Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 115


__ADS_3

Seperti yang dikatakan oleh Rexley, ketika pulang dari mansionnya Vicktor, dia langsung saja menuju keapartemennya untuk mandi serta berganti pakaian dan langsung berangkat kekantor Ayahnya, karena dia juga menjabat seorang CEO disana, tapi sesuka hatinya Rexley ketika dia berangkat kekantor.


Walau Rexley sesuka hatinya berangkat kekantornya, namun kantor tetap aman terkendali dengan pantauannya, karena dia juga mengurusi Perusahaan parfumnya yang ada diNegara Pranciss sana.


Rexley yang sudah menyuruh seseorang atau lebih tepatnya beberapa orang untuk mengawasi aktifitasnya Neni pun sekarang dia juga menjadi tahu lagi sedang apa sang pujaan hatinya itu.


Dan Neni saat ini seperti biasanya dia membantu sang Ayah ditoko rotinya.


Kecintaan sang Ayah yang suka makan dan membuat roti menurun keNeni, sedangkan adiknya Neni lebih suka kebisnis online shop saja yang saat ini sudah banyak pengikutnya diinstragam dan dichanel youtubenya.


Rexley yang saat ini sedang berada didalam kantornya dan lagi sedang mengerjakan berkas-berkasnya yang sangat penting dan segera dibutuhkan oleh para stafnya pun dia mengerjakannya sambil menggerutu.


"*Kapan berkas si4l4n ini akan selesai, aku kan mau segera menemui calon istriku, Hah membosankan sekali*",, gerutu Rexley ketika dia jenuh membaca semua berkas-berkas penting itu.


Sedang kita berpindah tempat yaitu keapartemennya Diego, Diego yang saat ini masih berada didalam apartemen dan tidak berangkat bekerja dia masih kefikiran dengan semua perkataannya Vicktor kepadanya.


Padahal hari itu Diego ada shif pagi dirumah sakit, tapi karena berhubung fikiran sama perasaannya Diego sedang kacau, dia meminta ijin untuk satu hari itu saja dan meminta tolong dengan temannya yang sesama Dokter anak untuk menggantikannya sehari.


"*Aku tidak bisa jika begini terus, aku harus segera mencari tahu apa sebenarnya maksud dari perkataannya Vicktor kepadaku*",, kata Diego ketika dia sedang duduk dipinggir ranjang dan baru selesai mandi.


Karena tadi ketika Diego sampai diapartemennya dia langsung saja tidur lagi dan baru bangun sekitar jam sebelas siang.


Diego setelah berkata seperti itu, dia lalu mencari tahu tentang kegiatannya Linda tunangannya itu kepada semua teman-temannya Linda yang satu manajemen dengannya.


Namun ketika Diego sedang asik mengetik didalam ponselnya untuk dikirimkan ketemannya Linda, ada notifikasi masuk keponselnya dan dia melihat ada nama Ocil disalah satu notifikasinya tersebut.


Diego langsung saja menghapus ketikannya itu dan langsung membuka pesan dari Ocil.


"*Siang Go, sedang apa, apakah kita bisa bertemu sekarang, jika kamu sedang bekerja, tidak apa lain waktu saja*",, begitulah sekiranya pesan yang dikirimkan oleh Ocil kepada Diego.


Diego yang membaca pesan tersebut dia menjadi sangat penasaran sekali, tumben Ocil mengajaknya untuk ketemuan dan sepertinya penting sekali, begitulah sekiranya yang difikirkan oleh Diego.


"Apakah ada yang penting ya, aah ok in sajalah, lagi pula kita sudah cukup lama tidak bertemu*",, kata Diego sebelum dia membalas pesan yang dikirimkan oleh Ocil kepadanya.


"*Ok Cil, dimana kita bisa bertemu, aku hari ini tidak bekerja*",, balas Diego kepada Ocil.

__ADS_1


"*Ditaman kota yang ada dijalan xxx*",, balas Ocil kepada Diego sambil menyebutkan nama jalannya.


"*Jam berapa Cil??*",, tanya Diego lagi kepada Ocil.


"*Jam tiga sore nanti*",, balas Ocil kepada Diego.


"*Ok, see you dijam tiga nanti*",, balas Diego kepada Ocil lagi, dan langsung dibalas Ok oleh Ocil.


Berpindah lagi keRexley, Rexley yang sudah sangat capek dan matanya juga sudah sangat pusing sekali melihat jejeran huruf didalam kertas dan didalam komputer, sekitar jam dua siang dia lalu memutuskan untuk pergi saja keluar dari kantor, dan tujuannya adalah toko roti Ayahnya Neni.


Ketika sudah sampai ditoko roti milik Ayahnya Neni, Rexley langsung saja bertanya kepada kasir atau karyawan toko rotinya dimanakah ruangan kantornya Tuan Delano, yaitu Ayahnya Neni.


Karyawan tersebut langsung saja mengantarkan Rexley menemui Ayah Delano yang saat itu sedang berada diruangannya bersama sang putri tercinta yaitu siapa lagi kalau bukan Neni.


Sungguh Rexley sangat modal nekat sekali, tanpa memikirkan akibatnya nanti.


Yang terpenting fikir Rexley dia pokoknya harus segera mendapatkan Neni.


Karyawan itu ketika sudah sampai didepan ruangannya Ayah Delano, dia langsung saja mengetuk pintunya.


Rexley yang melihat Neni ada didalam ruangan itu bersama Ayahnya, dia langsung saja tersenyum devil kepada Neni.


Sedangkan Neni yang melihat Rexley ada ditoko roti Ayahnya, jantunya seakan mau copot saja.


"*Ada apa Marcus??*",, tanya Ayah Delano kepada karyawannya yang bernama Marcus.


"*Tuan, ini ada yang ingin bertemu dengan Tuan katanya*",, kata Marcus kepada Ayah Delano.


Sedang Rexley dia malah asik bermain mata sambil tersenyum kepada Neni.


"*Aduh siTirex ini mau apa menemui Ayahku*",, kata batin Neni dengan sedikit ketakutan.


"*Baiklah kamu boleh kembali bekerja*",, kata Ayah Delano kepada Marcus.


Marcus dia langsung saja berpamitan dan berlalu keluar dari dalam ruangannya Ayah Delano.

__ADS_1


"*Emm Ayah, Neni permisi mau kedapur dulu ya*",, kata Neni dengan tiba-tiba kepada Ayahnya.


"*Apakah kamu tidak mau menemaniku disini bersama Ayah kamu*",, kata Rexley dengan beraninya menegur Neni dihadapan Ayahnya Neni.


Ayah Delano dia mulai curiga dengan Rexley yang sepertinya sudah mengenal dekat dengan putrinya, dan tingkah dari Neni juga sangat mencurigakan, seperti menghindari laki-laki yang sedang berdiri didepannya itu, begitulah batin dari Ayah Delano terhadap Neni dan juga Rexley.


"*Apa kamu sudah mengenal Tuan ini Neni??*",, tanya Ayah Delano kepada Neni.


"*Be.....*",, perkataannya Neni langsung terpotong dengan perkataannya Rexley.


"*Jika kamu menjawab belum, akan aku bocorkan kepada Ayah kamu sekarang juga sayang*",, kata Rexley dengan sangat berani sekali memanggil Neni dengan panggilan sayang dihadapannya Ayah Delano.


Ayah Delano semakin penasaran saja dengan sosok laki-laki muda nan tampan sebelas dua belas dengan Vicktor berani memanggil putrinya dengan panggilan sayang.


"*Sudah Ayah*",, jawab Neni akhirnya kepada Ayahnya sambil memberikan lirikan maut kepada Rexley.


"*Silahkan duduk dulu Tuan.....*",, kata Ayah Delano yang tidak tahu akan namanya Rexley, sebab Rexley belum memperkenalkan dirinya kepada Ayahnya Neni.


"*Rexley Tuan Delano, panggil saja Rexley*",, kata Rexley yang mengerti akan maksud perkataannya Ayah Delano.


"*Oh ya silahkan duduk Nak Rexley*",, kata Ayah Delano kepada Rexley dengan ramah.


"*Dan kamu Neni jangan pergi dari sini, tetap duduk ditempat kamu*",, kata Ayah Delano juga kepada Neni.


Membuat Neni langsung saja cemberut kepada Ayahnya.


"*Jika boleh saya tahu, ada keperluan apa Nak Rexley ini datang menemui saya disini*",, kata Ayah Delano kepada Rexley dengan ramah.


"*Akan saya jawab jujur Tuan Delano, saya disini karena saya jenuh dengan berkas-berkas yang saya kerjakan tadi dikantor, dan rencananya juga nanti sore saya akan datang berkunjung kerumah anda untuk melamar Neni menjadi istri saya*",, kata Rexley dengan tenang, santai dan sok cool seperti biasanya.


"*Karena sejujurnyalah anak anda ini sangat sulit saya dapatkan, dan saya putus asa bagaimana mengajaknya untuk menikah, jadi saya putuskan menemui anda langsung Tuan Delano*",, sambung lagi perkataannya Rexley kepada Ayah Delano sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Neni.


Neni dan Ayah Delano mereka pastinya sangat terkejut sekali mendengar perkataannya Rexley yang secara gamplang mengucapkannya tanpa ada rasa gerogi dan malu sama sekali.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2