
Sepasang mata tua yang memperhatikan dari kejauhan nampak berbinar di kilauan matanya. Bulir bening telah mengelabui seluruh bola matanya. Entah rasa bahagia atau bersedih. Tetapi tersirat sebuah senyuman tersungging di bibirnya.
Mungkin raga itu sudah sangat rapuh, hingga tak mampu menyembunyikan perasaan yang tak bisa di bendungnya itu.
Ya, Irfan memperhatikan menantu kesayangannya yang sibuk di dapur. Dengan sangat telaten semua bahan makanan dia siapkan sendiri. Melihat kemampuan menantunya itu tak pernah dia menyesali untuk memberikan restu.
Ya, keinginannya hanya itu. Mempunyai seorang menantu yang bisa dia anggap sebagai anaknya sendiri. Menantu yang baik hati dan kelakuannya.
Rayina dimata Irfan adalah sosok wanita tangguh yang tidak pernah mengeluh. Dia juga wanita yang cerdas, mengerti situasi dan kondisi. Baginya Rayina seorang wanita perfect.
Kali ini dia sangat rela jika anaknya hidup berdampingan dengannya. Irfan yakin Rayina bisa membahagiakan anak lelakinya yang ceroboh itu.
Tibalah wanita yang sudah berumur namun kecantikannya tidaklah pudar. Masih tetap berseri. Memandang lelaki tuanya dengan penuh cinta. Mengharapkan kebahagiaan yang tersirat di wajah harunya.
Wanita itu kemudian mengikuti ekor mata lelaki tuanya kearahnya. Ya, memandang wanita muda nan cantik jelita yang sedang bercanda dengan alat masak di dapur nan cantiknya itu.
" Why sayang?" tanya Mama.
" Tidak apa sayang, hanya sedang memperhatikan menantu kesayangnmu itu" jawab Papa.
" Bangga bukan?" tanya Mama kembali.
" Lebih tepatnya beruntung Ma, sangat jauh berbeda dengan menantumu yang dulu" jawab Papa dengan jawaban lirih dan menundukkan kepala.
Ucapannya adalah seperti penyesalannya dulu yang tidak pernah bisa mencegah pernikahan anaknya. Terhianati, tersakiti, dan ditinggalkan itulah yang Irfan tahu yang akan terjadi selama penguntitannya terhadap almarhum menantunya dulu.
Tetapi apa daya, anak lelaki satu - satunya sangat mencintai wanita itu. Anaknya begitu tulus mencintai seorang wanita. Tidak sepertinya yang menggunakan logika dulu selanjutnya hatinya akanbtergerak dengan sendirinya.
" Ya Pa, Mama paham. Ikhlaskanlah. Semua sudah berlalu. Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya. Amin" hibur Mama.
" Amin Ma" jawab Papa singkat.
__ADS_1
" Ma, kamu tidak membantu menantumu? Sepertinya dia sangat sibuk di dapur. See? Apakah akan ada tamu banyak atau tamu istimewa yang akan datang malam ini? Tanyalah Ma. Temani menantu kesayanganmu itu" perintah Papa.
" Putriku Pa" sanggah Mama.
" Of course sayang.. haha" jawab Papa bercanda.
" Pa, aku akan kedapur. Jagalah cucu kita. Mbak jaga anak - anak ya. Saya akan ke dapur membantu Rayina" pinta Mama.
" Iya bu" jawab Mbak yang sedang menemani Ganesha dan Ben bermain.
Ben yang sedang bermain dengn Ganesha memasang telinganya dalam - dalam. Mendengarkan semua keluh kesah Atuk dan Opahnya seakan dia terasa sedih. Ternyata Ibunya bukanlah wanita yang baik untuk Ayahnya. Ibunya telah jahat kepada Ayahnya.
" Tetapi bagaimana bisa, mereka menceritakan bahwa Ibu adalah wanita yang sangat baik dan hebat. Nyatanya seluruh keluarga ini tersakiti dan terhianati" batin Ben.
Ya, Ben termasuk anak dengan kapasitas otak yang melebihi dari anak seusianya. Bisa dikatakan dia adalah anak yang sangat cerdas. Menyerap perkataan orang dewasa adalah hal bukan yang sulit. Bahkan melaksanakan perintah layaknya orang dewasa dia juga mampu. Bahkan melebihi kemampuan dari orang dewasa tanpa ada kesalahan.
"Aku akan bertanya pada Ayah" batin Ben.
" Where you go now? ( Kemana kamu akan pergi sekarang?)" tanya Irfan balik.
" Meet Ayah lah Atuk ( Bertemu Ayah lah Atuk)" jawab Ben.
Irfan mulai curiga dengan pamitnya Ben yang akan menemui Ayden. Kenapa dia tiba- tiba pergi? Sedangkan tidak ada sesuatu yang terjadi.
" Ohhh shitt, dia pasti mendengar percakapanku dengan Mama tadi. Jadi dia akan mempertanyakan kepada Ayahnya" batin Irfan.
" Meet Ayah? (Bertemu Ayah?) Why? ( kenapa?) Anything something? ( Ada sesuatu?) What you think now? ( Apa yang kamu pikirkan sekarang?) Can I help? ( Bisa aku bantu?)" tanya Irfan beruntun.
Ben nampak berpikir menerima tawaran dari Irfan.
" Apakah atuk akan menjelaskan dengan jujur semuanya? Tapi apa salahnya aku coba. Atuk selama ini sangat baik denganku. Kenapa dia tidak akan menjawab semua pertanyaannku jika dia baik. Benar bukan?" batin Ben.
__ADS_1
" Emmm.. Apakah atuk akan menjawab semua yang akan aku tanyakan. Dengan jujur tentunya?" tanya Ben.
" Ohhh... waow... my smart boy. You can speak Indonesian ya? Siapa yang mengajarimu?" tanya Irfan penasaran.
Irfan tidak menyangka ternyata Ben bisa berbahasa Indonesia. Dan tentunya terkaannya pasti benar. Dia mendengarkan semua ucapannya kepada istrinya. Ben pasti penasaran dengan semua yang Irgan bicarakan.
" Bunda. Dia mengajariku banyak hal. Dia seperti idolaku. Atuk bagaimana pertanyaanku" tanya Ben kembali.
" Ah.. itu.. ya.. kamu tidak lupa bahkan aku mengalihkan pembicaraan kita. Hmmm Baiklah. Apa yang ingin kau ketahui?" tanya Irfan kepada Ben.
" Are you promise me? ( Apakah kamu bisa berjanji?) " tanya Ben.
" Ya. Of course my little boy. What it is?" jawab Irfan.
" Atuk, tolong ceritakan secara detil tentang Ibu ! Apakah benar Ibuku penghianat? Apa benar dia menyakiti keluarga kita? Apa benar dia adalah wanita yang tidak pantas dengan Ayah?" perntanyaan Ben membrondong.
" Emmmbbb untuk hal itu Atuk akan ceritakan dari sisi Atuk.Kamu bisa menanyakan selebihnya kepada Ayahmu. Bahkan Bundamu. Dia juga sudah tahu posisi yang sebenarnya. Dan untuk lebih lanjut kamu akan terlibat dalam misi kami" terang Irfan.
" Embb okay" jelas Ben nampak menyimak semua yang Irfan katakan.
" Aleesha, Ibumu Ibu kandungmu. Ibu yang sangat mencintaimu. Dia wanita yang Ayahmu cintai. Tetapi dengan kebohongan yang Ibumu buat. Ibumu menikah karena menggantikan saudari kembaranya Aleena. Dulu Ayahmu akan menikahi Aleena. Tetapi Aleena berhianat dengan Thomas. Tetapi Aleena mengatan akan mengejar karir, kareba belum siap untuk menikah dengan Ayahmu" cerita Irfan kepada Ben.
" Kemudian Aleesha menghibur Ayahmu dengan tujuan seperti rencananya dengan Aleena. Aleena pikir jika Ayahmu menikah dengan Aleesha suatu saat Ayahmu akan kembali padanya dengan mudah. Selama pernikahan Ayahmu dengan Ibumu hanya Ayden yang mencintai Ibumu. Ibumu dia berhianat dengan lelaki lain. Thomas, ya lelaki itu hanya mrmanfaatkan uang Ibumu yang diberikan setiap bulan oleh Ayahmu" sambung certia Irfan.
" Walaupun Ayahmu hanya bekerja flight engineer tetapi gaji di sini jauh lebih menjajikan. Apalagi Ayahmu dengan kecerdasannya bisa cepat mendapatkan posisi jabatan senior di tempat kerjanya. Belum lagi pendapatan perusaahaannya yang terselubung dari Atuk. Ayahmu mempunyai perusahaan Mega power yang diatas namakan atas nama temannya. Dia berada di belakang layar.
Thomas hanya memanfaatkan uang Ibu. Selama dia tahu dia mengandungmu, fia selalu dihantui rasa bersalah kepada Ayahmu. Lambat laun Ibumu menjauhi Thomas dan memutuskan untuk memutuskan hubungannya dengan Thomas.
Tetapi saat itu Thomas selalu mengancamnya, dia akan mengadukan hubungan gelapnya kepada Ayahmu.
Thomas berhubungan dengan Ibumu hanya untuk uang. Sedangkan dengan Aleena dia sudah tinggal bersama" papar Irfan.
__ADS_1
" Atuk, apakah aku anak Thomas?" pertanyaan Ben