
Sebelum tertidur, Ayden sudah memberi perintah kepada Mbak agar memberikan susu hangat yang sudah dia buatkan untuk Ganesha. Alhasil susu hangat itu tandas diminunya.
Dibelai dengan penuh kasih sayang dan membacakan buku cerita, akhirnya Ganesha sudah terlelap didalam pelukan Mbaknya. Dan Mbaknya merasa sangat kasihan dengan apa yang menimpa bos kecilnya itu.
Di lain tempat, Ayden merasa sangat aneh kepada istrinya. Ayden masuk kedalam kamar. Tetapi kamar sangat gelap. Ternyata si empunya mematikan seluruh lampu kamar itu. Dilihatnya seluruh penjuru kamar. Matanya mengacau wkseluruh arah. Dia mencari sosok seorang wanita yang menurutnya aneh.
Ya, wanita itu adalah istri kesayangannya. Wanita dengan sejuta pesona. Wanita yang mempunyai hati seluas samudra. Wanita yang entah kapan akan berubah sesuai porsinya.
Deg
" Dia meringkuk?" batin Ayden.
Langkah kaki jenjangnya di percepat menuju tempat tidur king size nya. Di lihatnya wanita yang tadi mencuri dengar pembicaraannya itu, bagaikan karang yang sangat tegar. Ayden mendekat dan menyalakan seluruh lampu kamar itu.
Klik
Klik
Dua petikan jari membuat seluruh kamar menjadi terang benderang. Di lihatnya wajah ayu itu kini menjadi sendu. Bulir air kini sudah membasahi pipinya.
Sakit??? Tentu saja yang dirasakan Ayden. Melihay orang yang dicintainya merasa tersakiti, membuat dirinya menjadi lebih sakit.
Ditariknya tubuh nan rapuh itu dan dibenampaknnya ke dada bidang nan nyaman. Diusapnya rambut lurus istrinya untuk sekedar menenangkan.
" Sayang, menangislah jika membuatmu lega. Dan hentikan ketika hatimu sudah merasa lebih baik. Sesungguhnya hal yang berlebihan adalah tidak baik" ucap Ayden.
" Ada yang mau di ceritakan sama mas ?" tanya Ayden lembut dengan mengusap air mata di pipinya.
" Tidak mas, hanya saja aku merasa sangat sakit ketika melihat luka di tubuh Ganesha. Dari kecil aku tidak pernah membiarkan seekor nyamukpun menggigitnya, melukai kulitnya. Tapi kino orang lain dengan mudahnya memberikan luka tubuhya. Bahkan luka yang dalam di hatinya dengan ucapan yang tajam dari mulut orang lain" terang Rayina dengan masih menitikkan air mata.
" Ya sayang, istighfar. Yang sabar. Semua ujian dan cobaan yang menimpa kepada kita pasti akan ada hikmahnya. Janga pernah mengeluh ataupun kecewa dengan jalan Allah yang sudah diberikan kepada kita. Mungkin Allah sedang menegur kita dalam merawat dan mendidik titipanNya" ucap Ayden.
__ADS_1
" Iya mas. Akupun merasa seperti itu juga. Mungkin Allah menegurku melalui anakku" ucap Rayina.
" No anaku, sayang. Tapi anak kita. Jangan pernah berkata Ganesha hanya anakmu saja. Tapi dia juga adalah anakku. Ingat itu !!" tegur Ayden.
" Terimakasih mas. Kamu adalah suami terbaik yang Allah berikan untukku dan juga Ayah terbaik untuk anak - anak kita. Thank you so much. And I love you so much mas" ucap Rayina.
Dilain negara, seseorang sedang sibuk dengan kesibukannya. Entah apa yang dicarinya. Sepertinya itu sangatlah penting untuknya.
" Bagaimana hal serumit ini tidak bisa orang lain yang mengerjakan. Harus aku juga yang turun tangan" gerutu orang itu.
Yups, betul. Cassanova itu, eits .. lebih tepatnya akan jadi mantan ya gaes. Ya, Devran mendapatkan tugas Papa Irfan pergi ke Indonesia untuk melihat perusahaan yang sudah dia bangun di sana.
" Papa itu bagaimana, pemiliknya sendiri malah bersantai ria dirumah. Sedangkan aku pontang panting pergi menghandle segala urusannya. Dasar bossy!!" gerutu Devran.
" Sudahlah Dev, ini juga aku temani " ucap Liona.
Mereka segera menaiki jet pribadi milik Irfan. Dan menuju ke negara yang sudah di tunjukkan oleh mereka. Belum juga sampai di bandara. Liona yang saat itu mendapatkan telepon dari seseorang segera menepi untuk mengangkatnya. Liona meminta ijin mengangkat telepon itu.
Ketika Liona berbincang menjawab telepon itu, orang tidak dikenalnya membekapnya dari belakang. Tentu saja saat itu Liona tidak dapat menikam atau membela dirinya.
Lemas seketika Liona. Orang itu membekap Liona dengan sapu tangan yang sudah dibubuhi obat bius. Liona segea dibawa kedalam mobil.
Ya, Liona di bawa atau diculik seseorang yang tidak dikenalnya. Sedangkan Devran merasa ada yang aneh. Liona menjawab telepon dengan sangat lama.
Dia memerintahkan orangnya untuk melihat Liona. Ternyata orangnya tidak melihat keberadaan Liona. Devran mendapatkan laporan itu merasa sangat panik.
Sedangkan perusahaan di Indonesia membutuhkannya. Karena akan diadaankan meeting tahunan dan pemilik harus hadir untuk memimpin meeting itu
Dia sangat panik mendapati masalah tersebut. Kalang kabut otaknya berlarian kesana kemari. Dia kemudian meminta pihak bandara untuk melihay dari cctv.
Dan tepat perkiraannya. Lioan diculik oleh orang yang tidak dia kenal sebelumnya. Dia kemudian mendial nomor abangnya. Kenapa harus Ayden yang dia telepon? Karena dia tahu jika menelepon Papa atau Om Rony akan mendapatkan masalah besar.
__ADS_1
*Tuuut
Tuuut*
" Assalamualaikum bang. Liona diculik bang. Aku harus bagaimana?" ucap Devran panik.
" Waalaikumsalam warrahmatullah. Ya Allah, bagaimana bisa Dev? Memangnya kamu tidak bersamanya? Atau kamu lalai menjaganya Dev?" jawab Ayden.
" Bang.. tolong aku bang. Perusahaan sedang membutuhkan ku. Tolong handle masalah ini. Aku tidak mau mendapat masalah dari Papa atau Om Rony. Please bang" memelas Devran.
" Akan aku coba, tapi aku tidak janji untuk mendapatkannya. Karena itu tanggung jawabmu sebagai lelaki. Dan kamu sudah gagal dalam menjalankan janjimu bukan? Ingat Dev, bagaimana Om Rony akan bertindak. Jika Papa masih akan mengampunimu. Tapi kalau Om Rony???: ucap Ayden mengingatkan.
" Bang, jangan menakutiku. Tolong aku bang. Please. Jika tidak aku akan meminta bantuan kepada kakak ipar saja!!" ucap Devran.
" Jangan libatkan istriku dalam masalahmu Dev. Ingat kamu akan berhadapan denganku jika melampaui batasmu!!" ucap Ayden tegas.
" Baiklah aku akan menelepon orang suruhanku untuk hal ini !!" ucap Devran akhirnya.
" Lakukanlah yang terbaik !!" jawab Ayden dan segera menutup teleponnya.
" Bang... Hallo... hallo.." ucap Devran.
" Kenapa selalu begitu. Belum juga selelsai bicara. Abang sudah mematikan telepon ini. Huuft... Aku akan menelpon orang - orangku untuk mencari Liona" gerutu Devran.
Devran segera melakukan panggilan kepada anak buahnya untuk melakukan pencarian terhadap Liona. Sedangkan di sebrang.
" Hahaha, ternyata Papa sudah melakukan dramanya sayang. Papa sudah mengirim Dev, ke perusahaan di Indonesia. Sesangkan Liona sudah di culik oleh orang suruhan Om Rony" ucap Ayden kepada istrinya.
" Hihi, kasihan sekali Devran. Kalian mengerjainya. Mas, tunggu sebentar. Apakah mas yakin jika yang melakukan penculikan itu orang suruhan Om Rony?" tanya Rayina ragu.
" Ya sayang, Papa dan Om Rony yang merancang skenario ini semua" terang Ayden.
__ADS_1
" Mas, tapi... kenapa hatiku merasa ada yang aneh? Aku tidak nyaman mas" ucap Rayina.