Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
171.


__ADS_3

Sementara diruangan lain...


Dua orang lelaki dewasa tengah berdiskusi dengan sangat serius. Bahkan tidak ada seorang pun yang ikut untuk menimpalinya.


Ayden yang sudah mendapatkan pesan dari istrinya segera menjalankan aksinya. Hal ini juga memberikan kesempatan kepadanya untuk mengatakan sesuatu.


Sebenarnya Ayden lebih suka cara kerja Om Rony dari pada Papanya. Papanya terlalu lembut untuk menjalankan aksinya. Sedangkan Ayden orang yang sangat arogan ketika dihadapkan sebuah masalah yang menurutnya sangat mengancam.


" Om... bagaimana dengan Mami Vero" ucap Ayden membuka percakapan.


" She is smart, menarik, dan masih cantik seperti dulu. Why?" tanya Om Rony balik.


" Apakah Om Rony tidak berniat menjadikannya istri?" tanya Ayden kembali.


" Untuk teman saat menua Om. Liona akan selalu bersama Devran. Mereka sudah menikah. Aku rasa Liona tidak keberatan akan hal itu" ucap Ayden kembali.


" Belum ada waktu yang tepat!" jawab Rony singkat.


" Ah.. baiklah. Om, sebenarnya aku juga akan membahas masalah ini kepada Om" ucap Ayden.


" Masalah? Yang mana?" tanya Rony seraya berpikir.


" Bukankah, tadi saat Om akan ke sini diperjalanan mendapat hadiah kecil?" tanya Ayden dengan teka - teki.


" Hmm" jawab Rony.


" Aku rasa Xano mulai bergerak cepat. Dan dia merasa peluru kesayangannya sudah lepas tanpa kendali" ucap Ayden.


" Spertinya peluru itu sudah kamu kuasai Boy? Benarkah?" tanya Rony menelisik.


" Ya, ada di bawah tanah. Dia maskoy ku untuk menghentak sedikit kerajaan bisnis Xano. Lebih tepatnya bisnis gelapnya. Aku sudah menempatkan beberapa orang kepercayaan di sana. Dan sepertinya Xano memperhitungkan semua pergerakannya" terang Ayden.


" Oke... lalu, apa yang perlu Om bantu?" tanya Rony langsung.


" Aku paling suka Om jika seperti ini, terbaik" puji Ayden sumringah.


" Om, rencananya lusa kami semua akan kembali ke Indonesia. Rayina ingin berlibur dan sekaligus bertemu dengan orang tuanya. Sementara, perusahaan dalam keadaan kosong. Hanya ada orang kepercayannku"


" Liona dan Devran sudah aku beri tiket bulan madu ke bali. Sepertinya, setelah mereka dari bali akan menemui kami di kampung istriku" terang Ayden.

__ADS_1


" So, aku meminta bantuan Om untuk menjaga rumah dan berbagai pergerakan jika itu sangat mendesak segera bertindak. Dan melakukan penjagaan di perusahaan. Walaupun banyak orang kepercayaanku yang lain. Hanya lapisan pengamanan. Dan untuk Aruni akan aku bawa ke Indonesia" terang Ayden.


" Kamu kejam Boy, kamu biarkan Om disini bekerja kesepian tanpa ada anak dan saudara yang lainnya. Benar - benar keterlaluan kamu!" umpat Rony bercanda.


" Tenang Om, masih aku sisakan Mami Vero yang akan selalu bersamamu .. hmmmffff" ledek Ayden.


" Ishh kau ini" ucapn Rony jengkel.


" Dan satu lagi Om, aku boleh pinjam jet pribadi Om?" ijin Ayden.


" Pakailah, jika kalian membutuhkan. Lagian, bukankah menantuku masih hamil. Dan itu lumayan membuatnya nyaman. Oh.. ya, bagaimana dengan Liona dan Dev? Apa mereka akan ikut bersamamu?" tanya Rony.


" No, mereka sudah aku beri tiket eksekutif perjalanan bulan madunya. Aku mau mereka menikmati liburannya hanya berdua. Sekaligus melatih mereka untuk mandiri. Benarkan ideku?" tanya Ayden kepada Rony.


" Hmm benar juga. Mereka berdua memang harus mandiri tanpa fasilitas dari kita!!" timpal Rony.


Sejak memulai percakapan serius namun santai itu masing - masing dari mereka saling memegang ponsel. Dan mereka tidak ambil pusing dengan kesibukan itu. Membagi isi kepala, satu fokus dengan pembicarann yang satu fokus dengan isi ponselnya.


" Boy... wait. Xano ke Indonesia" ucqp Rony tiba - tiba.


" What??" pekik Ayden.


" Tunggu, orangku masih bekerja memcari info. Retasan Liona dan Rayina sudah tidak berfungsi lagi. Sepertinya Xano sudah memperbaiki kebocoran datanya!!" terang Rony.


" Sepertinya istriku belum mengetahui akan hal ini Om. Nanti akan aku diskusan dengannya " jawab Ayden.


" No, Boy!! Dia masih dalam keadaan yang belum stabil. Kandungannya sangat berpengaruh jika dia dalam keadaan tertekan ataupun stres" terang Rony.


" Jadi, bagaimana Om? Kita bergerak ? " tanya Ayden.


" Tidak perlu, kita akan pantau saja. Nanti akan aku minta Liona untuk meretas kembali " ucap Rony santai.


Sementara Liona tengah asyik memilih cincin pesanan Rayina. Setelah mendapatkannya, mereka segera pulang dan membelikan Rayina kue black forest kesukaannya.


Kini Irfan tengah sibuk memerintahkan semua EO yang masih bekerja. Tidak membutuhkan waktu lama. Mereka menata taman dan kolam renang sedemikian rupa. Pas dan cocok untuk acara alamaran.


Dekorasinya pun tidak terlihat muda dan tidak terlihat tua. Semua pas dan perfect. Irfan segera memberikan pesan kepada Rayina bahwa semua sudah siap untuk acara nanti malam.


Untuk makanan dan kebutuhuan lainnya sudah ditanggung oleh EO yang direkrut Devran. Semua berharap berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Vero yang tengah mengecek keadan ibu hamil dan sesekali melihat beberapa laporan perkembangan kesehatan pasien spesialnya itu kini hanya mengkerut dan mengkaji.


" Mi.. apakah ada yang serius?" tanya Rayina membuyarkan pikiran Vero.


" Embb.. begini baby. Sebenarnya, ini masalah berat badan si twins" jawab Vero lesu.


" Emb.. apakah kamu merasa tertekan atau sedih atau bahkan kamu menekan perasaanmu?" tanya Vero menelisik.


" Emb.. kenapa Mi? Apakah ada kesalahan yang berarti di dalam kandunganku atau janinku?" tanya Rayina yang mulai bergetar.


" Hiks.. Hiks.." Rayina mulai terisak menangis.


" Hey.. tenanglah.. No problem. Okay??" ucap Vero menenangkan.


" Mi, bagaimana bisa tenang. Sedangkan itu berpengaruh dengan keadaan anakku. Hikss.. Hiks.." jawab Rayina dengan terisak.


" Ohh.. baby.. tenanglah.. Okay? Mami akan menjelaskannya. Bisa tenang sebentar saja?" tanya Vero lembut.


" Oke" jawab Rayina lirih masih dalam sesenggukan.


" Begini sayang. Mami lihat, perkembangan twins tidak begitu bagus. Untuk organ dalam dan lain halnya bagus. Bahkan bagian tubuhnya mulai sempurna. Tetapi kenapa berat badannya sangat sedikit perkembangannya?" ucap Vero.


" Apa kamu selalu memuntahkan seluruh isi perutny baby?" tanya Vero.


" Embb.. apakah itu berpengaruh Mi? Aku mengalami mual dan muntah di pagi hari. Kadang jika ada sesuatu yang membuatku mual pasti akan keluar dengan sendirinya. Aku tidak bisa menahan itu" terang Rayina.


" Tidak perlu ditahan. Itu tidak enak bukan? Maksud Mami, apakah Vitamin yang diresepkan dari dokter kamu selalu meminumnya dan sampai habis?" tanya Vero menyelidik.


" Embb.. aku rasa aku jarang meminumnya Mi. Vitaminnya cukup besar. Terkadang aku harus berdrama ria jika akan memakannya" jawab Rayina.


" Huft... sayang, disini tidak hanya ada satu nyawa melainkan dua nyawa. Jika kamu abai, akan ada salah satu atau bahkan keduainya cuai. Kamu paham?" tanya Vero.


" Jadi.. aku kurang vitamin tambahan ya Mi?" tanya Rayina.


" Kamu sudah hamil berapa kali? kenapa kamu sampai lupa?" ucap Vero


" Maaf Mi, dulu aku hanya sendiri. ." jawab Rayina lirih dan menunduk.


Bagaimana perasaan Rayina? Sedih? Tentu saja. Teringat akan masa lalunya yang sangat menyedihkan dan juga pait.

__ADS_1


__ADS_2