
Ayden kemudian mengambil alih untuk menggendong Ganesha. Mbak kemudian menuiapkan keperluan Ganesha daei diapers, minyak telon susu dan lain sebagainya. Supaya Ganesha tetap wangi. Benar saja, Ayden selalu menciumi Ganesha selama bersamanya.
" Ready Mbak?" tanya Ayden.
" Yes Mr. let's go" jawab Mbak.
Ketika mereka beranjak keluar Rayina dengan cepat menyambar dompet yang ada di meja riasnya dan segera berlari menyusul Ayden dan Mbak.
" Wait Ay... " sambil memonyongkan bibirnya.
Ayden yang melihat tingkah wanitanya itu hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Melihat bibir Rayina manyun begitu membuat Ayden merasa gemas. Ternyata masih ada sisi kekanak - kanakan dari wanitanya itu.
" Are you sure go with us? not angry anymore sayang? (Kamu yakin akan pergi dengan kita? sudah tidak marah lagi sayang?" tanya Ayden meyakinkan.
Rayina tidak menjawab dan segera nyelonong masuk kedalam mobil Ayden. Mobil Ayden yang tadinya berada di seberang jalan sudah berada di depan rumah Rayina karena sudah di pindahkan oleh anak buah Ayden.
" Hahaha... finally Mbak. Not angry ( Hahaha... akhirnya Mbak. Tidak marah) " meledek Rayina.
" Let's go lah.. go to my home now lah, Ben in home lonely" ucap Ayden.
Ayden kemudian melajukan mobilnya menuju rumah untuk mengajak serta Ben. Ben yang masih menonton televisi bingung dengan ajakan Ayahnya. Karena dia masih menggunakan celana kolor dan lebongnya. Ayden hanya tersenyum dengan perfeksionis anaknya itu. Jika pergi dia harus serapi dan sesempurna mungkin.
" Let's go boy, you are always handsome to use whatever boy, Down my good looks hahaha ( Ayo pergi boy, kamu selalu tampan menggunakan apapun boy, Menuruni ketampananku hahaha)" ucap Ayden.
" Are you sure Ayah?" tanya Ben meyakinkan.
" Yes, of course boy. Bunda waiting in the car now" ucap Ayden menjelaskan.
" Ohh.. okay lah. My lil boy ?" tanya Ben..
__ADS_1
" Too " jawab Ayden singkat.
Mereka berdua segera bergegas menuju mobil karena semua sedang menunggu dua lelaki yang selalu mementingkan ketampanannya itu.
Rayina hanya menggunakan baju tidur lengan panjang dengan hijab yang yang sederhana tanpa make up apapun membuat kecantikan yang natural terpancar dari wajah cantiknya itu. Masih dengan mata sembabnya, Rayina menutupinya dengan kaca mata hitam nan modis. Membuat Ayden makin terpana dengan penampilan Rayina.
'Dia begitu sederhana tapi cantik. Membuat jantung ini meletup tidak terkira. Besok saya akan memeriksakan jantung ini lah. Tidak bisa di kendalikan' batin Ayden dengan memandangi wajah Rayina sekilas - sekilas.
" Tidak usah khawatir tentang berkasnya sayang, aku sudah mengurus semuanya. Aku juga sudah bilang bukan? Persiapkan dirimu dan hanya untukku saja. Jangan ada lelaki lainnya di hatimu" ucap Ayden dengan menunjuk dada Rayina.
Rayina yang merasa masih diperingatkan hanya diam tidak menjawab apapun ucapan Ayden.
" Jangan pernah main - main denganku sayang. Kamu paham bukan apa yang akan terjadi? Aku tipe orang yang tidak suka milikku di usik orang lain" peringatan kembali oleh Ayden.
Rayina masih saja diam dan mencerna semua perkataan Ayden. Ternyata dia tidak menjalin hubungan denga orang yang biasa saja. Siapa sebenarnya Ayden? Kenapa dia dengan mudah melakukan segala hal. Sedangkan disini adalah negara asing baginya.
Rayina hanya bergidik ngeri dengan peringatan Ayden baru saja. Dan dui hanya bisa berhati - hati kedepannya. Untung saja hanya dibentak. Tidak mendapatkan kekerasan fisik terhadapnya.
" Okay.. maaf juga untuk semua yang sudah terjadi. Semua diluar kendaliku Ay. Aku juga tidak tahu dia begitu nekat" ucap Rayina menyesal.
" Mana ponselmu sayang?" tanya Ayden.
Rayina tanpa membantah segera memberikan ponselnya. Dia tidak tahu apa yang akan di lakukan Ayden. Rayina tidak mau hubungannya yang sudah mulai mencair kembali menegang.
Ayden segera menerima ponsel Rayina. Dan menyimpannya di saku. Ayden sudah mempunyai rencana untuk ponsel Rayina.
Mereka masih dalam mode silent mendengarkan Ayden dan Rayina menjelaskan. Ben masih mencerna apapun yang di bicarakan Ayah dan Bundanya itu. Sebab Ayden sengaja menggunakan bahasa indonesia walaupun tidan lancar. Agar anaknya tidak tahu apa yang di bahas.
Biarlah Mbak saja yang tahu. Karena memang dia sudah tahu masalah uang terjadi.
__ADS_1
" Mbak... Rizky sudah lama mengenal Ibu?" tanya Ayden.
" Lumayan Mr.. Tetapi Ibu memilih Mr." jawab Mbak singkat.
Ayden tersenyum penuh kemenangan. Hatinya sudah di curi oleh wanita disebelahnya. Ayden terus melajukan ke kedai Mc. D terdekat. Mereka segera mencari tempat duduk yang dekat dengan tempat main anak. Agar Ganesha bisa main di situ.
Ayden segera memesan es krim favorit mereka dan beberapa makanan yang mereka inginkan. Melihat kebersamaan seperti ini membuat hatinya hangat dan sangay bahagia. Keluarga utuh dengan anak - anak yang menggemaskan.
Rayina dengan penuh kasih sayang mengawasi dua anak lelaki yang menggemaskan itu. Ketika Ben berada bersama Rayina sifat kekanakannya keluar, jika dia jauh dari Rayina maka Ben bersikap seperti bukan anak seumurannya. Jauh lebih dewasa dengan pemikirannya. Tetapi ada untungnya juga dia seperti itu. Bisa diajak diskusi dengan baik.
" Sunday strwaberry coming.." teriak Ayden penuh denga senyuman.
" Oh.. waow.. thank you Ay... " ucap Rayina.
Mereka segera mendekat ke meja. Semua menikmati makanan dan minuman yang sudah dipesan. Tak lupa Mbak mengabadikan momen yang bahagia ini.
Ayden ingat dia masih memegang ponsel Rayina. Dia kemudian mengeluarkan ponselnya itu dan berselfie. Segera dijadikan Wallpaper ponsel dan beberapa sosmed lainnya. Ayden tersenyum puas, karena sudah menjadikan foto itu di segala sosmed dan di ponsel Rayina.
Kemudian Ayden mengeluarkan ponselnya untuk segera mengambil beberapa momen bahagia ini. Tak lupa dia mengirimkan kepada Mamanya nan jauh di negri sebrang.
Ayden sekarang hanya menunggu respon semua kontak yang ada di ponsel Rayina. Tujuannya adalah memancing Rizky. Apakah dia masih berani menghubungi Rayina atau tidak.
Ayden yakin saat ini kondisi Rizky sangat mengenaskan. Dia juga lupa untuk memastikan keadaan Rizky. Ayden mengirim pesan kepada orang suruhannya. Memastikan kerja mereka.
" Bos.. beres.. tunggu respon orang tuanya saja" balas anak buah Ayden.
Ayden sudah tahu siapa Rizky. Apa pekerjaannya, dan siapa orang tuanya. Dengan mudah dia mendapatkan informasi itu. Walaupun Ayden sekarang seorang Pilot an flight engineer tapi dia sudah pernah berkecimpung dalam dunia bisnis yang sudah dilatih oleh Papanya itu.
Pelatihan dari Papanya tidak memandang bulu. Semua disama ratakan. Dia belajar dari nol dan memahami dunia bisnis dan rival bisnisnya itu. Sepertinya sekarang yang terjadi akan diturunkan kepada Ben oleh Papanya.
__ADS_1
Ayden sangat menyayangkan akan hal itu. Ayden menginginkan anaknya meraih cita - cita sesuai keinginannya saja.