluarga, dia langsung saja diberitahu oleh Pak Hu jika Vicktor sudah pulang.
Tanpa menunggu kelanjutan perkataannya Pak Hu, Celyn yang sudah sangat senang sekali dia langsung saja bernajak berdiri dari duduknya untuk menghampiri Vicktor.
Pak Hu yang ingin mengatakn kepada Celyn, jika Vicktor tidak pulang sendiri melainkan bersama koleganya pun tidak sempat, soalnya Celyn sudah keburu berlari kecil ingin segera melihat Vicktor.
Vicktor langsung saja mempersilahkan duduk siJack dan sekretarisnya itu.
"* Silahkan duduk Tuan Jack, Nona *",, kata Vicktor dengan sangat ramah kepada kedua tamunya itu.
Jack dan sekretaris perempuannya, mereka langsung saja duduk dishofa yang ada diruang tamunya Vicktor.
Vicktor, Jack, dan sekretarisnya yang baru saja duduk itu, pandangan mereka semua langsung saja teralihkan dengan kedatangannya Celyn yang tiba-tiba masuk kedalam ruang keluarga sambil memanggil namanya Vicktor.
"* Daddy *",, kata Celyn memanggil Vicktor.
Dan alangkah terkejutnya Celyn, ketika sudah sampai diruang tamu, ternyata tidak cuma ada Vicktor saja, melainkan ada tamunya Vicktor.
Bukan itu yang menjadi masalahnya Celyn, tapi yang membuat Celyn terkejut hingga sampai berdiri mematung adalah ketika melihat siapa tamu dari suaminya itu.
"* Jack *",, kata Celyn ketika melihat Jack sedang duduk dishofa berseberangan dengan Vicktor.
Begitu juga dengan Jack, dia juga sama terkejutnya ketika melihat Celyn, ditambah terkejut lagi melihat bentuk tubuhnya Celyn yang sangat jauh sekali dari terakhir kalinya dia melihatnya Celyn, seperti baru saja melahirkan begitu fikirnya siJack.
__ADS_1
Serta jangan lupakan, telinganya Jack juga belum tuli, tadi Celyn memanggil Vicktor rekan bisnisnya itu dengan panggilan Daddy.
"* Celyn *",, kata Jack juga kepada Celyn.
Vicktor sangat bingung sekali, ketika Jack dan juga Celyn sudah saling mengenal satu sama lainnya.
"* Kalian sudah mengenal?? *",, tanya Vicktor kepada Celyn dan juga Jack.
Celyn yang masih terpaku, dia hanya diam saja tidak menjawab perkataannya Vicktor sambil menatap wajahnya Jack dengan tatapan yang sangat sulit sekali diartikan oleh Vicktor.
Sedangkan Jack, dia langsung saja tersenyum miring sambil menampilkan wajah menyebalkan menurut Celyn seperti dulu.
"* Tentu saja kami saling mengenal, benar kan Nyonya Celyn, atau sekarang aku memanggilnya Nyonya Vicktor Reagan?? *",, jawab Jack kepada Vicktor sambil tersenyum miring menatap wajahnya Celyn.
"* Benar kan Tuan Vicktor, jika Celyn ini adalah istri anda?? *",, kata Jack lagi kepada Vicktor.
"* Benar Tuan Jack dia istri saya *",, jawab Vicktor kepada Jack.
"* Hmm dunia ini ternyata sempit sekali, tanpa kucari sudah ada didepan mataku sendiri *",, kata Jack dengan sangat ambigu sekali kepada Vicktor dan menyindir Celyn.
Vicktor sangat bingung sekali dengan perkataannya Jack, dan Celyn pun dia malah diam saja daritadi tidak menjawab semua perkataannya Jack.
"* Maaf apa maksud dari perkataan anda Tuan Jack?? *",, tanya Vicktor kepada Jack.
"* Daddy, nanti akan Mommy ceritakan, Mommy masuk dulu kalau begitu *",, kata Celyn dengan tiba-tiba kepada Vicktor dan dia langsung saja masuk kedalam mansion lagi tanpa permisi kepada Jack.
Vicktor yang bingung pun, dia hanya bisa menampilkan wajah bertanda tanya dengan sangat besar sekali dibenaknya.
"* Sepertinya waktunya tidak tepat saya datang kesini Tuan Vicktor, lain kali saja kalau begitu kita membahas kerjasama kita *",, kata Jack kepada Vicktor sambil berdiri dari duduknya.
"* Jika itu keinginan anda, tidak masalah Tuan Jack saya akan menunggu kedatangannya anda dikantor saya *",, jawab Victor kepada Jack, sambil berdiri juga dari duduknya.
"* Tentu, tentu saja saya akan datang lagi Tuan Vicktor *",, jawab Jack dengan kata lain ada maksud tersembunyi dari dalam perkataannya itu, namun Vicktor tidak curiga sama sekali kepada Jack.
"* Maaf atas ketidak nyamanannya Tuan Jack ketika anda berada dimansion saya ini *",, kata Vicktor lagi kepada Jack sambil mengajaknya berjabat tangan.
"* Tidak masalah, justru saya sangat senang sekali bisa berkunjung kemansion anda yang mewah ini Tuan Vicktor *",, jawab Jack sambil menjabat tangannya Vicktor dengan senyum yang penuh arti.
"* Kalau begitu saya permisi dulu *",, kata Jack lagi kepada Vicktor, dan setelahnya Jack langsung saja keluar dari dalam mansionnya Vicktor untuk menuju kedalam mobilnya diantarkan oleh Pak Hu.
Sepeninggalan Jack, Vicktor langsung saja masuk kedalam mansionnya dan segera mencari celyn untuk bertanya tentang sikapnya Celyn tadi ketika bertemu dengan Jack rekan bisnisnya.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC***...