Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
10. Tamu


__ADS_3

Malam telah menyapa, adzan maghrib telah berkumandang. Rayina segera menyiapkan semua yang sudah di masaknya. Mbak yang bantu Rayina juga sudah sigap membantunya. Ganesha yang biasanya susah diatur sekarang entah kenapa sangat mudah diajak bekerja sama.


Rayina :" Mbak tolong siapkan semuanya, saya mau sholat maghrib dulu. Nanti kita gantian".


Mbak :" Baiklah Bu".


Rayina segera mengambil wudhlu dan bergegas untuk sholat maghrib. Sebelum tamunya datang mereka sudah berkutat sesore di dapur. Mbak sudah menyiapkan semua yang sudah diperintahkan oleh Rayina.


Selesai Rayina sholat maghrib, giliran Mbak melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim. Rayina adalah sosok wanita simpel. Dia tidak repot dengan tampilan. Hanya dengan polesan sedikit saja sudah sangat tampaj kecantikannya.


Malam itu Rayina berdandan sangat sederhana tanpa adanya kemewahan sedikitpun. Tetapi dia terlihat sangat cantik dan menawan.


Rayina sudah selesai dengan persiapan. Mbak dan Ganesha pun juga sudah siap. Mereka menunggu tamu yang datang dengan kesibukan masing- masing.


Rayina masih berkutat dengan ponselnya, melihat sosmed dan lain sebagainya. Sedangkan Mbak menemani Ganesha bermain di dalam kamar.


Tak lama kemudian sebuah mobil terdengar memasuki pekarangan rumah Rayina. Rayina segera melihat siapa yang datang berkunjung. Ternyata benar dugaannya. Tamu yang ditunggu sudah hadir.


Rayina segera menyambut rombongan tamu tersebut. Walaupun hanya tiga orang tetapi disebut rombongan. Rombongan tamu mengucapkan salam kepada Rayina. Rayinapun menjawabnya dengan senyum keramahannya.


Rizky :" Bu lihatlah bidadari itu tersenyum sangat ramah bukan? tidak salah bukan aku mengidolakannya?"


Rizky bertanya kepada Ibunya dengan berbisik.


Bu Wati :" Rizky, jaga sikapmu".


Rizky hanya menjawab dengan cekikikan sendiri. Kemudian keluarga Ibu Wati segera berjabat tangan. Rayina hanya bersalaman dengan Ibu Wati dan segera cipika cipiki. Sedangkan kepada Suami dan anak lelaki Bu Wati, Rayina hanya tersenyum dan menangkupkan tangannya.


Rayina :" Silahkan masuk Bu, Pak, Mas. Beginilah gubuk yang kami tinggali".


Bu Wati :" Ah.. Nak Rayina. Alhamdulillah disyukuri saja nak".


Bu Wati memang akan menyapa guru dan karyawan secara formal hanya di dalam lingkup sekolah. Setelah keluar dari sekolah beliau akan menyapa dengan senyaman mungkin.

__ADS_1


Mereka bertiga masih menyisiri melihat setiap sudut rumah Rayina. Bu Wati tampak takjub dengan rumah Rayina. Sederhana namun indah dipandang mata. Nyaman, sejuk, rapih sesuai dengan Rayina. Gambaran seorang Rayina.


Pak Hendra : " Loh.. cah ayu, kemana anak lelakinya?".


Rayina :" Oh.. iya maaf Pak. Ada di dalam dengan Mbak. Sebentar Pak saya panggil".


Rayina segera beranjak memanggil Ganesha dan meminta Mbak membuatkan minuman serta mengeluarkan camilan yang sudah disediakan.


Rayina kemudian menggandeng Ganesha keluar menuju ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu dengan sigap Ganesha mengulurkan tangan meminta bersalaman.


Ganesa kemudian meraih tangan Pak Hendra, Rizky, dan Bu Wati kemudian mencium punggung tangan masing - masing dengan diakhiri kata "muah".


Semua tertawa melihat aksi Ganesha yang menggemaskan. Mbak sudah siap membawa nampan baki yang berisi minuman. Segera Rayina menyuruh Mbak meletakkan minuman. Dan kembali untuk meletakkan camilan yang sudah disiapkan.


Rayina : " Silahkan Pak, Bu, Mas. Di minum dulu. Silahkan juga dicicipi kudapannya. Saya yang membuatnya sendiri".


Bu Wati: " Benarkah? Akan saya coba ya nak"


Bu Wati segera mencoba diikuti Pak Hendra dan juga Rizky. Mereka bertiga sangat menikmati kue dongkal buatan Rayina.


Rizky :" Ohh Iya, lupa. Sebentar saya ambil".


Rayina masih bingung apa yang dibicarakan mereka. Rayina hanya menunggu dan diam. Sesekali menimpali sewajarnya.


Kemudian Pak Hendra membuka percakapan.


Pak Hendra :" Assalamualaikum wr.wb. Salam sejahtera untuk kita semua, sehingga kita dapat berkumpul pada malam hari ini. Sambil menunggu Rizky, saya kemari dengan istri dan anak kami ingin mengutarakan maksud dan tujuan kami. Yaitu ingin mengkhitbah nak Rayina sebagai calon istri anak kami, Rizky. Mungkin nak Rayina sudah dikenalkan kepada istri saya di kantor. Dan saya disini hanya ingin meneruskan maksud dan tujuan baik anak kami. Nak Rayina bisa menjawabnya kapan saja. Kami tidak memaksa untuk saat ini menjawab. Kami juga hanya ingin lebih dekat berkenalan dengan nak Rayina dan anak ganteng ini. Mungkin hanya itu yang saya sampaikan. Mohon nak Rayina bisa menghaturkan sepatah dua patah".


Rayina masih menunggu sang pelamar masuk. Rayina memperhatikan Rizky masuk menuju kedalam rumah. Kemudian Rizky memberikan dua buah Parcel. Kemudian disodorkan dan diberikan kepada Rayina.


Rayina :" Terimakasih atas parcelnya. Tapi sebenarnya tidak usah repot begini. Saya merasa sangat bahagia jika Bapak, Ibu dan mas bisa berkunjung ke gubug saya. Baiklah Mas Rizky sudah ada disini, jadi saya bisa menjawab sambutan Pak Hendra tadi. Terima kasih atas pinangan ini kepada saya. Mas Rizky, maaf sekali mas belum mengenal saya lebih jauh. Saya rasa kami harus ada pendekatan dahulu. Saya lebih nyaman jika masing - masing sudah mengenal dan mantab. Saya saat ini belum bisa menerima khitbah dari Mas. Karena saya belum mengenal Mas lebih jauh. Untuk itu mohon pengertiannya".


Rizky :" Baiklah, Rayina. Mas sangat paham akan hal itu. Mas juga tahu ini terlalu cepat. Rayina bolehkah saya mengenal Rayina lebih jauh lagi?".

__ADS_1


Rayina :" Tentu saja mas.. Silahkan".


Rizky :" Terima kasih, Hai ganteng.. Bolehkan Om kenal dengan anak ganteng ini?"


Ganesha :" He hem.."


Semua tertawa mendengar jawaban Ganesha. Ganesha yang polos bisa menjawab dengan singkat dan cuek. Rayina segera memberikan kode kepada Mbak untuk menyiapkan makan malam di meja makan.


Rayina segera menyuruh tamunya menuju ke ruang makan. Untuk sekedar makan malam bersama. Agar suasana tidak terlalu kaku dan formil.


Rayina :" Pak, Bu, Mas.. silahkan mari menikmati makan malam bersama. Saya sudah menyiapkan sedikit makanan. Mohon semua bisa mencicipinya. Dan maaf jika rasanya tidak seenak restoran"


Bu Wati :" Nak.. repot - repot segala. Tadinya tidak usah acara makan segala. Tapi karena Rayina sudah masak, ayolah kita makan bersama".


Rayina :" Mari, silahkan".


Semua menuju meja makan. Meja makan Rayina tidaklah besar hanya mungkin muat 10 orang saja. Masakan sudah tersaji dengan sangat cantik. Ada gurame asam manis pedas, sayur asem, sambal terasi, ikan asin, opor, ketupat. Semua tersaji dengan rapih.


Bu Wati yang melihatnya hanya tertegun. Makanan sebanyak itu Rayina mengatakan hanya sedikit. Tampilannya pun sangat menggoda selera. Bau sambal terasi semerbak hingga kehidung. Membuat napsu makan bertambah.


Pak Hendra :" Nak, sayur asem kesukaan saya ini. Ibu juga suka apa lagi pakai ikan asin. Kalau Rizky suka tuh gurame asam manis pedasnya. Nak Rayina tahu saja Bu, selera kita".


Rayina :" Ah, Bapak bisa saja. Maaf Pak, seadanya ini masakan saya. Kalau tidak enak rasanya saya minta maaf".


Semua hanya tertawa dan segera mengambil kursi masing - masing. Tiba - tiba Ganesa minta gendong Rayina karena mau dipangku makan dengannya.


Ganesha :" Nda.. ndong.. nyam nyam.. yeee"


Rayina :" Oke.. tunggu ya, Nenek sama Kakek dulu biar duduk ya. Dedek sabar ya ".


Ganesha : " Ote Nda "


Rizky :" Ndong Om mau?".

__ADS_1


Ganesha : " Ne.. ne .. ne.."


Semua tertawa terbahak - bahak mendengar jawaban dari Ganesha.


__ADS_2