
" Den Dev, sebenarnya nyonya yang dulu baik loh. Tapi, entah kenapa suka marah - marah. Kadang semua pekerja dirumah ini dimarahi tidak jelas. Dan yang paling saya ndak suka itu ada laki - laki laon masuk ke dalam rumah loh den. Kalau pak bos dinas laki - laki itu datang ke rumah kayak maling. Ngendep - ngendep" terang Mang Salim dengan logat jawanya.
" Emb.. laki - laki? Pacar?" tanya Devran.
" Yo ndak tau den. Orang dalem jarang liat. Lah saya kan yang sering lalu lalang di taman belakang. Ndak sengaja liat dikeluarin dari pintu samping" jelas Mang Salim.
" Kalau nyonya yang sekarang ya den, hmmm baik bener deh. Apalagi saya satu daerah sama beliau" papar mang salim.
Devran mendengar penjelasan mang Salim yang panjang lebar.
" Lah satu mansion ini sudah tahu. Semua pada nggosipin nyonya e den. Jangan ditanya baiknya lagi deh Den. Memanusiakan manusia jelas. Perhatian pasti. Tidak membedakan juga iya. Dan semua pekerja nggosip kalau nyonya orang hebat, cerdas, pintar. Cantik hatinya terpancar sampai ke wajah nyonya" puji mang Salim.
" Mang Salim tak takut kalau memuji kakak ipar? Kalau abag tahu bagaimana?" ucap Devran.
" Loh.. loh.. den Dev kan udah janji ndak akan bilang - bilang to?" ucap mang Salim.
" Hahaa.. kan ada cctv mang" Devran menakut - nakuti.
" Ah.. den Dev njebak saya. Saya nyesel ah .." sungut mang Salim.
" Ha ha ha ha" tawa Devran terbahak melihat tingkah mang Salim yang ketakutan.
"Pesonamu luar biasa kakak ipar. Aku akan selalu menjagamu dengan caraku. Akan ku pastikan abangku selalu dalam kebahagiaan. Tuhan, semoga engkau menyisakan wanita seperti kakak ipar untukku" batin Devran.
Setelah selesai berenang Devran segera membasuh dirinya dan berganti pakaian. Selanjutnya dia mulai bekerja sesuai keinginan kakak iparnya.
Rayina yang sudah selesai sarapan, dia langsung mengantar anaknya ke depan rumah. Karena Ben diantar oleh Farhan. Dia kemudian menyelesaikan pekerjaan ruamh tangganya. Menyiapkan pakaian dinas yang akan digunakan suaminya dan beberapa keperluan selama suaminya pergi dinas.
Dia juga harus memperhatikan kesehatan mertuanya yang menjadi tanggung jawabnya. Karena selama tinggal dirumahnya adalah tanggung jawabnya dan seluruh orang yang berada si rumahnya juga tanggung jawabnya.
Setelah selesai dengan pekerjaannya yang sesungguhnya yaitu sebagai ibu rumah tangga. Dia kemudian menemui adik iparnya yang tak lain adalah Devran.
Mentari sudah nampak terik. Si beo belum nampak berkicau. Mungkin masih bermalas - malasan untuk menyambut matahari yang terik.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu menderu dan bergema. Seluruh telinga mungkin telah mendengarkannya.
" Dev.... Dev... Kamu ada didalam" teriak Rayina.
" Iya kakak. Tunggu sebentar. Masih ganti baju" balas Devran menyahuti.
" Okay. Kakak tunggu di ruang kerja" perintah Rayina.
" Baiklah kakak. Tunggulah disana" jawab Devran.
Ayden mendengar istrinya mengetuk pintu dengan kerasnya. Sehingga penasaran dengan apa yang dilakukannya.
" Why sayang?" tanya Ayden penasaran.
" Ohh.. okay sayang" jawab Ayden lembut.
" Dev, segeralah. Kakakmu sudah menunggu" teriak Ayden.
Ayden dan Rayina segera menuju ruang kerja Rayina. Ayden masih mempunyai waktu untuk berdua dengan istrinya karena dia bertugas setrlah dzuhur. Ketika akan menuju ruang kerja Ayden melihat Ganesha yang sedang bermain.
Dia langsung menggendongnya dan memberikan kecupan kecil yang membuat si empunya geli dan tertawa. Devran yang melihat pemandangan itu sungguh terpana.
Betapa beruntungnya abangnya mendapatkan kakak iparnya. Abangnya memang lelaki pekerja keras yang selalu bertanggung jawab dengan keluarganya. Dia juga orang yang selalu hangat dengab anak kecil. Berbeda dengan Devran. Dia sangat malas jika bersama anak kecil. Menurutnya akan membuat repot.
Tetapi saat melihat Ganesha dan Ben itu jauh berbeda. Dua anak kecil yang sangat pintar dan tidak merepotkan. Mungkin karena didikan orang tuanya yang membuat mereka berdua sangat mandiri dan bahkan jauh lebih dewasa secara pemikirannya.
Ayden dan Rayina sudah berada di ruang kerja. Di susul dengan Devran di belakang mereka. Canda tawa yang riuh yerdengar di seluruh lorong jalan menuju ruang kerja.
__ADS_1
Semua pekerja yang melihatnya ikut berbahagia. Apalagi pekerja lama seperti Farhan dan Mang Salin yang sudah tahu seluk beluk keluarga ini.
Melihat pak bosnya bahagia mereka pun ikut bahagia. Apalagi dengan kehadiran nyonya rumah ini yang sangat baik kepada semua pekerja.
" Okay Dev, bagaimana perkembangan kerjamu?" tanya Rayina tanpa basa basi.
" Ini kakak lihatlah. GPS sudah aku perbaruhi. Aku sudah menggantinya secara detil. Kita bisa mengaksesnya hingga kelubang tikus. Jadi kita tidak akan mungkin kehilangan jejak. Dan disini aku menambahkan sensor protection. Jadi ketika akan ada jalan ataupun daerah yang membahayakan sensor ini akan bekerja memberikan sinyal" terang Devran.
" Okay. Bagaimana dengan kamera? Karena kamera ini resolusinya sangat minim" tanya Rayina.
" Untuk kamera belum aku ganti kakak ipar. Karena bahan yang aku minta belum datang. Dan untuk sound atau suara dan penyadap sudah aku pasangkan juga. Jadi suara yang di keluarkan atau diterima sangat jelas" papar Devran.
" Okay. Then?" jawab Rayina yang ingin tahu lebih banyak lagi.
" Hmm ... kakak ipar membutuhkan aku meretas data bukan? kalau boleh aku tahu untuk apa?" tanya Devran penasaran.
" Coba kamu retas untuk jaringan telekomunikasi seluler di seluruh negara ini. Kamu bisa melakukannya?" tanya Rayina.
" Kita coba kak" jawab Devran.
Devran kemudian serius untuk mereras jaringan yang Rayina inginkan. Dia juga harus bekerja dengan sangat. Karena dia mau tidak mengganggu alur jaringan yang sudah ada.
Karena di negara ini jika ada kegiatan jalur akses lain selain yang sudah di tetapkan oleh sebuah perusahaan telekomunikasi dan itu mengganggu pekerjaan dalam sebuah lembaga maka akan di cari dan itu disebut peretas. Maka pemerintah menindak tegas peretas tersebut sebagai penyalah gunaan IT.
Devran bekerja dengan sangat hati - hati dalam mencari jalur yang diinginkan. Sednagkan Rayina terus mengamatikerja Devran. Sesekali dia menanyakan hal yang dirasa sangat penting. Dan dia harus mengetahuinya.
" Dev, aku hanya meminta meretas setiap jaringan saja. Kamu tidak perlu mencari jalur untuk menyusup kejalan jaringan itu" ucap Rayina.
" Kakak ipar ini aku lakukan agar kita bisa bekerja dengan mudah. Akupun tidak dua kali kerja untuk hal ini. Jadi jalur penyusup ini bisa kita gunakan jika dalam keadaan darurat" ucap Devran.
" Tapi.. apakah itu tidak mengganggu privasi seseorang Dev? Bukan berarti kita akan tahu seluruh kegiatan orang yang sedang berkomunikasi?" tanya Rayina penasaran.
Devran masih sibuk dengan mencari jalan penyusup jaringan. Jari jemarinya snagat terampil dalam pengolahan data dan jaringan IT. Dia juga sangat mahir untuk meretas sebuah jaringan.
__ADS_1
Maka dari itu Devran sering diminta oleh beberapa instansi pemerintahan untuk membantu meretas sebuah jaringan ilegal yang merugikan pemerintah. Dia juga memiliki julukan mafia jaringan.