
Ayden segera mengambil ponsel Rayina. Ayden sudah bersiap akan bermain - main dengan Rizky. Ternyata Papa Rizky sudah mengirim orang untuk mencari tau Ayden. Sedangkan Rizky mencari anak buah untuk memata - matai Rayina dan Ayden.
Rizky merencanakan untuk menculik Rayina dan akan menikahinya. Rizky sudah gelap mata untuk memiliki Rayina sepenuhnya. Sedangkan Ayden dengan santainya membiarkan permainan Rizky.
" Come here sayang " meminta Rayina mendekat.
Kemudian Ayden mengambil beberapa foto mereka. Dan mengambil foto dengan anak - anak mereka. Setelah itu memasang foto itu sebagai profil ponsel Rayina. Ayden tersenyum licik dan memandangi foto itu.
Dia yakin Rizky akan melihat foto profil Rayina. Perhitungan Ayden, Rizky akan menelpon ataupun mengirim pesan ke ponsel Rayina. Dan benar dugaan Ayden. Ponsel Rayina berdering.
Kringggg
Kringggg
Kringggg
"Angkat" perintah Ayden kepada Rayina dan memberikan ponselnya.
Rayina segera mengangkat dan meloudspeaker ponselnya.
" Kamu masih dengan dia Rayi? Tinggalkan dia. Apa karena kamu mengejar hartanya? Atau hanya karena status sosialnya? Aku bisa memberikan apa yang kamu minta. Jadilah wanitaku. Saya sudah tahu siapa dia!! Lihat apa yang akan aku lakukan!!" ucap Rizky.
Rayina tidak berkata apapun. Dia tidak menjawab. Karena ocehan Rizky tidaklah penting untuknya. Ayden punya rencana licik.
" Pancing dia biar emosi" perintah Ayden dengan berbisik di telinga Rayina.
" Kenapa mas? Aku sangat mencintainya mas. Dan kami sudah berkomitmen. Mas mengancam saya? Silahkan. Saya tidak mundur. Bahkan saya akan lebih respect dengannya. Karena saya sudah tahu siapa mas sebenarnya. Dan pilihan saya tidak salah" ucap Rayina santai.
Ayden yang mendengar ucapan wanitanya hanya tersenyum. Apa yang dikatakan Rayina memang perasaannya yang sebenarnya. Dan Rayina hanya melakukan sesuai dengan perasaannya itu.
" Ingat Rayi.. tidak ada yang bisa memilikimu. Jika aku tidak bisa memilikimu maka orang lainpun tidak akan bisa memilikimu. Apalagi dia!!" bentak Rizky.
" Miris" singkat Rayina dan menutup ponselnya dengan amarah.
" See Ay... Bikin emosi aja nih orang !" gerutu Rayina.
" Thank you sayang... You are the best " balas Ayden.
__ADS_1
Ayden hanya tersenyum senang dengan pernyataan Rayina. Ayden segera menuju rumahnya. Sementara semua berada di mansion milik Ayden. Agar Ayden bisa memantau dan melindungi di bawah pantauannya.
Ayden ternyata sudah menyiapkan segala keperluan Rayina di rumahnya itu. Dia sudah menyiapkan pakaian dan kebutuhan lainnya. Ben merasa akan ada masalah juga yang akan dia hadapi.
" Ayah.. it looks like I was involved in this too? ( Ayah.. sepertinya aku juga terlibat dalam masalah ini?)" ucap Ben.
" Of course boy. You know what you will do right? ( Tentu saja Boy. kamu tahu apa yang akan kamu lakukan bukan?)" ucap Ayden.
" Okay Ayah... I will follow this game ( aku akan mengikuti permainan ini)" balas Ben senang.
Ayden tidak meragukan kecerdasan dan ketangkasan Ben. Selama ini dia sudah dilatih oleh orang kepercayaan Papanya untuk membentuk anaknya itu pastinya seperti dirinya. Ayden melibatkan Ben karena Ben lebih jahil dari pada dirinya.
Setelah mereka sampai mansion Ayden. Ayden memerintahkan sementara Rayina bersama Mbak sekamar. Ben dengan Ganesha. Dan Ayden sendiri. Karena belum ada ikatan pernikahan jadi sementara kamar berbagi.
Ayden kemudian menyuruh semua masuk dan kembali memerintah orang suruhannya berjaga tanpa Rayina tahu keberadaan mereka agar Rayina merasa nyaman.
" Mbak, sorry... sementara you cooking ya? pinta Ayden kepada Mbak.
Rayina yang mendengarnya langsung menjawab.
Mereka segera menuju dapur untuk memasak. Mereka menyiapkan semua hidangan untuk makan malam. Makanan sudah tersedia di meja makanan. Mbak dan Rayina segera membersihkan diri dan segera bergabung untuk makan malam. Sebelun makan mereka melaksanakan kewajibannya dulu. Setelah selesai mereka semua menuju meja makan. Ben dan Ganesha tanpa di suruh juga sudah menuju ruang makan. Semua berkumpul untuk menikmati makan malam.
" Ganesh.. Pray now.. Ganesha pimpin doa" pinta Ayden kepada Ganesha.
" Ote. Ismilah iyohman iyohim.. Awohuma bayik lana iima oyak ana aqia adaa nanar. amin" Ganesha berdoa.
Karena masih belum lancar bicara, dan itu sudah sangat bagus. Ganesha termasuk anak yang cepat tanggap. Doa keseharian sudah hafal. Ayden yang mendengarkan Ganesha berdoa sangat bahagia. Rayina sudah mendidik anaknya dengan bekal agama sejak dini. Ayden semakin menambah kadar cintanya untuk Rayina.
" Alhamdulillah... Good boy " puji Ayden kepada Ganesha.
Mereka segera mengambil makan. Rayina mengambilkan nasi dan lauk pauk yang Ayden mau. Ayden tersenyum senang mendapatkan perlakuan seperti itu.
" Thank you sayang" ucap Ayden.
" Sama - sama " balas Rayina.
" Besok kami resign dari tempat kamu mengajar. Saya tidak mau lelaki itu mengganggu kamu lagi. Saya tidak suka. Sayang, saya tidak suka kamu bermain dibelakang saya. Ingat itu" perintah Ayden yang tidak bisa ditolak.
__ADS_1
" Harus besok banget? " tanya Rayina.
" Of course. Apa kamu memang sengaja ingin berlama - lama di sana? Karena mama rizky? " ucap Ayden menyelidik.
" Okay. Be patient Ay.. Saya akan segera membuat surat pengunduran diri" ucap Rayina.
" Karena saya tidak mau istri saya bekerja. Cukup dirumah merawat anak dan suami. Semua kebutuhan akan aku penuhi. Oke my queen?" tegas Ayden.
" Heem" jawab singkat Rayina.
Ayden merasa Rayina kurangs etuju dnegab keputusannya itu. Dan dia merasa agak jengkel. Sepertinya Rayina ingin berdekatan dengan ibu dari Rizky. Seperti itulah pemikiran ayden. Padahal Rayina hanya mau menikmati makan malamnya. Karena dia memasak kesukaannya.
" You angry with me sayang? tanya Ayden.
" No" jawab Rayina singkat.
" Kenapa kamu diam saja? menjawab dengan singkat?" tanya Ayden lagi.
" Ay.. saya hanya ingin menikmati makan malam ini. Karena makanan ini kesukaan saya. Kamu paham kan?" jelas Rayina.
" Ohh Okay.. No angry with me ya?" ucap Ayden.
" Yes lah.. Of course. I' m not angry with you. Okay?" terang Rayina.
Ben, Ganesha dan Mbak yang emndengar perdebatan kecil itu hanya diam. Mereka tidak mau ikut campur. Karena keputusan dari Ayden adalah mutlak. Semya untuk kebaikan Rayina.
" Mbak, tidak usah khawatir. Saya sekarang yang memberikan gaji kepada anda. Jadi bekerjalah seperi biasa. Temani Ibu kemanapun dia pergi. Itu tugas khusus Mbak" perintah Ayden kepada Mbak.
" Baik Mr. " jawab Mbak singkat.
Rayina yang mendengarkanbAyden hanya diam.
' Belum jadi istrinya sudah banyak diatur dan banyak aturan. Tetapi mungkin karena saking sayangnya sama kita. Jadi dia overprotektif. Ya sudah lah. Jalani saja jangan banyak mengeluh Rayina. Kamu aman bersama dia' batin Rayina.
Ayen tahu Rayina masih memikirkan sesuatu atau menggerutu dalam diamnya.
'Sepertinya dia masih menggerutui aku' batin Ayden.
__ADS_1