
Vicktor yang terus menemani Celyn sambil terus mengusap perutnya Celyn, dan ketika dia melihat Celyn sudah tertidur cukup lelap, Vicktor lalu beranjak dari atas ranjang dengan sangat perlahan sekali.
Tanpa terasa juga, kehamilannya Celyn hampir menginjak usia ketujuh bulan, dan Vicktor dia sudah mempersiapkan kejutan untuk Celyn dengan adanya pesta acara tujuh bulannya itu.
Vicktor yang sudah turun dari atas ranjang, dia lalu beranjak keluar dari dalam kamarnya, karena ketika dia melihat ponselnya dia melihat ada pesan masuk dari Mamahnya yang mengatakan jika dia sedang berada diruang keluarganya.
Vicktor yang sudah turun dari atas tangga, langsung saja berjalan menuju keruang keluarganya, dan benar saja dia melihat Mamah Vina sedang menonton televisi disana.
"*Siang Mah*",, sapa Vicktor sambil bercipika cipiki dengan Mamahnya.
"*Celyn mana Vicktor, apa dia tidur??*",, tanya Mamah Vina kepada Vicktor yang sedang mendudukkan pan***tnya keshofa seberangnya.
"*Iya, dia sedang tertidur Mah*",, jawab Vicktor kepada Mamahnya.
"*Bagaimana keadaannya Celyn, tadi katanya dia sedang merasakan sakit diperutnya*",, tanya Mamah Vina kepada Vicktor sambil meminum tehnya yang tadi sudah disiapkan oleh Pak Hu.
"*Mamah tahu darimana jika Celyn tadi perutnya sedang merasakan kram, apa dari Pak Hu??*",, tanya Vickto balik kepada Mamah Vina.
"*Kamu ini ditanya malah gantian tanya balik*",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
Vicktor hanya tertawa kecil saja menanggapi perkataan dari Mamahnya.
"*Tadi Mamah ditelefon oleh Papah kamu, katanya Celyn sedang merasakan sakit diperutnya dan Mamah disuruh untuk mengecek kondisinya*",, kata Mamah Vina lagi kepada Vicktor.
"*Teru Papah tahu darimana coba kalau Celyn sedang sakit??*",, kata Vicktor lagi kepada Mamahnya.
"*Mana Mamah tahu, mungkin Papah kamu sedang mengunjungimu dikantor kamu, dan seketaris kamu Ian yang mengatakannya kepadamu*",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
"*Iya bisa jadi Mah*",, jawab singkat Vicktor kepada Mamahnya.
"*Tapi sekarang Celyn dan calon cucu Mamah tidak kenapa-kenapa kan Vick??*",, tanya Mamah Vina lagi kepada Vicktor.
"*Tidak apa-apa Mah, tadi cuma kram seperti biasa, dan biasanya jika sudah Vicktor usap-usap langsung hilang dengan sendirinya, mungkin itu bentuk dari si baby yang ingin dekat dengan Daddynya Mah, soalnya jika bukan Vicktor yang mengusap perutnya, Celyn masih merasakan kencang sekali diperutnya katanya Mah*",, kata Vicktor kepada Mamahnya sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"*Iya kamu benar Vicktor, itu adalah bentuk ikatan batin dari anak kepada Ayahnya*",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor.
"*Asal kamu tahu, dulu ketika Mamah hamil kamu saja, ketika perutnya Mamah sudah memasuki trimester ketiga seperti Celyn, Mamah tidak bisa tidur jika Papah kamu tidak mengusap-usap dulu perutnya Mamah*",, sambung lagi perkataan Mamahnya kepada Vicktor.
"*Bahkan jika siang hari ketika Mamah tidak bisa tidur siang, Mamah menyuruh Papah untuk segera pulang dan mengusap perutnya Mamah sampai Mamah bisa tertidur, menyebalkan bukan, tapi itulah yang kita rasakan sebagai Ibu yang sedang hamil*",, lanjut lagi perkataannya Mamah Vina sambil tertawa karena teringat ketika dia sedang hamil Vicktor.
"*Masa sih Mah, Vicktor dulu begitu ketika masih berada diperutnya Mamah*",, kata Vicktor kepada Mamahnya dengan sedikit tidak percaya sambil tertawa juga sama seperti Mamahnya.
"*Iya silahkan jika kamu tidak percaya, kamu bisa tanyakan saja kepada Papah kamu itu*",, jawab Mamah Vina kepada Vicktor sambil memakan camilan yang ada diatas meja depannya.
Namun Vicktor dia malah menjawab perkataan Mamahnya dengan tertawa seperti tidak merasa bersalah saja.
..........>>>>><<<<<..........
Berpindah keDiego.
Ketika Diego yang sudah keluar dari dalam rumahnya Papah Hendric tadi, dia langsung saja mengendarai mobilnya dengan sangat kencang sekali menuju kesebuah taman yang tempatnya cukup jauh dari kota, tepatnya berada diatas bukit.
Ketika sudah sampai Diego langsung saja meluapkan rasa marahnya dengan sambil berteriak cukup keras sekali.
Disatu sisi, walau rasa cintanya kepada Linda sudah hilang, tapi setidaknya Linda janganlah membohonginya seperti itu, karena Diego merasa seperti dibodohi oleh Linda selama berbulan-bulan lamanya.
Sedang disatu sisi lagi, Diego juga merasakan sedih yang lebih amat sedih, karena dia harus melepaskan cintanya yaitu Ocil untuk pergi keBrazil nanti dan tidak bisa mencegahnya.
Ingin rasanya Diego datang menemui Ocil pagi itu untuk meredakan rasa sedih yang dia rasakan saat itu.
Namun Diego tidak sanggup menemui Ocil, jika nanti penolakan yang dia terima, karena itu sama saja akan membuat hatinya semakin sakit saja.
Diego juga tahu jika nomor ponselnya sudah diblockir oleh Ocil, dan itu membuat Diego semakin sedih saja.
Rasa sakit dihianati Linda sama rasa sakit dihindari oleh Ocil, lebih besar rasa sakit dijauhi Ocil yang Diego rasakan.
Untuk menghibur dirinya sendiri, Diego hanya bisa memandangi foto-fotonya Ocil yang dia ambil secara diam-diam melalu instagramnya.
__ADS_1
Dan untungnya diinstagramnya Ocil, Diego belum diblock akunnya dari pertemanannya Ocil.
"*Aku akan menunggumu Ocil, karena hati ini benar-benar sudah jatuh sedalam-dalamnya kepadamu*",, kata Diego untuk Ocil sambil melihat foto-fotonya Ocil.
"*Kecuali aku sudah melihat kamu sendiri bersanding dipelaminan, aku baru akan berusaha melupakanmu, walau itu sulit sekali rasanya*",, kata Diego lagi kepada foto-fotonya Ocil.
Ocil sendiri memang sengaja tidak memblock akunnya Diego dari pertemanan diinstagramnya karena supaya Ocil juga masih bisa melihat semua aktifitasnya Diego secara diam-diam dan sekaligus mengobati rasa rindunya juga kepada Diego.
Diego dan Ocil adalah dua orang yang saling mencintai, namun harus terpisah secara waktu terlebih dahulu, karena keadaanlah yang memaksa mereka untuk tidak bersatu terlebih dahulu.
Sedangkan Linda tadi setelah kepergian dari Diego dan kedua orang tuanya, dia langsung saja mendapatkan amukan yang besar dari Papah Hendric.
Bahkan Papah Hendric yang tidak pernah memukul anaknya, dia yang terbawa emosi menjadi sedikit brutal dengan memukuli wajahnya Linda dan menamparnya juga hingga membuat wajahnya Linda menjadi membiru dan sudut bibirnya pun juga menjadi berdarah.
Mamah Erica dia sangat kualahan sekali untuk menghentikan kemarahan dari suaminya itu terhadap anaknya.
Dan Belinda dia sampai sempat mengancam Papahnya untuk melaporkan sikap Papahnya yang sudah menganiaya dirinya.
Papah Hendric pun dia tidak merasa takut akan ancamannya Linda tadi sebab dia merasa benar.
"*Laporkan saja sana, Papah tidak takut!!*",, kata Papah Hendric kepada Linda dengan nada marahnya.
"*Jika bukan karena Papah, kamu tidak ada didunia ini Linda, dan jika bukan karena Papah yang mengijinkanmu menjadi model, kamu juga tidak akan bisa seterkenal ini, namun apa yang sudah kamu berikan kepada Papah!!!, rasa malu yang seumur hidup Papah akan Papah tanggung!!*",, kata Papah Hendric lagi kepada Linda dengan nada kecewanya.
"*Sungguh kamu adalah perempuan bodoh yang sudah menyia-nyiakan laki-laki sebaik Diego demi memilih laki-laki yang Papah tidak tahu bagaimana karakternya*",, kata Papah Hendric lagi kepada Linda dan dia langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Linda, diikuti oleh Mamah Erica.
Sebab Mamah Erica dia juga merasa sangat kecewa sekali dengan Linda.
Dan Linda menyesal pun tiada gunanya, karena pintu hatinya Diego sudah tertutup untuknya.
Saat ini Linda hanya bisa menangisi perbuatannya dengan wajah yang lebam dan membiru karena kemarahan dari Papahnya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...