
Persiapan untuk berangkat ke London sudah rapih. Semua dokumen dan kelengkapanannya beres. Kini Ibu juga ikut berpamitan.
" Nak, besok kalian berangkat ke London. Ibu dan Bapak ikut pamit pulang ke kampung. Karena besok Bapak sudah masuk kerja. Kalian hati - hati. Jika sudah sampai kabari Ibu dan Bapak. Maaf tidak bisa mengantar kepergian kalian. Semoga kami cepat mendapatkan berita baik" ucap Ibu.
" Jaga anak kami nak, kami membesarkannya penuh dengan kasih sayang dan cinta kami. Semoga kamu paham dengan maksud kami. Apapun yang terjadi, pertahankan rumah tangga kalian" pesan Bapak.
" Insyaallah Bu, Pak. Kami selalu meminta doa dan restu kalian" jawab Ayden.
Mereka kemudian berjabat tangan dan saling berpelukan. Rayina terlihat menangis sesenggukan. Dia merasa akan sangat jauh dengan Ibunya. Ibu yang selalu mendengarkan keluh kesahnya. Kini mereka hanya bisa berkomunikasi dengan ponsel.
Ayden melihat istrinya sangat sedih segera meraih dan membawanya dalam pelukan. Dia selalu sigap dalam situasi apapun. Menjadikan sandaran istri cantiknya itu adalah kewajibannya.
Ibu dan Bapak diantar oleh orang suruhan Ayden. Ayden ingin memberikan pelayanan yang terbaik untuk mertuanya itu. Dia juga memastikan bahwa mertuanya sampai dengan selamat.
Rayina kemudian segera mengemasi apa saja keperluan yang di bawa. Karena dia tidak di perbolehkan suaminya membawa barang terlalu banyak. Untuk itu dia hanya membawa beberapa makanan seperti camilan dan makanan lainnya yang tidak cepat basi. Tak lupa dia membawa sambal yang dia buat sendiri untuk bekal selama perjalanan nanti.
Ayden sudah mempersiapkan rumah saat mereka tinggal di London. Keperluan apapun sudah disiapkan. Tetapi untuk pergi ke sana dia sudah sangat siap dengan membawa anak dan istrinya. Karena impian dia hanyalah berkumpul dengan anak dan istrinya selama bekerja.
" Ay,, " ucap Rayina.
" Why sayang? what do you think? " tanya Ayden.
" I don't know why I was so scared ( tidak tahu kenapa saya merasa sangat takut)" ucap Rayina.
" What's wrong with you, don't worry everything is fine. Pray that Allah will protect us ( Ada apa denganmu, jangan khawatir. Semua baik - baik saja. Berdoalah semoga kita dilindungi Allah)" terang Ayden.
__ADS_1
" Amin.. " jawab Rayina.
" Are you sure, if my parents are well and make it home? ( Apakah kamu yakin,jika orang tua saya dalam keadaan yang baik dan selamat sampai rumah?)" tanya Rayina tiba - tiba.
" Why? you don't believe me sayang? ( Kenapa? kamu tidak percaya denganku sayang?)" tanya Ayden kembali.
" Please confirm and if necessary monitor from here ( Tolong pastikan dan jika perlu pantau dari sini) " pinta Rayina.
" Okay sayang, You don't have to worry. Yesterday my mother I gave you a ring and your father I gave you a watch. I have given both my GPS so that I can monitor their whereabouts. And I ask never to be released as long as we are away from us. Insyaallah it will help. ( Kamu tidak perlu khawatir. Kemarin Ibumu saya beri sebuah cincin dan ayahmu saya beri sebuah jam tangan. Keduanya sudah saya beri gps agar saya bisa memantau keberadaan mereka. Dan saya meminta jangan pernah dilepas selama berjauhan dari kita. Insyaallah akan membantu)" jawab Ayden dan menenangkan hati istrinya itu.
" Oh, thank you sayang. You are the best " ucap Rayina dengan memeluk Ayden.
" Once again sayang. What you call me? " goda Ayden.
Setelah itu Ayden segera menunjukkan bagaimana dia memantau pergerakan mertuanya. Dia memberikan arahan dengan kapasitas ekstra kepada anak buahnya untuk selalu mengawasi tanpa memberi batas gerak. Tujuannya supaya mertuanya merasa nyaman dengan tidak berada dalam kawalan formal.
Anak buahnya menyamar sedemikian rupa. Setiap anak buah Ayden sudah mempunyai kode untuk memberi arahan. Anak buahnya sudah terlatih dalam dunia agen rahasia jadi mereka semua bekerja dengan sangat baik.
Ayden menerangkan dengan sangat detil dan sangat sabar. Agar rasa khawatir istrinya tidak semakin menjalar. Ayden memang sengaja memberi tahu bagaimana dia memantau semua pergerakan anak buahnya dan cara kerjanya. Rayina sangat antusias dengan penjelasan Ayden. Dia juga bertanya baik buruknya serta dampak yang terjadi. Dan pergerakan sebelum kejadian. semua Rayina tanyakan. Bahkan yang tidam dalam perkiraan dan pikiran Ayden pun itu sudah terpikirkan oleh Rayina.
' Dia sangat jauh berbeda dengan Ibunya Ben. Aku menikahi seorang yang berbeda. Wanita tangguh dengan segala kemampuannya tetapi tidak keluar dari kodratnya sebagai seorang perempuan, seorang istri, dan seorang Ibu. Duniamu mengalihkan hidupku Rayina ' batin Ayden dengan memandang lekat wajah istri cantiknya itu.
" Sayang.. " goda Rayina.
Rayina tahu Ayden melamun dan hanya memandang wajahnya saat dia menjelaskan semuanya. Ayden tidak konsentrasi dengan ucapan Rayina. Sehingga Rayina segera menggoda Ayden dengan memanggil sayang.
__ADS_1
" What??? again please " ucap Ayden sambil mengatupkan kedua tangannya.
" Hehehe wleeekk" goda Rayina dan segera berlari meninggalkan Ayden.
Ayden segera mengejar dan menyusul istrinya. Dan mereka sampai di pinggir kolam renang. Rayina telah tertangkap dan tidak sengaja kakinya tergelincir.
' Byuuuuurrrr'
Masuklah ke kolam renang dengan basah kuyub. Akhirnya mereka berdua tertawa tergelak. Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang mengamatinya.
Ya, sepasang mata yang suda renta. Sepasang mata yang merindukan kebahagiaan anak dan cucunya. Sepasang mata yang setiap sepertiga malam berlinang air mata dalam sujudnya. Irfan, Papa Ayden.
Dibalik angkuh dan kerasnya hati, dia adalah sosok seorang lelaki yang begitu menyayangi keluarganya, Anak dan istrinya. Irfan selalu menyeleksi dan mencari informasi siapa saja wanita yang dekat dan mendekati anaknya itu. Tak luput dari pengamatan Irfan, Rayina adalah yang paling intens mendapat pengawasannya.
Irfan akhirnya bisa tersenyum dan menangis bahagia karena terharu. Senyum dan wajah kebahagiaan anak lelakinya kini sudah kembali. Bahkan jauh dari yang diinginkannya. Irfan sangat tenang mempercayai wanita pilihan anaknya itu.
" Why Pa?" tanya mama Ayden.
Irfan tidak menjawab hanya memberikan isyarat dengan menganggukkan dan melempar muka ke arah Ayden dan Rayina. Mama Ayden akhirnya sadar apa yang ditangisi suaminya itu. Mereka berdua akhirnya menangis terharu dalam pelukan.
" May they always be in happiness ( Semoga mereka selalu dalam kebahagiaan )" harap Mama Ayden.
" Amin sayang " jawab Irfan dengan mengecup kening istrinya .
Selama Rayina dan Ayden main air di kolam renang, ternyata ada dua makhluk kecil yang turut berbahagia. Mereka menyusul Ayah dan Bundanya ikut bermain air di kolam renang. Tentu saja Rayina dan Ayden semakin bahagia dengan keberadaan mereka. Ganesha dan Ben segera masuk ke dalam kolam renang. Ben memang sudah terlatih berenang. Ganesha pun juga sudab bisa berenang walaupun masih dalam tahap pengawasan.
__ADS_1