
Mereka segera menuju butik langganan Rayina. Menurut Rayina butik itu memang tidak terkenal. Tetapi hasilnya menurut Rayina tidak kalah bagus dengan butik ternama. Bahkan jika orang yang tidak bisa membedakan itu terlihat seperti hasil dari butik ternama yang sudah profesional.
Ayden menjadi penasaran dengan pernyataan Rayina. Seberapa mahal harga baju itu. Sehingga bisa memabandingkan dengan sebuah butik ternama yang sudah mempunyai brand tersendiri.
" Okay Ay, that is place. come on" ajak Rayina.
Ayden hanya mengernyitkan dahinya. Tidak ada kemewahan. Terlihat seperti toko biasa. Bahkan papan tokonya pun terlihat sederhana. Tetapu tampak rapi dan bersih.
' Like you my queen. Simple and beautiful' batin Ayden.
" Okay.. " jawab Ayden.
Kemudian mereka masuk ke butik itu. Rayina mengucapkan salam saat masuk, dan ada seseorang wanita muslimah keluar dari dalam butik.
" Assalamualaikum " ucap Rayina dan selanjutnya diikuti oleh Ayden.
" Waalaikumsalam, oh.. si cantik. Mari silahkan. Ini siapa cah ayu?" tanya Bu Asma.
Ya, pemilik butik adalah bu Asma. Bu Asma berasal dari kota yang sama di kampung halaman Rayina. Jadi saat pertama kali Rayina menjahitkan baju kantornya dulu, dia bertemu dengan Bu Asma yang menjahit keliling.
Dengan sedikit uluran tabungan Rayina kemudian Bu Asma bisa membuka usahanya hingga mempunyai butik seperti sekarang. Walaupun tidak besar dan belum terkenal. Setidaknya tangannya masih mampu bekerja untuk menghidupi anak - anaknya.
" Siapa ini cah ayu?" tanya Bu Asma.
" Oh.. ayo silahkan masuk. Didalam saja cah ayu. Sekalian kita ngobrol. Sudah lama kita tidak ketemu" ucap Bu Asma.
Mereka kemudian masuk mengikuti Bu Asma ke ruangan tamu. Rayina kemudian menjelaskan tujuan kedatangannya.
" Begini Bu, perkenalkan sebelumnya. Ini Ayden. Calon suami saya. Langsung saja karena waktunya juga tidak banyak. Kami kesini untuk membeli sebuah kebaya dan tuxedo untuk acara akad kami. Acaranya besok sabtu. Masih ada dua hari lagi. Jadi apakah kami bisa memilih baju tersebut? " tanya Rayina.
" Cah ayu. Sebenarnya Ibu sudah membuatkan kebaya untukmu. Ibu hanya bisa mendoakan kamu cepat bertemu dengan jodohmu lagi. Dan Ibu sengaja membuat kebaya untukmu untuk dipakai saat akad. Mungkin kamu berkenan untuk memakainya. Ini semua Ibu lakukan untuk ucapan terimakasih kepadamu karena kamu telah banyak membantu Ibu. Sebentar. Tunggu" jawab Bu Asma.
__ADS_1
Rayina dan Ayden hanya diam menunggu Bu Asma yang tengah ke kamarnya. Bu Asma kemudian keluar dengan membawa sebuah kebaya yang sangat cantik.
" Ini cah ayu, cobalah. Semoga pas dan kamu menyukainya" ucap Bu Asma.
Rayina melihat kebaya itu berbinar di manik matanya. Sebuab kebaya nan cantik sangat cantik bahkan. Dia tidak pernah bermimpi sebelumnya untuk memakai sebuah kebaya yang sangat cantik.
" Try it sayang" ucap Ayden membuyarkan lamunan Rayina.
Tanpa berkata apapun Rayina segera mencoba kebaya itu dibantu dengan salah seorang karyawan Bu Asma. Setelah selesai Rayina keluar. Semua mata terpana melihat Rayina dengan memakai kebaya itu.
" Kebaya nan cantik dipakai oleh orang yang sangat cantik. Perfect!" ucap Ayden spontan.
" Cah ayu, sangat cantik. Bagaimana? Apa yang kurang menurutmu?" tanya Bu Asma.
" Perfect Bu. Tapi..." ucap Rayina menggantung.
" Tapi apa cah ayu?" tanya Bu Asma.
" Kalau kebaya ini sangat cantik. Bagaimana calon suami saya? Apakah Ibu ada tuxedo yang bisa cocok dengan kebaya ini?" tanya Rayina.
" Sari, tolong ukur tuan ini. Setelah itu buatlah dengan bahan yang sama dengan kebaya cah ayu. Buat sebagus mungkin untuk anakku yang cantik ini" perintah Bu Asma kepada karyawannya.
" Baik bu" jawab Sari.
Ayden kemudian di ukur badannya untuk membuat tuxedo. Setelah diukur, karyawannya segera bergegas membuat tuxedo karena akan dipakai dua hari lagi. Dan Bu Asma memastikan tuxedo besok sudah jadi. Jadi Ayden bisa fiting baju. Sedangkan anak - anak dan keluarganya sudah di pesankan oleh Ayden ke salah satu butik milik Istri Dony.
Mereka kemudian kembali ke mansion. Ternyata anak buah Ayden sudah membawa Mama dan Papanya ke mansion. Ayden dan Rayina melihat mereka berdua sedang bermain dengan Ben dan Ganesha. Mereka tampak sangat bahagia.
Rayina sangat gugup bertemu dengan orang tua Ayden. Ayden kemudian menggandeng Rayina, memastikan semua baik - baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan.
" Assalamualaikum, Ma, Pa.. Are you okay?" tanya Ayden.
__ADS_1
" Huhh. Bad boy!! Beraninya kamu menculik Papa! " Bentak Irfan dengan menjewer telinga Ayden.
" Oh.. sorry bos.. Auchh" rengek Ayden.
" Come here sayang.. Hug me sayang" ucap Mama Ayden sangat lembut.
Sebelum itu Rayina mencium punggung tangan calon mertuanya itu dengan sangat khikmad.
Kemudian memeluk erat wanita paruh baya itu. Dan di sambut juga dengan pelukan kasih sayang Mama Ayden.
" Sayang, Papa also jealouse to see you. Come here.. Hug me also" ucap Irfan hangat.
Rayina melakukan hal yang sama sebelumnya. Rayina mencium tangan Papa Irfan dengan khikmad. Dan mendapatka sebuah pelukan seorang ayah yang sangat rindu kepada anaknya.
Rayina sangat senang. Ternyata keluarga Ayden sangat menerimanya. Dan keluarga ini penuh dengan cinta.
" Okay, semua sudah kenal and also to meet. Nanti malam kita keluar makan malam. Aku sudah memesan tempat untuk merayakan ini semua. Dan tidak ada bantahan. Semua harua ikut" ucap Ayden.
" Mama, Papa rest please. I can to make a cup of tea for you" ucap Rayina lembut.
" Pa, how with your think about her?" tanya Mama.
" Like you when you were young Ma. Very beautiful, loving, motherly ( Seperti kamu saat muda Ma. Sangat cantik, penuh kasih, keibuan)" jawab Irfan dengan tersenyum senang.
"The choice of the bad boy was not wrong Ma ( pilihan anak nakal itu memang tidam salah Ma)" ucap Irfan.
" I know that is. And I'm falling in love with her when I look her picture ( Aku tahu itu. Dan aku jatuh cinta kepadanya ketika aku melihat fotonya)" ucap Mama Ayden.
" Oh.. I missed the news. You hid it from me ?? ( Oh.. Aku melewatkan berita itu. Kamu menyembunyikannya dariku??)" tanya Irfan.
Mama Ayden tidak menjawab. Dia hanya tersenyum senang, merasa dia mempunyai rahasia yang bisa dia jaga. Dan suaminya tidak mengetahui hal itu. Biasanya suaminya itu akan tahu sebelum dia memberi tahu. Ternyata dia salah.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Adzan maghrib berkumandang sangat merdu. Mereka semua segera bergegas dan bersiap mengambil wudlu dan segera melaksanakn kewajibannya. Tanpa di perintah semua anggota keluarga menuju musholla kecil belakang rumah untuk beribadah.
Sholat maghrib di imami oleh Ayden. Yang sebelumnya antara anak dan Ayah beradu mempersilahkan. Akhirnya Ayden yang menjadi imam. Rayina mendengarkan bacaan surat pendek Ayden sangat tersentuh. Dia melafalkan sangat benar dan tepat. Dengan makhraj yang benar pula. Satu nilai plus untuk Ayden bagi Rayina.