
Rayina segera bergegas kembali ke meja kerjanya untuk mempersiapkan kelas selanjutnya. Rayina segera mengepaki buku dan bahan materi kemudian menuju ke kelas.
Rayina sangat bahagia mukanya sangat berbinar. Entah kenapa dia ingin segera pulang dan membuka paket dari Ayden. Rayina tidak sadsr ada sepasang mata yang memperhatikannya.
Rayina segera menyelesaikan tugasnya mengajar. Setelah itu dia akan segera pulang karena waktu kerjanya juga sudah habis.
Rayina segera bergegas membereskan semua berkas yang ada di meja kerjanya. Dia segera berpamitan dan bersalaman seperti biasa.
Rayina segera menuju tempat parkir. Tiba - tiba Bu Wati mengagetkannya.
Bu Wati :" Bu Rayina, bisa minta waktunya sebentar. Mohon keruangan saya".
Rayina :" Oh.. Ibu.. baiklah".
Rayina segera mengekori Bu Wati menuju ruangan Kepala Sekolah. Dalam hatinya 'ah.. apalagi ini'.
Sesampai di ruangan Kepala Sekolah Rayina mendapati seorang pemuda yang gagah, wibawa, dan sangat tampan. Tubuhnya sangat proporsional. Tidak mungkin wanita normal tidak terpana melihatnya.
Tetapi Rayina hanya melihat sekilas. Dia tidak terlalu memperhatikan wajahnya. Rayina hanya fokus ingin segera pulang dan membuka paket dari Ayden.
Bu Wati :" Silahkan duduk Bu Rayina".
Rayina :" Ya Bu. Terima Kasih".
Bu Wati :" Bu Rayina, ini adalah Rizky anak saya yang sepetinya sudah tertarik dengan Ibu".
Rayina :" Oh.. Ya Bu. Maaf mas saya Rayina. Senang berkenalan dengan Mas Rizky".
Rizky :" Iya Bu Rayina, saya sudah tahu. Dan sudah tahu banyak tentang anda. Tentu saja saya bertanya kepada Ibu saya. Apakah Ibu saya sudah mengutarakan maksud saya kepada anda?".
Rayina :" Alhamdulillah sudah. Bu Wati sudah menyampaikan kepada saya. Dan maaf saya belum bisa menjawabnya sekarang".
Bu Wati :" Ya sudah tidak apa Bu. Nanti malam kami akan bersilaturahmu ke rumah Ibu".
Rayina :" Baiklah Ibu saya akan menunggu kehadirannya. Kalau tidak ada yang dibicarakan lagi saya minta pamit untuk pulang Bu. Karena kemungkinan anak saya sudah menanti kepulangan saya".
Rayina menelan dengan kata anak agar segera pergi dari hadapan lelaki dihadapannya. Seprtinya lelaki itu nampak terlalu percaya diri. Rayina seperti tidak respon dengan Rizky. Tanpa Rayina sadari dia sudah mulai membandingkan antara Ayden dan Rizky dalam benaknya.
Rayina segera melajukan motornya agar sampai rumahnya. Setelah samapi dia segera membersihkan diri dan mempersiapkan makanan untuk nanti malam kedatangan tamu. Sebelumnya Rayina sudah memberikan kabar kepada Mbak dirumah untuk belanja sayur didekat rumah.
Rayina segera berkutat di dapur memasak. Ganesha tahu bahwa Bundanya sangat sibuk didapur. Dia masih asyik dengan mainanya. Sesekali mbak memperhatikannya. Mbak juga sibuk membantu Rayina.
__ADS_1
Mbak :" Bu maaf, siapa sebenarnya tamu yang akan datang?"
Rayina : " Fansku mbak, sama orang tuanya. hehe".
Mbak :" Pinangan ya Bu?".
Rayina :" Kalau orang tua jaman dulu bilangnya begitu. Kalau saya sekarang bilangnya hanya silaturahmi".
Mbak :" Bu, paketnya?".
Rayina :" Ah.. saya lupa mbak. Tolong bukakan mbak".
Mbak :" Ah.. tidak Bu. Sepertinya paket istimewa. Pengirimnya pun sepertinya lelaki. Mungkin juga fans Ibu".
Rayina :" Bukalah.. hehe".
Mbak :" Baiklah Bu".
Rayina masih berkutat di dapur. Sedangkan Mbak membuka paket dari Aden.
Mbak :" Bu sudah saya keluarkan semua. Semua barang ada di box masing- masing".
Mbak :" Baiklah Bu".
Rayina segera membuka box - box yang dikirmkan kepadanya. Rayina membuka semua boxnya. Rayina merasa kaget bukan main. Semua barangnya branded. Rauina tidak menyangka kenapa Ayden memberikan barang mewah kepadanya.
Ada perhiasan sepaket, cincin, tas, sepatu, parfum Hp dengan lambang apel digigit keluaran terbaru. Rayina sangat terkejut akan hal itu.
Rayina kemudian mendapatkan dering ponselnya.
Tring
Tring
Tring
Ayden :" Assalamualaikum sayang, you have opened the package from me?".
Rayina :" Still Ay. why are you giving me this much stuff. And this is expensive. I'm afraid to trouble you".
Ayden :" Rayina Salsabilla, Will You Marry Me?".
__ADS_1
Rayina :" Ya Allah... sambil berurai air mata haru".
Ayden :" Sayang... Please Reply".
Rayina :" Yes .. I want marry you Ay".
Ayden :" Thank you so much sayang. I Love You so much".
Rayina :" I Love you too Ay".
Seperti itulah lamaran Ayden. Karena beda jarak dan waktu. Walaupun mereka belum bertemu satu sama lain. Sepertinya hatinya sudah berlabuh dan bertemu. Mbak yang dari tadi mendengarkan ikut teraharu. Bagaimana tidak, dia sangat tahu bagaimana juragannya melewati kehidupannya. Kebahagiaan datang menghampiri juragannya itu.
Mbak :" Bu, selamat ya.. Terus tamu nanti bagaimana?"
Rayina :" Sudah jangan dipikirkan Mbak. Nanti saya yang jawab".
Mbak :" Saya sangat senang Ibi sudah mendapatkan tambatan hati. Semoga dilancarkan semuanya ya Bu".
Rayina :" Amin".
Rayina segera menyelesaikan masakan dan segera menghidangkannya.Waktu sudah menunjukkan waktu maghrib. Rayuna segera bergegas bersiap. Semua sudah disipkan dengan rapi. Sembari menunggu tamu Rayina mengenakan cincin lamaran Ayden. Sangat pas dan sangat elegan.
Rayina kemudian memfoto dan mengirimkan kepada Ayden. Ayden yang sangat senang dengan hal itu segera memposting dan melaporkan kepada orang tuanya. Karena lamarannya sudah diterima oleh Rayina.
Rayina juga memberitahukan kepada Ibunya perihal lamaran Ayden. Bagi orang tua Rayina adalah hal wajar jika Rayina bisa membuka hati untuk orang lain.
Ibu Rayina membebaskan pilihan anaknya. Karena beliau menginginkan kebahagiaan anaknya. Orang tua Rayina merasa salah karena dulu pernah menjodohkan Rayina tanpa memberi kesempatan kepada Rayina untuk memilih.
Rayina bahagia sekali mendengar persetujuan kedua orang tuanya. Terlebih Ibunya juga ikut merasakab kebahagiaannya.
Tak luput dari Ibu Rayina, mama Ayden sangat terharu dan tidak bisa mengungkapkan apapun lagi tentang hal ini. Hatinya sangat bahagia dan bersyukur. Pilihan anaknya dan lamaran anaknya sudah diterima.
Kini giliran tamu yang akan datang bersilaturahmi ke rumah Rayina. Rayina bukan wanita yang bodoh untuk menanggapi acara tersebut. Sebutan silaturahmi baginya adalah secara tidak langsung adalah pinangan.
Rayina sudah mempersiapkan jawaban atas itu semua. Dia sudah yakin dan mantab dengan keputusannya. Sebelum itu Rayina mulai terbuka perihal kepribadian dirinya terhadap Ayden. Dia menceritakan akan maksud dan tujuan tamu yang akan berkunjung.
Dia tidak mau menutupi apapun lagi. Takut terjadi kesalah pahaman yang berlanjut. Rayina juga sudah memberikan pengertian kepada Ayden.
Ayden jug menanggapinya dengan sangat dewasa dan terbuka. Dia sangat senang Rayina akhirnya bisa terbuka dan sharing apapun tentang mereka. Ayden selalu mengatakan "katakan apapun yang ada dalam hatimu, yang membuatmu sesak, dan menyesakkan pikiranmu. Insyaallah kalau saya bisa membantu saya akan usahakan semampu saya. Yakinlah semuanya pasti ada jawaban dan jalan keluarnya".
Oleh sebab itu Rayina sangat nyaman bisa sharing dengan Ayden. Sifat Ayden yang dewasa, romantis, santai membuat Rayina semakin nyaman dalam hubungannya itu.
__ADS_1