Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
99.


__ADS_3

" Aruniii..." ucap Ayden mengulangi.


Ya, siapa lagi kalau bukan Farhan yang memberi tahu mereka semua. Dengan suara yang sangat panik dan kecemasan jelas di wajahnya.


" Ayo mas, kita lihat. Ma, Pa.. mari kalau mau ikut.." ajak Rayina.


Mereka semua berduyun - duyun mengikuti langkah kaki sang empunya hajat. Dia kemudian segera masuk melalui kamarnya Karena jika lewat luar akan memakan waktu dan harus melewati tangga.


" Sayang, lewat kamar saja" pinta Ayden.


" Ya sudah, kami lewat tangga" ucap Papa.


" Mari Pa, Ma.. jangan lewat tangga. Kasian Mama, nanti capek" terang Rayina.


" Baiklah" mereka mengalah.


Semua masuk kedalam lift, dalam hitungan detik mereka sudah sampai di ruang bawah tanah. Menyaksikan pemandangan yang ada didepan mata masing - masing yang menyaksikan.


" Aa..a..ru..ni" ucap Mama lirih.


Rayina segera mendekat ke arah Aruni. Aruni seolah memanggil Rayina dengan tatapan matanya.


" Kevin kapan dia sadar?" tanya Rayina lirih.


" Ketika Aruni sadar, Farhan segera berlari menyusul kakak" ucap Kevin menjelaskan.


" Aruni, istirahatlah.. Badanmu masih lemah. Tidak perlu berfikir yang lainnya. Kamu aman disini" terang Rayina menenangkan.


" Aruni... apa kabar? " tanya Mama lembut.


Aruni hanya tersenyum dan menangis. Dilubuk hatinya yang paling dalam adalah hanya penyesalan. Dia berada di keluarga yang sangat tepat saat memutuskan hidup dan matinya. Keluarga ini adalah keluarga yang sangat hangat dan baik sekali.


Mereka bahu - membahu menolong satu sama lain tanpa imbalan apapun. Aruni sunguh menyesal dalam ketidak berdayaannya saat ini.


" Aunty..." lirih Aruni.


" Kevin, berikan oksigennya" ucap Rayina.


" Sudah kakak" ucap Kevin.


" Bagaimana Kevin kondisinya sekarang? tanya Rayina.

__ADS_1


" Dia masih sangat lemah kak, tetapi sepertinya pemulihannya sangat cepat. Semua stabil dan normal. Mungkin beberapa hari dia bisa lebih baik lagi. Dan segera menunggu lukanya kering" terang Kevin.


" Oh.. ya kak. Aku butuh resep obat yang Kakak berikan. Itu sangat mujarab. Bahkan jahitan bekas operasi sangat cepat keringnya" ucap Kevin kembali.


" Ah... tidak bisa. Itu obat rahasia keluargaku. Kalaupun kamu mencari yang sama. Kahasiatnya akan jauh berbeda. Hehehe" ucap Rayina.


" Pelit sekali Kakak" gerutu Kevin.


" Sayang, benar kata Kevin. Lihatlah! lukanya cepat mengering" ucap Ayden.


" Aruni, apakah masih sakit yang didalam?" tanya Rayina lembut.


" Sedikit" ucap Aruni lirih.


" Baiklah. Sabar ya, karena kamu dalam masa pemulihan. Liona mana?" tanya Rayina.


" Aku disini kakak.. hehe" teriak Liona dengan memebawa secangkir teh.


Ya, teh yang diresepkan Rayina untuk Aruni setelah operasi dan Aruni siuman. Liona membuat dengan takaran yang sesuai diarahkan Rayina.


Farhan dengan sigap mendudukkan Aruni dengan sangat perlahan dan penuh kehati - hatian. Farhan sangat lembut memberikan pelayanan kepada Aruni. Memang Farhan lelaki yang baik. Dia selalu berbuat baik. Tetapi tidak dengan Aruni. Mungkin karena memang rasa cintanya yang begitu besar.


" Minumlah Aruni, ini akan membantumu mempercepat penyembuhanmu" ucap Rayina lirih.


"Kejutan terulang kembali. Ilmu yang dia punya dan bakat itu sangat menumpuk pada dirinya. Entah apa tujuan hidupnya. Mungkin hanya membantu orang - orang yang dia sayang adalah prioritasnya. Cover yang selama ini dia pakai bukanlah dia yang seseungguhnya. Dia bisa berubah kapan saja saat dibutuhkan. Alhamdulillah " batin Irfan.


Rayina melihat mimik wajah nan pucat pasi itu ketika menyesap teh herbal itu. Rayina hanya tersenyum.


" Memang tidak enak Aruni, tapi khasiatnya sangat bagus. Minumlah, biar cepat pulih" pinta Rayina.


" Habiskan!" perintah Rayina.


Rayina kini merasa sangat lelah. Badannya terhuyung kesana kemari. Ayden melihat itu langsung membawanya dalam dekapan. Didukkanlah Rayina di sofa.


" Sayang, kamu lelah" ucap Ayden.


" Mas, aku mau bakso" ucap Rayina tiba - tiba.


"Mungkin dengan makan bakso tubuhku kembali segar. Bakso dengan sambal yang pedas. Dimakan saat panas - panas. Itu sangat enak sekali" batin Rayina sedang membayangkan.


" Mama akan buatkan. Karena itu kesukaan Ayden dan Ben" ucap Mama.

__ADS_1


" Baiklah, karena Aruni sudah baik - baik saja. Kita kembali ke atas. Aruni bekerja samalah dengan baik. Supaya kamu juga cepat sembuh. Jangan menolak apapun yang kami berikan. Anggap hotel bintang lima sedang menjamu. Hahaha" canda Irfan.


Aruni hanya mengangguk dan tersenyu. Aruni merasa sangat lega dan bahagia. Karena dia diperlakukan sangat baik. Bahkan dia sudah berbuat jahat kepada keluarga ini. Aruni bertekat akan membantu apapun yang dia bisa disisa hidupnya.


Mama sudah kembali ke atas dan segera ke dapur. Memeriksa semua bahan yang ada. Mama kemudian membuatnya dengan penuh cinta. Sedangkan Rayina kini sudah berada di ranjang kamar. Dia sangat letih.


" Mas, kenapa nafsu makanku semakin menggila begini. Bukankah tadi aku sudah makan? Tapi kenapa kapal seperti oleng kapten? haha" kekeh Rayina.


" Kamu lupa sayang? Disini ada benih unggul dua biji" ucap Ayden dengab mengelus perut istrinya.


" Benih unggul dua biji? Mas kira ini apa? dua biji... Dua malaikat kecil kita" ucap Rayina yang baik.


" Baiklah permaisuri. Titah hamba laksanakan" ucap Ayden bercanda.


" Mas, besok kerja bukan?" tanya Rayina sambil mengendus - endus bahu suaminya.


" Iya kenapa?" jawab Ayden dengan lembut.


Kelakuan istrinya bukan lagi saat ini. Srtiap hari pasti Rayina mencium bahunya. Entah apa yang dia cari dibahu kekar suaminya itu.


Kenyamanan? tentu saja, bahkan aroma maskulin suaminya membuat mood nya berubah sangat baik.


" Mas, kenapa parfum mas ganti?" tanya Rayina.


" Iya, aku membelinya dulu. Belum pernah aku pakai. Enak tidak baunya?" tanya Ayden.


" Enak, tapi aku suka yang sebelumnya" ucap Rayina lirih.


" Baiklah, aku akan pakai itu saja. Yang penting istriku bahagia. Sayang, kenapa kamu suka sekali dengan bahuku?" tanya Ayden.


" Entahlah, aku merasa nyaman dan moodku bertambah. Beban di hati dan pikiran juga berkurang" jawab Rayina.


Tiba - tiba Mama mengetuk pintu dan membawakan nampan berisi bakso 2 mangkok, sambal, saos, kecap dan tak lupa acar.


" Sayang, makanlah dulu. Kamu sangat pucat. Si kembar butuh ekstra makanan. Memang nafsu makan orang hamil itu sangat drastis. Makanlah" ucap Mama.


" Thank you Ma, sepertinya sangat enak. Kuahnya juga harum sayang" ucap Rayina berbinar.


" Makanlah... terus kalian mana?" tanya Rayina.


" Kami akan menunggumu sampai habis. Dan kamo nanti akan makan. Papa meminta Mama menyaksikan anak Mama ini makan dengan baik untuk si kembar" terang Mama.

__ADS_1


Rayina mendengarkab dan sambil menuang sambal berkali - kali. Ayden yang melihatnya langsung merebut mangkok sambal itu.


" Jangan banyak - banyak. Kasihan anak kita. Terlalu pedas juga tidak baik" ucap Ayden.


__ADS_2