
" Ya..sayang..You too lah.. I love you too sayang" jawab Ayden.
Setelah Ayden berpamitan akan berangkat bekerja. Dia segera melajukan mobil sportnya menuju bandara tempatnya bekerja. Sesampai di depan gerbang masuk mansion, terlihat orang asing yang sangat membuatnya curiga.
Dia kemudian menepikan mobilnya dan membuka ponsel canggihnya. Sebelum keberangkatannya, Rayina sudah mengolah semua data dan memasukkan beberapa aplikasi yang di pasangkan di ponselnya.
Ya, tentu saja untuk mendeteksi semua yang akanterjadi dan pergerakan yang memungkinkan terjadinya sesuatu.Ponselnya juga sudah terhubung ke seluruh cctv rumah dan beberapa akses pintu masuk dengan metode canggih yang sudah dipasang oleh istrinya.
" Ah.. siapa sebenarnya itu? Coba aku cek di cctv pintu gerbang!" gumam Ayden lirih.
Setelah masuk akses cctv, Ayden membuka dan memantau pergerakan yang terjadi. Dan benar dugaannya, dia kemudian memperbesar tampilan agar terlihat wajah dari seseorang yang dicurigainya.
" Haaa?? apa yang akan dilakukannya?" gumam Ayden.
Dia kemudian mendial nomor istrinya.
☎️ Wifey
Assalamualaikum, sayang... sebaiknya jangan berangkat dulu. Semua rumah dikepung anak buah Xano. Tadi mas keluar dari mansion melihatnya. Dan benar dugaan mas. Sepertinya dia mulai mencurigaimu. Hati - hati. Okay?
☎️ Hubby
Waalaikumsalam, okay mas. Thank you. Mas juga hati - hati.
" Liona, kita tidak bisa berangkat sekarang. Sebentar kakak akan lihat cctv depan rumah!" terang Rayina.
Liona segera membuka celah korden jendela yang bisa memantau keadaan diluar rumah. Dia penasaran apa yang terjadi sebenarnya.
" Apa yang kamu lakukan? Kemarilah... " pinta Rayina lirih.
Rayina melihat Liona yang penasaran dengan apa yang terjadi diluar. Dia kemudian menyuruhnya mendekat untuk melihat cctv bagian halaman depan.
" Whattt??" pekik Liona.
" Kak, kenapa dia tahu rumah ini? Pasti dia sudah melacak kita kak. Dan, apakah ada penghianat dirumah ini? Atau... ada alat yang sudah dipasang?" terka Liona antusias.
Liona mengeluarkan sebuah alat kecil yang selalu dia pakai. Alat itu berupa penyadap aplikasi kecil yang dapat menembus beberapa jaringan yang dibuat. Jadi alat itu hanya bisa mendeteksi adanya tindak penyusupan.
__ADS_1
" Kak, clear!!" ucap Liona tidak percaya.
" So??" tanya Rayina.
" Sebenarnya apa yang dia cari? " gumam Liona.
" Tentu saja informasi yang akurat dan valid kelinci kecil.." ucap Rayina.
Rayina kemudian keruang bawah tanah. Dia menghampiri Farhan.
" Farhan, dimana mobil tuan yang bisa merubah warna dan plat nomor kendaraan? Masih dia siampan bukan?" tanya Rayina.
Farhan masih bingung dengan pertanyaan nyonyanya itu. Tidak biasanya nyonyanya menanyakan hal tersebut. Dan tidak pernah bahkan untuk menanyakan semua alat atau fasilitas yang ada dirumah itu. Bahkan benda berharga apapun yang dipunyai tuannyya, nyonya tidak pernah mau tau ataupun ikut campur.
" Emmbb.. maaf nyonya, sebenarnya kenapa tiba - tiba nyonya menanyakan keberadaan mobil tersebut?" ucap Farhan takut.
" Farhan, lihatlah!!" pinta Rayina.
" What?? Baj****n!!" murka Farhan.
" Tentu untuk mendapatkan informasi sesuai keinginannya bukan" tegas Rayina.
" Nyonya, lalu.. apakah nyonya akan mengelabuinya untuk memakai mobil itu?" terka Farhan.
" No, Farhan. Aku akan memakainya dan aku akan melewati ruang tikus yang baru selesai dibuat. Tuanmu sudah mempersiapakan jalan itu untuk keadaan darurat bukan?. Karena waktuku tidak banyak. Karen ada perusahaan asing yang akan menanamkan modal kepada perusahaan kita. Mereka melihat pekerjaan dan proyek yang mumpuni dari perusahaan kita. Dan aku tidak mau mengecewakan mereka dengan keterlambatanku. Aku menggunakan mobil itu agar bisa mengelabui banyak orang" terang Rayina.
" Satu hal lagi, mobil itu atas namaku bukan?" tanya Rayina kembali.
" Ii..i.. ya nyonya. Silahkan.. Tapi apakah nyonya sudah ijin dengan tuan jika berkendara sendiri?" ucap Farhan mengingatkan.
" Ah.. okay Farhan. Aku rasa Mas akan memakluminya!" ucap Rayina yakin.
Farhan kemudian menunjukkan garasi tersembunyi yang digunakan untuk menyimpan berbagai mobil tuannya. Mobil yang fisimpan di garasi itu adalah mobil keluaran terbaru dengan harga yang fantastis.
Ayden memang menggilai otomotif, jadi dia sangat tergila - gila dengan berbagai mobil sport ataupun mobil antik yang dijual dengan harga yang membuat kantong jebol.
Rayina melihat koleksi mobil suaminya sangat tercengang. Dia tahu itu mobil adalah keluaran terbaru dengan harga yang super duper mahal. Dia tidak menyangka suaminya sangat menggilai mobil.
__ADS_1
" Farhan, berapa banyak uang tuanmu itu? Apakah tidak sayang jika uang sebanyak itu dibelikan mobil - mobil ini? Apakah dia melupakan hak anak - anak atau orang - orang yang membutuhkan?" ucap Rayina.
" Tenang saja nyonya, suami anda itu jika memberi tangan kanan, tangan kirinya tidak perlu ada yang tahu. Dan semua ini memanglah koleksinya. Tuan sangat menggilai otomotif. Jadi kesenangannya hanya ini. Tidak ada alkohol ataupun perempuan tempat dia mencurahkan segalanya. Satu lagi nyonya.. tapi ini rahasia..." ucap Farhan.
" Okey, baiklah" jawab Rayina yakin.
" Tapi jangan katakan kepada tuan, kalau tidak aku bisa dibunuh olehnya" pinta Farhan.
" Okay Farhan" ucap Rayina dengan yakin.
" Tuan masih merancang mobil untuk anak laki - lakinya. Semua anaknya akan mendapatkan mobil rancangan tuan. Saat ini tuan masih meminta ijin rancang bangun mesin itu. Agar semua legal digunakan" ucap Farhan.
" Hmmm are you sure Farhan?" tanya Rayina meyakinkan kembali.
" Tentu saja nyonya. Dan ini mobil yang nyonya inginkan. Sesuai dengan model yang nyonya inginkan bukan? Interior mobil sudah diubah. Dan ini membuat anda nyaman nyonya. Mesin juga memakai NOS jadi dia akan sedikit cepat dari mobil biasa. Dan ada beberapa bagian yang diubah oleh tuan. Anda pasti akanntertarik untuk menggunakannya setiap hari" terang Farhan.
Rayina segera masuk dan duduk di kendali sopir. Dia kemudian menyalakan mobil itu. Dia mencoba dengan injakan gasnya. Sangat berbeda dengan mobil sport pada umumnya. Dia merasa akan sedikit belajar menggunakannya.
" Farhan.. tolong panggilkan Liona!" perintah Rayina.
" Baiklah nyonya.. tapi, dia akan melihat semua ini.. Dan ini adalah ruang rahasia tuan. Bagaimana?" timbang Farhan.
" Aku rasa tuanmu akan tahu semua ini Farhan. Liona bisa diandalkan. Tolong segera panggilkan. Waktuku tudak banyam" ucap Rayina.
" Baiklah nyonya.. tunggulah.. dan bersiaplah.." ucap Farhan.
Farhan kemudian masuk kembali kerumah untuk memanggil Liona. Liona segera mengikuti Farhan ke ruangan yang dimaksud. Liona juga sudah mengemasi semua berkas yang dibawanya ke kantor.
" Kakak... Waowww...!!!" teriak Liona takjub.
" Masuklah !! Farhan.. buka!!" pinta Rayina.
Liona segera masuk ke mobil dan duduk di samping Rayina. Tak lupa mereka memasangkan sabuk pengaman. Rayina segera menancapkan gas. Sekali hentakan mobil melesat begitu cepat. Liona sangat tertantang dengan kecepatan mobil ini. Ada rasa takut, tapi cukup menyenangkan.
" Kakak, pacu adrenalin kita sebelum menyerang Xano!! " ucap Liona.
" Kamu suka Liona? Sepertinya twins juga sangat menyukainya... Let's go sayang..." teriak Rayina bahagia.
__ADS_1