
" Hmmmm... Bolehlah.. bolehlah..." jawab Rayina menggoda.
" Thank you sayang..." ucap Ayden sembari mengecup pipi istrinya yang mulai gembul.
" Ini donat?" tanya Ayden.
" Tentu saja. Memang apa lagi mas?" tanya balik Rayina.
" Kamu membuatnya sendiri?" tanya Ayden menelisik.
" No, tapi ini resepku yang aku tempel di dinding dapur. So, mbak yang buat. Not me!" jawab Rayina santai.
" Ohh" jawab Ayden dengan mengambil dan mencicipi donat itu.
" Hmmm... almost same " ucap Ayden.
" Really? Apa bedanya?" tanya Rayina.
" Bedanya tidak bau tangan kamu. Hahaha" jawab Ayden asal.
" Garing !!" gumam Rayina yang cuek.
" Emmm.. mas.. tikus ada di ruangan baru yang kita design itu" ucap Rayina.
" Hmm... bagaimana kualitas ruangan itu? Apakah memadai dan membantu kita?" tanya Ayden menelisik.
" Ya, tentu saja sangat membantu. Jadi tikus itu tidak akan tahu siapa yang menangkapnya. Tapi kita tahu wujud si tikus. Mas... tikus itu wanita. Dan..." ucap Rayina menggantung.
" Dannnn???" ucap Ayden menunggu kelanjutannya.
" Dan.. sepertinya aku kenal dengan tikus itu. Tapi dimana ya? " ucap Rayina dengan berpikir keras.
Ayden seketika mengambil ponsel dan segera menghubungkan bloethoth yang kemudian di sambungkan ke layar monitor besar miliknya. Sembari menikmati cemilan yang di siapkan sang istri, dia terus mengamati masing - masing monitor.
Dan dia memang sengaja ingin melihat seluruh rumahnya. Dan tak terkecuali ruangan rahasia baru miliknya. Dia memperhatikan dengan penuh keyakinan.
" Aleesha!! No...no.. Aleena " batin Ayden.
" Pantas saja kamu seperti mengenalnya sayang!" ucap Ayden.
" Hmmm benarkan? Siapa dia mas?" tanya Rayina santai.
" Kembaran Ibunya Ben" jawab Ayden singkat.
" Whaatttt!!!" pekik Rayina.
" Pantas saja aku merasa tidak asing dengan muka itu. Tapi mas, Ben tidak mengenali dia like his mom!" ucap Rayina.
__ADS_1
" Apakah mas dan keluarga tidak memberitahukannya? Atau memberikan foto kepadanya. Mengenalkan Ibunya?" tanya Rayina beruntun.
" Tanyakan satu persatu sayang. Tidak perlu terburu - buru. Mas akan menjelaskan dengan detil. Okay?" ucap Ayden aantai dengan menyeruput jus jeruk istrinya yang hampir habis.
" Isshhh mas !!!" teriak Rayina.
" Apa sayang???" jawab Ayden santai.
" My jus !!" pekik Rayina.
" Hahaha... ups.. sorry sayang. Okay.. okay.. mas akan menggantinya" jawab Ayden santai.
Ayden segera beranjak untuk memencet telepon rumah mereka. Rayina yang melihat suaminya akan menelpon orang bawah, alias mbak segera menghentikannya.
" Mas mau ngapain? Mbak sudah istirahat mas. Kasihan. Jangan di bangunkan" ucap Rayina.
" Tapi sayang... mas masih pengin jus jeruknya" jawab Ayden merengek.
" Okay... wait !!" pinta Rayina.
Ayden hanya menyaksikan istrinya yang beranjak dari tenpat tidur dan menuju kulkas di kamarnya.
" Ini" ucap sang istri singkat.
" Wow...sayang, sejak kapan kamu menimbun makanan?" ucap Ayden.
" Hahaha... tak apa sayang. Yang penting kalian sehat" ucap Ayden dengan mengusap lembut perut Rayina.
" Mas... wanita itu??" ucap Rayina tiba - tiba menggantung.
" Kenapa??? Ada apa dengan wanita itu?" tanya Ayden.
" Ya... Aleena. Kembaran Ibu Ben" jelas Ayden.
" Whatt??" pekik Rayina.
" Mas, berarti Ben sudah melihatnya bukan?" ucap Rayina yang baru saja teringat.
" I don't know sayang. Kamu tidak bertanya kepadanya? Hmmm tapi, mas rasa dia tahu. Dan sangat tahu bahkan" ucap Ayden santai.
" Ohhh mas... bagaimana perasaannya? Aku tidak tahu jika akan begini jadinya" sesal Rayina.
" It's okay sayang. Tenanglah... dia sudah paham. Bahkan jauh sebelum kitabyang dewasa menjelaskan. Dia sudah mendengar sendiri kisah Ayah dan Ibunya. So, kamu tidak perlu khawatir akan hal itu. Okay?" ucap Ayden menenangkan.
" Dan dia sudah mengenal tantenya. Dia bahkan tidak suka dengan tantenya" ucap Ayden kembali.
" Oh.. ya sayang. Mas rasa, kamu work form home lebih baik. Dari pada ke kantor" ucap Ayden tiba - tiba.
__ADS_1
Rayina masih mengernyitkan dahinya dan mencerna ucapan suaminya. Dia menerka - nerka semua yang ada dalam pikirannya.
" Ada apa mas berkata demikian?" batin Rayina.
" Ada sesuatu yang terjadi kah?" tanya Rayina menelisik.
Rayina beranjak dari ranjang dan menghampiri mesin pendingin yang menyimpan banyak ahrta karun ibu hamil. Rayina mengambil beberapa jeruk dan apel serta puding yang sudah dia simpan.
Dia kemudian mengupas jeruk dan memasukkan buah tersebut kedalam mulut suaminya.
" Ahhh sayang..." ucap Ayden
" Menggendutlah bersamaku mas... hehe" ucap Rayina.
" Baiklah sayang. Tapi kalau mas jelek kamu masih mau sama mas bukan?" tanya Ayden.
" Ishh bagaimana mas gendut. Setiap hari mas ngegym. Mas juga suka olah raga. Sebanyak apapun yang mas makan pasti akan terbakar lemaknya. Aku yang akan menggenndut pastinya" jelas Rayina.
" Tak apa sayang, yang terpenting kalian sehat. Ohh sayang.. sepertinya minggu depan kita akan melakukan chek up kandungan bukan? " tanya Ayden mengingatkan.
" Ohh iya benar mas. Besok kita periksakan si kembar. Sudah sebesar apa dia" ucap Rayina.
" Mas, kenapa? Apakah ada masalah sehingga aku harus bekerja dari rumah?" tanya Rayina menelisik.
" Xano mengincarmu. Bukan perusahaan, tetapi diri kamu sayang" jelas Ayden.
" Aku?? Apa tidak salah dengan pernyataan kamu mas" tanya Rayina.
" No !! bahkan dia mengira kamu istri Antony. Dia mengajakku bekerja sama" terang Ayden dengan memasukkan puding ke dalam mulutnya.
" Waiiittt !! explain to me mas.. jelaskan padaku apa maksudnya?" pinta Rayina.
" Ya, Xano datang kepadaku. Dia memintaku bekerja sama untuk menghancurkan Antony. Untuk merebutmu dari Antony. Dia mengira kamu istri Antony. Karena Xano melihatmu saat bercengkrama dengan Antony. Dan dia mengira aku teman akrab kalian" terang Ayden santai.
" Hahaha... Xano.. Xano... jadi tujuanmu mengajakku bekerja sama. Menawarkan berbagai macam bisnis dan kerja sama hanya untuk mendekatiku. Dan dia hanya ingin memilikiku. Dia bodoh sekali. Apa dia tidak melihat perutku yang mulai membuncit !!" gerutu Rayina.
" Ya, begitulah. Dan mas khawatir jika dia akan mengusikmu di kantor. Karena Xano pantang mundur sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Mas tidak mau terjadi sesuatu pada kalian" terang Ayden.
" Emmbb.. makasih mas sudah mengkhawatirkan kami. Mas, tapi bukankan lebih mudah jika kita menggunakan kesempatan itu untuk menghancurkan rencana mereka. Aleena juga sudah berada dalam genggaman kita" ucap Rayina.
" Tidak semudah itu kisanak!! Xano itu licik sayang. Dia sudah membuat hancur keluargaku dulu. Dan sepertinya dia juga akan merebutmu dariku" ucap Ayden.
" Dia bahkan tidak ragu untuk menghabisi Antony. Aku sudah menyiapkan orangku untuk berjaga dan menjaga Antony. Antony juga sudah menyiapkan anak buahnya jika sesuatu hal terjadi" ucap Ayden kembali.
" Mas... sepertinya kita bisa meringkus sekaligus. Sepasang tikus rakus !!" ucap Rayina.
" Sayang... ingat... Aleena mengandung anak Xano. Tujuan dia bukan hanya merebut hartaku saja. Kamu paham bukan jika dia mengetahui tentang keinginan Xano kepadamu?" terang Ayden kembali.
__ADS_1