
" Why Farhan??" tanya Rayina.
" Apakah nyonya sudah mengetahui keadaan Aruni?" tanya Farhan memastikan.
" Aku tidak akan memintamu untuk hal ini jika aku tidak mengetahui bagaimana keadaan Aruni saat ini. Jadi apa lagi yang akan kamu katakan dan ingin kamu ketahui?" tanya Rayina.
" Tidak nyonya. Terimakasih. Saya akan melaksanakannya" ucap Farhan yakin.
" Farhan setelah terapi itu aku mau kamu selalu menjaga Aruni. Karena akan ada yang mengincarnya. Untuk itu aku masih menyiapkan tempat persembunyian untukknya" terang Rayina.
" Bukankah dirumah nyonya sudah sangat aman?" tanya Farhan.
" No Farhan, aman untuk Aruni. Tidak dengan yang lainnya. Bukan berarti aku mengorbankan Aruni. Tapi aku hanya ingin melindungi semuanya. Dan, aku tidak mau hal buruk terjadi kepada semua orang yang aku sayangi. Termasuk semua yang bekerja kepadaku. Paham!!" ucap Rayina.
" Baiklah nyonya" ucap Farhan.
Selama perjalaan Rayina melihat deteksi keberadaan Xano yang akan menuju bandara. Dan sepertinya dia akan melakukan perjalanan keluar negara ini.
" Aku akan mencoba menghubungi Liona untuk memantau kemana perginya Xano. Dan untuk jalang itu aku akan mengurusnya sendiri" batin Rayina.
" Sayang... bolehkah bunda meminta bantuanmu nanti?" pinta Rayina tiba - tiba kepada Ben.
" Emmbb.. apa bunda?" tanya Ben.
Rayina kemudian berbisik merencanakan sesuatu dengan beberapa tahap rencana yang sudah mereka susun. Ben tampak mendengar dengan seksama dan sangat paham akan perintah bundanya.
" Okay bunda... sipp" jawab Ben dengan mengacungkan jari jempol ke arah bundanya.
" Good sayang. Thank you" jawab Rayina dengan lembut.
Farhan nampak mengernyit dengan tingkah nyonyanya itu. Sepertinya akan ada permainan baru didalamnya. Dan Ben sudah mulai diasah bakatnya.
" Pasti nyonya merencanakan sesuatu yang tidak pernah diduga sebelumnya. Apalagi melibatkan Bos kecil. Pasti akan ada keseruan dalam permainan baru kali ini" batin Farhan.
Farhan dalam pikirannya sendiri. Mengira dan menerka apa yang akan terjadi nanti. Dia terus melajukan mobil dengan kecepatan sedang sesuai dengan perintah Tuannya.
" Ahhhaaa..." ucap Rayina.
__ADS_1
Kemudian dia segera menelpon seseorang nan jauh disana. Seketika ide cemerlangnya muncul. Dia kemudian mengirim pesan kepada suaminya.
📨 Hubby
Sayang... bolehkah aku meminta tolong dan meminta ijin kepadamu? Bolehkah aku meminta nomor ponsel atasan mas? Please.. 🙏
📩 Hubby
Okay... Wait ya.. Kabari mas jika ada sesuatu yang mendesak. Mas akan mengirimkan nomor ponselnya dan sesuatu yang akan membuatmu terkejut.
Rayina mengernyit, apa yang akan dikirimkan oleh suaminya. Tiba - tiba ada pesan masuk berisi nomor ponsel seseorang dan sebuah foto.
Foto suaminya yang berada dalam pesawat dan ada seorang laki - laki yang duduk santai yang sedang menempati tempat duduknya.
Karena pesawat belum mulai terbang, Ayden masih bisa bertukar pesan dengan istrinya. Dia sudah mengetahui keberadaan Xano. Dia melihat Xano duduk dengan santainya. Dan kini dia sudah sedikit lega, karena sang pembuat masalah berada di depan matanya.
Tetapi justru sebaliknya, Rayina merasa cemas dengan keselamatan Ayden. Di satu sisi dia merasa sedikit aman, karena kemungkinan kecil akan ada sedikit kendala. Berbeda dengan suaminya, pasto akan mengalami masalah besar.
" *Hallo... maaf Pak, saya Rayina. Bisakah saya meminta bantuan bapak?" telepon Rayina kepada Antony.
" Oh.. ya.. Kenapa harus memanggilku dengan sebutan bapak Rayina? Biasa saja lah. Kita kan teman lama. Tentu saja. Katakanlah!" jawab Antony*.
Kini mobil mewah dengan harga yang lumayan sudah terpakir tepat di halaman rumah nan megah. Rayina berserta rombongan kecilnya segera memasuki rumah. Sang mertua sedang menikmati masa tua mereka.
" Huft... apa jadinya jika mereka berjauhan dengan kami? Aku tidak bisa membayangkannya. Walaupun sudah banyak yang menjaganya. Tetapi keluarga adalah tempat ternyaman untuk mereka" batin Rayina yang sedang memperhatikan kedua orang tua itu.
" Kenapa sayang?" tanya Mama.
" Tidak apa Ma... aku akan kekamar, ganti baju dan kembali kemari menemani Mama" ucap sang menantu.
" Okay... " jawab Mama singkat dengan dibubuhi senyuman terhangatnya.
Kini bos kecil yang sudah diperintahkan Rayina segera menyiapkan aksinya. Dia tidak perlu ijin kepada Ayahnya. Karena bundanya langsung yang memerintahkannya.
" Okay, finish !! Mari kita mulai permainan ini" gumam Ben.
Ben kemudian memasang jebakan - jebakan yang kemungkinan sang target melalui jalur itu. Umpan utamanya tentu saja dia. Karena sepertinya memang target mengincar Ben.
__ADS_1
" Bunda memang benar, untung saja bundaku hebat. Sudah menyiapkan jalan khusus untuk kamarku ini" bangga Ben kepada Rayina.
Ben kemudian meninggalkan kamarnya. Dia kemudian menemui sang bunda. Mengatakan bahwa semua sudah siap. Dan Rayina tersenyum bahagia. Tidaklah sulit untuk mengarahkan bos kecil yang satu ini.
" Boleh bunda meminta bantuan bos kecil lagi?" pinta Rayina lembut.
" Ya. Apa itu?" jawab Ben singkat.
Rayina segera membisikka sesuatu yang membuat Ben melotot seketika. Apakah dia sanggup? Dia tidak yakin akan hal itu.
" Bunda.. sepertinya...." ucap Ben menggantung.
" Tenang saja, Ayah sudah mengijinkannya. Okay?" ucap Rayina meyakinkan.
" Dan... ini hadiah buat kamu sayang. Karena sudah mau bekerja sama dengan bunda. Setelah misi selesai bunda akan memberikan kamu hadiah lainnya yang lebih keren. Okay?" ucap Rayina.
Rayina kemudian memberikan barang itu. Sebuah jam tangan dilengkapi dengan tampilan layar yang sangat ketce kata orang - orang. Disitu banyak tertera aplikasi. Salah satunya deteksi orang. Orang asing yang bukan keluarga.
" Sayang, disini kamu bisa mengakses cctv rumah juga. Kamu bisa melihatnya sewaktu - waktu. Dan ini juga bisa untuk telepon bahkan kamu bisa melihat wajah orang yang ditelepon. Kamu juga bisa mendeteksi orang lain yang bukan keluarga kita. Yang tentunya akan mencelakai kita. Kamu bisa gunakan ini sebaik mungkin" ucap Ben.
" Waow.. sepertinya ini lebih canggih dari yang kemarin bunda?" tanya Ben.
" Ya sayang.. banyak sekali aplikasi yang bisa kamu gunakan. Semua sudah di setting sama Uncle Dev" ucap Rayina.
" Bunda... ini fungsinya apa?" tiba - tiba Ben bertanya karena ada sesuatu yang menggelitik matanya.
" Ohh... ini. Gunakan saat musuh menyerangmu. Kamu akan melihat apa yang akan terjadi dengannya. Jangan gunakan untuk mencobanya. Itu tidak akan membuatmu terkejut" terang Rayina.
" Baiklah mom" jawab konyol Ben.
" Okay. Bersiaplah di kamar ya. Bunda mau menemui atuk dan opah dulu. Okay?" perintah Rayina.
" Okay bun. Aku aktifkan cctv di rumah dan semua jalan akses lainnya" ucap Ben antusias.
" Sipp" jawab Rayina singkat.
Ben berlalu masuk ke kamarnya, sedangkan Rayina segera menemui Mama dan Papa. Dia kemudian mengatakan akan ada sedikit masalah kecil. Dan dia meminta Mama dan Papanya pergi ke hotel bintang lima. Untuk menikmati masa santainya.
__ADS_1
" Ma, Pa... akan ada sedikit masalah. Aku mau Mama dan Papa berlibur dulu ke Hotel. Aku sudah memesankan kamar untuk kalian. Nikmatilah liburannya. Dan aku akan melakukan sedikit kenakalan dengan bos kecil kita" ucap Rayina.