
Setelah selesai memilih opsi tanggal yang diberikan oleh Dokter Tillya tadi, Celyn, Vicktor dan juga Mamah Vina, mereka bertiga langsung saja berpamitan pulang kepada Dokter Tillya.
Serta Dokter Tillya juga sudah memberikan jadwal kontrolnya Celyn untuk bulan depannya lagi.
"* Kalian mau pulang, atau mau mampir kemana dulu?? *",, tanya Mamah Vina kepada Celyn dan juga Vicktor ketika mereka bertiga sudah berada diluar ruangannya Dokter Tillya.
"* Mau mampir kesuatu tempat dulu Mah, Mamah sendiri apa mau langsung pulang?? *",, jawab Vicktor kepada Mamah Vina.
"* Mamah mau mampir kemansion kamu dulu, mau main dengan sikembar, soalnya Mamah kangen sama mereka *",, jawab Mamah Vina kepada Celyn dan juga Vicktor.
"* Ya sudah kalau begitu Mamah hati-hati dijalan ya Mah *",, jawab Vicktor lagi kepada Mamah Vina.
Dan setelah melakukan cipika cipiki dengan Celyn, dan berpelukan singkat dengan Vicktor, Mamah Vina akhirnya berpisah haluan dengan Celyn dan Vicktor.
Saat ini Celyn dan Vicktor mereka berdua sudah berada didalam mobil mereka untuk menuju ketoko perlengkapan melukis.
Dan didalam mobil itu Celyn masih terus melihat foto hasil USGnya tadi, dan juga melihat hasil catatan yang diberikan oleh Dokter Tillya untuk perkembangan baby mereka.
"* Tadi kasihan sekali Mamah ya Daddy, Daddy sih....... kan tidak apa-apa jika cuma Mamah Vina yang ingin tahu jenis kelamin dari baby twins kita *",, kata Celyn kepada Vicktor ketika dia sudah selesai melihat hasil kontrolnya tadi.
"* Biar saja Mommy, Mamah itu sedikit tidak bisa dipercaya, soalnya Mamah jika sedang bahagia dia akan keceplosan berbicara dengan yang lainnya *",, jawab Vicktor kepada Celyn.
Sebab tadi memang Mamah Vina memaksa Dokter Tillya untuk membertahukan kepadanya apa jenis kelamin dari cucu twinsnya itu.
Tapi sayang, Vicktor terus melarang Dokter Tillya, hingga membuat Celyn sedikit merasa tidak enak dengan Mamah Vina.
"* Ya sudah terserah Daddy saja *",, jawab Celyn kepada Vicktor.
"* Oh ya Daddy, Mommy mau tanya dong?? *",, kata Celyn lagi kepada Vicktor.
"* Tanya apa Mommy, tanya sajalah *",, jawab Vicktor kepada Celyn.
"* Selain Mommy apa Daddy masih tidak bercerita kepada Keluarga Daddy, jika Daddy itu pandai melukis?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor.
"* Tidak ada Mommy, Daddy sampai sekarang masih tidak bercerita kepada siapapun, selain Mommy seorang *",, jawab Vicktor kepada Celyn.
__ADS_1
"* Ini Mommy mau tanya satu hal lagi Daddy *",, kata Celyn kepada Vicktor.
"* Iya akan Daddy jawab dengan jujur sayang *",, jawab Vicktor kepada Cleyn.
Dan untuk anak buahnya Vicktor yang menjadi sopir, dia pura-pura tidak mendengar apa percakapannya Celyn dan juga Vicktor.
"* Masih adakah para wanita yang ingin mendekati Daddy, ketika pesta pernikahan kita sudah banyak diketahui oleh semua orang?? *",, tanya Celyn kepada Vicktor.
"* Akan Daddy jawab jujur Mommy *",, kata Vicktor kepada Celyn.
Dan Celyn langsung saja mamasang telinganya dengan baik, supaya dia bisa mendengar dengan jelas perkataannya Vicktor.
"* Masih ada Mommy wanita yang seperti itu kepada Daddy, tapi Daddy jika sudah melihat gelagat yang tidak semestinya dari para wanita yang berada disekitar Daddy, Daddy memikir dua kali untuk menerima ajakan kerjasama dengannya, atau meeting dengannya *",, jawab Vicktor kepada Celyn dengan jujur.
Karena memang masih banyak wanita yang seperti itu dan tidak tahu malu untuk mendekati Vicktor, walau banyak dari mereka yang sudah tahu, jika Vicktor sudah memiliki istri dan juga anak.
Celyn yang mendengar perkataan dari Vicktor, dia sedikit merasa sesak didadanya, namun sebisa mungkin Celyn menghilangkannya.
Sebab Celyn sangat yakin sekali, jika Vicktor tidaklah mungkin berpaling darinya.
Setelah sekitar setengah jam lamanya didalam mobil, mobil yang ditumpangi oleh Vicktor dan juga Celyn, sampai juga ditoko perlengkapan melukis yang cukup besar yang ada dikota mereka.
"* Mommy, silahkan duduk dulu disitu ya, Daddy mau melihat-lihat dulu sebentar, didekat-dekat sini saja ko *",, kata Vicktor kepada Celyn, sambil menunjuk sebuah shofa yang tersedia untuk pengunjung.
"* Iya Daddy *",, jawab Celyn kepada Vicktor.
Vicktor lalu mengantar Celyn untuk duduk dishofa itu supaya bisa beristirahat sebentar.
Sedangkan Vicktor sendiri, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk melihat-lihat barang yang tersedia disitu, namun tidak jauh dari pandangannya Celyn.
Ketika Celyn baru lima menit duduk, tiba-tiba saja ada seorang karyawan toko yang berjalan mendekati Celyn dan langsung memanggilnya.
"* Celyn??, kamu Celyn kan?? *",, kata karyawan toko itu kepada Celyn.
"* Kamu ............. ??, Beca alias Rebbeca kan?? *",, jawab Celyn sambil menunjuk karyawan toko itu.
__ADS_1
Dan Vicktor yang mendengar serta melihat ada wanita yang mendekati Celyn, dia hanya memperhatikan saja, sebab dari penglihatan Vicktor, mereka saling mengenal.
"* Iya ini aku Beca, sudah jadi istri sultan ya.... jadi lupa sama aku *",, kata Beca kepada Celyn sambil menggoda Celyn.
Dan Beca sendiri adalah teman sekampusnya Celyn dulu, mereka dekat tapi tidak terlalu dekat, sedekat seperti Dela, Ocil, Felya atau Neni.
"* Kamu bisa saja Beca, oh ya kamu bekerja disini?? *",, tanya Celyn kepada Beca.
"* Iya aku bekerja disini Celyn, ya mau bekerja dimana lagi, setidaknya aku mempunyai penghasilan setiap bulannya, aku juga sudah mencoba memasukkan semua lamaran pekerjaan diberbagai Perusahaan, tapi belum ada yang keterima *",, jawab Beca kepada Celyn.
"* Aku bisa membantumu, nanti akan aku tanyakan kepada suamiku, apakah ada lowongan pekerjaan diPerusahaannya atau tidak, atau sebentar aku tanyakan kepada sekretaris aku saja apakah dikantorku ada lowongan atau tidak, kan kasihan itu ijasah kuliah kamu kalau tidak digunakan *",, kata Celyn dengan tulus membantu temannya yang bernama Beca itu.
"* Beneran kamu mau membantuku Celyn, aku sungguh sangat senang sekali mendengar akan hal itu*",, jawab Beca kepada Celyn dengan wajah yang sangat cerah ceria sekali.
"* Iya benar, sebentar aku telefon dulu sekretaris aku ya Beca *",, kata Celyn kepada Beca.
Dan Beca langsung mengangguk dengan sangat bersemangat sekali kepada Celyn.
Setelah itu Celyn langsung saja menelfon sekretarisnya yang dia tugaskan untuk mengurus Perusahaannya Dora yang sekarang sudah atas namanya sendiri, dan itu juga hadiah dari Papah Adam kemarin.
Setelah beberapa menit menelfon sekretarisnya, ternyata ada sebuah lowongan pekerjaan, yang pekerjaannya tidaklah jauh dari jurusan yang Beca ambil waktu kuliah dulu.
Beca sungguh sangat bahagia sekali, dan dia juga sangat beruntung bisa mengenal Celyn serta sangat berterima kasih sekali kepada Celyn karena sudah mencarikan pekerjaan yang lebih baik lagi dari pekerjaannya yang sekarang.
Dan Beca berjanji dia tidak akan mengecewakan Celyn, serta dia akan bersungguh-sungguh bekerja diPerusahaannya Celyn.
Namun ketika Beca dan juga Celyn sedang berbincang hangat dan santai seperti itu.
Tiba-tiba saja, Celyn langsung saja meninggalkan Beca dan berjalan mendekati Vicktor sambil menyambar satu kaleng cat kecil lalu dia buka tutupnya, dan setelah itu Celyn langsung saja menyiramkan kekepala orang yang berada didekatnya Vicktor.
Sontak aksinya Celyn yang seperti itu, langsung saja mengalihkan pandangan dari semua pengunjung yang datang dan para karyawan toko yang ada disitu untuk melihat kearahnya Celyn.
Sedangkan Vicktor sendiri, dia tidak merasa aneh dengan sikapnya Celyn yang seperti itu, namun sebelum Vicktor bertanya kepada Celyn, untuk apa dia melakukan aksinya itu, dia akan mendengarkan terlebih dahulu apa penjelasannya Celyn.
Walau semua keinginannya Celyn semua Vicktor penuhi, dan Vicktor juga sangat mencintai Celyn, tapi dia juga tidak segan-segan untuk menegur Celyn, jika Celyn sudah keterlaluan marahnya.
__ADS_1
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
...***TBC Boncabe***...