Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
50.


__ADS_3

*


*


*


Di bandara heathrow, London. Seseorang sedang sibuk memainkan ponsel pintarnya. Sepertinya sibuk mencari nomor kontak. Dan benar adanya. Ayden sedang sibuk mencari nomor istrinya.


" ahhh shit, She's nothing number in here now, I forget it" cerocos Ayden.


" Why Ay?" tanya Ryan penasaran.


Karena sadari tadi Ayden sibuk dan mengumpat sendiri. Sepertinya sedang jengkel atau melupakan sesuatu.


" No problem Ryan. My wife no number in this country. I forget it. Cause, I not yet to buy it" ucap Ayden.


" Oh.. you can call Siti or Farhan right?" ucap Ryan.


" Ohh.. yes.. Thank you Ryan. I forget too hehe" kekeh Ayden.


Karena sibuk akan memberikan kabar kepada istrinya dan segera dia akan ikut penerbangan dan kemungkinan tidak pulang. Tetapi lupa kalau istrinya belum mempunyai nomor ponsel baru. Dia juga lupa ada dua orang yang bisa menolongnya.


Ayden ✉


Farhan, please pass my message to my wife that I am not coming home tonight. There are flights that require me to come to New Zealand. Thank you ( Farhan, tolong sampaikan pesan saya kepada istri saya bahwa saya tidak pulang malam ini. Ada penerbangan yang mengharuskan saya ikut ke Selandia Baru. Terimakasih).


Farhan ✉


" Okay Pak"


" Farhan, kebiasaan kalau balas pesan. Selalu saja singkat" gerutu Ayden.


" Already Ay? let's go lah. Our crew is waiting for the captain" ucap Ryan.


" Ah.. okay lah. Come " jawab Ayden.


Di sebuah mansion mewah, dua makhluk kecil sedang bermain dan bercanda. Sang Ibu masih dengan bebenah dan berberes. Semua bergerak cepat menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Dan rencananya hari ini semua akan pergi menemani nyonyanya jalan - jalan.


" Mbak, tolong mandikan Ganesha. Ben bisa mandi sendiri. Awasi saja dan lengkapi kebutuhannya. Saya akan bersiap. Setelah itu kalian bersiaplah. Sudah selesai bukan pekerjaannya?" tanya Rayina.


" Sudah bu, baiklah" jawab Mbak singkat.

__ADS_1


Mereka bersiap dan segera pergi. Farhan yang masih setia menunggu dan masih menikmati kopinya. Dikagetkan dengan tepukan Siti.


" Mas, sudah siap?" tanya Siti singkat.


" Sudah. tinggal Ibu dan bos kecil keluar" jawab Farhan.


" Baiklah. Tunggu sebentar" jawab Siti.


'Duhh, kenapa dengan jantung ini. Sealalu saja tidak bisa mengontrol. Saat berbicara dengannya. Sepertinya harus diperiksakan' batin Farhan.


Siti yang hendak ke dalam memastikan nyonyanya sudah siap atau belum, ternyata nyonya sudah siap dengan dua bos kecilnya.


" Bu, sudah siap semua? Mbak Rum sudah?" tanya Siti.


" Ya, Mbak Siti. Kamu bagaimana? " tanya Rayina.


" Siap Bu, semuanya siap. Mas Farhan juga sudah siap" terang Siti.


" Baiklah. Ayo semua" perintah Rayina.


" Bunda, where we go now? Mall right?" tanya Ben.


Mereka berbicara sambil berjalan masuk ke dalam mobil. Sesampai di dalam mobil Ben segera bertanya kepada Farhan.


" Abang, where is a good and quality school supply store? If you know. Take us, please ( Abang, dimana toko peralatan sekolah yang bagus dan berkualitas? Kalau abang tahu. Tolong antarkan kami)" pinta Ben kepada Farhan.


" Okay, let's go little boss" jawab Farhan dengan ceria.


Rayina hanya tersenyum menyaksikan interaksi keduanya. Baru bertemu saja tetapi Ben sudah sangat menggemaskan bukan. Dia selalu ramah kepada siapa saja.


" Bunda, when Ayah come back to home?" tanya Ben.


Farhan yang mendengarkan celotehan bos kecilnya jadi terperanjat. Dia lupa mengatakan mendapat pesan dari tuannya.


" Maaf Bu, Bapak malam ini tidak pulang. Karena ikut tugas penerbangan ke new zeland. Tadi mau hubungi Ibu tetapi Ibu belum mempunyai nomor telepon di negara ini. Jadi Bapak meminta saya untuk menyampaikan kepada Ibu" ucap Farhan memotong pembicaraan anatara nyonya dan boss kecilnya.


" Yayah yayah nda" ucap Ganesha yang melihat bantal di dalan mobil.


Rayina melihat apa yang di lihat anaknya itu. Ternyata sebuah bantal yang ada foto mereka berdua. Rayina tersenyum senang. Ini adalah foto pertama kali mereka bertemu.


" Ahhh.. sweet" ucap Rayina.

__ADS_1


Ganesha yang senang melihat foto kedua orang itu kemudian memeluk dan sesekali menciumnya. Semua orang yang ada di dalam mobil tertawa menyaksikan tingkah lucunya.


" Farhan, bagaimana pekerjaan Bapak selama ini? Maksud saya apakah Bapak bekerja dengan bersinggungan dengan wanita? Atau ada wanita yang datang kerumah selama ini?" tanya Rayina.


" Selama saya bekerja dengan Bapak, tidak satupun wanita datang kerumah Bu, karena rumah itu mrmang di khususkan untuk Ibu dan bos kecil" jawab Farhan memebenarkan.


" Dan maaf Bu, selama ini juga Bapak tidak pernah membawa atau meladeni wanita. Beliau hanya bekerja dan serius dengan membesarkan bos kecil Ben" Ucap Farhan kembali.


" Oh.. begitu. Baiklah" jawab Rayina datar.


" Farhan, tolong setelah semua kebutuhan my boy terpenuhi antarkan saya memebeli nomor ponsel ya. Bisakah?" tanya Rayina.


" Baik Bu" Jawab Farhan.


Semua menikmati perjalannya. Selama perjalanan berlangsung sesekali Farhan melirik Siti melalui sepion mobil. Siti yang paham dengan itu hanya bisa menunduk. Dia tidak berani memandang Farhan setelah pernyataan fathan malam kemarin.


Ganesha mengoceh sepanjang perjalanan dengan Ben. Dan Mbak Rum tidak capek untuk meladeni pertanyaan dua bocah kecil yang ingin banyak tahu itu.


Rayina yang jenuh tidak mendapatkan kabar suaminya itu hanya diam mengamati perjalanan. Sesampainya di toko perlengkapan selolah. Mereka segera masuk.


Ben kemudian membeli semua yang dia butuhkan. Rayina sesekali melihat beberapa buku yang bagus untuk referensi bacanya. Dia kemudian mengambilnya. Setelah semua terbeli mereka segera membayar ke kasir.


" already sayang? tanya Rayina kepada Ben.


" Yaa bunda. Let's go bunda" ajak Ben.


Segera Rayina selesaikan pembayarannya. Dia pagi ini diberi sebuah black card yang hanya dimiliki oleh orang yang tidak sembarangan. Dan itu bisa membeli semua isi toko beserta tokonya.


" Sorry madam, is there another card? Because our shop is only a small shop. And you can use this if your shopping spends a lot of money ( Maaf nyonya, apakah ada kartu lainnya? Karena toko kami hanya toko kecil. Dan ini bisa anda gunakan jika belanja anda menghabiskan banyak uang)" ucap Kasir.


" Sorry miss, I only have that card. Because I still have a few days in this country. And my husband gave the card the morning before he went to work. ( Maaf nona, saya hanya mempunyai kartu itu saja. Karena saya masih beberapa hari di negara ini. Dan suami saya memeberikan kartu itu tadu pagi sebelum dia pergi bekerja)" ucap Rayina jujur.


" Sepertinya Ibu dari negara yang sama dengan saya. Benarkah Ibu dari Indonesia?" tanya Kasir.


Rayina yang hendak menjawab sudah di potong oleh Farhan. Karena Farhan mengetahui ada masalah didalam toko.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2