Mr VICKTOR And CRAZY WIFE

Mr VICKTOR And CRAZY WIFE
EPISODE 165


__ADS_3

Berpindah keapartemennya Chris.


Chris tadi sengaja tidak mengejar Dela untuk mengantarkannya pulang.


Sebab jika Chris mengejar Dela, Chris bisa ketahuan jika daritadi dia hanya berpura-pura tidur saja.


Jadinya Chris membiarkan saja Dela pulang tanpa dia antar balik kemansion Papah Adam.


Setelah merenungi perasaan berbeda yang dia rasakan kepada Dela, Chris lalu beranjak berdiri dari shofa yang didudukinya itu.


Namun ketika Chris baru saja berdiri, dia melihat ada benda berkilau dilantai yang diinjaknya.


Chris lalu mencoba mengambil benda apa itu, dan ketika sudah diambil oleh Chris, ternyata benda itu adalah sebuah gelang kaki yang Chris yakinin itu miliknya Dela.


Sebab Chris sangat tahu, jika Celyn dia tidak mempunyai gelang kaki seperti yang sedang dipegangnya itu.


"*Cantik sekali ini gelang kakinya*",, kata Chris sambil melihat gelang kaki yang dipegangnya.


Wajar saja cantik, karena Dela sengaja memesannya khusus kepada pengrajin emas yang ada diluar negeri ketika dia sedang pergi kenegara tersebut.


Walau warnanya putih, namun gelang itu benar-benar emas putih murni, dan harganya juga sangat mahal sekali jika dirupiahkan.


Chris tanpa sadar dia tersenyum sendiri ketika dia melihat gelang kakinya Dela.


Dan ketika Chris sudah puas melihat gelang kakinya Dela, dia lalu membawa gelang kaki itu kedalam kamarnya untuk dia simpan.


Karena Chris sangat tahu, jika Dela pasti nanti akan mencari gelangnya yang hilang itu, dan Chris akan memberikannya kepada Dela nanti ketika bertemu dengan Dela lagi.


Chris yang baru saja sampai didalam kamarnya, dia mendengar ponsel yang ada disaku celananya, berdering dengan cukup keras sekali.


Sambil menyimpan gelang kakinya Dela kelaci yang ada didalam lemari, Chris juga langsung saja mengangkat sambungan telefon yang ternyata dari Ayah Jo.


"*Halo Ayah??*",, kata Chris kepada Ayah Jo sambil duduk dipinggiran ranjang, ketika dia sudah menyimpan gelang kakinya Dela tadi.


"*Kamu dimana Chris??*",, tanya Ayah Jo kepada Chris.


"*Chris sedang diapartemen Ayah, ada apa??*",, kata Chris kepada Ayah Jo.

__ADS_1


Sedangkan Papah Adam yang sedang menyetir, dia terus menyetir sambil mendengarkan percakapannya antara Ayah Jo dan juga Chris.


"*Ayah sama Tuan Adam saat ini sedang menuju kemarkasnya Tuan Adam, karena orang yang mencelakai Vicktor sudah ketahuan dan ditangkap oleh para anak buah Chris*",, kata Ayah Jo kepada Chris.


"*Benarkah??*",, kata Chris kepada Ayah Jo.


"*Dimanakah alamat markasnya Ayah, Chris akan segera menyusul kesana nanti*",, kata Chris lagi kepada Ayahnya.


"*Nanti akan Ayah shareloc Chris ketika kami sudah sampai kelokasinya*",, jawab Ayah Jo kepada Chris.


"*Baik Ayah, kalau begitu Chris mau bersiap-siap dulu*",, kata Chris lagi kepada Ayah Jo.


"*Baiklah*",, jawab Ayah Jo kepada Chris.


Dan Ayah Jo langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu kepada Chris.


Chris langsung saja bersiap-siap untuk segera menyusul Ayahnya dan juga Papah Adam menuju kemarkas.


Karena Chris juga penasaran, seperti apa wajah dari orang yang sudah mencelakai Vicktor, yang menyebabkan Vicktor sampai seperti itu keadaannya.


Sedangkan berpindah kerumah sakit lagi. Vicktor setelah kepergian dari Papah Adam dan Ayah Jo, dia tiba-tiba langsung saja menjadi pendiam.


"*Sayang, apa kamu tidak apa-apa??, kenapa kamu menjadi pendiam seperti ini, ketika sudah mengetahui siapa yang mencoba mencelakaimu??*",, tanya Celyn kepada Vicktor sambil mengusap tangannya Vicktor yang tidak sakit.


"*Aku ingin sekali datang kesana sayang, dan membalas semua tindakannya Hans itu kepadaku*",, jawab Vicktor kepada Celyn dengan pandangan yang berkabut amarah.


"*Datanglah jika kamu ingin membalas perbuatannya sayang, aku mengijinkannya*",, kata Celyn kepada Vicktor sambil tersenyum manis.


Vicktor yang tadi termenung sejenak, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Celyn ketika mendengar perkataannya Celyn tadi.


"*Apa kamu serius sayang??*",, tanya Vicktor kepada Celyn.


"*Aku serius sekali Vicktor, kamu pasti bisa menjaga diri disana, lagi pula kamu disana tidak sendirian, ada Papah Adam, Ayah Jo dan para anak buah kamu kan??*",, jawab Celyn kepada Vicktor.


Dan Vicktor dia reflek mengangguk kepada Celyn.


"*Makanya aku ijinkan kamu untuk datang kesana sayang*",, lanjut lagi perkataannya Celyn kepada Vicktor sambil melihat kearah wajahnya Vicktor, dan sambil juga mengusap wajahnya Vicktor dengan lembut.

__ADS_1


"*Apa itu tidak berbahaya Celyn??*",, tanya Mamah Gilda yang sedikit keberatan dengan perkataannya Celyn kepada Vicktor.


"*Tidak Mah, Celyn yakin Vicktor bisa menjaga dirinya dengan baik, karena disini tidak cuma Celyn saja yang menunggu kedatangannya, melainkan juga ada para babynya yang juga ikut menunggunya*",, jawab Celyn kepada Mamah Gilda sambil tersenyum manis kepada Vicktor.


Vicktor pun juga langsung saja membalas senyumannya Celyn tersebut.


"*Benar Jeng, dan saya yakin Vicktor juga bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik nanti disana*",, kata Mamah Vina mencoba menenangkan Mamah Gilda.


Mamah Gilda hanya bisa mengangguk pasrah kepada Mamah Vina.


Dan setelah mendapat persetujuan dari semua orang, Vicktor lalu menghubungi anak buahnya untuk mengantarkannya sebuah pakaian kerumah sakit sekarang juga.


Untung saja infus yang ada ditangan kirinya Vicktor sudah dilepas sejak pagi tadi.


Jadinya sekarang Vicktor sudah bebas untuk bergerak dan menuntaskan dendamnya itu kepada Hans Soenser.


Setelah menunggu sekitar empat puluh lima menitan, anak buah yang ditelefon oleh Vicktor tadi akhirnya datang juga sambil membawakan bag berisi pakaian yang diinginkan oleh Vicktor, lengkap dengan sepatunya juga.


Vicktor lalu mengganti pakaiannya didalam kamar mandi, namun itu hanya celananya saja.


Sedangkan bajunya dia memakainya diluar kamar mandi, untuk meminta tolong kepada Mamah Vina, sebab Vicktor dia sedikit kesusahan dalam memakai bajunya dengan tangan kanan yang seperti itu.


Celyn ingin sekali membantu Vicktor, tapi apalah daya, dia juga belum bisa bergerak dengan cukup leluasa sekali, sebab perutnya masih sakit pasca operasi kemarin.


Alhasil Celyn hanya bisa diam saja melihat Vicktor memakai baju dibantu oleh Mamah mertuanya itu.


Jaket kulit berwarna hitam yang diminta oleh Vicktor juga, sengaja tidak Vicktor pakai, karena akan dia sampirkan saja diatas pundaknya untuk menutupi tangannya yang sedang diperban seperti itu.


Dan sepatu juga Mamah Vina juga yang memakaikan untuk Vicktor.


Mamah Vina tidak keberatan sama sekali, membantu mengurus Vicktor seperti itu, sebab Mamah Vina memahami dan mengerti akan keadaan dari anak dan menantunya yang sedang banyak membutuhkan bantuan dari orang lain.


Dan Mamah Vina berdoa semoga Celyn dan Vicktor, segera sehat serta bisa kembali beraktifitas seperti semula lagi.


Vicktor yang sudah siap semua, dia langsung saja keluar dari dalam ruang perawatannya.


Dan diluar ruang perawatannya, Vicktor juga sudah ditunggu oleh anak buahnya untuk mengantarkannya kemarkasnya Papah Adam.

__ADS_1


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


...***TBC***...


__ADS_2