Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 222


__ADS_3

Dipagi yang berbeda yaitu pagi dikediamannya Felya dan juga Dion.


Dari semalam, setelah pulang dari acara pernikahannya Neni dan juga Rexley, Felya sudah merasakan seperti kurang enak badan.


Bahkan Felya dia sampai tidak nafsu makan, karena kepalanya sedikit pusing, serta perutnya sedikit mual.


Fikir Felya dan juga Dion, Felya hanya masuk angin biasa saja, sama seperti biasanya.


Felya dan Dion mereka berdua tidak ada fikiran macam-macam, apalagi sampai fikiran jika Felya sedang hamil, sebab mereka berdua tidak mau terlalu berharap, akan sangat menyakitkan sekali bagi mereka, jika ekspetasinya tidak sesuai harapan.


Dan Dion semalam juga sudah menyuruh Felya untuk meminum obat masuk angin yang mereka selalu sediakan didalam kotak obat mereka.


Felya bahkan semalam, dia yang tidak kuat untuk makan, Felya hanya meminum susu hangat saja untuk mengurangi rasa yang kurang enak dibadannya.


Dipagi harinya, ketika Felya sedang baru saja bangun dari tidurnya, dan ingin beranjak turun dari atas ranjang menuju kedalam kamar mandi.


Pusing kepala yang dirasakan oleh Felya melebihi pusing yang semalam dia rasakan, bahkan Felya juga baru kali itu merasakan pusing yang sangat pusing sekali seperti itu.


Felya sebelum berdiri dia duduk dulu dipinggir ranjang sambil memegangi kepalanya yang seakan sedang berputar-putar itu.


Dion yang masih tidur lelap diatas ranjang, dia tidak mengetahui jika Felya istrinya sedang kesakitan seperti itu.


"*Dioooon, Kak, aaasshhh*",, panggil Felya kepada Dion suaminya dengan suara tertahannya.


Ketika Dion dipanggil tidak ada tanggapan, Felya mencoba meraih tubuhnya Dion dan mengguncangkannya secara perlahan.


Dan berhasil, Dion langsung saja terbangun dan berusaha membuka matanya.


"*Sakiiiit sayang*",, kata Felya lagi kepada Dion sambil meremas pelan kepalanya yang sudah sangat pusing sekali itu.


Dion yang melihat dan mendengar sendiri ketika Felya sedang kesakitan sambil memegangi kepalanya dia langsung saja beranjak bangun dari tidurnya untuk mendekati Felya.


"*Sayang kamu kenapa??*",, tanya Dion kepada Felya dengan menunjukkan wajah khawatirnya.


"*Kepalaku sa........*",, perkataannya Felya terputus karena Felya tiba-tiba langsung pingsan didalam dekapannya Dion.


Dion langsung saja sangat terkejut sekali ketika melihat Felya tiba-tiba langsung saja pingsan seperti itu.


Dion menaruh Felya diatas ranjang sebentar, karena Dion ingin memakai kaos dan juga celana pendeknya terlebih dahulu dengan secara kilat.


Ketika sudah selesai, Dion langsung saja membawa Felya keluar dari dalam kamar untuk menuju keklinik yang tidak jauh dari rumah mereka.

__ADS_1


"*Biiiiiiiii Bibiiiiiii.......*",, panggil Dion kepada pembantunya.


Bibi yang sedang berada didalam dapur dia langsung saja keluar ketika mendengar teriakannya Dion.


Dan Bibi sangat terkejut sekali ketika melihat Nyonya mereka sedang pingsan didalam gendongannya Dion.


"*Ya ampun Tuan Dion, Nyonya Felya kenapa??*",, tanya Bibi kepada Dion dengan ekspresi terkejut serta khawatir secara bersamaan.


"*Dia pingsan Bi, dan Bibi tolong cepat telefon Kak Helga untuk segera datang keklinik, karena saya akan membawa Felya kekliniknya*",, kata Dion kepada asisstan rumah tangganya.


Dan sang Bibi langsung saja mengangguk kepada Dion, sedangkan Dion sendiri dia langsung saja beranjak pergi dari dalam rumahnya untuk menuju kedalam mobilnya.


Hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja Dion mengendarai mobilnya untuk sampai diklinik sang Kakak.


Dion yang sudah hafal dengan isi dalam klinik tersebut, dia langsung saja membawa masuk Felya kedalam klinik itu menggunakan brankar pasien yang kosong yang tersedia didepan ruang koridor.


Wajar tidak ada yang membantu Dion, sebab waktu masih menunjukkan pukul enam pagi lebih dua puluh menit, dan yang ada diklinik cuma para keluarga pasien yang sedang menunggui pasiennya serta beberapa suster yang mungkin juga belum pada bangun, atau sudah pada bangun, tapi sedang melakukan rutinitasnya sebelum visit kepara pasien yang dirawat inap yang ada disitu.


Namun ada satu perawat yang melihat Dion sedang mendorong brankarnya Felya menuju keruang perwatannya sang kakak.


Dan suster tersebut sudah sangat mengenal sekali siapa itu Dion dan dia langsung saja bertanya kepada Dion.


"*Tidak tahu, tiba-tiba saja dia pingsan, dan saya juga sedang menunggu Kakak saya datang kesini*",, jawab Dion kepada suster tersebut.


"*Mari saya bantu untuk membawa Nyonya Felya kedalam ruangannya Dokter Helga*",, kata suster tadi kepada Dion sambil membantu Dion mendorong brankarnya Felya.


Dan Dion hanya mengangguk saja kepada suster tersebut.


Tidak lama kemudian ketika Dion baru saja memindahkan Felya kebrankar periksa yang ada didalam ruangan sang Kakak, Helga Kakaknya Dion yang seorang Dokter sekaligus pemilik klinik tersebut akhirnya datang juga.


"*Dion kenapa Felya??*",, tanya Helga kepada Dion ketika Helga sudah masuk kedalam ruangannya dan melihat Dion.


"*Tidak tahu Kak, tahu-tahu tadi dia pingsan, dan katanya tadi kepalanya juga pusing*",, jawab Dion kepada sang Kakak.


"*Biar Kakak periksa dulu*",, jawab Helga kepada Dion.


Dion langsung saja menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada Helga untuk memeriksa kondisinya Felya.


Ketika Felya sedang diperiksa oleh Helga, Helga seperti merasa curiga kepada tubuhnya Felya, dan Helga dia lalu bertanya kepada Dion.


"*Kapan terakhir Felya kedapatan tamu bulanannya Dion??*",, tanya Helga kepada Dion sambil memeriksa perutnya Felya.

__ADS_1


Dion lalu mengingat-ingat ditanggal berapa biasanya Felya mengalami datang bulan.


"*Ini sudah tanggal dua puluh tujuh, itu artinya sudah terlewat dua puluh harinan Kak, karena setahu Dion, Felya datang bulan itu sekitar tanggal tujuh*",, jawab Dion kepada Helga.


"*Untuk memastikannya nanti, kita tunggu Felya sadar dulu dari pingsannya, tapi untuk sekarang, biar Felya Kakak infus dulu supaya dia tidak dehidrasi sama untuk mengurangi rasa pusingnya itu*",, jawab Helga kepada Dion.


Dion langsung saja mengangguk kepada Kakaknya.


Dan Helga sendiri dia adalah Kakak kandungnya Dion yang nomor satu, dia sudah berumur empat puluh lima tahun, dan juga sudah mempunyai anak-anak yang sudah pada dewasa.


Setelah beberapa menit Felya pingsan, akhirnya Felya sadar juga dari pingsannya.


Melihat Felya sadar, Dion langsung saja memanggil sang Kakak yang sedang duduk dikursi kerjanya.


"*Kamu sudah sadar Felya, apa kamu kuat berjalan untuk kekamar mandi, dan buang air karena menurut Kakak kamu sedang hamil*",, kata Helga kepada Felya.


Felya yang tadinya masih samar-samar pandangannya karena efek pusing dikepalanya, tiba-tiba mata Felya langsung saja terbuka lebar ketika Kakak iparnya mengatakan jika dirinya sedang hamil.


"*Hamil Kak??, apa Kakak tidak berbohong kepada Felya??*",, kata Felya kepada Helga dengan wajah terkejutnya.


"*Iya Kak, jangan membuat kami terlalu berharap*",, kata Dion juga kepada Helga.


"*Maka dari itu, kamu buang air kecil, dan tampung disini setelahnya mari kita cek sama-sama apakah kamu positiv hamil atau tidak*",, kata Helga kepada Felya sambil memberikan wadah kecil kepada Felya untuk menampung air kecilnya nanti.


"*Ayo Kak Dion, bantu aku*",, kata Felya kepada Dion dengan lirih ketika sudah menerima wadah kecil tadi dari Helga.


Dion langsung saja membantu Felya untuk turun dari atas brankar pasiennya, setelahnya Felya lalu masuk kedalam kamar mandi, dengan selang infus yang terus dipegangi oleh Dion.


Singkat cerita Felya yang sudah menampung air kecilnya itu, dia lalu menyerahkan air kecilnya kepada Kakak iparnya untuk dites apakah beneran positiv hamil atau tidak.


Dan setelah menunggu beberapa menit kemudian, hasil yang sudah sangat diharapakan oleh mereka bertiga akhirnya terlihatlah sudah dengan sangat jelas sekali.


...πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—...


Yuk ramaikan yuk novel author yang baru rilisπŸ€—πŸ˜‰



...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2