Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
41. Makan malam


__ADS_3

Mereka semua menempati kursinya masing - masing. Semua menu makanan sudah tersedia di meja makan. Masakan Indonesia dan masakan Malaysia tersedia di meja makan.


" Bapak, Ibu silahkan makan. Semua sudah disiapkan. Ada menu dari negara kami. Silahkan untuk di cicipi" ucap Ayden.


" Iya nak, Ibu dan Bapak akan mencobanya" jawab Ibu.


" What is this sayang?" tanya Rayina.


Karena dia tidak tahu masakan itu dan sepertinya belum pernah mencobanya.


" Ayam pedas sayan, Try it. This very delicious" jawab Ayden.


" Indonesian food is very delicious too" ucap Mama Ayden.


Translator segera mengartikan untuk kedua orang tua Rayina. Tetapi Rayina menolak. Rayina yang akan mentranslate sendiri untuk orang tuanya.


" Bu, Mama tadi bilang, makanan indonesia juga enak- enak" ucap Rayina.


" Of course" jawab Ibu cepat.


" Benar tidak nduk? Ibu salah bicara tidak?" tanya Ibu kemudian.


" Tidak Ibu. Ibu sangat benar" jawab Rayina dengan mengambil tangan Ibunya.


Seakan belaian dari Rayina mengatakan ' Tidak usah khawatir' yang membuat tenang Ibu.


Melihat sikap Rayina seperti itu membuat Mama dan Papa Ayden sangat kagum dengan menantunya itu. Dia bisa memposisikan dirinya dimana saja. Pantas saja Ayden begitu menggilainya dan berusaha mengejarnya.


Mereka melanjutkan makan. Ben yang sangat bernafsu mencicipi semua makanan yang ada. Ganesha yang sudah dengan menunya tersendiri. Mbak yang sudah selalu stay untuk dua bos ciliknya itu juga menikmati seraya mengamati kedua bos kecilnya itu.


" Sayang, do you want?" tawar Rayina.


" What is this?" tanya Ayden.


" Soto betawi, this very delicious. Try it lah" ucap Rayina.

__ADS_1


" Oke. Try ya?" ucap Ayden kemudian menyendok sesuap soto.


Dia tidak menyangka. Makanan dari Indonesia yang beragam itu sangat cocok di lidahnya. Apa yang istrinya tawarkan membuatnya bernafsu untuk menghabiskan makanan itu.


" Mama, Papa try it " tawar Rayina.


" if my wife cooks it must taste much better ( jika istri saya yang memasak pasti rasanya jauh lebih enak)" celetuk Ayden.


Semua orang menolehke arah sumber suara. Terkaget dengan apa yang diucapkan Ayden berhenti mengunyah.


" Apa yang salah?" tanya Ayden.


" Apa nak Ay sudah pernah mencicipi masakan anak kami?" tanya Bapak.


" Ya pak.. Tentu saja. Itu sangat enak. Restaurant terkenal saja kalah rasanya" puji Ayden.


Rayina yang mendengar hanya tersenyum senang. Ayden kemudian mentranslate kepada orang tuanya. Mama dan Papa Ayden sangat terkejut. Bakat apa lagi yang menantunya punya. Sehingga bisa menyihir anaknya ini.


" May I try your cook sayang? " tanya Maam Ayden kepada Rayina.


" Cobalah semua masakan yang Rayina buat. Dia sangat suka memasak. Masakannya tidak ada yang mengecewakan" papar Ibu Rayina.


" Oh.. benarkah Ibu? Beruntungnya aku. Hahaha" jawab Ayden dengan kelakarnya.


Semua terhanyut dalam ramah tamah keluarga. Bapak dan Ibu Ayden merasakan kehangatan dan kasih sayang yang melimpah untuk anak perempuannya itu. Bapak merasa lega karena sudah melepas anak perempuannya kepada lelaki yang benar - benar bertanggung jawab dan dapat dipercaya.


Setelah selesai makan, semua berkumpul ke ruang keluarga. Untuk sekedar bercengkrama. Anak - anak kembali ke kamarnya karena mereka masih ingin bermain ditemani oleh Mbak.


" Nduk, kapan Mbak akan menikah? Dia sudah cukup umur untuk itu bukan?" tanya Ibu.


" Sudah cukup umur Bu, tetapi itu privasi Mbak. Dia mau menikah kapan terserah. Dia juga jarang bertemu dengan lelaki" jawab Rayina setahunya.


" Ya sudah kalau begitu. Dia sudah yatim piatu. Kita sebagai ganti keluarga dia nduk. Jangan sampai kita lupa akan hal itu. Kamu juga disini yang bertanggung jawab atas dia" terang Ibu.


" Iya bu, Insyaallah amanah itu akan selalu saya ingat" jawab Rayina dengan mengelus tangan Ibunya.

__ADS_1


Semua keluarga sudah berkumpul diruang tengah. Semua bercanda tawa dan berbagi cerita. Ayden segera menengahi obrolan.


" Perhatian semuanya, lusa kami akan segera berangkat ke London. Termasuk Mbak. Saya sudah nyaman dengan pekerjaannya. Saya sudah percayakan dengan dia. Untuk itu kami meminta doa dan restu dari tetua, Ibu dan bapak serta papa dan mama" jelas Ayden.


" Kenapa terburu - buru nak? " tanya Bapak.


" Cuti saya sudah habis pak, dan saya berencana untuk mengajak keluarga kecil kami segera menata kehidupan di London" ucap Ayden.


" Ay,why you no share with me ?" tanya Rayina.


" Sorry sayang.. surprise" terang Ayden.


" Untuk urusan dokumen sudah saya persiapkan. Kita hanya berangkat membawa diri dan keperluan dokumen pendukung. Untuk semua barang saya sudah siapkan semua di sana. Tetapi untuk sekolah dan lain sebagainya, saya butuh kamu dalam hal ini. Saya tahu kamu pasti akan memberikan yang terbaik" imbuh Ayden.


" Bagaimana dengan pekerjaan kamu di sini nduk" tanya Ibu.


" Maaf bu, saya yang meminta maaf untuk itu. Saya yang meminta Rayina untuk resign dari tempat mengajarnya. Karena ada sesuatu hal yang membuat dia bekerja tidak nyaman. Dan saya bersyukur karena saya tidak mau istri saya kecapekan bekerja. Saya mau istri saya hanya mengurus anak dan suami" terang Ayden dengan mengusap lembut tangan Rayina.


" Baiklah nak. Rayina sekarang adalah hak kamu. Dan kewajiban kamu menjalankan tugas seorang suami. Kalian juga tidak berdua. Ada dua makhluk kecil yang sangat butuh perhatian ekstra" terang Bapak.


" Papa also same with Bapak. Papa okey lah" jawab irfan singkat.


Irfan tidak terlalu berat dengan keputusan Ayden. Karena memang dia sudah terbiasa untuk ditinggal jauh oleh anaknya. Berbeda dengan orang tua Rayina. Biasanya setiap liburan sekolah Rayina mudik atau orang tuanya yang datang. Tapi kali ini mereka akan lebih lama lagi bertemu.


Ayden yang melihat sorot mata sendu dari kedua orang tua istrinya kemudian memberikan keteduhan.


" Bu, pak.. Insyaallah setiap liburan sekolah kami akan berkunjung. Ibu dan Bapak jaga kesehatannya. Jaga diri. Tidak usah bekerja berat lagi. Semua kebutuhan sudah ada yang mengerjakan" ucap Ayden.


Ayden sudah menempatkan orang- orang kepercayaannya untuk mengolah kebun dan sawahnya. Sedangkan bapak Rayina hanya bekerja sebagai PNS . Sedangkan kebun dan sawah adalah pekerjaan sampingan.


Ayden sudah berencana banyak untuk kehidupan mapan mertuanya. Dia sudah berusaha merintis perusahaan untuk export import sayuran dan hasil kebun lainnya. Agar para petani di daerah Rayina bisa terbebas dari tengkulak. Tentu saja dalam naungan Perusahaannya dia akan mengirim Insinyur pertanian untuk memberikan penyuluhannya.


Irfan yang sudah tahu jalan pikiran anaknya selalu mendukungnya. Ayden memang pekerja yang tangguh. Kali ini dia sangat mensuport apa yang dilakukan Ayden.


" Baiklah, jika memang keputusan kalian semua akan mendoakan yang terbaik untuk kalian. Semoga keluarga kalian sakinah mawadah warohmah" ucap Ibu.

__ADS_1


__ADS_2