Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
174.


__ADS_3

Di sebuah kastil nan mewah, ada seseorang yang dipastikan sedang menahan amarahnya. Rahangnya mengeras dengan mata merah dan menggeretakkan giginya.


Praaaanngggg....


Pranggggg...


" Shittt!!! Benar - benar bo*oh, bekerja begitu saja tidak bisa. Tidak berguna !!!"


Suara itu menggelegar di seluruh sudut ruangan. Seseorang yang sedang mendengarkan amarah itupun merasa menciut dan sangat ketakutan.


" Maaf Bos !! Sangat sulit untuk mendapatkan informasi itu. Ternyata banyak pelindung yang menjaga disana. Dan lagi kita tidak mempunyai orang yang berada disana. Semua orang dari sini" jawab asisten


" Kamu !!! " tunjuk bos itu.


" Kamu bekerja denganku berapa tahun? Haruskah aku mengajarimu??" ucap bos itu.


" Maaf Bos " jawab asisten.


" Kerahkan seluruh anak buahmu!! Aku akan mengerahkan pasukanku!" ucap Bos itu.


" Bos.. apakah perlu?" tanya asisten.


" Aku sudah tidak bisa menunggu waktu lagi. Aku butuh jawaban dan kepastian" jawab Bos itu.


Si bos segera beranjak pergi dari ruangan itu, sedangkan asisten segera menelpon pelayan untuk segera membereskan apa yang telah di porak - porandakan bosnya.


Sementara rombongan sirkus ( eh rombongan keluarga Rayina ding) telah sampai dan mendarat di Indonesia. Mereka segera masuk kr mobil yamg sudah di sediakan oleh beberapa orang suruhan Ayden.


Ayden segera mengarahkan ke rumah yang dulu dibelinua saat menikahi Rayina. Rayina belum sadar saat sudah sampai di indonesia. Semua sesuai rencana. Berjalan dengan sangat lancar.


Ayden membawanya ke dalam kamar mereka, Di rumah itu banyak kamr yang kosong. Ben dan Ganesha tentu saja berada di kamarnya. Sedangkan, Mama dan Papa serta Vero segera menempati kamar yang lainnya.


" Pak, bagaimana kabar bapak?" tanya Ayden kepada orang yang mengurus rumah.


" Ah baik Pak Bos" jawab pak Darso.


" Nama bapak siapa? Saya lupa!!" tanya Ayden.


" Darso Pak bos" jawab Pak Darso cepat.

__ADS_1


" Terima kasih sudah menjaga dan merawat rumah ini dengan sangat baik. Dan terima kasih juga kesediaan bapak dengan kesungguhan hati menjalankan kepercayaan yang saya berikan" ucap Ayden tulus.


" Sama - sama Pak. Bapak juga sudah sangat baik kepada keluarga saya. Saya juga diperhatikan dalam segi apapun termasuk keluarga saya. Saya yang harusnya berterima kasih banyak" ucap Pak Darso.


" Pak, Istri bapak bekerja dimana? " tanya Ayden.


" Tidak bekerja Pak bos, sehari - hari hanya terima cuci gosok harian milik tetangga" jawab Pak Darso.


" Jujur !! sesuai data dan penyelidikan" batin Ayden.


Diam - diam Ayden memang memberikan mandat kepada orang kepercayaannya di Indonesia untuk melaporkan siapa sebenarnya Pak Darso. Dan apakah Pak Darso dapat dipercaya menjaga rumah ini.


Dan tepat sesuai naluri Ayden. Pak Darso orang yang jujut dan apa adanya dalam bekerja. Dia juga sangat tekun dalam menjalankan pekerjaannya. Tidak pernah memanfaatkan pekerjaannya untuk kepentingan pribadi.


Sekalipun dia adalah penjaga rumah dan perawat rumah ini, dia tidak pernah membawa orang lain ikut tinggal di rumah ini.


"Pak, besok bu Darso bisa bekerja disini. Membantu pekerjaan rumah. Memasak dan lain sebagainya. Jangan sendiri saya butuh dua orang. Jadi Bu Darso dan satu lagi temannya. Saya butuh orang yang jujur dan rajin. Bapak mengerti yang saya maksud bukan?" pinta Ayden.


" Muda bolehkah pak bos??" tanya Pak Darso.


" Saya rasa saya butuh seperti Bu Darso. Belum terlalu tua tapi tidak muda, alias keibuan" jawab Ayden.


Tapi pemilihannya dalam keibuan sepertinya pas. Karena pastinya lebih berpengalaman. Dan akan membantu Bu Darso dalam bekerja juga cepat.


Sedangkan Darso dengan cepat menelpon istrinya untuk segera mencarikan teman dalam bekerja di kediaman Pak Bosnya itu.


"Maaf Pak Bos, kata istri saya nggak ada yang seusianya. Ada lebih tua, di takutkan kalau bekerja akan banyak tenaga yang dibutuhkan. Ini ada gadis putus sekolah. Tidak bisa melanjutkan sekolah. Tapi saya jamin dia gadis yang sangat baik. Sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri Pak Bos" terang Pak Darso.


" Kirim fotonya kepada saya. Nanti akan saya pertimbangkan. Dan bagaimana pendapat istri saya selanjutnya!" jawab Ayden dengan berlalu.


Ayden segera kembali ke kamar melihat istrinya yang masih bergelung di dalam selimutnya sangat nyaman. Dan Ayden hanya memandangi ciptaan Tuhan yang benar - benar indah ini tanpa berkedip.


Tangannya terulur untuk menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah ayunya itu. Di lihatnya wajah cantik nan ayu yang tengah buncit di perutnya.


Cup


Sekali dan sekilas kecupan mendarat di bibir ranum milik istrinya. Sementara tidak bereaksi..


Cup

__ADS_1


Kembali didaratkan sedikit lama untuk mengecupnya. Hanya geliatan kecil dan lenguhan lembut keluar dari mulut mungil istrinya.


" Sayang, jika kamu begitu. Itu sangat meresahkanku. Membangunkan singa yang tertidur. Maafkan aku jika sedikit nakal" gumamnya lirih.


Diusapnya perut buncit itu dengan lembut. Perlahan kemudian ditariknya tunik yang melekat di badan itu keatas sedikit demi sedikit sehingga menyembullah perut buncit nan seksi.


Dikecupnya perut itu serat diusapnya dengan lembut. Tiba - tiba terjadi sedikit gerakan. Ayden sangat senang sekali dengan gerakan yang berada di dalam perutnya.


" Hai.. twins... bagaimana kabar kalian? Kalian bahagia? Kalian baik - baik saja bukan?" lirih Ayden.


Dan kembali lagi denyutan kecil teasa di telapak tangannya. Ayden sangat bahagia. Dari kemarin hal itu yang dinantinya tak kunjung tiba. Kini dia sangat senang, kesehatan istrinya mulai beranjak membaik.


" Apakah kamu rindu Ayah? Mau ayah jenguk?" gumam Ayden sendiri dengan menempelkan telinganya ke perut.


" Iya Ayah.. kami rindu" cicit Ayden menirukan suara bayi.


" Sayang, dengarlah.. Anak kita minta di jenguk. Jadi jangan salahkan aku jika kamu sedikit terganggu dalam tidurmu ya.. Hehe" bisik Ayden.


Tangan kekar itu mulai menelusup masuk menuju bukit yang begitu memuncak. Tapi ternyata bukit itu masih terselubung. Sehingga Ayde sedikit kepayahan membuka tabir selubungnya.


Setelah bebas dari keterselubungannya kini sumber penghidupannya sudah sangat leluasa di hadapan matanya.


Sedikit menyibakkan kain yang menutupi tubuh istrinya itu segera dia menangkup bukit yang selama ini dirindukannya.


" Oh.. sayang, kenapa sedikit besar? Hmmm ini pasti sangat... sangat... Hmmm" gumamnya sendiri.


Sedangkan si pemilik masih dalam mimpinya. Entah obat apa yang di berikan kepada Vero untuk istrinya. Hingga sangat lama tidak terbangun dan bahkan membuat tidurnya yang selama ini kacau menjadi sangat nyaman.


" Emmmbbb aku mau permenmu sayang, emhhh," gumam Ayden lirih.


Diraihnya dua gundukan dan ada butiran kecil diujungnya. Ya, permen kata Ayden. Disesapnya perlahan. Ayden sangat menikmati dan sangat merindukannya.


Dengan posisi tangan kirinya bermain di permen yang satunya. Dengan memilin dan memelintir kecil.


" Emhhh" terdengar lirih bahkan sangat lirih.


Hayooo... apa hayo... penasaran?? Sama...


Jangan kemana - mana authir akan segera kembali...

__ADS_1


__ADS_2