Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 49


__ADS_3

Papah Adam langsung menghentikan pukulannya kepada Vicktor ketika dia langsung ditahan dan dilerai oleh Mamah Vina serta Della anaknya, sedangkan Ayah Jo dia hanya diam saja melihat Vicktor dipukuli oleh Papah Adam, dan Mamah Gilda dia sangat terkejut akan tindakan tiba-tiba dari Papah Adam kepada Vicktor.


Vicktor pun seperti manusia tak punya rasa, ketika dia dipukul oleh Papah Adam dia seperti tidak merasakan sakit diwajahnya, dia hanya diam saja dengan tatapan kosongnya serta tidak mengelak atau membalas pukulan dari Papah Adam, karena bagi Vicktor rasa sakit dihatinya jauh lebih parah rasanya dibanding dengan sakit akan pukulan dari Papahnya tadi.


"*Kamu itu laki-laki BODOH!! Vicktor, Papah malu mempunyai anak laki-laki seperti kamu, mana ada wanita yang mau tidak dihargai statusnya sebagai seorang istri didunia ini Vicktor, coba kamu bayangkan, kamu mempunyai adik perempuan, jika adik kamu Della digitukan oleh suaminya kelak apa kamu tidak marah sebagai Kakaknya, apa kamu mau jika adik kamu Della hidup dengan laki-laki yang tidak mengakui Della sebagai istrinya didepan umum!!!, jawab Papah Vicktor, jawab!!!*",, kata Papah Adam kepada Vicktor dengan sambil menahan amarahnya ketika dia sudah duduk dishofa yang ada dia duduki tadi.


Vicktor hanya bisa diam ketika mendengar bentakan keras dari Papahnya untuk pertama kalinya, karena semarah-marah Papahnya, Papah Adam tidak pernah membentak dirinya dengan sangat keras seperti itu.


"*Lebih baik yang jadi anak Papah itu Celyn Vicktor daripada kamu!!!*",, sambung Papah Adam lagi kepada Vicktor dengan dadanya yang naik turun karena sedang menahan amarahnya kepada Vicktor.


"*Sudah Pah sabar-sabar*",, kata Mamah Vina sambil meredakan emosi dari Papah Adam.


"*Sabar bagaimana Mah, Papah malu dengan keluakuannya Vicktor kepada Tuan Jo, niat kita kesini ingin memberi kejutan kepada mereka, malah kita yang diberi kejutan yang sangat mengejutkan sekali begini*",, kata Papah Adam kepada Mamah Vina.


Vicktor dia hanya diam saja tanpa menjawab semua perkataan dari Papahnya, karena dia sendiri belum tahu apa yang ingin dikatakannya, sebab didadanya masih banyak rasa terkejut yang belum hilang karena surat dan berkas perceraian itu.


Sedang Ayah Jo dan juga Mamah Gilda mereka berdua hanya bisa diam saja sambil melihat pertujukan marahnya Papah Adam kepada Vicktor.


"*Saya sebagai Ayahnya Celyn mempunyai dua pilihan kepada kamu Vicktor*",, kata Ayah Jo dengan bernada dingin kepada Vicktor dengan tiba-tiba.


"*Apa itu Ayah??*",, jawab Vicktor sambil mengalihkan pandangannya kearah Ayah Jo.


"*Yang pertama, jika kamu sudah tidak mau melanjutkan hubungan pernikahan kalian, dan tidak mau mengakui Celyn sebagai istri kamu, lebih baik kamu tandangani surat perceraian ini sekarang juga didepan kami semua*",, kata Ayah Jo kepada Vicktor.


Sedang Vicktor dia masih diam mendengarkan kelanjutan dari perkataannya Ayah Jo sambil berkata didalam hatinya.


"*Bagaimanapun juga aku tidak mau melepaskan Celyn dihidupku*",, batin Vicktor ketika mendengar perkataannya Ayah Jo.

__ADS_1


"*Atau yang kedua, kami masih memberikan satu kesempatan lagi kepada kamu Vicktor, jika dalam waktu tiga bulan yang akan datang, kamu tidak bisa menemukan Celyn dan meyakinkan Celyn untuk hidup bersamamu lagi, kamu harus cepat menanda tangani surat perceraian ini, karena kami sebagai orang tua juga tidak ingin anak kami hidup dengan orang yang tidak bisa membahagiakannya*",, sambung Ayah Jo lagi kepada Vicktor.


"*Dan jika kamu bisa membuat Celyn mau kembali lagi kepadamu, kamu harus segera mengadakan pesta resepsi untuk pernikahan kalian secepatnya!!*",, kata Ayah Jo kepada Vicktor lagi dengan nada tegas sekali.


"*Bagaimana, mana yang ingin kamu pilih Vicktor??*",, kata Ayah Jo untuk kesekian kalinya kepada Vicktor sambil meletakkan sebuah bolpoin yang selalu dibawanya diatas berkas surat perceraiannya Vicktor.


Tanpa berfikir terlalu lama Vicktor langsung saja menjawab perkataan dari Ayah Jo dengan sangat tegas sekali.


*"Beri saya kesempatan satu kali lagi Ayah, karena saya sangat mencintai Celyn, dan sebelum tiga bulan saya pastikan bisa menemukan Celyn serta meyakinkan Celyn untuk kembali kepada saya Ayah*",, jawab mantap Vicktor kepada Ayah Jo.


Dan perkataan dari Vicktor jika dia sangat mencintai Celyn itu benar adanya, tidak berpura-pura dan berbohong seperti awal mereka memberitahukan pernikahan mereka kepada kedua orang tua mereka masing-masing.


Karena semenjak kepergian Celyn selama satu bulan itu, cinta Vicktor semakin tumbuh saja untuk Celyn walau dia tidak bertemu dengan Celyn.


Ayah Jo yang melihat kesungguhan dimatanya Vicktor, dia langsung saja menyetujui perkataannya Vicktor.


Dan Vicktor dia hanya mengangguk dengan mantap kepada Ayah Jo.


"*Tuan Adam, kami permisi dulu kalau begitu, karena kami disini juga tidak bisa bertemu dengan Celyn, selamat malam*",, kata Ayah Jo kepada Papah Adam sambil mengajak Mamah Gilda berdiri dari duduknya.


Papah Adam, Mamah Vina dan juga Della mereka bertiga langsung saja berdiri dari duduk mereka ketika mereka melihat Ayah Jo dan juga Mamah Gilda berdiri dari duduk mereka.


Sedang Vicktor dia masih duduk sendiri dengan fikiran yang melayang entah kemana tanpa memperdulikan semua Keluarganya sedang menyapa hangat pamitannya Ayah Jo dan juga Mamah Gilda.


"*Maafkan kelakuan anak kami Vicktor ya Tuan Jo, saya harap tali persaudaraan ini masih terjalin dengan baik, walau anak-anak kita sedang dalam keadaan seperti ini*",, kata Papah Adam dengan perasaan tidak enak kepada Ayah Jo sambil mengajak berjabat tangan juga kepada Ayah Jo


"*Iya Tuan Adam*",, jawab Ayah Jo sambil membalas jabat tangannya Papah Adam dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


Sedangkan Mamah Vina, Mamah Gilda dan juga Della mereka bertiga langsung bercipika cipiki ala perempuan sebelum mereka pulang kemansion mereka.


Ayah Jo langsung saja mengajak Mamah Gilda untuk keluar dari dalam mansionnya Vicktor dan segera pulang menuju kemansion mereka sendiri.


Ketika Vicktor melihat kedua mertuanya sudah pergi dari ruang tamunya, Vicktor langsung saja beranjak dari duduknya dan berlalu pergi sambil membawa berkas-berkas surat perceraiannya itu kedalam kamarnya.


Dan Papah Adam yang melihat Vicktor pergi sebenarnya dia ingin menahannya serta ingin menanyainya untuk berbagai hal tentang rumah tangganya dengan Celyn, namun langsung dilarang oleh Mamah Vina.


"*Biarkan Vicktor sendiri dulu Pah, dia pasti juga terkejut membaca surat perceraiannya dari Celyn*",, kata Mamah Vina kepada Papah Adam.


Dan Papah Adam akhirnya menurut saja mendengar perkataannya Mamah Vina.


Papah Adam langsung saja mengajak Mamah Vina serta Della untuk segera pulang kemansion mereka sendiri.


Sedang Vicktor yang sudah masuk kedalam kamarnya, dia langsung marah sambil menghancurkan barang-barang yang dia temui, hingga tangannya tanpa sadar berdarah cukup banyak sekali.


Sungguh kamarnya Vicktor yang semula rapi saat ini sudah sangat berantakan sekali, karena ulahnya Vicktor yang meluapkan kemarahannya untuk Celyn.


"*Celyn sebegitu marahnya kah kamu denganku, hingga kamu tidak bisa membicarakannya dengan baik-baik kepadaku dan malah mengirimkan berkas perceraian yang sialan ini Aaaaaaaarrrrrrgggggghhhhh*",, kata Vicktor untuk Celyn dengan berteriak sangat kencang sekali sambil menyobek berkas-berkas surat perceraian itu hingga menjadi banyak.


"*Aku harus menemukan kamu bagaimana pun caranya, dan jangan harap jika aku sudah menemukanmu aku akan melepaskanmu lagi Celyn, karena aku sudah benar-benar mencintai kamu, rasanya tersiksa sekali hati ini tanpa adanya dirimu disampingku*",, kata Vicktor dengan sangat bersemangat untuk menemukan keberadaannya Celyn.


Vicktor lalu menelfon Ian dan menyuruhnya untuk lebih banyak lagi mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Celyn dimanapun dia berada sampai ketemu dan sampai dapat.


Setelah itu Vicktor langsung meluapkan amarahnya untuk Celyn dengan melukis lagi digaleri lukisannya, dan mungkin yang Vicktor lukis adalah wajahnya Celyn yang lagi dia cekik๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2