
*Tok
Tok
Tok*
Terdengar seseorang mengetuk pintu sang tuan. Mereka masih tetap fokus dengan pergulatan pribadinya.
*Tok
Tok
Tok*
" Ayah.... Nda...." teriak Ganesha dari luar pintu.
Rayina segera tersadar dengan panggilan anaknya. Dilepaskannya kecupan suaminya itu. Dan di jauhkannya dari badannya. Segera dia meraih kimono yang telah berserakan.
" Maaf mas, anak kita memanggil. Pakailah pakaian mas segera" pinta Rayina dengan segera berjalan ke arah pintu.
" Ahhhh shiiittt !!! ada saja pengganggu. Lain kali akan aku tulisi di pintu kamar" gerutu Ayden.
" Mass aku masih mendengar gerutuanmu. Hehehe " Rayina merasa kasihan dan geli mendengar gerutuan suaminya.
" Ndaa... Yah..." teriak Ganesha lagi.
" Iya sayang... wait !!" jawab Rayina.
Ceklek
Pintu terbuka, sesosok makhluk kecil berada di depan pintu dengan baju yang sudah kotor.
" Ohh... why sayang? Apa yang terjadi? Oh.. kemarilah " pinta Rayina dengan merentangkan tangannya.
" No, bunda.. adan anesh kotol nih. Anesh ndak au Nda kotol. Nda, hiks " jawab Ganesh dengan menangis.
" Ohh.. kemarilah" pinta Rayina lembut.
Ayden yang sedang menegenakan baju mendengar tangisan sesenggukan dari anak kecil. Segera dia berlari menuju pintu kamarnya.
" Oh... boy... Kenapa?" tanya Ayden.
" Sayang, bawa masuk.. Ayo boy masuklah" pinta Ayden.
Tetapi Ganesha belum beranjak juga. Dia masih dalam posisi menunduk dan menangis.
Ayden tidak tinggal diam. Segera dia merengkuh dalam dekapan dan membawa dalam gendongan malaikat kecil itu.
__ADS_1
Di gendongnya dan segera dia masuk ke kamar mandi. Ayden menyiapkan air hangat di bathtub.
" Sayang, ambilkan baju untuknya " pinta Ayden kepada Rayina.
Tanpa ada jawaban Rayina segera beranjak menuju kamarnya dan mengambilkan baju dan perlengkapan lainnya.
Di dalam kamar mandi Ayden segera membuka seluruh baju Ganesh yang sudah tak berwarna lagi. Dia kemudian mengguyur bagian yang kotor dan segera memasukkan badan kecil itu kedalam bathtub.
" Sayang, boleh Ayah bertanya?" ucap Ayden lembut sembari membersihkan badan Ganesha.
" Ya Ayah" jawab Ganesh singkat.
" Apakah ada yang sakit?" tanya Ayden.
Ganesha diam tidak menjawab. Hanya tetesan bulir air dari mata kecilnya.
" Apakah ada sesuatu yang bisa Ayah dengar?" tanya Ayden kembali.
Masih tidak ada jawaban.
" Okay. Ayah tidak memaksa Ganesh untuk bercerita kepada Ayah. Boy... bisa kita berteman?" tanya Ayden.
Ganesh segera mengangguk.
" Ah.. baiklah. Teman.. apakah ini sakit?" tanya Ayden.
" Ahh.. ya teman.. aku melihat memarmu. Baiklah, nanti akan aku bantu mengobatinya. Okay? Don't worry" ucap Ayden.
Ganesh segera mengangguk. Ayden tidak akan memaksa Ganesha untuk berbicara tentang kejadian yang menimpanya. Jika ini terjadi kepada Ben, pasti dia kan panjang lebar menceritakannya dan tidak akan merasa takut.
Ayden paham, mungkin Ganesh belum leluasa untuk terbuka kepadanya. Mungkin ada rasa takut jika akan dimarahi kepadanya atau apapun yang membuatnya tidak nyaman.
" Ayah.. apa atu anak halam?" tanya Ganesh tiba - tiba.
" Sstttt... Apa yang kamu katakan boy? Ganesh anak ayah sama bunda" jawab Ayden.
" Ata emen - emen Anesh di komplek ujung. Meleka biyang, Anesh ukan anak ayah. Anak Ayah cuma abang" cerita Ganesh.
Ayden kaget dengan perkataan anak sekecil itu. Di rengkuhnya badan kecil mungil itu. Dan dikecupnya kening nan mungil.
" Sayang, dengar Ayah okay? Ganesh anak Ayah dan Bunda. Ayah dan Bunda sayang sekali sama Ganesh" ucap Ayden.
" Anesh tau yah. Ayah Nda cayang Anesh. Api meleka jahat. Anesh anak halam. Abang anak ayah. Anesh ukan anak Ayah" jelas Ganesh.
" Ya Allah" jawab Ayden.
Tidak habis pikir dengan ucapan anak sekecil ini. Kenapa anak komplek membicarakannya. Apakah dia selalu bermain dengan anak komplek disini? Itulah yang ada di benak Ayden.
__ADS_1
Dibalik pintu kamar mandi sudah ada sepasang telinga yang mendengar malaikat kecil berbicara serius. Ya, Rayina sudah mendengar semua yang dikatakan anaknya.
Betapa teekejutnya, di Negara yang maju begini masih ada pembullyan. Dan itu terjadi kepada anaknya.
Benar juga Ganesha bertanya demikian. Karena pernikahan Rayina memanglah Ganesh belun paham benar siapa ayah ya sebenarnya. Karena dia masih sangat kecil. Dan mungkin ingatannya belumlah tajam.
Dan Ayden adalah sosok Ayahnya yang sebenarnya. Ayah kandungnya. Ayah yang selalu menyayanginya membesarkannya dan mendidiknya.
Sedangkan Ben adalah abangnya. Dan dia sangatlah bahagia. Bahkan bisa dikatakan mereka tidaklah seperti berbeda Ibu. Keduanya sekilas agak mirip. Entah itu memang jodoh atau hanya sekedar kebetulan.
" Sayang, Ayo.. sudah belum?" ucap Rayina membuyarkan pembicaraan dua lelaki yang dicintainya itu.
" Hmmm itu lihatlah!! Sebentar lagi Ganesh dapat hadiah loh dari Bunda. Ganesh mau?" ucap Ayden menimpali.
" Iya Ayah" jawab Ganesha singkat.
Segera Ayden menyelesaikan mandi Ganesha. Dan di gendongnya baby boy yang akan segera menyusul menjadi abang.
" Ganesh... Maaf ya. Bunda sudah curi dengar pembicaraan Ganesh dengan teman Ganesh tadi" ucap Rayina sangat hati - hati.
Ayden melotot memberi kode kepada istrinya agar tidak ikut campur bertanya juga.
" Iya Nda. Maaf" ucap Ganesha sedih.
" Hey.. hey.. hey.. anak Bunda kenapa sedih? It's okay kan yah? Semua baik - baik saja. Kemarilah" ucap Rayina menenangkan.
Ganesh segera mendekat ke Ibunya. Di peluknya tubuh mungil itu dan dikecuonya pipi yang mulai cubby itu.
" Sayang, memang benar Ayah Ganesh bukan Ayah Ayden. Tapi Ayah Ganesh sudah di surga. Ayah Ganesh juga lihat Ganesh sama bunda di sini. Lihatlah" ucap Rayina.
Rayina memperlihatkan sebuah foto. Ya, foto mendiang Ayah Ganesha.
" Nda, ini foto Ayah Anesh? Ini sepelti almy ya nda? Ayah Anesh Almy?" tanya Ganesh.
" That's right sayang. Ayah Ganesh dulu seorang Army. Ayah Army di Indonesia. Dan Ayah Ganesh orang yang hebat. Jadi Ganesh tidak perlu sedih. Karena Ayah Ganesh sudah bahagia di surga" terang Rayina.
" Ayah Anesh minggal nda?" tanya Ganesh.
" Iya sayang. Ayah Ganesh sudah meninggal. Dan Ayah Ganesh sudah tenang dan bahagia di surga. Jadi Ganesh harus selalu doain Ayah ya?" pinta Rayina.
Ayden tidak habis pikir. Kenapa istrinya menjelaskan tentang Ayah Ganesha yang sebenarnya. Apakah Ganesha tidak akan menanyakan kembali hal ini ketika mendapat bullyan entah kapan itu.
Apakah Ganesha bisa paham dengan penjelasan yang istrinya berikan. Itu yang ada dalam benaknya. Tetapi dia hanya diam dan menyaksikan apa yang dilakukan istrinya.
" Ohh.. Jadi.. Anesh anak Ayah almy. Abang anak Ayah Ayden?" tanya Ganesha.
" Iya sayang.. Dan kalian berdua Abang adik. Walaupun berbeda Ibu. Tetapi kalian sudah menjadi keluarga" jawab Rayina.
__ADS_1
" Ooo.. Jadi aku ada Ayah kan nda? Aku no anak halam kan? Ayah aku Almy di Indonesia. Sudah minggal kan? Telus Ayah Ayden juga ayah aku sekalang?" tanya Ganesh menjelaskan.