
Siang harinya ketika Diego sudah pulang dari rumah sakit sekitar jam dua siang, Diego yang sudah selesai bertugasnya dia langsung saja pulang keapartemennya.
Namun ketika Diego baru saja keluar dari dalam lift apartemennya, dia langsung melihat seseorang yang sudah tidak ingin dilihatnya lagi.
Dan orang itu adalah Belinda, mantan tunangannya Diego dulu.
Diego yang awalnya dia sangat bersemangat dan tersenyum terus karena sebentar lagi akan bertemu dan pergi dengan Ocil, mendadak Diego langsung saja diam serta menunjukkan wajah yang kurang bersahabat.
Belinda sendiri yang melihat Diego baru saja keluar dari dalam lift, dia langsung saja tersenyum tipis kepada Diego sambil berjalan mendekati Diego.
"* Stop, jangan mendekatiku *",, kata Diego kepada Belinda yang sedang ingin berjalan kearahnya.
Dan Belinda dia langsung saja menghentikan langkah kakinya ketika dilarang oleh Diego.
"* Ada apa kamu menemuiku lagi Linda?? *",, tanya Diego kepada Belinda dengan nada dinginnya.
"* Aku ...... *",, perkataannya Belinda terpotong ketika Diego tiba-tiba menyela perkataannya Belinda.
Belinda dia hanya bisa diam saja, sambil terus memperhatikan Diego yang sedang berjalan melewatinya saja menuju kedalam apartemennya Ocil.
Belinda dibuat bingung oleh Diego, sebab Diego dia malah melewati apartemennya dan malah membuka pintu apartemen yang ada disebelahnya.
Ketika Diego sudah membuka pintu apartemennya Ocil, dia langsung saja mengajak Ocil untuk keluar dari dalam apartemen untuk menemaninya bertemu dengan Belinda.
Dan Belinda yang masih berdiri tidak jauh dari apartemennya Ocil, Belinda dibuat sangat terkejut sekali ketika Diego keluar dari dalam apartemen itu dengan mengajak seorang wanita bersamanya.
Sedangkan Ocil sendiri, dia juga sama terkejutnya ketika melihat Belinda berdiri didepan apartemennya Diego.
"* Diego dia .... ?? *",, kata Belinda kepada Diego sambil menunjuk Ocil.
"* Perkenalkan, dia Ocil, dan dia adalah calon istriku sekarang, serta kami akan menikah dalam waktu dekat ini *",, kata Diego kepada Belinda sambil memperkenalkan Ocil dengan nada yang masih dingin.
Yang bisa dilakukan Ocil adalah hanya diam saja ketika dia sedang berdiri diantara Diego dan juga Belinda.
__ADS_1
Belinda yang mendengar perkataannya Diego dia langsung saja merubah mimik mukanya tidak seperti tadi sebelum ada Ocil disampingnya Diego.
"* Oh selamat kalau begitu ya Go, kamu juga berhak bahagia, aku kesini cuma mau bilang kepadamu, aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan kepadamu dulu, dan saat ini aku menerima akibat dari kesalahanku kepadamu dulu Go *",, kata Belinda kepada Diego dan masih didengar oleh Ocil.
"* Aku saat ini hamil anaknya Alfie Go, tapi Alfie laki-laki beren953k itu dia malah kabur dan tidak mau bertanggung jawab kepadaku *",, lanjut lagi perkataannya Belinda kepada Diego.
"* Sungguh, benar apa apa kata Papah, jika aku ini adalah wanita bodoh yang membuang laki-laki baik seperti kamu, hanya untuk laki-laki beren953k seperti Alfie *",, sambung lagi perkataannya Belinda kepada Diego.
Sedangkan Diego dan juga Ocil mereka berdua masih saja diam, dengan tangan selalu bergandengan erat satu sama lainnya.
"* Sekali lagi maaf, ini aku terakhir kalinya bertemu dengan kamu Go, karena aku akan pindah keluar negeri untuk membesarkan anakku ini, semoga kalian berbahagia *",, kata Belinda lagi kepada Diego dan juga Ocil dengan sangat tulus sekali.
"* Dan kamu Nona, jaga Diego dengan baik-baik, karena mendapatkan laki-laki baik seperti dia sangat susah sekali, kamu sangat beruntung bisa mendapatkan hatinya Diego, jangan kecewakan dia dan jangan membuatnya terluka seperti aku dulu *",, kata Belinda kali ini hanya untuk Ocil.
"* Selamat tinggal *",, kata Belinda untuk terakhir kalinya dan setelah itu Belinda dia benar-benar langsung saja pergi dari hadapannya Diego dan juga Ocil.
Semua apa yang dikatakan oleh Belinda tadi, adalah tulus apa adanya, dan tidak dibuat-buat.
Belinda sudah terkena karmanya, dan dia juga sudah sangat menyesal sekali sudah pernah menyakiti Diego dulu ketika mereka masih berstatus tunangan.
Ketika sudah sampai didalam apartemennya Ocil, Diego dia hanya diam saja tanpa berkata satu kata apapun kepada Ocil ketika sudah duduk dishofa yang ada diruang tamunya Ocil.
Ocil yang bingung dengan sikapnya Diego, dia lalu beranjak pergi dari sampingnya Diego untuk masuk kedalam kamarnya.
Diego yang mengetahui Ocil berlalu pergi meninggalkannya, dia hanya diam saja tanpa mencegah Ocil sama sekali.
Diego diam saja dan bersikap seperti itu, karena Diego sedang menenangkan hatinya yang tiba-tiba sakit sekali, ketika melihat wajahnya Belinda tadi, karena Diego jadi teringat lagi dengan luka yang ditorehkan oleh Belinda dulu.
Sedangkan Ocil sendiri yang sudah masuk kedalam kamarnya pun, dia langsung saja duduk dipinggir ranjangnya dengan mata yang sedikit melamun memikirkan sikapnya Diego.
Ketika Diego yang sudah merasa tenang, dia lalu melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamarnya Ocil dan menyusul Ocil.
Ocil dan Diego langsung saling pandang ketika Diego baru saja membuka pintu kamar tadi.
__ADS_1
Diego yang sudah membuka pintu kamar, dia langsung saja melangkahkan kakinya masuk dan langsung juga berjongkok didepannya Ocil sambil menyandarkan kepalanya dipah4nya Ocil.
"* Maafkan aku, bukan maksud aku tadi mendiamkanmu, tapi tadi hatiku sedang terbakar amarah, karena melihat wajahnya Belinda sama saja melihat luka dihatiku yang dulu *",, kata Diego kepada Ocil sambil menyandarkan kepalanya dipah4nya Ocil.
Ocil dia langsung saja mengusap lembut rambut kepalanya Diego dengan penuh perasaan sekali.
Sebelum menjawab perkataannya Diego, Ocil lalu membangunkan Diego untuk duduk disampingnya.
"* Aku tidak marah kepadamu sayang, tadi aku menghindarimu karena fikir aku kamu sedang ingin sendiri dulu *",, kata Ocil kepada Diego dengan nada lembutnya khas yang biasa Ocil lakukan dengan bibir yang tersenyum manis kepada Diego.
Diego yang mendengar perkataannya Ocil, dia langsung saja tersenyum manis juga kepada Ocil.
Dan setelahnya Diego dia lalu menjatuhkan badannya keatas ranjang dengan sambil memeluk tubuhnya Ocil.
"* Terimakasih sayang, kamu tidak marah kepadaku *",, kata Diego sambil saling berhadap-hadapan dengan Ocil dengan tiduran miring diatas ranjang.
"* Aku baru saja pulang dari rumah sakit, dan rencananya aku mau visit keanaknya Vicktor dan Celyn, apakah kamu mau ikut denganku?? *",, kata Diego lagi kepada Ocil.
"* Aku mau *",, jawab Ocil kepada Diego sambil tersenyum.
"* Tapi nanti setelah dari mansionnya Vicktor, kamu mau kan mengajakku datang kemakam Kakak kamu itu Ocil?? *",, kata Diego lagi kepada Ocil.
"* Iya, aku akan mengantarkanmu kesana, sekalian aku juga sudah sangat rindu sekali dengannya *",, jawab Ocil kepada Diego masih dengan bibir yang tersenyum.
"* Baiklah, kalau begitu sana kamu segera mandi, aku juga mau bersiap-siap *",, kata Ocil lagi kepada Diego.
"* Cium dulu dong, biar aku bisa lebih semangat lagi, aku capek sekali ini baru saja pulang dari rumah sakit *",, kata Diego kepada Ocil, dan Diego sudah melupakan masalahnya Belinda tadi.
"* Kamu ini ya, sekarang jadi manja sekali kepadaku *",, kata Ocil kepada Diego dengan nada gemasnya.
Dan Diego hanya tertawa saja mendengar perkataannya Ocil, setelah itu mereka lalu berciuman dibibir dengan sangat mesra sekali dengan sambil tiduran diatas ranjang empuknya Ocil.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...