Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 63


__ADS_3

Ketika Vicktor dan juga Celyn sudah berada didalam ruang kantornya Vicktor, Celyn dibuat terkagum akan interior yang ada didalam ruang kantornya Vicktor.


"*Waooo indah sekali ruang kantornya, dan juga besar*",, kata Celyn yang terkagum dengan ruang kantornya Vicktor.


Vicktor hanya tersenyum mendengar perkataannya Celyn.


"*Oh ya Vicktor, jika kamu sudah mempunyai tiga orang sekretaris, terus gunanya aku disini untuk apa??*",, kata Celyn kepada Vicktor.


Dan mereka jika memanggil sesuka hati mereka sendiri-sendiri, terkadang Mommy Daddy, terkadang seperti sekarang aku kamu, dan juga sayang-sayangan, entahlah terserah mereka saja.


"*Gunanya kamu adalah membuat aku semangat dalam bekerja sayang*',, jawab Vicktor kepada Celyn sambil menjawil hidungnya Celyn dan langsung melangkahkan kakinya untuk duduk dikursi kerjanya.


"*Tapi aku bosan jika harus berdiam diri seperti ini, bisa stress aku, padahal wanita hamil kan tidak boleh stress*",, jawab Celyn kepada Vicktor ketika sudah berdiri didepan meja kerjanya Vicktor.


"*Tapi wanita hamil juga tidak boleh kecapekkan juga sayang, masa aku harus membuat kamu kecapekan sih, tapi kalau kecapekan diatas ranjang aku sangat mau*",, jawab Vicktor sambil melihat kearah wajahnya Celyn dan sambil tertawa juga.


Celyn langsung sebal mendengar jawabannya Vicktor dan dia langsung duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya Vicktor.


"*Tahu begitu tadi aku dirumah saja*",, kata Celyn sambil duduk dikursi yang ada didepan mejanya Vicktor dengan sambil melipat kedua tangannya didada serta sambil juga memajukkan bibirnya.


Vicktor yang melihatnya dia tersenyum lucu karena ekspresi wajahnya Celyn memang terlihat lucu dimatanya.


"*Baiklah kalau kamu mau pekerjaan, ini coba periksa berkas ini, apakah ada yang salah, namun dengan satu syarat jika kamu capek jangan dipaksakan ya*",, kata Vicktor sambil memberikan setumpuk berkas yang ada dihadapannya itu kepada Celyn.


Celyn langsung ceria ketika mendengar perkataannya Vicktor, dan untuk urusan seperti itu, Celyn sudah ahli karena memang itu keahliannya.


"*Ok siapa takut, tapi aku maunya duduk disitu, kamu yang duduk disini*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil menunjuk kursi yang diduduki Vicktor dengan tertawa tanpa dosa.


Vicktor langsung saja mengabulkan keinginannya Celyn dan dia langsung saja bertukar posisi duduk dengan Celyn, membuat Celyn sangat kegirangan sekali.

__ADS_1


Ketika Vicktor sudah duduk dikursi yang tadi diduduki oleh Celyn, Celyn langsung saja menghadapkan laptop yang ada dihadapannya kehadapannya Vicktor.


Vicktor dan juga Celyn langsung saja mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing dengan serius dan juga tenang, namun ketenangan mereka tidak bisa berlangsung lama karena Vicktor sebentar lagi akan mendengar berita yang mengejutkan dari Ian dan sekretaris yang lainnya.


"*Celyn kalau kamu capek jangan dipaksakan ya*",, kata Vicktor kepada Celyn tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop didepannya.


"*Hmmm*",, jawab Celyn dengan berdeham saja, karena dia sedang serius membaca setiap kata yang ada diberkas yang didepannya.


"*Sayang, ini beberapa berkas yang sudah aku teliti, disini sudah aku garis bawahi yang harus dirubah, dan yang ini semua tidak terlalu fatal kesalahannya, hanya cuma keliru sedikit dalam memasukkan datanya*",, kata Celyn sambil menyerahkan beberapa berkas yang sudah diperiksanya itu kepada Vicktor.


Vicktor langsung melihat kearah berkas yang diberikan oleh Celyn, dan sambil terus memperhatikan apa yang dikatakan oleh Celyn.


"*Namun berkas keuangan yang ini kenapa menurut aku sedikit aneh ya, karena disini ditiga bulan terakhir pengeluaran untuk proyek yang ada di jalan xxx selalu sama namun pengeluaran dibulan ini sedikit banyak dan dalam data-data pengeluarannya pun sepertinya tidak valid, coba kamu cek dulu, siapa tahu aku yang salah*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil menyerahkan satu berkas yang daritadi membuatnya bingung.


Vicktor lalu mengambil berkas yang diberikan oleh Celyn dan langsung mengeceknya sendiri, dan benar seperti apa yang dikatakan oleh Celyn, jika ada yang aneh dalam data-data pengeluaran dibulan itu.


"*Iya kamu benar sayang, nanti akan aku tanyakan kepada Ian*",, jawab Vicktor kepada Celyn tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang dipegangnya.


"*Iya aku tahu, ini adalah Proyek pembangunan gedung olahraga yang ada dijalan Bourbon itu sayang*',, jawab Vicktor kepada Celyn sambil melihat kearah wajahnya Celyn.


Dan ketika Celyn sedang asik mengobrol dan Celyn ingin mejawab perkataannya Vicktor, tiba-tiba mereka berdua mendengar pintu ruang kerjanya Vicktor diketuk dari luar.


"*Ada yang mengetuk pintu Vicktor*",, kata Celyn kepada Vicktor.


"*Kamu pencet saja tombol yang warna hijau yang ada diremot sebelah tangan kamu itu sayang*'',, kata Vicktor kepada Celyn sambil menunjuk remot yang ada diatas mejanya, dan Celyn langsung saja memencet tombol yang ada diremot yang ditunjuk oleh Vicktor.


Celyn langsung saja terpana ketika dia sudah memencet remot itu dan pintunya langsung terbuka dengan sendirinya.


"*Waahh*",, kata Celyn dengan tersenyum senang ketika sudah melihat sendiri kecanggihan dari ruang kantornya Vicktor.

__ADS_1


Dan ternyata yang mengetuk pintu ruang kantornya Vicktor adalah Ian dan juga Rubi, Ian dan juga Rubi langsung saja masuk ketika pintunya sudah dibukakan oleh Celyn tadi.


Ian dan juga Rubi mereka berdua ketika masuk sedikit terkejut karena Celyn berani duduk dikursi singgasananya Vicktor padahal selama ini belum ada wanita yang diijinkan Vicktor untuk duduk dikursinya itu.


Mamah Vina dan juga Della ketika main kekantornya Vicktor pun hanya duduk dishofa yang ada didalam ruangannya Vicktor.


Dan ruang kantornya Vicktor pun juga tidak mudah untuk dimasukkin oleh sembarangan orang karena menggunakan kata sandi jika dari luar serta menggunakan remot otomatis jika harus membukanya dari dalam.


"*Ada apa Ian, Rubi*",, kata Vicktor kepada Ian dan juga Rubi ketika Vicktor melihat Ian dan juga Rubi yang masuk keruang kerjanya.


Ian dan juga Rubi dia langsung saja saling pandang ketika ditanya oleh Vicktor, karena mereka bingung mau bagaimana harus memulainya terlebih dahulu.


"*Emm begini Tuan, sebaiknya anda melihat dan membacanya sendiri*",, kata Rubi akhirnya kepada Vicktor sambil menyerahkan ponselnya kepada Vicktor.


Walau Vicktor bingung dia tetap saja menerima ponselnya Rubi, dan Celyn pun yang melihatnya dia juga sangat penasaran akan apa yang dilihatkan oleh Rubi kepada Vicktor.


Vicktor yang membaca isi percakapan group kantornya pun langsung saja terkejut sekali, ketika didalam isi percakapan group itu kebanyakan membully Celyn yang sedikit gendut itu karena sedang hamil kembar tiga.


Wajah Vicktor langsung saja menunjukkan jika diatas kepalanya seperti tumbuh tanduk iblis yang menyeramkan.


"*Ada apa sih, ada apa Ian, Rubi??*",, tanya Celyn yang sangat penasaran sekali.


Ketika ditanya oleh Celyn, Ian ingin langsung saja memberikan ponselnya juga kepada Celyn, namun langsung dicegah oleh Vicktor, karena Vicktor tidak mau melihat Celyn bersedih akan perkataan dari para karyawannya.


"*Kenapa dicegah Vicktor, bawa sini ponsel kamu Ian*",, kata tegas Celyn kepada Ian, dan Ian langsung saja memberikan ponselnya kepada Celyn.


Sedang Vicktor dia sudah terlambat untuk merebut ponselnya Ian, jadinya dia hanya pasrah saja sambil terus memperhatikan Celyn yang lagi membaca pesan diponselnya Ian.


Celyn langsung saja membaca screenshoot pesan group kantor yang dikirimkan orang kepercayaan Ian keponselnya Ian, dan Celyn dia langsung saja diam dengan wajah yang sangat sulit ditebak oleh Ian, Vicktor dan juga Rubi ketika sudah membaca itu semua.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


***TBC***


__ADS_2