Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
120.


__ADS_3

Rayina menancapkan gas dengan keceoatan yang menurutnya wajar. Tetapi karena mobil sudah dimodifikasi dengan kecepatan diatas rata - rata sehingga membuat kecepatannya sangat cepat. Rayina terhenyak dan agak sedikit terkaget.


Semua mata memandang pergerakan mobilnya. Disamping kecepatannya yang tak biasa, mobil itu sudah di modif dengan warna metalic silver sesuai dengan warna kesukaan Ayden.


Terlihat gagah dan manly membuat banyak orang berdecak kagum. Apalagi yang mendengar deruman gas dari mobil ini. Sangat garang dan mempesona.


" Waowww... !!!" teriak Liona dan Rayina.


Liona dan Rayina menikmati mobil ini dengan sangat gembira. Dengan diiringi lagu korea kesukaan mereka. Mereka mengikuti nyanyian lagu itu dan menikmati perjalanannya.


" Kak, sepertinya pelankan sedikit, karena sebentar lagi sudah mulai di keramaian" pinta Liona.


Rayina segera memencet tombol standart dan mobil sudah kembali ke mesin normal layaknya mobil sport. Berubahlah mobil itu dengan warna melatic grey yang tak kalah menawannya. Dan kecepatan mobil itu menjadi normal kembali.


" Waoww.. besok aku akan meminta abang merancang mobil seperti ini. Ini sangat menakjubkan!" ucap Liona girang.


" Liona, sebentar lagi kita akan sampai di kantor. Siapkan data yang akan kita sepakati dengan klien" pinta Rayina.


Tanpa menjawab Liona segera menyiapkannya. Sedangkan Rayina memakai kaca mata hitam keluaran brand ternama dunia yang harganya tak perlu diragukan lagi. Liona pun tak kalah kerennya dengan memakai kacamata dengan brand ternama pula.


Tepat di traffic light, Rayina memencet tombol hard-top convertible ( mobil atap terbuka). Dan, semua orang memandang dengan tanpa berkedip.


Dua wanita dewasa yang berada di dalam mobil sport yang sangat menawan. Membuat mata lelaki memandang kearahnya. Dan ternyata, banyak orang yang lalu lalang dengan memperhatikan mereka.


Liona merasa kikuk dengan keadaan tersebut, tetapi ditekannya rasa aneh itu.


" Kak, banyak orang memandang kita !!" ucap Liona lirih.


" Nikmatilah... kita memang menawan. Pancarkan pesonamu Liona..." ucap Rayina yakin.


Setelah lampu berwarna hijau dia menancapkan gas dengan santai, karena kantor sudah dekat. Rayina langsung menuju pintu utama loby kantor.


Biasanya akan ada ajudan yang akan memarkirkan mobilnya. Kali ini Rayina lupa bahwa dia membawa mobil ini. Karena mobil ini kan nyala jika sensor mata Rayina sudah terdekteksi. Begitu pula saat menghentikan mobil ini.


" Kak, mobil tidak akan nyala bukan?" ucap Liona mengingatkan.


" Upss.. lupa" ucap Rayina santai.


Rayina segera menepikan mobilnya. Mobil akan diparkir di depan kantor. Agar tidak menghalangi kendaraan lain yang akan berhenti di depan pintu loby utama.

__ADS_1


" Maaf nyonya, saya tidak membantu memarkirkan mobilnya " ucap ajudan.


" Tidak masalah Pak. Mobil itu juga tidak bisa digunakan sembarang orang. Karena harus dengan sensor wajahku mobil akan menyala. Kembalilah bekerja" ucap Rayina.


Ajudan segera kembali bekerja sesuai dengan pekerjaannya. Rayina segera masuk ke dalam kantor dan menuju lift khusus.


Tak


Tak


Tak


Suara hentakan heels Rayina menggema di seluruh ruangan. Semua mata memandangnya. Dan tak luput adanya seseorang yang sudah menunggu di ruang meeting.


" Maaf bos, Tuan Xano sudah menunggu" ucap Pak Jo.


" Hmm.. baiklah Pak Jo.. tunggu sebentar. Aku akan menemuinya" jawab Rayina.


Rayina bersama Liona masuk ke dalam ruangan. Rayina meletakkan tas dan segera membawa keperluan yang akan di perlukan. Tak lupa Liona mendampinginya.


" Liona.. mulai!!" perintah Rayina.


Sistem bekerja dengan cepatnya. Liona sebelumnya sudah memproteksi data perusahaan. Ditakutkan akan adanya tikus yang mencuri lagi. Dia sudah siap sedia dengan segala kemungkinan yang terjadi.


" Dia kenapa sudah sampai aja di kantor ya? Padahal tadi jadi penguntit dirumah . Aneh banget orang ini" batin Rayina.


Rayina segera membuka pintu ruangan meeting. Didampingi Pak Jo dan Liona, dia masuk dengan langkah pastinya. Xano yang mendengar hentakan kaki dengan penuh keyakinan langsung menoleh kearah suara tersebut.


Dipandanginya Rayina dari atas kebawah kemudian dari bawah keatas. Xano menatap wajah nan ayunya dengan tanpa mengedipkan matanya sedikitpun. Seperti memiliki sihir yang kuat, Xano sudah terhipnotis dengan mudahnya.


" Bagaimana ada wanita secantik ini. Mama.. wanita ini seperti Mama" batin Xano.


" Ehemmm" suara Rayina membuyarkan lamunan Xano.


" Good morning Mr. Xano. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Rayina langsung tanpa basa basi.


" Emm... Morning Mrs. Rayina. Seperti yang anda lihat. Saya akan menawarkan kerja sama kembali yang berbeda dari yang kemarin. Anda sangat suka bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak menyalahi hukum bukan? Untuk itu saya menawarkan kerja sama dalam bidang property lainnya" ucap Xano.


" Bagaimana anda sangat yakin jika saya mau menerima kerja sama tersebut?" ucap Rayina.

__ADS_1


" Embb... Begini Mrs. Rayina.. Saya sebenarnya sangat tertarik dengan perusahaan ini. Yang awalnya saya ketahui, belum pernah sekalipun bekerja sama. Dan malah selalu bersaing. Oleh sebab itu, untuk menunjukkan solidaritas kita maka saya menawarkan kerja sama tersebut" ucap Xano.


" Hmm.. Kerja sama kemarin sudah saya tolak bukan? Itu karena ilegal dan melanggar hukum. Sekarang anda bisa jelaskan kerja sama apa lagi yang anda tawarkan kepada perusahaan ini?" ucap Rayina tegas.


" Begini, saya ingin membuat sebuah mall di daerah kota. Tapi karena lahan itu adalah real estate yang di bangun oleh perusahaan anda. Untuk itu saya ingin membelinya dan membangun sebuah mall" ucap Xano.


" Kenapa anda sangat ingin membelinya? Kenapa tidak dibagian lain. Di bagian utara misalnya.." ucap Rayina menjeda.


" Liona buka wilayah kota" pinta Rayina.


Liona langsung menghubungkan ke proyektor tampilan. Dengan cekatan Liona memperbesar gambar wilayah itu.


" Di utara sini mosalnya.. anda bisa membelinya. Ini milik perusahaan Rollion berada di tengah kota juga. Bahkan titik tumpu kota sangat proporsional sesuai garisnya" terang Rayina.


" Hmmm begitu? Tapi saya hanya ingin bekerja sama dengan perusahaan anda nyonya" ucap Xano menatap Rayina lekat.


" Bekerja sama atau anda ingin tahu banyak tentang saya?" jawab tegas Rayina.


" Maybe.." jawab Xano santai.


" Okay. Mr. Xano jika sudah tidak ada yang dibahas, silahkan anda keluar. Pintu keluar di sebelah sana. Saya sudah ada janji selanjutnya dengan perusahaann lain. Terima kasih atas waktunya menyempatkan ke perusahaan saya. Selamat Pagi " ucap Rayina tegas.


Xano mulai terpancing emosinya. Dia merasa sangat diacuhkan oleh Rayina. Baru kali ini ada perusahaan yang menolak mentah bekerja sama dengannya. Bahkan untuk kedua kalinya.


" *Siapa sebenarnya wanita ini? Dia angkuh tetapi anggun. Dia galak tetapi dengan langkah penuh keyakinan. Dia tegas tetapi dia menghanyutkan. Ahhhhrrrggg... Aku sangat penasaran. Wanita ini sangat membuatku gilaaa!!" batin Xano.


" Dengab keangkuhannya aku akan menaklukkanmu. Tunggu saja hei.. wanita anggun nan ayu... " batin Xano*.


πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Hai.... readers... jangan lupa komen, like dan vote nya ya...


Happy reading ya...


Terimakasih yang sudah setia menanti bab - bab selanjutnya.


Jangan kemana - mana author akan kembali....


I Love you all.... πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2