Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
55.


__ADS_3

Rindu sudah merasuk dalam kalbu. Menyongsong hingga sang rembulan menampakkan dirinya. Terlelap dalam keheningan malam yang kian menerkam. Hanya untaian doa yang bisa dia panjatkan untuk suaminya.


Disisi lain sang adam nampak menarik ujung bibirnya sehingga nampaklah sebuah senyuman termanisnya. Melihat sebuah foto dan vidio yang dia terima dari sang ahli mata. Nampak seseorang yang belakangan ini membuatnya uring - uringan. Membuatnya semakin rindu.


" Waiting for me sayang" ucapnya lirih.


Ayden menghubungi sang penjaga malam. Dia memastikan semua sudah aman. Dia juga memberikan perintah untuk membukakan gerbang dan pintu ketika dia sudah sampai.


Tanpa menelpon Farhan, segera Farhan membukakan pintu gerbang yang menjulang tinggi. Karena sang raja rumah sudah tertampak di layar cctv pantauannya.


Nampaklah sesosok lelaki tegap nan gagah menampakkan senyum merekah. Farhan tahu senyum kerinduan yang di simpannya begitu dalam.


Ayden masuk tanpa berkata apapun kepada Farhan. Menempelkan jempol tangannya ke scanner pintu. Dan terbukalah pintu dengan pengamanan super canggih.


Dia mengendap - endap seperti maling yang ketakutan akan ketahuan sang pemilik rumah. Melangkah pasti menuju kamar utama menasion ini, dengan begitu banyak harapan.


Ya, harapan mendapatkan sebuah sambutan dari istri tercintanya yang sudah dia tinggal bekerja. Ayden segera membuka knop pintu kamar dengan perlahan. Bahkan semutpun tak mampu mendengar knop pintu berbunyi.


Sebuah senyuman terukir di bibir ranumnya. Mendekat dan memandangi bidadarinya yang terlelap dalam tidurnya.


" Saat tidurpun kamu masih begitu cantik sayang" ucap lirih Ayden takut sang empunya terbangun.


Ayden mengusap pipi istrinya yang begitu lembut dan halus. Sesekali mengecup pipinya. Dan mendaratkan ciuman di pucuk kepalanya.


Ayden segera menuju kamar mandi tanpa bersuara, takut membangunkan istrinya. Mengguyur tubuh yang sangat lelah setelah dua hari berada dalam tugas flight. Setelah selesai ritual dikamar mandi dia segera berganti piyama tidurnya dan mulai menyusup masuk ke selimut yang sama dengan istrinya.


Berada di dalam selimut yang sama. mendekatkan mukanya ke muka sang istri. Sesekali mengusapnya dengan lembut serta menciumnya penuh rindu.


" Secapek itukah sayang, sampai - sampai suamimu pulang kamu tidak tebangun dalam tidurmu?" guman Ayden.


" Good night my sayang. Have nice dream. Love you so much " ucap Ayden.


Di dalam mimpi Rayina...


Dia dipeluk dan dicium oleh suaminya yang memberikan surprise kepulangannya. Mendaratkan ciuman yang begitu hangatnya. Merengkuh dalam dekapannya. Bahu yang selama ini dia rindukan telah kembali.


Rayina merasa bukan hanya mimpi, tetapi seperti nyata. Dia mulai merasa terganggu setelah aktifitas suaminya yang menyusuri seluruh tubuhnya. Mengecup dan menciumnya dengan penuh hasrat.

__ADS_1


Hanya erangan dan rintihan yang dapat keluar dari mulutnya sekarang. Menikmati perlakuan suaminya, itu sudah pasti. Suami yang begitu tahu akan titik kelemahannya. Dia segera membuka matanya tatkala suaminya sudah berada di dua gundukan kesukaannya.


Meraba dan melahapnya adalah hal yang selalu dilakukannya. Rayina sangat kaget dan mengusap matanya berkali - kali. Dia merasa seperi mimpi tapi kenyataan.


Rayina akan bangkit, tetapi di tahan suaminya. Ayden memegang kendali dalam permainan ini.


" Sudah bangun sayang? Nikmatilah, aku akan melakukannya dengan sangat baik. So, keluarkan yang perlu kamu keluarkan" pinta Ayden berbisik di telinganya.


Meremang bulu kuduknya. Dipejamkan matanya, dan menikmati setiap sentuhan yang mendarat. Merasakan sensasi yang berlebih dan tak terasa lenguhan telah lolos dari bibir mungil Rayina.


" Keluarkan sayang, nikmatilah" ucap Ayden.


" Aku malu" jawab Rayina dengan menutup mulutnya.


" Tenang, kamar ini sudah aku design kedap suara. Jadi tidak ada seujung jarum pun suara keluar dari kamar ini. Jadi jangan ragu untuk mengeluarkannya" ucap Ayden.


Dan Ayden selalu memberikan kelembutan dalam permainannya. Sehingga Rayina terhanyut dalam buaiannya. Dan terjadilah kegiatan suami istri yang sangat panas. Pergumulan yang menghabiskan banyak tenaga bagi keduanya.


Setelah terpisah jarak dan waktu, mereka melampiaskan dengan olah raga malam. Jiwa dan raga seakan kembali dengan moody ekstra.


" Tidurlah sayang, kamu pasti lelah bukan? Kemarilah, bersandarlah di bahuku. Mari kita istirahat" pinta Ayden.


*


*


Pagi menyambut dua insan yang masih dalam lautan cinta semalam. Mereka masih terlelap dalam tidur.


Mama merasa ada yang aneh dengan menantunya. Tidak biasanya Rayina bangun sesiang ini. Bahkan subuh pun dia pasti membangunkan seisi rumah.


Rayina dan Ayden memang sudah bangun serta mandi, serta menjalankan kewajibannya. Tetapi suaminya meminta menemaninya tidur kembali. Karena hari ini Ayden mendapatkan libur.


Mama merasa penasaran, karena tidak satupun yang berani mengetuk pintu nyonya rumah ini. Ketika Mama akan mengetuk pintu sebuah tangan kekar menghalanginya.


" No!! Don't bother the love dove. There's your son inside ( Jangan mengganggu merpati cinta. Ada anak lelaki kamu di dalam)" ucap Papa.


" Are you really Pa?" tanya Mama.

__ADS_1


" Yes, sure. Boy sudah memberikan kabar kepadaku bukan semalam?" ingat Irfan.


" Oh really? means I forgot about it. Luckily Papa warned me ( Oh, begitukah? berarti aku yang melupakan akan hal itu. Untung saja Papa sudah memperingatkan aku) " cicit Mama.


" Tinggalkan mereka, berikan ruang saling mencurahkan rindu kepada mereka. Semoga kita juga mendapatkan kabar yang membahagiakan. Dan rumah ini akan ada tangis baby kembali" ucap Irfan tulus.


Papa dan Mama segera melihat cucu- cucu kesayangannya. Memastikan semua sudah beres dengan jadwal yang sudah Rayina buat. Hari ini Ben berangkat ke sekolah. Dia merasa sangat antusias dengan sekolah barunya.


" Baby, Today's school is delivered by oppa and atuk okay? Are you ready boy?" tanya Atuk.


" I'm ready atuk. But bunda where is?" tanya Ben.


" Looks like today's Bunda is very tired. Bunda is still resting in her room. Let Mother rest quietly. There are still Atuk and Oppa here, right? ( Sepertinya bunda hari ini sangat capek. Bunda masih istirahat di kamarnya. Biarkan Bunda istrihat dengan tenang. Disini masih ada Atuk dan Oppa, benarkan?) " ucap Irfan.


" Okay Atuk. Come on. Ganesha, I go to school first, Ganesh is fine at home okay? I love you boy. ( Okay Atuk. Ayo. Ganesha, Abang pergi sekolah dulu ya, Ganesh baik - baik di rumah oke? I love you boy.)" ucap Ben seraya berpamitan kepada Ganesha.


" Ahhh... ote abang.. ope yu too ( love you too)" jawab Ganesha dengan bahasanya yang masih cadel.


Irfan segera mengantarkan Ben ke sekolah. Irfan tidak serta merta sendiri, dia diantarkan oleh sang ajudan kepercayaan Tuan Mudanya. Ya, tentu saja siapa lagi kalau bukan Farhan.


" Farhan, kamu sudah tahu bukan dimana sekolah Ben?" tanya Irfan.


" Emb... tentu tuan" jawab Farhan singkat.


Farhan segera melajukan mobil yang mereka tumpangi dengan sangat mulus. Dan sampailah di sebuah sekolag yang sangat elit dan ketat dalam penjagaannya.


'Bagus juga sekolah yang Ayden pilih untuk Ben' batin Irfan.


Farhan tahu apa yang ada dalam pikiran Bos besarnya itu...


*


*


*


Jangan lupa like komen dan vote nya dong teman - teman..

__ADS_1


Jangan kemana - mana saya akan kembali....


bye ... bye...


__ADS_2