
Ayden melajukan kendaraan seperti biasa. Merasa diikuti Ayden sengaja akan mengerjai Rizky. Rayina hanya diam seribu bahasa.
" Ay, kenapa? Why? " tanya Rayina.
" Just follow my game, sayang. Okay?" jawab Ayden dengan santai.
" Let's the game sayang" teriak Ayden.
Ayden kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Penguntit itu terus mengikutinya. Ketika di depan lampu rambu - rambu lalu lintas sudah akan mendekati merah, Ayden menancapkan gas bak pembalap dan tentu saja lolos dari lampu merah.
Sedangkan Rizky terhalang adanya lampu merah. Ayden seketika tersenyum senang dengan adanya hal itu.
" Have bad mood" gerutu Ayden.
" Maaf Ay" sesal Rayina dan menunduk.
" Oh.. sayang, bukan sayang. Tetapi tuh penguntit satu. Oh ya, follow me ya?" ucap Ayden dengan berbinar di matanya.
Sementara di satu sisi, Rizky sangat jengkel karena dia terjeda oleh trafic light dan tidak bisa mengikuti Rayina lagi.
" Okay. Wait Ay.. looks like my son fell a sleep" ucap Rayina dengan menengok kebelakang.
Benar saja Ben sudah tertidur lelap di jok belakang. Karena dia bangun sangat pagi untuk menjalankan kewajiban sebagai umat muslim dan semalam tidur lumayan larut malam. Sehingga saat ini dia sangat kelelahan.
Seharian juga ikut Ayahnya berkeliling mencari apa yang mereka inginkan. Ayden terus melajukan mobilnya dan memarkirkan di depan rumah yang sudah dibelinya.
Rayina mengernyitkan dahinya, karena bingung kenapa berhenti di depan rumah orang lain, bukan di rumahnya sendiri.
Ayden kemudian membuka pintu mobil untuk Rayina dan kemudian menggendong Ben.
" Please take the keys in my trouser pocket. Because I'm still carrying my boy" pinta Ayden.
__ADS_1
Rayina kemudian mengambil kunci di saku celana Ayden. Kemudian...
" Open the door now, please " perintah Ayden.
Rayina mematikkan kunci pintu rumah dan membuka handel pintu. Ayden segera menyuruhnya masuk dan Ayden segera merebahkan Ben di kamarnya.
Rayina sangat bingung, bagaimana bisa? Karena baru kemarin Ayden menanyakan rumah ini. Dan hari ini mereka sudah menempatinya. Bahkan bisa dibilang rumahnya sangat mewah untuk ukuran Rayina.
" This is special for you Sayang" ucap Ayden yang membuyarkan lamunan Rayina.
Ayden kemudian menyerahkan sebuah kunci mobil dan sebuah kunci rumah untuk Rayina.
"Take this. Immediately take care of our marriage. I don't want something like this to happen again. You are followed by that man. And the car letter will be sent to your house later. I still take care of this house letter. After finished, it will be sent to your house" ucap Ayden menjelaskan.
Rayina bak keruntuhan durian. Dia dihujani dengan berbagai hadiah dan kebahagiaan. Tidak menyangka lelaki pilihannya bersikap seperti ini.
"No Ay, I don't need it all. Take it all back. I only ask for your sincere love and affection to us. It was more than enough" tolak Rayina halus.
Rayina bukan wanita yang gila harta. Untuk itu dia segera mengembaljkan semuanya.
Tak terasa bulir air mata jatuh di pipi Rayina. Rayina hanya bisa mengangguk bahagia.
" I will Ay" jawab Rayina dengan sesenggukan.
Ayden merasa sangat bahagia dengan jawaban Rayina. Ayden segera menelpon seseorang di negara sebrang untuk segera mengurus surat nikah saat ini juga.
" Take care of all the paperwork for my wedding right away. Tomorrow I have to accept it until here. Indonesia." perintah Ayden.
" Kenapa sangat terburu? Sayang saya belum meminta ijin kepada orang tua saya. Dan kamu pun begitu. Saya mau kita menikah mendapatkan restu kedua orang tua kita" ucap Rayina.
" Don't worry sayang" jawab Ayden dengan tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Flash Back On
Ketika Ayden akan pulang ke Malaysia, dia menelpon seseorang. Senyum mengembang saat mengetahuinya. Segera dia mendial nomor untuk melakukan panggilan virtual yang sudah di inginkan dan sudah dikirimkan oleh orang suruhannya.
"Assalamualaikum Bu, saya Ayden. Tentu Ibu belum mengetahui tentang saya. Begini Bu, niat saya hanya ingin meminta restu dan ijin dari Ibu untuk menikahi anak Ibu, Rayina. Saya memohon untuk Bapak dan Ibu datang ke rumah Rayina minggu depan. Nanti orang suruhan saya yang akan mengantarkan. Saya harap Ibu dan Bapak tidak usah memberi tahu Rayina. Karena saya akan memberikan surprise untuknya. Jika ada kerabat yang akan hadir silahkan saja. Saya akan menyiapkan armadanya" ucap Ayden.
"Waalaikumsalam. Ya nak, keputusan ada di tangan Rayina. Kami hanya menginginkan kebahagiaan untuk anak kami. Kami Insyaallah merestui jika memang kalian sudah yakin . Insyaallah kami akan datang" jawab Ibu Marini.
" Nanti orang suruhan saya yang akan mengatur. Ibu bisa memberikan instruksi kepada mereka" ucap Ayden.
" Baiklah" balas Ibu.
" Bu, hanya itu yang saya sampaikan. Ada lain halnya nanti kita bisa diskusikan kembali. Dan maaf saya hanya bisa meminta restu Ibu dan Bapak melalui virtual. Terimakasih banyak. Assalamualaikum. I Love you Bu, Pak" tutup Ayden.
Author pakai bahasa Indonesia ya, karena disini Ayden juga berbicara dengan bahasa melayunya yang payah dan terbata - bata. Karena takut orang tua Rayina tidak mengerti saat dia berbahasa Inggris.
Flash Back Off
Rayina berpikir akan menelpon orang tuanya nanti setelah sampai dirumah. Rayina ingin memonta doa restunya dan meminta agar Bapaknya bisa menjadi wali nikahnya. Tentu saja kelengkapan dokumen juga harus segera dia persiapkan.
" Sayang, why? something is bothering your mind?" tanya Ayden.
" No Ay, don't worry lah. Insyaallah I try everything" ucap Rayina.
" Oh.. Okay sayang.Tomorrow, God willing, my parents will come to your house to officially propose to you and immediately determine the date of our marriage. I don't want to delay any longer on this. Because my time off is not long" papar Ayden.
" Ohh ya? I will try it Ay.. Bismillah.. Semoga dilancarkan untuk kami menjalankan ibadah ini. Amin" ucap Rayina.
Ayden yang mendengarkan ucapan Rayina merasa sangat menyentuh dihatinya. Wanita yang dipilihnya tidak akan salah. Selama beberapa hari ini Rayina menunjukkan sikap dan sifatnya yang baik. Ayden masih mencari keburukan dari Rayina.
Menurutnya, kebaikan seseorang pasti akan mudah dan gampang di terima banyak orang. Tetapi keburukan seseorang akan susah diterima. Jadi Ayden mencari kekurangan itu dan akan menambalnya dengan kebaikan Ayden kepadanya kelak.
__ADS_1
Rayina kemudian menanyakan semuanya perihal surprise yang di berikan Ayden. Rumah beserta isinya sudah dia beli dan sudah didapatkan. Mobil juga dengan mudah dia beli. Insyaallah untuk menjalankan ibadahnya di lancarkan.
" Sayang, Honey, use that car tomorrow to go to work. I am very worried about you working on a motorbike. Especially if you go with Ganesha. Okay? pinta Ayden kepada Rayina dengan sangat memohon.