
Senja sudah nampak menguning di setiap sudutnya. Semua orang tengah bersibuk diri untuk mempersiqpkan segala sesuatunya.
Liona sudah menyerahkan cicin untuk Papanya kepada Ayden. Karena yang menghandle semuanya adalah Ayden.
Liona dan Devran menyiapkan Papanya untuk berdandan sebaik mungkin. Sedangkan Vero sudah menggunakan gaun yang cukup cantik di badannya dan sedikit polesan makeup natural yang membuatnya terkesan elegan.
" Sayang semua sudah siap, kamu bisa ke bawah?" tanya Ayden.
" InsyaAllah bisa mas, ayo!!" ajak Rayina antusias.
" Hmmm sebentar" cegah Ayden.
Rayina hanya diam mengamati apa yang akan dilakukan suaminya. Ayden segera menuambar kursi roda yang sudah siap untuk Rayina selama akan bepergian.
" Duduklah, aku bantu" perintah Ayden.
"Mas, aku bisa berjalan" jawab Rayina.
" Sudahlah, menurut saja. Demi kebaikan kalian" ucap Ayden.
Rayina tak mampu membantah semua perkataan suaminya. Karena demi buah hatinya dia tidak mau mengambil resiko yang akan terjadi.
Segera mereka turun ke taman samping kolam renang. Di sana sudah tertata sangat indah. Semua makanan tertata rapi. Berkat Papa dan Mama mertua Rayina.
" Mas, semoga acaranya sukses!!" ucap Rayina antusias.
" Aminn... Aktor dan aktrisnya belum ada sayang. Sebentar mas akan tanyakan sama Dev!" ucap Ayden.
Rayina hanya menjawab dengan anggukan. Sementara Mama sudah siap berdandan cantik dan melihat apa saja yang kurang dari acara jamuannya itu.
" Hai.. sayang, Sudah enak?" tanya Mama senang melihat Rayina.
" Alhamdulillah Ma. Mama terima kasih untuk semua ini. Kita yang punya rencana tapi Mama dan Papa yang repot" ucap Rayina.
" Sayang, jangan begitu. Sudah kewajiban orang tua membantu anaknya. Jika kamu sehat dan kamu kuat seperti dulu. Wonder women, Mama akan membiarkanmu untuk menyelesaikan semuanya sendiri" ucap Mama.
" Terima kasih banyak, Ma" ucap Rayina tulus.
" Sama - sama sayang" jawab Mama dengan memeluk Rayina.
" Sayang, tunggulah di sana. Disini anginnya sedikit kencang. Disana tidak begitu dingin. Ayo Mama bantu" pinta Mama.
" Baiklah Ma, mari. Thank you Ma" jawab Rayina.
Sementara Ayden sedang menyusun rencana untuk dua orang itu. Mama dan Papa sudah bersiap dengan rencananya pula. Ada banyak rencana dari mereka. Hanya Rayina yang diam menatap sekitar tanpa kecurigaan berlebih.
__ADS_1
Liona dan Devran sudah memberikan kode untuk mematikan seluruh lampu dan hanya sedikit pencahayaan. Om Rony berjalan dengan santainya digandeng Liona.
" Maaf bos Devran, ada sedikit kejutan. Semua diperintahkan memakai ini " ucap salah satu pegawai rumah dengan memberikan kain penutup mata.
" Baiklah!!" jawab Devran yang sudah mengetahui permainan ini.
" Ini sayang, Papa juga. Ini pakailah" perintah Devran.
Liona dan Om Rony juga segera memakai penutup mata itu. Setelah semua menutup mata, Liona dan Devran melepaskan penutup mata.
Devran dan Liona menggandeng Om Rony. Sedangkan Mami Vero sudah duduk cantik dengan mata tertutup pula.
Ya itu hasil kerja keras pelayan, dengan cara yang sama seperti yang dilakukan kepada Om Rony.
Setelah sampai di tempat, Om Rony dan Vero segera dipertemukan dalam keadaan mata tertutup. Sedangkan Ayden segera memulai acara dengan ungkapan hati.
Diawali dari Rayina yang mengungkapkan hati kepada Ayden dengan rangkaian kata cinta yang indah. Kemudian selanjutnya Irfan dan istrinya.
Tibalah saatnya Om Rony mengungkapkan kalimat cinta untuk seseorang. Om Rony sedikit gugup, karena aroma parfum yang dia kenal seperti tepat di dekatnya.
Rony mengucapkan kata cinta untuk Liona, tetapi Liona mengucapkan tegas bukan untuk dirinya. Tetapi Ibu sambungnya.
Tangan Rony diraih oleh Ayden dan diberikan sebuah kotak, dibukanya masing - masing orang tua yang tengah deg - degan itu.
" Ucapkanlah Papa" teriak Liona.
" Vero... maukah menikah denganku? Menua bersamaku? Menemani hari - hariku dalam suka maupun duka?" ucap Rony.
" Terima... terima" sorak sorai semuanya.
" Emmm.. Ron.. tapi..." jawab Vero sedikit menimbang.
" Liona dan Rayina sudah mengizinkannya. Benarkan sayang?" ucap Rony dengan penekanan
" Yesss Papa" jawab Liona dan Rayina serempak.
" Baiklah Ron. Aku menerima" jawab Vero dengan semburat merah di pipinya.
Semua berjalan sebagai mana mestinya. Kebahagiaan telah menyelimuti hati seluruh orang - orang. Rayina yang seperti mendapatkan sedikit kekuatan. Mungkin karena rasa bahagianya menyaksikan ini semua.
Acarapun dilanjutkan dengan makan malam romantis. Semua duduk di mrja masing - masing. Chefpun telah didatangkan oleh Ayden untuk memasak semua ini.
Rony tidak bisa berkata apapun untuk hal ini. Rony sangat terharu atas perhatian dan cinta dari keluarga besarnya. Terutama untuk Liona, anak satu - satunya yang sudah menjadi wanita dewasa.
Pagi menjelang.....
__ADS_1
" Sayang, bangunlah. Sudah subuh. Mari berjamaah" ajak Ayden lembut.
" Ahh.. iya mas, aku akan mandi terlebih dahulu. Sangat lengket. Aku sudah tidak tahan. Bau acem nihh " ucap Rayina manja.
" Baiklah, mas bantu ya.." tawar Ayden.
" Tidak mas, aku sudah sangat sehat. Dan aku bisa sendiri. Pintu kamar mandi tidak aku kunci, jadi jika aku membutuhkan bantuan mas akan lebih mudah" terang Rayina.
" Baiklah, hati - hati sayang" jawab Ayden.
Setelah semua selesai, Semua disibukkan dengan kegiatan masing - masing. Berjalan sebagaimana mestinya. Tanpa ada yang ganjil ataupun berbeda di hari itu.
" Sayang, kamu sudah baikan bukan? Selang infus juga sudah dilepas" ucap Ayden.
" Ya, badan ini terasa lebih segar dari sebelumnya Mas" jawab Rayina.
" Alhamdulillah, hari ini kita bisa jalan - jalan bukan? Aku akan mengajakmu jalan - jalan. Are you ready sayang? " tanya Ayden antusias.
Sementara yang lainnya sudah menyiapkan segala keperluan untuk dibawa ke Indonesia. Dan itupun dilakukan saat Rayina sudah tertidur lelap semalam.
" Baiklah sayang, kita bisa jalan sekarang?" tanya Ayden.
" Sebentar Mas, aku akan berganti pakaian" ucap Rayina.
" Baiklah aku tunggu. Tapi minumlah teh hangat itu terlebih dulu. Agar badanmu sedikit hangat" pinta Ayden.
" Baiklah mas, aromanya pun sudah mengusik hidungku. Teh Chamomile bukan?" tanya Rayina.
Ayden hanya menjawab dengan senyum mengembang di bibirnya. Rayina segera meminum teh itu. Tak dirasa setelah selesai minum, Rayina segera berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, mereka segera beranjak untuk masuk ke mobil. Karena supir sudah menunggu. Ayden sengaja menggunakan sopir agar tidak terlalu lelah.
" Mas..." ucap Rayina lemas.
" Kenapa sayang?" tanya Ayden lembut
" Aku ngantuk" jawab Rayina kemudian.
" Tidurlah, aku akan menjagamu" ucap Ayden dengan membelai kepala istrinya
Tak lama dalam hitungan menit, suara hembusan nafas halus telah terdengar di telinga Ayden. Ayden segera memberikan arahan kepada sopir untuk segera ke bandara. Semua orang telah menunggunya disana.
Setibanya di bandara, jet pribadi milik Om Rony telah bertengger cantik menunggu tuannya yang akan terbang.
Ayden segera menggendong istrinya ala bridal style. Kemudian dia merebahkan di sebuah kamar di dalam jet pribadi tersebut. Vero melihat itu hanya tersenyum penuh arti.
__ADS_1