Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
14. Senin


__ADS_3

Setelah mereka makan bersama kemudian Rayina merasa sudah cukup waktunya pulang. Rayina segera meminta ijin pulang duluan kepada Rizky. Mereka kemudian ke masing - masing tempat parkir kendaraan. Sebelum ke tempat parkir Ganesha minta ke kamar kecil dulu. Karena dengan Mbak tidak mau. Alhasil dengan Rayina yang ke kamar kecil.


Rizky :" Mbak.."


Mbak :" Iya Pak?".


Rizky :" Mbak bisa bawa motor kan?".


Mbak :" Alhamdulillah Pak, bisa".


Rizky :" Saya minta tolong, Mbak bawa motor kerumah. Rayina sama Ganesha biar sama saya saja. Bolehkah Mbak?".


Mbak :" Ah.. tentu saja Pak. Sebenarnya saya juga mau usul demikian adanya. Tetapi saya takut Pak. Hehehe. Oh ya Pak, saya minta tolong . Tolong sampaikan kepada Ibu, saya mau mampir ke tempat teman sebentar".


Rizky :" Ah.. baiklah.. Ya sudah ayo pulang".


Setelah Rayina dan Ganesha keluar dari toilet. Rayina tampak kebingungan mencari keberadaan Mbaknya itu. Dia memutar bola matanya kesana kemari.


Rizky :" Nyari apa Rayi hemm?".


Rayina :" Mbak, kok tidak ada ya?".


Rizky :" Sudah pulang duluan. Kalian sama saya. Saya antar pulang. Mbak tadi juga minta izin mau ke tempat temennya sebentar pakai motor kamu".


Rayina :" Ah.. baiklah".


Mereka segera menuju ke basement parkiran mobil Rizky.


Rizky :" Rayi, tunggu disini. Aku ambil mobil dulu. Boy, jaga bunda sebentar ya ?" pinta Rizky ke Ganesha.


Ganesha :" Ote, oom".


Rizky :" Good boy "sambil mengacak lembut rambut Ganesha.


Rizky segera mengambil mobil dan menghampiri Rayina dan Ganesha berada. Mereka kemudian masuk ke mobil dan segera keluar dari area basement mall.


Rizky sepanjang jalan selalu menanyai Ganesha yang begitu sumringah saat pergi ke mall tadi. Waktu yang sangat sedikit untuk Ganesha digunakan Rayina dengan sebaik mungkin.

__ADS_1


Rayina menganggap ino adalah metime antara dirinya dan lelaki kesayangannya itu, Ganesha.


Rizky :" Apakah setiap weekend kamu selalu metime dengan baby boy kesayangan ini Rayi?"


Rayina :" Tentu saja mas, saya hanya ingin selalu membahagiakan dia walaupun dengan sisa waktu yang sedikit. Karena saya seorang single mom jadi saya harus bekerja keras untuk bertahan hidup".


Rizky :" Aku paham Rayi. Oh ya, mampir dulu ke rumah sebentar ya. Badanku lengket banget. Pingin mandi. Kamu juga bisa beribadah juga dirumah. Lagian rumahku lebih dekat dari pada rumahmu".


Rayina :" Baiklah mas, aku setuju".


Rizky segera melesatkan mobilnya ke rumahnya. Rayina hanya heran. Bukannya rumah Bu Wati setelah rumahnya jika ditempuh dari setelah mall . Rayina masih bertanya - tanya dalam pikirannya. Apa mas Rizky mencari jalan *alternati*f agar leboh cepat.


Ganesha saat ini masoh ngoceh dengan Rizky, Ganesha memang lah sangat menarik dan humble. Anak yang selalu ceria dan sangat mandiri. Persis seperti Rayina.


Rizky malah lebih jatuh cinta kepada Ganesha. Anak yang sangat menyenangkan. Sangat beruntung Rayina mempunyai anak sepintar Ganesha.


Rizky mulai masuk kesebuah perumahan elite di dekat mall. Dia kemudian mengeluarkan card khusus untuk setiap penghuni perumahan. Perumahan ini adalah dengan fasilitas yang canggih.


Setiap penghuninya mempunyai card khusus sebagai kunci untuk keluar masuk area perumahan. Satpam hanya bertugas pada os jaga dan berkeliling komplek agar tetap aman.


Rizky kemudian masuk ke area komplek. Rayina masih bertanya - tanya dalam hatinya. Apakah mereka sudah pindah rumah, atau punya dua rumah?. Entahlah, lihat nanti saja.


Rizky :" Masuklah Rayi. Handsome, masuk yuk sama Oom".


Rayina :" Mas, ini rumah siapa?"


Rizky :" Masuklah, nanti kamu akan tahu sendiri jawabannya ".


Mereka kemudian masuk. Pembantu sudah siap menyambut mereka.


Rizky :" Mbak mirah, tolong layani tamu istimewaku ya. Paham kan maksud ku?"


Mbak Mirah :" Beres tuan. Mari nyonya, Aden. Tunggu disana. Nanti Mbak Mirah bikinkan jus segar".


Rayina :" Mbak, maaf. Bisa jaga Ganesha buat saya tidak? Saya mau sholat dulu sebentar. Dan dimana letak tempat sholatnya ya? Adakah mukena juga?".


Mbak Mirah :" Tenang saja nyonya, tuan sudah mrnyiapkan segalanya. Untuk perlengkapan ibadah beliau selalu menyiapkan".

__ADS_1


Rayina :" Ah.. begitu ya Mbak Mirah?"


Mbak Mirah :" Bahkan, hanya nyonya yang dibawa ke mansion ini".


Mbak Mirah orang yang sangat kocak. Dia menceritakan segalanya dengan sangat polosnya. Bocor abis lah intinya. Mbak Mirah orang yang sangat baik dan sangat tulus. Dia termasuk orang kepercayaan Rizky.


Rayina :" Mbak, bisa tidak jangan panggil nyonya. Saya juga bukan nyonya rumah ini. Mbak bisa panggil saya Rayina. Dan anak saya Ganesha".


Mbak Mirah :" Oh.. kalau urusan itu saya ndak bisa nyonya. Sudah aturan itu. Takut dipecat tuan. Kalau Den Ganesha juga sudah aturannya seperti itu. Maaf ya nya?".


Rayina :" Ah.. ribet sekali mas rizky. Mbak berapa orang yang bekerja di rumah ini?".


Mbak Mirah :" Hanya dua orang nyonya. Saya dan suami saya. Tuan tidak terlalu suka banyak orang dirumah. Beliau kalau kesini sedang ada tamu penting ataupun acara keluarga saja.


Rayina :" Ohh begitu. Baiklah Mbak, sudah sampai. Tolong awasi Ganesha sebentar ya. Saya mau ambil wudhlu terus sholat".


Mbak Mirah :" Siap nya, jangan lupa doanya segera di cepatkan. Hihi".


Rayina :"Amin".


Mbak Mirah kemudian menjaga Ganesha dan mengawasinya. Ganesha masih melihat acara kesukaannya di tv. Mbak Mirah segera membuatkan jus segar untuk Rayina dan Ganesha.


Pak Parmin :" Bune, nyonya Rayina sangat cantik dan sholehah. Tidak seperti Mbak Anggun. Namanya Anggun tapi kok ya kayak herder ya kelakuannya".


Mbah Mirah :" Husss, Pakne tu.. punya mulut mbok direm omongannya. Saya yang wong wedok ndak berani ngucap. Sampeyan malah begitu. Dibahas nanti saja Pakne".


Mbak Mirah sangat takut jika membahas masalah wanita tuannya. Takut salah omongan. Tetapi dalam hati Mbak Mirah, perkataan suaminya dibenarkan dalam hatinya. Rayina seorang wanita yang sangat lembut, baik, penyayang, dan sholehah.


Dia sangat kagum saat pertama kali melihat Rayina. Bahkan Rayina juga berjabat tangan tanpa adanya penghalang status antara mereka. Anaknya pun juga sangat menggemaskan. Untuk masalah status janda dan single hanyalah takdir. Jika memang berjodoh pasti akan didekatkan.


Mbak Mirah :" Den Ganesha, mau minum apa mau makan dulu?"


Ganesha :" No..no..no.. Nyenyek, echa nta num tu. Oyeh?"


Mbak Mirah :" Mau jus ini? Boleh dong, namanya jus jeruk".


Ganesha :" Usssss eyukkk. Emmm.. nyami".

__ADS_1


Mbak Mirah tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan Ganesha yang masih belajar ngomong. Sangat lucu dan menggemaskan sekali. Anak yang benar - benar pintar. 'Tuan tidak salah pilih lagi untuk urusan jodoh kali ini' gumam Mbak Mirah.


__ADS_2