Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
145.


__ADS_3

" Of course sayang. Jangan khawatir. Mungkin teman - teman Ganesh belum tahu. Ganesh punya Ayah. Ganesh juga punya Ayah Ayden. Ya kan Yah?" ucap Rayina.


" Iya. Ganesh tidak perlu sedih lagi. Jadi, masih ada yang sakit?" tanya Ayden.


" Tidak ada yah. Ayah sayang Anesh?" tanya Ganesha polos.


" Tentu sayang. Ayah sayang sekali dengan Ganesh. Unconditional love with you. Okay?" jelas Ayden.


" Iyah... " jawab Ganesh.


" Ada yang sakit sayang? Embb Pakah ini sakit?" tanya Rayina.


" No nda.. sedikit " jawab Ganesha.


" Kemarilah, Bunda akan obati lukamu. Ayah, boleh minta tolong bikinkan susu hangat kesukaan Ganesha?" pinta Rayina.


" Ah... tentu saja untuk anakku sayang Ayah akan buatkan" jawab Ayden dengan mengusap kepala Ganesha.


Ayden segera berlalu membawakan permintaan istrinya. Membiarkan dua orang yang sudah mengisi hidupnya kini untuk mengeluarkan segala gundah gulana dihatinya.


" Nda.. ini cakit.. " ucap Ganesha dengan menunjukkan luka di lututnya.


" Iya, Bunda obati ya? Bagaimana bisa seperti ini sayang? Boleh cerita?" tanya Rayina.


" Tadi aku di dolong cama temen aku. Katanya aku tidak pantas jadi anak Ayah. Cuma abang yang boleh. Ayah bukan ayah aku. Telus aku di dolong deh cama dia" terang Ganesha.


" Ganesh gantian dorong nggak?" tanya Rayina.


" No Bunda. Aku di dolong telus di pukul ini nda. Jadi gini deh. Aku kan ndak oleh angis ya? Kan aku mau jadi abang" ucap Ganesha polos.


" Ya sudah. Ganesh tidak perlu membalasnya. Nanti Allah yang akan balas. Okay? Bunda akan olesi onat dilukamu. Ganesh bisa menahan sebentar?" tanya Rayina kepada Ganesha.


" Okay bunda " jawab Ganesha singkat.


Muka chubby jagoannya kini mulai risau ketika tangan Rayina akan menempelkan kapas yang sudah di bubuhi obat lukanya.


Memejamkan mata adalah hal terbaik menurut Ganesha. Di pejamkanlah mata belok itu dan ditahannya ketika obat sudah menyentuh lukanya.

__ADS_1


" Ssssss" desah Ganesha menahan rasa sakit itu.


" Sebentar ya sayang. Ditahan sebentar saja. Bunda tiup - tiup ya supaya tidak sakit?" ucap Rayina menenangkan.


" Sssss. Iya Nda" jawab Ganesha singkat.


" Nah... sudah selesai. Bunda juga sudah memasangkan perbab dilukamu. Untuk yang memar nanti Bunda beri lotion khusus memar ya?" ucap Rayina.


" Huum" jawab Ganesha.


Sementara di dapur ada seseorang yang menggerutu dengan hatinya sendiri. Merasa sangat kasihan tetapi juga marah. Disisi lain merasa sangat kecewa dengan istrinya.


" Kenapa si sayang hatimu begitu baik. Bukankah anak kecil itu pasti mendapat bahan gunjingan dari orang dewasa? Kenapa kamu tidak marah ketika melihat anakmu nampak kacau !! huuufttt" gerutu Ayden lirih.


" Sakit hati ayah nak, lihat kamu banyak luka begitu. Sangat sakit pastinya. Aku tahu siapa yang melakukan semua ini!!" gumam Ayden kembali.


Segera dia membuatkan segelas susu hangat kesukaan Ganesha dan membawa beberapa coklat untuknya. Tak lupa Ayden membawakan susu hamil juga untuk bidadarinya.


*Tok


Tok


" Bolehkah Ayah masuk?" ucap Ayden dari luar pintu.


Ayden melakukan itu agar orang yang sudah dia tinggalkan di dalam bisa mengukur percakapannya. Jika belum menyelesaikan pembicaraan maka mereka tidak merasa ada yang mencuri dengar. Jika sudah menyelesaikan maka mereka akan memberikan ruang untuk segera masuk.


" Masuklah mas " jawab Rayina.


" Sudahkah selesai? Bagaimana jagoan Ayah? Are you okay boy?" tanya Ayden.


" Yaa Ayah. Ayah bolehkah aku beltanya sesuatu sama Ayah?" tanya Ganesha.


" Of course sayang. Apa itu? Kemarilah mendekat sama Ayah" ucap Ayden.


" Ayah, apa anti jika twis udah ada ayah lupa cama Anesh?" tanya Ganesha polos.


" Ooo.. tentu tidak sayang. Bagi Ayah, Abang Ben, Abang Ganesha adalah anak - anak ayah yang terrrrrbaik. Dan ingat, Ayah akan selalu menyayangi kalian tanpa syarat. Dan Ayah tidak akan membedakan kalian semua. Bagi Ayah kalian anak - anak Ayah. Harta Ayah yang paling berharga. Okay?" terang Ayden.

__ADS_1


" Telimakacih Ayah. Anesh cayang cekali ama Ayah. Salangheyo Ayah" ucap Ganesh dengan menyatukan jari telunjuk dengan Ibu jarinya.


" Ooooouchhhh... Sayang, Rupanya baby boy kita sudah besar. Sudah bisa bilang Saranghaeyo. Berarti siap di panggil abang dong?" ucap Ayden.


" Ciapppp komandan !!!" jawab Ganeshbtegas seraya hormat.


" Hahahaha" Rayina dan Ayden saling bertaut ria tertawa.


Mereka segera menyudahi drama kali ini. Ayden segera mengantarkan Ganesha ke dalam kamar untuk ia tidurkan. Sementara Mbak mendapatkan teguran dari Ayden karena lalai dalam menjaganya.


" Mbak, jika Mbak lalai lagi dalam menjaga anak - anak. Aku pastikan mbak akan aku pulangkan ke Indonesia. Tolong jaga dengan benar !! Aku tidak mau kejadian ini terulang lagi. Karena kelalaian Mbak, Ganesha menjadi seperti ini. Luka di sana sini, bahkan hatinya terlukai dengan perkataan anak - anak nakal itu. Tolong dengarkan peringatanku ini " ucap Ayden dengan sangat tegas.


" Ayah malah - malah cama mbak. Aku kacian cama mbak. Cemoga mbak tidak kenapa - kenapa. Cemoga Ayah memafkan mbak" batin Ganesha mendengarkan Ayden memarahi Mbak.


Ckleeekkk


Suara pintu kamar terbuka. Ganesha mengintip dari balik selimutnya. Dia melihat mbak datang dan seperti habis menangis. Ganesha kemudian bangun untuk menanyakan banyak hal kepada sang pengasuh.


" Mbak, maafin Anesh ya. Anesh yang calah. Gala - gala Anesh mbak malah - malahin Ayah. Anesh minta Aaf ya?" ucap Ganesha polos.


" Hey... It' s okay boy. Mbak yang minta maaf sama Ganesh ya. Mbak tidak tahu kejadian ini. Tadi Ganesh curi main jauh dari Mbak. Besok lagi janji jangan jauh - jauh dari Mbak. Okay??? Masih ada yang sakit sayang? Mbak obati lukanya? Kemarilah Mbak lihat" ucap Mbak.


" Nda uda obatin tadi. Iya Anesh janji Mbak" Jawab Ganesha.


Mbak segera melihat luka - luka ditubuh Ganesha. Tak terasa air mata menetes jatuh. Bagaimana bisa, anak kecil yang selalu dia rawat dari lahir bisa mendapatkan luka karena kelalaianya.


Dia sangat menyesal sudah memberikan keleluasaan kepada Ganesha. Dia juga sudah tidak becus menjaga Ganesha. Bahkan nyamuk menggitpun dia tidak membiarkan melukai kulit Ganesha. Tapi sekarang dia melihat luka lebam dan banyak luka gesek di kulitnya.


" Hiks... apakah sangat sakit sayang? Maafkan Mbak ya? Mbak lalai menjaga Ganesh. Maaf ya sayang. Huuufff.. Hufff" ucap Mbak seraya meniup - niup luka Ganesha.


" It's okay Mbak. Nda uda kacih obat. Uda cembuh kok. Mbak no angis agi ya? Anesh jadi cedih Mbak angis deh " ucap Ganesha polos.


Di rengkuhnya tubuh kecil mungil itu. Dikecupnya pipi chubby nan gembul seraya mengucapkan beribu kata maaf karena dia kecewa dengan dirinya sendiri.


Digendongnya bayi kecil yang dulu dia rawat dan kini menjadi balita yang sudah mulai aktif dan pintar.


" Bobok dulu yuk. Biar cepet sembuh sakitnya. Okay? Mbak akan bacakan buku cerita yang baru. Okay?" ajak Mbak.

__ADS_1


" Okay...." jawab Ganesha riang.


__ADS_2