
Pagi itu dimansionnya Papah Adam, ketika Papah Adam dan Mamah Vina sudah pada berkumpul diruang makan, Dela tiba-tiba ikut duduk bergabung dengan Mamah Vina dan juga Papahnya yang sudah duduk diruang makan sejak tadi.
"*Sudah siap kamu Del, apa ada meeting pagi ini dikantor??*",, tanya Papah Adam ketika melihat Dela sudah duduk dikursi meja makan yang sama dengannya dengan pakaian yang sudah rapi namun santai.
"*Tidak Pah, Dela hari ini lagi tidak mood berangkat kekantor, Dela mau kemansionnya Kakak saja melihat sikembar, boleh ya Pah*",, jawab Dela kepada Papah Adam.
Dela yang semalaman tidak bisa tidur karena terus kefikiran perkataannya Chris yang kemarin didengarnya pun, membuatnya ketika pagi hari menjadi kurang tidur dan malas untuk berangkat kekantor.
Jadi pagi itu Dela meminta ijin kepada sang Papah untuk tidak berangkat kekantor saja.
"*Iya boleh, asal pekerjaan kamu tidak menjadi berantakan karena kemalasan kamu ini*",, jawab Papah Adam kepada Dela sambil menyeruput kopi paginya itu.
"*Siap Pah jika untuk pekerjaannya Dela, lagi pula Dela juga tidak setiap hari membolos seperti ini*",, jawab Dela kepada Papah Adam.
"*Mamah ikut dong jika kamu mau kemansion Kakak kamu Vicktor, Mamah kan juga mau melihat cucu-cucu kesayangannya Mamah itu*",, kata Mamah Vina juga kepada Dela.
"*Iya, tapi Mamah jangan lama-lama berdandannya, jika lama nanti Dela tinggal*",, kata Dela kepada Mamah Vina sambil bercanda.
"*Dasar anak durhaka*",, jawab Mamah Vina dengan nada sedikit gemas kepada Dela, membuat Dela langsung saja tertawa cukup keras kepada Mamahnya.
Mereka lalu melanjutkan sarapan mereka dengan diselingi obrolan ringan saja.
"*Dela bagaimana hubungan kamu dengan Chris??*",, tanya Papah Adam dengan tiba-tiba kepada Dela.
Hingga membuat Dela reflek menghentikan kunyahannya ketika mendengar perkataannya Papah Adam tadi.
"*Dela tidak mempunyai hubungan apa-apa ya Pah sama Chris*",, jawab Dela kepada Papah Adam dengan nada yang sedikit cuek.
"*Tapi dari yang kami lihat kalian itu begitu dekat sekali, masa kalian tidak mempunyai hubungan apa-apa, Papah tidak percaya??!*",, kata Papah Adam lagi kepada Dela.
"*Memang kenyataannya begitu, dan apa yang Papah dan Mamah lihat itu Chrisnya saja yang dari kemarin mendekati Dela terus*",, jawab Dela kepada Papah Adam sambil mengunyah makannya dengan sedikit tidak berselera gara-gara membahas Chris.
"*Waah itu artinya Chris ada perasaan sama kamu Dela*",, kata Mamah Vina kepada Dela ketika mendengar perkataannya Dela tadi.
__ADS_1
"*Punya perasaan apa, dia saja tidak mempunyai perasaan apa-apa kepadaku*",, batinnya Dela ketika mendengar perkataannya Mamah Vina tadi, sambil memajukan bibirnya dengan cemberut.
"*Setelah Papah fikir semalaman, Papah kira Chris dia laki-laki yang baik, dan kita juga sudah mengetahui bibit, bebet, dan bobotnya Chris dari keluarga baik-baik juga, tidak masalah jika kamu menikah dengan Kakak ipar dari Kakak kamu Vicktor Dela*",, kata Papah Adam kepada Dela.
Dela langsung saja kehilangan selera makannya, ketika Papah Adam terus-terusan membicarakan Chris, apalagi membahas sampai tentang menikah.
Dan Dela lalu mengalihkan pembicaraan dengan meninggalkan ruang makan untuk duduk diruang keluarga.
"*Dela sudah kenyang Pah, Mah*",, kata Dela tidak menjawab perkataannya Papah Adam.
"*Dan Dela tunggu Mamah diruang keluarga ya*",, kata Dela lagi kepada Mamahnya.
Mamah Vina dia langsung saja mengangguk kepada Dela.
Setelah itu Dela langsung saja beranjak pergi meninggalkan ruang makan menuju keruang keluarga yang ada dimansion Papah Adam.
"*Sepertinya Dela dan Chris mereka sedang marahan deh Pah, lihat saja tadi wajahnya Dela yang sedikit bete ketika membahas Chris*",, kata Mamah Vina kepada Papah Adam.
"*Dasar anak muda*",, jawab Papah Adam sambil menggelengkan kepalanya.
"*Tapi Papah dulu tidak seperti Dela, dan watak Dela yang seperti itu karena menurun dari Mamah*",, jawab Papah Adam kepada Mamah Vina sambil bercanda pagi dimeja makan.
Dan Mamah Vina hanya menjawab lirikan maut saja kepada Papah Adam, membuat Papah Adam semakin tertawa saja melihat wajah sebalnya sang istri tercinta itu.
Singkat cerita Mamah Vina dan Dela mereka berdua baru saja sampai kemansionnya Vicktor setelah menempuh perjalanan sekitar lima puluh menitan dengan Dela yang mengendari mobilnya sendiri.
Dela dan Mamah Vina mereka berdua langsung saja masuk kedalam mansionnya Vicktor ketika baru saja turun dari dalam mobil.
Ketika Mamah Vina dan Dela baru saja masuk kedalam mansionnya Vicktor, mereka langsung saja melihat Vicktor, Celyn dan juga Mamah Gilda baru saja keluar dari dalam ruang makan, karena mereka baru saja selesai sarapan.
"*Hei Pagi Mah, Dela*",, sapa Celyn kepada Mamah Vina dan juga Dela sambil bercipika cipiki khas seorang perempuan ketika Celyn melihat Mamah Vina dan Dela baru saja masuk kemansionnya.
"*Pagi juga Celyn*",, kata Mamah Vina kepada Celyn sambil membalas pelukannya Celyn, begitu juga dengan Dela, Vicktor dan juga Mamah Gilda.
__ADS_1
"*Pasti Mamah sama Dela mau melihat sikembar kan??*",, kata Celyn lagi kepada Mamah Vina dan juga Dela.
"*Iya pastinya dong*",, jawab Mamah Vina kepada Celyn dengan tersenyum senang sekali.
"*Kalau aku nanti saja deh Kakak Ipar, aku mau jalan-jalan sekitar mansion dulu*",, kata Dela kepada Celyn.
"*Aku juga mau keruang kerja aku dulu ya sayang*",, kata Vicktor juga kepada Celyn, dan Celyn hanya mengangguk sambil tersenyum saja kepada Vicktor.
Vicktor langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya ketika sudah berpamitan kepada Celyn.
"*Ya sudah kita masuk yuk Mah kekamarnya sikembar, Celyn dan Mamah Gilda juga mau mengganti popok dan baju mereka ini*",, ajak Celyn kepada Mamah Vina, Mamah mertuanya.
"*Ayo*",, jawab Mamah Vina dengan sangat semangat sekali kepada Celyn.
Dan setelah itu mereka bertiga langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamarnya sikembar.
Sedangkan Dela dia berpencar sendiri untuk menghirup udara pagi dimansion sang Kakak sambil menikmati suasana pagi juga.
Ketika Dela baru saja sampai ditaman mansionnya Vicktor yang ada dihalaman samping mansion.
Dela yang melihat ada kursi taman pun, dia langsung saja melangkahkan kakinya menuju kearah kursi tersebut.
Dela langsung saja duduk dikursi itu sambil menikmati pemandangan bunga dan hamparan rumput hijau serta pepohonan yang berjejer rapi yang ada disekitar situ.
Ketika Dela sedang asik melamun sambil menikmati suasana pagi hari ditaman sang Kakak, tiba-tiba Dela dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang mengganggu hati dan fikirannya sejak kemarin, dan orang itu langsung saja duduk disebelahnya Dela.
Membuat Dela langsung saja berdiri untuk menghindar dari orang itu, namun sayang usahanya Dela untuk menghindar pun gagal, karena tangannya langsung dicekal oleh orang tersebut.
...π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°...
Pasti sudah tahu kan siapa orang yang bersama Delaππ
...πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ...
__ADS_1
...***TBC***...