
Saat ini Neni beserta baby Mahira sudah dipindahkan keruang perawatan biasa oleh Dokter.
Dan Ayah Delano, Mamah Malika, Papah Rikkard dan juga Mamah Neva mereka semua menyambut kelahiran baby Mahira dengan suka cita sekali.
Sebab Baby Mahira adalah cucu pertama dikeluarga besarnya LeyNe, karena adik kandungnya Neni belum menikah dan Rexley sendiri juga tidak mempunyai saudara, alias anak tunggal.
"* Mami Papi ijin keluar dulu ya mau menelfon sahabat-sahabat kita *",, kata Rexley kepada Neni yang hanya bisa berbaring saja itu, karena masih ada efek bius dan operasi tadi.
"* Iya *",, jawab Neni kepada Rexley sambil tersenyum manis sekali.
Rexley yang sudah mendapatkan ijin dari Neni, dia langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Neni.
Sedangkan untuk baby Mahira sendiri, dia sedang dikerubungi oleh kedua Kakek dan juga kedua Neneknya.
Rexley yang sudah berada diluar ruang perawatannya Neni pun, orang pertama yang ingin ditelefon Rexley adalah Diego
Dan Diego yang tadi sudah ditelefon oleh Rexley, dia langsung saja menelfon Ocil untuk memberitahukan kabar bahagianya Rexley kepadanya.
Ocil yang sedang bersantai dirumahnya ditemani oleh Mamahnya, yaitu Mamah Esme.
Dia juga sama bahagianya ketika mendengar jika sahabat telminya yaitu Neni sudah melahirkan dengan selamat.
Dan itu artinya sebentar lagi adalah tiba gilirannya untuk melahirkan.
Sebab usia kandungannya Ocil saat ini juga sudah menginjak usia kesembilan bulan, tinggal menghitung minggu saja untuk dia melahirkan babynya yang pertama.
Semua usia kehamilannya Ocil, Neni, Felya dan juga Dela cuma selisih sekitar dua bulanan saja.
Oleh sebab itu, jika mereka sudah ada yang melahirkan, akan seperti berurutan seperti itu.
"* Siapa yang sudah melahirkan Nak?? *",, tanya Mamah Esme kepada Ocil ketika mendengar Ocil yang tadi sedang menerima telefonnya Diego.
"* Neni Mah, dia sudah melahirkan tadi *",, jawab Ocil kepada Mamahnya.
Mamah Esme yang juga sudah mengenal dekat dengan Neni pun, dia juga sama senangnya mendengar kabar tersebut.
"* Sebantar lagi ocil ya Mah, Mamah doakan Ocil supaya Ocil bisa melewati persalinan nanti dengan baik *",, kata Ocil kepada Mamahnya sambil tersenyum.
"* Pasti Mamah akan doakan yang terbaik untuk kamu Nak, kan sekarang cuma kamu anak Mamah satu-satunya *",, jawab Mamah Esme kepada Ocil.
"* Aduh dia menendang *",, kata Mamah Esme kepada Ocil dengan nada yang cukup terkejut, ketika Mamah Esme merasa ditendang tangannya ketika tadi mengusap lembuut perutnya Ocil.
"* Iya Mah, dia menendang *",, jawab ocil kepada Mamahnya sambil tertawa senang sekali.
"* Ngomong-ngomong ini jenis kelaminnya apa Cil, Mamah sudah sangat penasaran sekali ini *",, tanya Mamah Esme lagi kepada Ocil untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
Sebab Mamah Esme sudah berulang kali bertanya kepada Ocil, tapi tidak pernah dijawab jujur oleh Ocil maupun Diego.
"* Rahasia dong Mah, supaya Mamah sama Ayah penasaran *",, jawab Ocil kepada Mamahnya sambil tersenyum jahil.
"* Kamu selalu seperti itu jika ditanya sama Mamah *",, jawab Mamah Esme kepada Ocil dengan berpura-pura cemberut.
"* Apapun jenis kelaminnya, yang penting dia sehat, dan Mamah sama Ayah sayang sama dia *",, kata Ocil kepada Mamahnya.
"* Tentu saja Mamah sayang sama dia apapun jenis kelaminnya, mau perempuan atau laki-laki, cuma kan sekarang Mamah sudah sangat penasaran sekali *",, jawab Mamah Esme lagi kepada Ocil.
"* Sabar Mah, tinggal menghitung minggu saja ini cucu Mamah juga akan lahir *",, kata Ocil kepada Mamahnya.
"* Sudah Ocil mau kedalam kamar dulu Mah, mau bersiap-siap, karena sebentar lagi Diego mau pulang dan mengajak Ocil untuk menjenguk baby girlnya Neni *",, kata Ocil kepada Mamahnya, sambil ingin beranjak berdiri dari duduknya diatas shofa ruang keluarganya.
"* Ya sudah hati-hati saja kamu jalannya, atau Mamah temanin sampai masuk kedalam kamar?? *",, kata Mamah Esme kepada ocil.
"* Tidak perlu Mah, Ocil bisa sendiri *",, jawab Ocil kepada Mamahnya dan dia juga sudah berdiri dari duduknya.
Dan setelahnya Ocil langsung saja berlalu menuju kedalam kamarnya untuk bersiap-siap, sekaligus menunggu kedatangannya Diego dari restorannya.
Sedang kita beralih keCelyn.
Celyn yang sudah terbebas dari terkamannya Vicktor, dan sambil menunggu Vicktor selesai mandi.
Dia saat ini sedang mencoba menelfon Dela yang sedang berada dimansionnya Ayah Jo, sebab Dela dan Chris memang tinggal disana.
"* Halo Del, apakah kamu sudah tahu, jika Neni dia sudah melahirkan?? *",, tanya Celyn kepada Dela.
Sebab tadi Ocil setelah berada didalam kamarnya dia langsung menelfon Celyn.
"* Oh ya kapan??, aku ini baru tahu dari kamu malahan *",, jawab Dela kepada Celyn.
"* Hari ini dan tadi, Neni juga masih berada dirumah sakit sekarang *",, kata Celyn kepada Dela.
"* Terus kamu sama Kak Vicktor mau menjenguk Neni kapan?? *",, tanya Dela kepada Celyn.
"* Sekarang, makanya ini aku menelfon kamu ingin mengajak kerumah sakit bersama-sama *",, jawab Celyn kepada Dela.
"* Oh baiklah, kalau begitu aku mau menelfon Chris dulu, supaya dia bisa ikut juga *",, kata Dela kepada Celyn.
"* Ya baiklah *",, jawab Celyn kepada Dela.
Dan panggilan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Dela setelah itu dia langsung saja menghubungi suaminya yaitu Chris untuk pulang kerumah dan menjenguk Neni bersama-sama dengan Vicktor dan juga Celyn.
__ADS_1
Chris yang mendengar perkataannya Dela pun, dia lalu menyanggupinya, namun nanti ketika sudah selesai menjenguk Neni.
Chris berkata kepada Dela, akan kembali lagi kerestoran karena pekerjaannya masih cukup banyak.
Sedangkan Celyn, yang melihat Vicktor sudah keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan handuk saja, Celyn langsung saja tersenyum penuh arti sekali, sambil mengangkat kedua alisnya keatas.
"* Kamu kenapa Mommy??, apa mau lagi?? *",, kata Vicktor kepada Celyn yang sedang turun dari atas ranjang, dengan masih tidak menggunakan pakaiannya sama sekali.
"* You are very sexy my husband " ( kamu sangat seksi sekali suamiku ) *",, kata Celyn kepada Vicktor sambil memberikan sekilas kecupan dibibirnya Vicktor sambil merem45 manja galantinnya Vicktor yang tertutup handuk itu.
Vicktor hanya tersenyum miring saja kepada Celyn sambil membalas ciumannya Celyn tadi kepadanya.
"* Sudah Mommy segera mandi, jangan membuat Daddy menerkam Mommy lagi *",, kata Vicktor kepada Celyn, sambil mencubit kecil bukit pepayanya Celyn.
Dan gantian Celyn yang tersenyum menggoda Vicktor.
Vicktor dan Celyn lalu terpisah tempat dengan tujuan mereka masing-masing.
Celyn dia langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, sedangkan Vicktor dia langsung masuk kedalam ruang walk in closet untuk memakai bajunya.
Sedang kita geser keRexley lagi.
Saat ini dia sedang mencoba menggendong babynya untuk pertama kalinya.
Dengan tangan yang cukup gemetar dan sangat berhati-hati sekali, Rexley saat ini sedang merasa sangat senang sekali, akhirnya dia bisa mendekap babynya sendiri didalam gendongannya.
"* Papi masih takut Mami *",, hanya kata itu yang keluar dari dalam mulutnya Rexley kepada Neni sambil membawa baby Mahira kedalam dekapannya.
"* Pelan-pelan dan hati-hati Papi, nanti Papi akan terbiasa dengan sendirinya *",, jawab Neni kepada Rexley sambil tersenyum manis sekali.
"* My Princess Gladwin, you are very beautiful *",, kata Rexley kepada baby Mahira sambil mencium gemas wajahnya baby Mahira.
Sedangkan kedua orang tua mereka masing-masing juga masih ada disitu dan sedang saling mengobrol sendiri-sendiri.
Dan salah satu Keluarga besar LeyNe juga sudah ada yang pada datang menjenguk Neni yang baru saja melahirkan itu.
Lengkap sudah kebahagiaannya Neni dan juga Rexley, Felya, Dion, Celyn dan serta Vicktor.
Sebab mereka sudah mempunyai penerang dan pelita kecil didalam rumah tangga mereka.
Dan semoga Ocil serta Dela yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, dilancarkan persalinannya.
Supaya mereka semua bisa bahagia bersama-sama, dan anak-anak mereka bisa bersahabatan seperti kedua orang tuanya, kelak jika mereka sudah pada dewasa nanti.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
__ADS_1
...***TBC***...