
Sambil tarik nafas yang panjang dan serta menetralisir degub jantungnya, ketika sudah tenang Diego lalu mengangkat sambungan telefonnya Ocil.
"*Hai Cil, apakah kamu sudah selesai meeting dengan investor kamu, dan apakah semuanya lancar??*",, kata Diego ketika dia sudah mengangkat sambungan telefonnya Ocil sambil tersenyum senang sekali.
"*Sudah Go, ini baru saja selesai*",, jawab Ocil kepada Diego.
"*Dan oh ya maafkan saya tadi yang tidak memperdulikan telefon dari kamu ya*",, kata Ocil lagi kepada Diego.
"*Iya tidak apa-apa saya mengerti ko*",, jawab Diego kepada Ocil sambil tersenyum sendiri diseberang sana.
"*Emm bagaimana kalau kita memanggilnya dengan aku kamu saja, kalau dengan kata saya kamu kesannya kita terlalu formal sekali*",, kata Diego lagi kepada Ocil.
"Ok tidak apa-apa*",, jawab Ocil kepada Diego sambil membuka-buka berkas yang ada dihadapannya.
Sedangkan Diego sendiri dia mengangkat sambungan telefon dari Ocil sambil berjalan menuju keruang kerjanya.
Diego sendiri dia adalah seorang Dokter spesialis anak, namun dia juga merangkap menjadi Dokter Pribadinya Vicktor.
Walau Vicktor tahu Diego adalah Dokter spesialis anak, namun Vicktor lebih nyaman saja menjadikan Diego yang notabene sahabatnya sekaligus Dokter pribadinya.
"*Kamu sedang apa Cil disana, bagaimana kalau makan siang ini aku datang kerestoran kamu??*",, kata Diego sambil berganti pakaiannya, yang tadi masih memakai pakaian operasinya.
"*Boleh silahkan datang saja Go, dan ini aku sedang membaca berkas-berkasku tadi*",, jawab Ocil kepada Diego.
"*Kamu direstoran kamu yang mana Cil, ini aku akan segera kesana??*",, tanya Diego kepada Ocil.
"*Aku sedang berada diOcil Restoku Go*",, jawab Ocil kepada Diego.
"*Ok, ini aku segera jalan kesana ya, kalau begitu aku tutup dulu telefonnya*",, kata Diego kepada Ocil lagi.
"*Iya Ok hati-hati dijalan saja Go*",, jawab Diego kepada Ocil.
Sambungan telefon mereka akhirnya benar-benar terputus setelah Ocil menjawab perkataannya Diego.
__ADS_1
Ocil yang sudah meletakkan ponselnya dia lalu berdiam diri untuk sejenak sambil memikirkan sesuatu.
"*Kenapa aku merasa jika Diego seperti sedang mendekatiku ya??*",, kata Ocil untuk dirinya sendiri.
"*Tapi tidak mungkin ah, kan Diego sudah mempunyai seorang tunangan, mungkin dia ingin lebih dekat denganku hanya sebagai teman saja, iya sebagai teman*",, kata Ocil lagi untuk dirinya sendiri sekaligus untuk mengingatkan dirinya supaya tidak besar kepala karena Diego mengajaknya makan siang bersama.
"*Santai Cil, hanya makan siang bersama, anggap saja sedang makan siang dengan client, jangan sampai terlihat sekali jika kamu ada rasa dengan Diego*",, kata Ocil lagi mensugesti fikirannya lagi.
Dan setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil yang dikendarai Diego sampai juga direstorannya Ocil.
Diego yang sudah masuk kedalam restorannya Ocil, dia lalu bertanya kepada respsionisnya untuk mencari Ocil.
Sang respsionis restoran dia lalu membawa Diego berjalan menuju keruang kantornya Ocil.
Karena ternyata Ocil tadi sudah menelfon resepsionisnya jika ada yang mencarinya dan dia bernama Diego Ocil menyuruh sang resepsionis untuk mengantarkan Diego kedalam ruangannya.
"*Ini ruangannya Nyonya Ocil Tuan*",, kata sang respsionis kepada Diego dengan sopan ketika sudah sampai didepan pintu ruang kerjanya Ocil.
"*Terimakasih*",, jawab Diego dengan ramah sambil tersenyum kepada sang respsionis.
Ketika sudah mendengar kata masuk dari Ocil, Diego langsung saja membuka pintunya dan langsung juga masuk kedalam sambil menutup kembali pintu ruang kerjanya Ocil.
Ocil tidak melihat kearah orang yang sedang masuk kedalam ruangannya, sebab dia sedang asik mempelajari berkas kerjasamanya yang tadi baru saja dia tandangani.
Sedang Diego yang tadi baru saja masuk, dia begitu terpesona melihat Ocil yang sedang serius sekali seperti itu, dan semakin terlihat cantik sekali dimatanya.
Diego dia masih berdiri sambil terus memperhatikan Ocil, dan Ocil yang merasa ada orang yang sedang berdiri diruangannya sambil memperhatikannya, dia lalu mendongakkan kepalanya dari berkas yang dibacanya untuk melihat siapakah orang itu.
Alangkah terkejutnya Ocil ternyata orang yang masuk kedalam ruang kerjanya adalah Diego.
Ocil merasa Diego terlalu cepat sekali sampainya direstorannya, dan ketika Ocil terkejut dia reflek sampai berdiri dari duduknya.
"*Jangan terkejut seperti itu kenapa Cil, kamu seperti melihat hantu saja, apakah wajahku lebih menyeramkan dari hantu??*",, kata Diego yang melihat wajah terkejutnya Ocil sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"*Eeeeh, bukan-bukan begitu Go, mari-mari silahkan duduk*",, kata Ocil ketika dia sudah bisa menguasai rasa terkejutnya tadi dan langsung mempersilahkan duduk Diego dishofa yang ada didalam ruangannya.
Diego dan juga Ocil akhirnya mereka berdua duduk diatas shofa yang ada disitu saling berhadapan dan terhalang oleh meja saja.
"*Sepertinya kamu sedang sibuk sekali Cil, apa aku mengganggu kamu dengan kedatanganku kesini??*",, kata Diego kepada Ocil ketika mereka sudah pada duduk diatas shofa.
"*Tidak juga Go, tadi aku cuma mempelajari kerjasamaku saja dengan investorku tadi yang dari Brazil*",, jawab Ocil kepada Diego.
"Oh ya sampai lupa menawari kamu minum, kamu mau minum apa, biar staf aku yang bawakan kemari??*",, kata Ocil lagi kepada Diego.
"*Jus saja, dan jus apa saja aku suka ko*",, jawab Diego kepada Ocil sambil tersenyum tipis.
"*Terus kamu mau makan apa Go, biar sekalian dibawakan kemari*",, tanya Ocil lagi kepada Diego.
"*Menu favorit yang ada disini apa, aku mau mencobanya dong, kan ini kali pertamaku aku datang kesini*",, jawab Diego lagi kepada Ocil.
Dan Ocil hanya mengangguk saja kepada Diego dan dia lalu permisi sebentar kepada Diego untuk menghubungi stafnya yang ada dibawah untuk membawakan minuman serta makanan yang ingin dimakannya maupun dimakan oleh Diego.
Ocil menghubungi karyawannya menggunakan telefon yang ada diatas meja kerjanya.
Sedangkan Diego dia yang melihat Ocil sedang menghubungi seseorang yang Diego yakinin adalah karyawannya, dia lalu mengamati suasana yang ada didalam ruang kerjanya Ocil, yang sangat kental dengan nuansa cewek sekali, namun masih nyaman untuk disinggahi oleh para laki-laki, contohnya para clientnya Ocil termasuk dirinya.
Diego entah kenapa dia semakin kesini semakin nyaman berada disampingnya Ocil, dan didalam hatinya Diego lama-kelamaan sudah ada tumbuh benih-benih cinta, namun Diego masih tidak mengakui akan hal itu.
Bahkan Diego jika berdekatan dengan Ocil, dia sampai lupa dengan tunangannya yang sedang berada dibeda negara dengannya.
Dan Ocil yang tadi sudah selesai menghubungi karyawannya untuk membawakan makanan kedalam ruang kerjanya, dia lalu berjalan lagi menuju keshofa yang disana sudah ada Diego yang sedang menunggunya.
Diego yang melihat Ocil sudah duduk didepannya lagi dia entah kenapa merasa senang, hingga dia memandang Ocil dengan pandangan yang sedikit berbeda dari terakhir kali mereka bertemu dimansionnya Vicktor tadi.
Dan Ocil yang melihatnya dia semakin malu serta bingung akan arti tatapannya Diego kepadanya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...