
" Jadi, ini yang membuatmu berubah kepadaku? Apa karena dia kaya? Atau punya pangkat dan kedudukan? Siapa Ayden itu?" pesan dari Rizky.
Rayina tidak menggubris pesan itu. Dia sudah tidak mau bermasalah lagi dengan Rizky. Penjelasan dan ketegasannya dulu sudah cukup bukti. Tidak ada alasan lagi selain menyudahi. Karena sadar masih ada hati yang masih dijalani, Ayden.
Hati Rayina sudah mantap memilih Ayden dan dia sudah tidak memperdulikan lagi kaum adam yang akan mendekatinya. Siapapun itu.
Rayina hanya terus menunggu pesan dari Ayden. Tetapi tidak ada jawabannya. Rayina kemudian menyiapkan semua yang akan dibutuhkan.
Pertama kali dia menelpon orang tuanya yang ada di kampung. Meminta doa restu dan meminta perwalian nikah kepada Ayahnya. Rayina juga tak luput meminta maaf dengan rencana yang mendadak seperti ini. Dikarenakan Ayden tidak mempunya cuti panjang dan harus segera terlaksana.
Selanjutnya Rayina mengumpulkan dokumen syarat pernikahan. Dia kemudian mengunjungi RT dan RW setempat. Saat berkunjung dan mengutarakan maksud dan tujuannya, ternyata jawaban Pak RT sangatlah mengagetkannya. Ayden dengan cepat sudah mengurus segalanya tanpa Rayina ketahui. Dia selalu membuat kejutan demi kejutan untuknya. Rayina hanya melengkapi beberapa persyaratan yang belum dilengkapi.
Rayina kemudian pamit pulang dengan tersenyum - senyum. Ternyata Ayden sudah satu langkah lebih maju dibandingkan dirinya. Ada orang yang lebih maju pemikirannya dari pada dia.
Belum sampai dirumah, Rayina dihadang dengan sebuah mobil yang tidak dipungkiri sang pemilik mobil seperti dikenalinya. Ya, benar dugaannya.
Rizky...
" Kenapa kamu selalu menghindariku Rayi? Sebegitukah kamu mencintainya terlalu dalam? Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan?" ucap Rizky.
" Maaf mas, tolong pergilah. Saya tidak mau bersinggungan lagi dengan anda. Carilah wanita lain yang bisa mencintai anda dengan tulus" balas Rayina.
Di satu sisi..
Ayden yang sudah selesai berendamnya mendapatkan sebuah pesan dari orang suruhannya. Orang itu selalu mengintai Rizky sesuai perintahnya. Ayden mengeram melihat foto yang dikirmkan orang suruhannya itu. Tidak menunggu waktu lama. Ayden segera keluar rumah tanpa memperdulikan anaknya yang berada dirumah.
Dia kemudian melajukan mobilnya dan langsung memarkirkannya sembarangan. Ayden mendekati orang suruhannya dan menunjukkan posisi mereka saat ini.
Ayden melihat Rayina selalu menghindari Rizky dan tanpa menatap wajah Rizky. Tetapi Rizky selalu memaksa Rayina.
Melihat kejadian itu amarah Auden sudah sampai ubun - ubun. Dia kemudian mendekati Rayina dan langsung menggendong Rayina di bahunya. Rayina yang kaget seketika ada seorang lelaki yang tidak tahu siapa telah menggendongnya.
" Turunkan aku" ronta Rayina dengan memukul bahu lelaki itu.
Rayina seketika teringat dengan aroma tubuh ini. Aroma maskulin yang menentramkan hatinya selama ini.
__ADS_1
" Ay.." ucap Rayina lirih.
" Diamlah, nikmatilah ini. Besok - besok tidak akan ada lagi drama seperti ini. Karena kamu sangatlah berat " ucap Ayden dengan ketus.
Rayina kemudian diturunkan dari gendongannya. Dia nampak berpikir, Ayden selama ini tidak pernah ketus. Dia selalu berkata lembut kepadanya, kenapa sekarang sangat ketus?
Rizky yang mencoba menghalanginya sudah terhadang oleh anak buah Ayden. Karena kejadian itu tidak jauh dari rumah Rayina. Rayina disuruh masuk kerumah.
" Masuk!!" bentak Ayden.
Rayina yang dibentak merasa kaget dan takut. Tak terasa bulir air matanya jatuh. Ayden yang dikiranya selalu bersikap lembut, ternyata sangatlah galak.
Rayina kemudian masuk dengan sesenggukan. Mbak yang melihatnya hanya bisa menghibur nyonyanya itu.
" Sabar bu, Mr. mungkin hanya cemburu melihat Ibu dengan mas Rizky" hibur Mbak.
" Dia kasar Mbak. Sudah membentak saya. Almarhum tidak pernah begitu Mbak. Disaat kemarahannya pun beliau tidak pernah membentak saya" dengan berlinang air mata Rayina bercerita.
" Bu, almarhum sudah tenang disana. Ibu.. masing - masing orang beda watak dan perilakunya. Lelaki masing - masing punya cara untuk mencintai wanitanya. Seperti Mr. dia berbeda dengan almarhum " terang Mbak dengan sabarnya.
" Tidak Mbak.. dia benar - benar berubah. Saya takut Mbak" ucap Rayina.
Diluar rumah..
" Apa yang kamu mau Ayden?" tukas Rizky.
" Go away..." jawab tegas Ayden.
" No, Ayden. I love her so much" jawab Rizky.
Ayden hanya menjentikkan jarinya, tanda anak buahnya melakukan sesuatu. Anak buah Ayden langsung memegangi Rizky den segera menyegel tangannya.
" Go away from her!!! understain?? I will marrying with her. Dia wanitaku!! Jangan pernah bermimpi mengambilnya dariku" tegas Ayden.
" Walau sampai kapanpun aku akan berjuang untuk Rayi" teriak Rizky.
__ADS_1
Ayden kemudian memetikkan jarinya. Anak buahnya langsung menghajar Rizky secara brutal. Rizky sudah tak berdaya dengan amukan anak buah Ayden. Ayden menyuruh berhenti anak buahnya itu.
" Ini peringatan untukmu. Pertama dan terakhir. Aku tidak suka dibantah!! Go away !! seret dia. Antarkan ke orang tuanya dan katakan dia telah mengganggu wanitaku" perintah Ayden kepada orang suruhannya.
Di Negara tetangga..
" Kamu tidak jauh beda denganku Ayden. Mirip bahkan kamu seperti duplicate ku " Irfan tersenyum penuh arti.
Irfan kemudian berfikir Ayden memperjuangkan Rayina sedemikian rupa. Istimewanya dari wanita itu sebenarnya apa? Cantik memang cantik tapi tidak secantik wanita- wanita yang selalu mendekati Ayden.
Irfan kemudian menelpon istrinya dab mengatakan untuk bersiap - siap akan menyusul anak dan cucunya ke Indonesia. Mendenga hal tersebut Mama Ayden sangat senang. Bahkan ketika Ayden sudah memutuskan untuk menikah.
Mama Ayden kemudian mengirim beberapa foto dan video dari Ayden. Tetapi ternyata Irfan sudah mempunyai semuanya secara detail dan lengkap. Karena dia punya orang suruhan yang selalu memantau pergerakan anaknya itu.
Kembali ke Ayden...
Ayden kemudian masuk kerumah Rayina. Rayina masih mengurung diri dikamarnya. Dia tahu kesalahannya saat ini. Ayden terus membujuk Rayina, tetapi Rayina tidak bergeming. Seketika Ayden punya ide yang sangat licik.
" Hallo.. What happen boy? Oh My God.. Okay.. Ayah back home now. You okay? Don't cry okay?" teriak Ayden yang berpura - pura agar Rayina membukakan pintunya.
Rayina yang mendengar Ayden menyebut "boy" berarti Ben. Rayina seketika berlari dan membuka pintu untuk melihat apa yang terjadi.
Tetapi saat dibuka pintunya....
" Taraaaaa" ucap Ayden .
" Nggak lucu Ay.. No funny. I hate you. Go away!" ucap Rayina dengan marah.
Ketika Rayina akan menutup pintu ditahanlah dengan tangan Ayden yang kekar.
" Wait sayang... okay I'm sorry.. okay?" dengan memegang telinganya dan meminta maaf tulus.
" Sunday strawberry ? " rayu Ayden.
" No!!" ucap Rayina dengan menyilangkan tangan di dadanya.
__ADS_1
" Okay lah.. Mbak let's go. Mc D now Mbak.. Ganesha ready my lil boy? Bunda stay at home. You with me and Mbak" ucap Ayden kepada Mbak dan Ganesha.
Ganesha hanya diam saja tidak paham apa yang di katakan oleh Ayden. Sebenarnya Rayina juga mau dengan bujuk rayu Ayden. Karena di saat sedih Rayina selalu makan es krim agar suasana hatinya baik kembali.